Anda di halaman 1dari 3

Enzim-linked immunosorbent assay (ELISA) atau dalam bahasa indonesianya disebut sebagai

uji penentuan kadar imunosorben taut-enzim,merupakan teknik pengujian serologi yang


didasarkan pada prinsip interaksiantara antibodi dan antigen. Pada awalnya, teknik ELISA
hanya digunakan dalam bidang imunologi untuk mendeteksi keberadaan antigen maupun
antibodi dalamsuatu sampel seperti dalam pendeteksian antibodi IgM, IgG, & IgA pada saat
terjadi infeksi (pada tubuh manusia khususnya). Namun seiring dengan perkembangan ilmu
pengetahuan, teknik ELISA juga diaplikasikan dalam bentuk lain termasuk menganalisis
kadar hormon yang terdapat dalam suatu organisme.Secara singkat dapat dikatakan bahwa
teknologi ELISA yang digunakanuntuk asai hormon dalam cairan tubuh adalah
system competitive enzymeimmunoassay yang analog dengan teknik RIA. Antigen yang
berlabel dan antigenyang tidak berlabel saling bersaing untuk berikatan dengan tapak
pengikatanantibodi yang terdapat dalam jumlah terbatas. Saturasi antibodi terjadi secara
simultan bila semua reaktan diinkubasikan bersama sama. Contoh reaksi sepertii
ni adalah ELISA untuk mengukur progesteron, estradiol, dan kortisol. Pengukuran hormon
kortisol dalam saliva menggunakan teknik ELISA dapat mengetahui tingkat stres yang di
alami oleh organisme (Haussmann et al., 2007).
Pemeriksaan ELISA dapat digunakan untuk mendeteksi antibodi dalam tubuh manusia
maupun hewan. Terdapat berbagai teknik dalam pemeriksaan ELISA.Tes ini dapat dilakukan
dengan kit yang sudah jadi atau dapat juga dilakukan dengan menggunakan antigen yang
diracik sendiri (Setiawan, 2007).
ELISA tradisional secara khusus memiliki reporter dan substrat yang
menghasilkan beberapa bentuk perubahan warna yang dapat diamati untuk mengetahui
kehadiran antigen atau analyte. Bentuk teknik ELISA terbaru seperti
teknik flurogenic,electro chemiluminescent , dan real-time PCR dibuat untuk mengetahui
sinyal kuantitatif. Metode ini dapat memberikan berbagai keuntungan diantaranya sensitifitas
yang tinggi dan bersifat multiplexing (Leng et al , 2008).
ELISA juga dapat dipakai untuk pengujian semua antigen, hapten atau antibody. Paling
banyak dipakai di laboratorium klinis, misalnya uji immunoglobulin G dan E, hormone
seperti insulin, esterogen dan gonadotrofin.
Adapun prinsip dari ELISA / Enzim-linked Immunosorbent Assay adalah menggabungkan
spesifisitas antibodi dengan sensitivitas pengujian enzim yang sederhana, dengan
menggunakan antibodi atau antigen. Dengan mengukur konsentrasi antigen atau antibodi
terlarut.

Antibody yaitu Antibodi disekresi oleh Sel Plasma (Sel B), Biasanya digunakan
monoklonal Antibody karena lebih spesifik untuk epitop tertentu daripada policlonal
antibodi. Dapat dibeli terpisah atau dalam paket ELISA Kit, biasanya diproduksi dengan cara
induksi respon imun humoral pada hewan coba ( rat, mouse) dengan cara injeksi Antigen
berulang, dilakukan ekstraksi sel dan purifikasi Ab. Dapat juga diekstraksi dari manusia yang
telah diimunisasi dengan Ag tertentu.

Terdapat 2 Teknik Metode ELISA


Teknik Kualitatif adalah Berdasarkan bahwa tiap antibodi berikatan pada antigen yang
spesifik.
Teknik kuantitatif berdasarkan jumlah ikatan antigen-antibodi yang ditentukan dengan nilai
absorbansi. Teknik ini menggabungkan spesifitas antibody dengan kepekaan uji enzymatis
dengan spektrofotometer biasa atau antigen dilekatkan pada enzyme yang mudah ditera.

JENIS ELISA
DIRECT ELISA
Metode langsung pelabelan terhadap antibodi target itu sendiri. Microwell plates dicoated
dengan target antigen dan ikatan dari antibodi diukur dengan colorimetric,
chemiluminescent, atau fluorescent end-point.
INDIRECT ELISA
Metode dua langkah : antibodi sekunder berlabel untuk deteksi. Kemudian antibodi primer
diinkubasi dengan antigen. Dan inkubasi kedua dengan antibodi sekunder berlabel yang dapat
mengenali antibodi primer.
Antibodi yang digunakan :
Monoklonal antibodi yang spesifik pada satu site di permukaan partikel molekul tertentu dan
Poliklonal antibodi yang kurang spesifik (harus mempunyai afinitas yang tinggi terhadap
antigen)
SANDWICH ELISA
Sandwich ELISA mengukur jumlah antigen antara dua lapisan antibodi. Antigen yang akan
diukur harus berisi setidaknya dua antigenic sites dan mampu mengikat antibodi (protein atau
polisakarida misal deteksi species pada daging).

Biasanya digunakan untuk antigen dengan konsentrasi rendah. Capture antibody dimurnikan
dan terikat dengan permukaan plate well. Antigen ditambahkan kemudian membentuk
komplek antibodi. Produk yang tidak terikat akan tercuci saat washing. Antibodi berlabel
yang kedua mengikat antigen dan antibodi. Uji ini mengukur jumlah antibodi kedua berlabel
yang terikat matriks (antigen), melalui penggunaan substrat kolorimetri.
COMPETITIVE ELISA
ELISA ini mempunyai hubungan terbalik antara sinyal yang diperoleh dan konsentrasi analit
dalam sampel, karena persaingan antara analit bebas dan konjugat ligan-enzim untuk
antibodi yang dicoating.
MULTIPLEX ELISA
Dengan mengembangkan target antigen dengan coating atau capture antibodi atau antibodi
array lebih dari satu dalam satu hole mikroplate.
Sampel berupa plasma, cell lysate, atau tissue extract, dengan metode direct, indirect,
sandwich atau competitive, labeling atau non-labeling, tergantung dari teknologi antibody
array.

http://moko31.wordpress.com/2011/06/28/tinjauan-tentang-elisa/

http://id.shvoong.com/exact-sciences/bioengineering-and-biotechnology/2113282metode-elisa-enzym-linked-immunosorbent/#ixzz1dla9xpCX

https://bydanang.wordpress.com/2013/03/15/elisa/

DAFTAR PUSTAKA
Haussmann, M. F., C. M. Vleck, and E. S. Farrar. 2007. A laboratory exercise toillustrate
increased salivary cortisol in response to three stressful conditionsusing competitive ELISA.
Adv. Physiol. Educ. 31: 110115.
Leng, S. J. McElhaney, J. Walston, D. Xie, N. Fedarko, G. Kuchel. 2008. "Elisa and
Multiplex Technologies for Cytokine Measurement in Inflammation and Aging Research". J
Gerontol a Biol Sci Med Sci 63 (8):879884.PMC 2562869.PMID 18772478.
Lequin, RM .2005. "Enzyme Immunoassay (EIA)/Enzyme-Linked Immunosorbent Assay
(ELISA)" Clinical Chemistry 51 (12): 24152418.
Setiawan, I Made. 2007. Pemeriksaan Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA)untuk
diagnosis Leptospirosis. EBERS PAPYRUS