Anda di halaman 1dari 5

TELAAH JURNAL

Berdasarkan jurnal tersebut, didapatkan kadar


etanol terbesar dari distilasi adalah 69,43%
yaitu pada kondisi reflux ratio 0,92 dan rate
uap 4,8017x10-4 kg/s.
Selanjutnya
hasil
tersebut
diadsorpsi
menghasilkan kadar etanol tertinggi 81,23%,
hasil ini diperoleh dengan molecular sieve 3A.

Menurut kami, proses pemisahan secara


distilasi sederhana dan adsorpsi molecular
sieve 3A untuk menigkatkan kadar etanol
sudah tepat dan dihasilkan etanol dengan
kadar 81,23%. Untuk meningkatkan kadar
etanol yang lebih tinggi dapat digunakan
distilasi fraksinasi karena selisih titik didih
etanol dengan air sedikit.

Berdasarkan jurnal tersebut, penulis tidak


menyebutkan bahan apa yang penulis gunakan
untuk memperoleh etanol.
Pada metode juga tidak ada cara memperoleh
etanol secara fermentatif-ekstraktif, dimana telah
disebutkan penulis dalam pendahuluan.
Tidak dijelaskan mengapa dipilih tiga jenis
adsorbent tersebut, mengapa tidak yang lainnya
(kelemahan dan kelebihan masing-masingnya
apa)

Pada adsorbent molecular sieve 3A molecular


sieve 3A cukup baik untuk menyerap air tapi
belum maksimal karena sudah mencapai
kapasitas maksimum ketika air belum
sepenuhnya terserap, namun tidak dijelaskan
pula berapa kapasitas maksimumnya.

Pada bagian latar belakang, dimaksudkan


untuk bioetanol sebagai energi terbarukan,
namun bahannya pun tidak jelas. Padahal
harga etanol sebagai minuman lebih mahal
daripada sebagai bahan bakar. Mengapa tidak
dibuat untuk minuman saja (secara ekonomis
bukan secara agama).