Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Emas adalah logam mulia yang banyak beredar di masyarakat dan memiliki

peran penting dalam kehidupan, khususnya dalam hal finansial karena nilainya yang
menjanjikan. Emas juga dikatakan logam mulia karena keterdapatannya di bumi
sangat langka dan memiliki sifat yang spesifik. Emas banyak digunakan untuk
membuat koin dan dijadikan sebagai standar moneter di banyak negara. Unsur ini
juga banyak digunakan untuk perhiasan dan gigi buatan. Emas ditemukan dalam
bentuk logam (native) yang terdapat di dalam retakan-retakan batuan kwarsa dan
dalam bentuk mineral. Emas juga ditemukan dalam bentuk batuan aluvial (tanah liat)
karena proses pelapukan terhadap batuan-batuan yang mengandung emas
(goldbearing rocks) (Rusdiarso, 2007).
Sebagai salah satu unsur kimia, emas memiliki simbol Au (bahasa Latin:
'aurum') dan nomor atom 79. Sebuah logam transisi (trivalen dan univalen) yang
bersifat lembek, mengkilap, kuning dan berat. Emas merupakan logam yang bersifat
lunak dan mudah ditempa, serta berat jenisnya tergantung pada jenis dan kandungan
logam lain yang berpadu dengannya. Kelimpahan relatif emas didalam kerak bumi
diperkirakan sebesar 0,004 g/ton, termasuk sekitar 0,001 g/ton terdapat didalam
perairan laut (Rusdiarso, 2007).
Dalam sejarahnya memang di negara manapun platina tidak kalah popular
dibandingkan Emas. Platinum ditemukan untuk pertama kalinya oleh Antonio de
Ulloa pada tahun 1735, di Amerika Selatan. Nama platinum sendiri berasal dari
bahasa spanyol, yaitu platina yang berarti little silver. Platinum selalu ditemukan
bersama-sama logam lainnya, seperti iridium, osmium, palladium dan rhodium. Emas
dan perak pun termasuk dalam golongan ini. Jadi platinum bukan hanya nama salah
satu logam golongan ini tetapi juga nama untuk golongan logam mulia ini (Maryam,
2010).

Di antara logam golongan ini, Platinum memiliki kepadatan nomor tiga setelah
Iridium dan Osmium. Kira-kira 12% lebih padat dibanding emas untuk 1 g/cm3.
Logam golongan ini merupakan golongan logam terlangka yang bisa ditemukan di
lapisan bumi. Sekitar 2-10 ton bijih besi diperlukan untuk mendapatkan 1 ons
Platinum murni. Saat ini, hampir 50% penggunaan Platinum adalah untuk pembuatan
perhiasan, 20% untuk kepentingan industri. Afrika Selatan merupakan penghasil
platinum terbesar di dunia, sekitar platinum dunia berasal dari negeri Nelson
Mandela ini. Russia adalah penghasil nomor dua diikuti oleh Amerika (Maryam,
2010).
Palladium persenyawaannya dapat sendiri atau dicampur dengan perak atau
emas, palladium menawarkan beberapa kekayaan yang sama seperti yang terdapat
dalam kandungan metal sebagaimana terdapat pada perhiasan berbahan metal dan
tidak akan meninggalkan bercak/noda. Palladium juga menawarkan pada penjual
perhiasan, harga yang jauh berbeda dari entah emas, emas putih atau platinum.
Palladium lebih berharga daripada perak dan berwarna lebih putih dari platinum.
Karena beratnya juga lebih ringan dari platinum, hamper setengahnya. Perhiasan
seperti gelang dan kalung yang rumit bentuknya dapat lebih mudah dipasangkan
dengan batu permata yang besar tanpa penambahan yang berarti pada berat di hasil
akhir perhiasan tersebut. Untuk alasan yang sama, Palladium adalah pilihan yang baik
untuk dijadikan giwang/anting-anting (Anonim, 2011).
1.2

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, beberapa permasalahan yang akan diungkap

dalam makalah ini sebagai berikut :


1.

Bagaimana persenyawaan emas, platina, dan paladium?

2.

Bagaimana teknik ekstraksi dari senyawa emas, platina, dan paladium?

3.

Apa manfaat dari emas, platina, dan paladium?

1.3

Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah:

1.

Mengetahui persenyawaan emas, platina, dan paladium.

2.

Mengetahui teknik ekstraksi dari senyawa emas, platina, dan paladium.

3.

Mengetahui dari emas, platina, dan paladium.

1.4

Metode Penulisan
Adapun metode penulisan yang digunakan adalah Studi Kepustakaan, yaitu

mengumpulkan data dan informasi melalui jurnal dan internet yang terkait dengan
pokok bahasan dalam penulisan ini.

BAB II
ISI
2.1

Emas (Au)
Emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Au

(bahasa Latin: 'aurum') dan nomor atom 79. Sebuah logam transisi (trivalen dan
univalen) yang lembek, mengkilap, kuning dan berat. Melebur dalam bentuk cair
pada suhu sekitar 1000 C. Bersifat lunak dan mudah ditempa, kekerasannya berkisar
antara 2,53 (skala mohs), serta berat jenisnya tergantung pada jenis dan kandungan
logam lain yang berpadu dengannya. Mineral pembawa emas juga berasosiasi dengan
endapan sulfida yang telah teroksidasi. Mineral pembawa emas terdiri dari emas
nativ, elektrum, emas telurida, sejumlah paduan dan senyawa emas dengan unsurunsur belerang, antimon, dan selenium. Elektrum sebenarnya jenis lain dari emas asli,
hanya kandungan perak di dalamnya >20% (Puspitaningrum, 2013).
Emas merupakan logam mulia yang paling dicari karena keistimewaan
karakteristiknya dan juga kegunaannya yang sangat bermanfaat. Emas sangat jarang
ditemukan dalam keadaan bebasnya di alam. Dalam metode ekstraksi modern emas
sering kali dilarutkan seperti pada metode amalgamasi maupun sianidasi. Tetapi pada
metode tersebut bahan-bahan yang digunakan dapat membahayakan lingkungan.
Untuk itu perlu adanya metode alternatif dengan bahan-bahan yang ramah
lingkungan. Emas memiliki sifat yang inert atau susah bereaksi dengan senyawa lain,
tetapi emas dapat bereaksi dengan senyawa halogen atau larutan yang mengandung
klor seperti air raja (Sensustania, 2013).
Emas merupakan logam yang sangat mudah dibentuk dan berdaya hantar listrik
dan panas yang sangat tinggi. Selain itu emas, juga sangat tahan terhadap zat kimia,
tetapi sangat langka sehingga mahal. Logam ini dapat dipisahkan dari kotorannya
dengan cara menghaluskan dan dikocok dengan air. Partikelnya akan jatuh ke dasar
bejana karena kerapatannya sangat tinggi. Emas tidak larut dalam larutan HNO3,
kecuali dalam air raja (campuran HNO3 dan HCl dengan perbandingan 3:1). Bilangan

oksidasi Au dalam senyawa adalah +1 dan +3, tetapi larutan Au+ cenderung
mengalami reaksi disproporsionasi :
3 Au+(aq) 2 Au(s) + Au3+ (aq)
Kebanyakan senyawa emas mudah terurai bila dipanaskan, contohnya :
AuCl3 AuCl + Cl2
AuBr3 AuBr +Br2
AuI3 AuI + I2
(Sensustania, 2013).
2.1.1 Sifat Fisika dan Sifat Kimia Emas
Emas murni sangat mudah larut dalam KCN, NaCN, dan Hg (air raksa). Emas
merupakan unsur siderophile (suka akan besi), dan sedikit chalcophile (suka akan
belerang). Karena sifatnya ini maka emas banyak berikatan dengan mineral-mineral
besi atau stabil pada penyangga besi (magnetit/hematit) (Anonim, 2011).
Fase : Padat
Massa jenis: (sekitar suhu kamar)19.3 g/cm
Massa jenis: cair pada titik lebur 17.31 g/cm
Titik lebur : 1337.33 K (1064.18 C, 1947.52 F)
Titik didih : 3129 K (2856 C, 5173 F)
Kalor peleburan : 12.55 kJ/mol
Kalor penguapan : 324 kJ/mol
Kapasitas kalor : (25 C) 25.418 J/(molK)
(Anonim, 2011).
2.1.2 Sianidasi
Proses sianidasi terdiri dari dua tahap penting, yaitu proses pelarutan dan proses
pemisahan emas dari larutannya. Pelarut yang biasa digunakan dalam proses sianidasi
adalah NaCN, KCN, Ca(CN)2, atau campuran ketiganya. Pelarut yang paling sering
digunakan adalah NaCN, karena mampu melarutkan emas lebih baik dari pelarut
lainnya. Secara umum reaksi pelarutan Au dan Ag adalah sebagai berikut:
5

4Au + 8CN- + O2 + 2 H2O 4Au(CN)2- + 4OH4Ag + 8CN- + O2 + 2 H2O 4Ag(CN)2- + 4OH


(Anonim, 2011).
Pada tahap kedua yakni pemisahan logam emas dari larutannya dilakukan
dengan pengendapan dengan menggunakan serbuk Zn (Zinc precipitation). Reaksi
yang terjadi adalah sebagai berikut:
2Zn + 2NaAu(CN)2 + 4NaCN +2H2O 2Au + 2NaOH + 2Na2Zn(CN)4 + H2
(Anonim, 2011).
2.1.3 Pemanfaatan Emas
Emas digunakan sebagai standar keuangan di banyak negara dan juga
digunakan sebagai perhiasan, dan elektronik. Penggunaan emas dalam bidang
moneter dan keuangan berdasarkan nilai moneter absolut dari emas itu sendiri
terhadap berbagai mata uang di seluruh dunia, meskipun secara resmi di bursa
komoditas dunia, harga emas dicantumkan dalam mata uang dolar Amerika (Anonim,
2011).
Elemen ini juga banyak digunakan untuk gigi buatan, dan sebagai lapisan.
Untuk aplikasi di bidang sains, emas digunakan sebagai lapisan beberapa satelit
angkasa dan merupakan reflektor sinar inframerah yang baik. Emas tidak mudah
bereaksi (inert) (Anonim, 2011).
2.2

Platina (Pt)
Platinum adalah logam yang sangat langka, terjadi hanya 0,003 ppb dalam

kerak bumi. Platinum sering ditemukan oleh penduduk asli bercampur dengan
iridium sebagai platiniridium. Platinum sering ditemukan dalam bagian sekunder, dan
berkombinasi dengan logam grup platina lain dalam tanah alluvial (Maryam, 2010).
Oksidasi Platinum paling umum digunakan yaitu +2, dan 4. Sedangkan +1 dan
oksidasi +3 kurang umum digunakan, dan biasanya sering distabilkan oleh ikatan
logam bimetal (atau polymetallic) spesies. Senyawa tetracoordinate platinum (II)
cenderung mengadopsi planafr persegi geometri. Sementara elemen platinum

umumnya tidak reaktif, larut dalam aqua regia untuk melarutkan asam
hexachloroplatinic ((NH4)2[PtCl6], secara resmi (H3O)2PtCl6 nH2O)Pt + 4HNO3 +
6HCl H2PtCl6 + 4NO2 + 4H2O.
(Maryam, 2010).
2.2.1 Sifat Fisik dan Kimia Platina
Sebagai logam murni, platina berwarna putih keperakan yang terlihat berkilau,
ulet, dan lentur. Platinum mudah ditempa delam keadaan murni.
Simbol: Pt
Radius Atom: 1.39
Volume Atom: 9.1 cm3/mol
Massa Atom: 195.08
Titik Didih: 4100 K
Radius Kovalensi: 1.3
Struktur Kristal: fcc
Massa Jenis: 21.45 g/cm3
Konduktivitas Listrik: 9.4 x 106 ohm-1cm-1
Elektronegativitas: 2.28
Konfigurasi Elektron: [Xe]4f14 5d9 6s2
Formasi Entalpi: 19.66 kJ/mol
Konduktivitas Panas: 71.6 Wm-1K-1
Potensial Ionisasi: 9 V
Titik Lebur: 2024.1 K
Bilangan Oksidasi: 2,4
Kapasitas Panas: 0.13 Jg-1K-1
Entalpi Penguapan: 510.45 kJ/mol
Platinum memiliki koefisien muai yang hampir sama dengan kaca silikanatrium karbonat, oleh karena itu dapat digunakan untuk membuat elektroda bersegel
dalam sistem kaca. Platina tidak teroksidasi pada suhu beraapapun, meskipun
berkarat oleh halogen, sianida, belerang, dan alkali kaustik. Platinum tidak larut

dalam asam klorida dan nitrat, tetapi melarut dalam aqua regia dan membentuk asam
chloroplatinic (H2PtCl6) (Maryam, 2010).
2.2.2 Penambangan dan Metode Pemisahan Platina
Dalam proses penambangan, ada tiga hal utama yang dilakukan yaitu:
eksplorasi, eksploitasi, dan pemrosesan. Eksplorasi merupakan proses pencarian
mineral berharga. Eksploitasi adalah proses penambangan mineral tersebut.
Sedangkan pemrosesan adalah kegiatan memisahkan mineral berharga dari partikelpartikel lain yang menyatu dengan mineral tersebut (Maryam, 2010).
Pada dasarnya, penambangan bijih platina sama halnya dengan penambangan
logam lain seperti penambangan emas. Penambangan dilakukan dengan cara
penambangan terbuka (open pit) dan penambangan tertutup. Platinum bersama-sama
dengan sisa logam platinum diperoleh secara komersial sebagai produk dari nikel dan
tembaga penambangan dan pengolahan. Selama electrorefining tembaga, logam
mulia seperti perak, emas dan kelompok platinum logam serta selenium dan telurium
mengendap di bagian bawah sebagai anoda sel lumpur, yang merupakan titik awal
untuk ekstraksi logam kelompok platinum (Maryam, 2010).
Jika platinum murni ditemukan dalam placer deposito atau bijih lainnya, dapat
terisolasi dengan berbagai metode pengurangan kotoran. Karena platinum secara
signifikan lebih padat daripada banyak dari kotoran, kotoran yang lebih ringan dapat
dihilangkan dengan hanya melayangkanya. Platinum juga non-magnetik, sedangkan
nikel dan besi keduanya magnetis. Kedua zat pengotor sehingga dihapus dengan
menjalankan elektromagnet atas campuran. Karena platinum memiliki titik lebur
yang lebih tinggi daripada kebanyakan zat lain, banyak pengotor dapat dibakar atau
meleleh tanpa melelehkan platinum. Akhirnya, platinum yang tahan terhadap klorida
dan asam sulfat, sedangkan senyawa lain mudah diserang. Kotoran logam dapat
dihilangkan dengan mengaduk campuran dalam salah satu dari dua asam dan
memulihkan platinum yang tersisa (Maryam, 2010).
Salah satu metode yang cocok untuk pemurnian platina mentah yang
mengandung platina, emas, dan logam grup platina lain adalah dengan menggunakan

aqua regia. Dimana paladium, emas dan platina terpisah, sementara osmium, iridium,
rhodium dan ruthenium tinggal tidak bereaksi. Emas dipisahkan dengan penambahan
besi (III) klorida dan setelah penyaringan dari emas, platina dipisahkan dengan
penambahan amonium klorida sebagai chloroplatinate (Maryam, 2010).
Ektraksi unsur Pt biasanya merupakan ekstraksi lanjutan dari bijih nikel. Bijih
nikel yang memilki nilai komersil untuk diolah unsur platinanya adalah bijih nikel
yang mengandung kadar PGM sekitar 20gr/ton. Sebelum diekstraksi, bijih nikel
di direduksi ukurannya dengan metode ore dressingore, tahapan-tahapannya seperti
crushing, grinding dan classification untuk meningkatkan kadarnya. Melalui
proses reductive smelting dan oksidasi akan memisahkan PGM dengan unsur Fe-CuNi. Melalui proses dissolution akan menghasilkan konsentrat PGM 30%. Proses
terakhir adalah proses pemisahan platina dari PGM (Waroko, 2013).
Untuk memisahkan konsentrat PGM harus melalui proses pembentukkan
aqueous solution. Ada beberapa metode dissolusi konsentrat PGM yang dikenal,
yaitu:
1. Dissolution in aqua regia
2. Dissolution in HydrchloricAcid-Chlorine
3. Dissolution I Hydrochloric Acid-Bromine
4. Other Dissolution Method
5. Salt Fusion
(Waroko, 2013).
Namun dari kelima metode tersebut, metode pemisahan dengan aqua regia lebih
banyak dipilih dan lebih menguntungkan dibanding dengan metode lainnya. Hal ini
disebabkan, dengan menggunakan metode pemisahan dengan aqua regia, kita dapat
sekaligus mengekstraksi logam lain seperti emas dan paladium. Sehingga kita dapat
memperoleh logam lain dalam satu kali metode pemisahan, hal tersebut tentu lebih
menghemat dalam hal biaya. Itulah mengapa dalam proses pengekstrakan platina,
metode pemisahan dengan aqua regia yang dipilih.
Reaksi yang terjadi anatara aqua regia dengan platina adalah:
8HCl + 2HNO3 + Pt H2PtCl6 + 4H2O + 2NOCl

Proses pemisahan dengan metode ini dilakukan dengan mencampurkan larutan aqua
regia dengan platina sambil dipanaskan pada panas tertentu. Laju pemisahan tertinggi
terjadi

pada

saat

titik

didih

dari

aqua

regia

dicapai.

Setelah

proses

dissolution tersebut, dihasilkan solution yang mengandung unsur Au, Pt dan Pd.
Unsur Au dapat dipisahkan dengan cara mereduksinya dengan FeSO4, dan
menghasilkan endapan Au. Reduction agent lain yang ditambahkan dalam proses
reduksi ini antara lain: oxalicacid, sulfur dioxide dan ascorbic acid (Waroko, 2013).
Pada proses reduksi dengan Fe(II), akan dihasilkan larutan Pt(IV) dan Pd(II).
Sebelum diendapkan dengan NH4Cl, unsur Pt harus ada dalam keadaan Pt(IV). Unsur
Pt(II) harus dioksidasi dengan menggunakan klorin yang didihkan. Hasil dari proses
ini adalah endapan (NH4)2[PtCl6]. Unsur Pt dalam bentuk (NH4)2[PtCl6]. Purifikasi
bentuk tersebut dapat dilakukan dengan pengkristalan pada air. Tetapi metode
tersebut akan menghasilkan kadar logam yang rendah sehingga harus menggunakan
volume (NH4)2[PtCl6] yang besar. Endapan (NH4)2[PtCl6] dipanaskan hingga
temperatur diatas 100 C pada tekanan yang tinggi. Tetapi, semakin tinggi suhu dan
semakin lama waktu pemanasan akan menurunkan solubilitas (Waroko, 2013).
Fire assay adalah suatu cara atau metode kuantitatif dalam kimia analitik untuk
menentukan kadar logam mulia seperti emas, perak, dan golongan platina dalam
suatu batuan atau produk metalurgis yang ditentukan melalui ekstraksi dengan cara
peleburan (fusi, fusion) dan menggunakan pereaksi kimia kering (flux). Hasil akhir
metode ini dilakukan dengan cara penimbangan logamnya atau dengan alat
instrumentasi seperti spektroskopi absorpsi atom (AAS) (Maryam, 2010).
2.2.3 Pemanfaatan dan Aplikasi Platina
Platinum digunakan besar-besaran sebagai perhiasan wanita, kawat, dan bejana
untuk aplikasi laboratorium dan banyak instrumen berharga lainnya termasuk
termokopel. Platinum juga digunakan untuk bahan kontak listrik, peralatan tahan
korosi dan kedokteran gigi. Platinum digunakan untuk melapisi kerucut misil, kerucut
bensin mesin jet dan lain-lain, yang mengandalkan ketahanan pada suhu tinggi untuk
waktu yang sangat lama. Logam ini, seperti palladium, menyerap sejumlah besar

10

hidrogen, menahannya pada suhu biasa dan melepaskannya ketika dipanaskan. Dalam
kondisi yang sangat halus, platinum merupakan katalis yang sempurna, yang banyak
digunakan untuk menghasilkan asam sulfat. Juga digunakan sebagai katalis dalam
pemecahan produk minyak bumi. Platinum juga banyak diminati untuk dimanfaatkan
sebagai katalis dalam sel bahan bakar dan peralatan anti polusi untuk mobil (Maryam,
2010).
Anoda platinum digunakan secara ekstensif dalam sistem perlindungan katoda
untuk kapal besar dan bejana yang melewati lautan, pipa, baja dermaga dan lain-lain.
Kawat platinum yang sangat halus akan berkilau merah terang bila ditempatkan
dalam uap metil alkohol, di mana platinum berperan sebagai katalis, untuk mengubah
alkohol menjadi formaldehida. Fenomena ini digunakan secara komersial untuk
memproduksi pemantik api rokok dan penghangat tangan. Hidrogen dan oksigen
dapat meledak dengan adanya platinum (Maryam, 2010).
2.3

Paladium (Pd)
Paladium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki

lambang Pd dan Nomor atom 46. Paladium adalah logam putih dan berkilau
keperakan langka yang ditemukan pada 1803 oleh William Hyde Wollaston , yang
memberi nama itu setelah asteroid Pallas , yang bernama setelah julukan dari Yunani
Dewi Athena , diakuisisi oleh ketika dia membunuh Pallas (Anonim, 2011).
Pd adalah unsur langka. Pd sedikit lebih melimpah dibandingkan Pt. Keduanya,
Pd dan Pt ditemukan sebagai katalisator penggunaan bahan kimia luas. PdCl2
digunakan Wacker untuk mengubah C2H4 ke CH3CHO. Pd digunakan untuk
hidrogenasi seperti zat asam karbol ke sekloheksanon dan juga untuk hidrogenasi. Pt
sangat penting sebagai katalisator diindustri minyak dalam penulingan ulang
hidrokarbon. Pt/Pd digunakan sebagai katalisator Adams untuk penyulingan
(Anonim, 2011).
Paladium, bersama dengan platinum, rhodium, ruthenium, iridium dan osmium
membentuk kelompok elemen disebut sebagai kelompok platinum logam (PGMs).
Kelompok logam platinum berbagi sifat kimia yang mirip, tapi paladium memiliki
11

titik lebur yang terendah dan yang paling padat dari logam mulia. Sifat unik dari
paladium dan logam platinum account grup lain untuk digunakan secara luas mereka.
Satu dari empat hari ini barang-barang manufaktur baik berisi grup logam platina atau
logam platina kelompok telah memainkan peran kunci dalam proses produksi mereka.
Lebih dari setengah pasokan paladium dan yang congener platinum masuk ke
catalytic converter, yang mengubah hingga 90% gas berbahaya dari knalpot mobil
(hidrokarbon, karbon monoksida dan nitrogen oksida) menjadi zat berbahaya kurang
(nitrogen, karbon dioksida dan uap air). Palladium juga banyak ditemukan dalam
elektronik termasuk komputer, telepon selular, multi-lapisan keramik kapasitor,
komponen plating, tegangan rendah kontak listrik, dan SED OLED/LCD TV
Paladium juga digunakan dalam kedokteran gigi, kedokteran, pemurnian hidrogen,
aplikasi kimia, dan perawatan tanah Paladium memainkan peran penting dalam
teknologi yang digunakan untuk sel bahan bakar , yang menggabungkan hidrogen dan
oksigen untuk menghasilkan listrik, panas dan air (Anonim, 2011).
2.3.1 Karakteristik, Sifat Kimia, dan Sifat Fisik Paladium
No. Karakteristik

Keterangan Umum

1.

Nama

Paladium

2.

Lambang

Pd

3.

Nomor Atom

46

4.

Deret Kimia

Logam Transisi

5.

Golongan

VIII B

6.

Periode

7.

Blok

8.

Penampilan

Logam Putih Keperakan

9.

Massa

106.42(1) g/mol

10.

Konfigurasi Elektron

[Kr]4d10

11.

Jumlah Elektron Tiap Kulit

2, 8, 18, 18, 0

12

Fase

Padat

Massa Jenis (sekitar suhu kamar)

12.023 g/cm

Massa Jenis cair pada titik lebur

10.38 g/cm

Titik Lebur

1828.05K
(1554.9 C, 2830.82 F)

Titik Didih

3236K
(2963 C, 5365 F)

Kalor Peleburan

16.74 kJ/mol

Kalor Penguapan

362 kJ/mol

Kapasitas Kalor

(25 C) 25.98 J/(molK)

Unsur ini adalah logam putih seperti baja, tidak mudah kusam di udara, dengan
kerapatan dan titik cair paling rendah di antara logam grup platina. Ketika
ditempelkan, paladium bersifat lunak dan bisa ditempa; suhu rendah meningkatkan
kekuatan dan kekerasannya. Paladium dilarutkan dengan asam nitrat dan asam sulfat.

Paladium asetat diperoleh sebagai kristal coklat bilamana busa Pd dilarutkan


dalam asam asetat yang mengandung HNO3, ia adalah trimer [Pd(CO2Me)2]3

Ion palladium Pd2+, terdapat dalam PdF2. Ion aquo Pd(H2O)42+ adalah spin
berpasangan dan kompleks Pd adalah diamagnetik.

Garam coklat yang mudah mencair di udara seperti [Pd(H2O)4](ClO4)2 dapat


diperoleh bilamana Pd dilarutkan dalam HNO3 atau PdO dalam HClO4.

Bereaksi lambat dengan asam kuat panas.

(Anonim, 2011).
2.3.2 Teknik Ekstraksi
Ekstraksi paladium dilakukan dengan melarutkan bijih platinum mentah di aqua
regia, menetralkan larutan dengan natrium hidroksida, dan mempercepat platinum
sebagai chloroplatinate amonium dengan amonium klorida. Ditambahkan merkuri
sianida untuk membentuk senyawa sianida paladium, yang dipanaskan untuk
mengekstrak logam paladium (Anonim, 2011).
13

2.3.3 Manfaat Paladium


Paladium yang sangat halus adalah katalis yang baik dan digunakan untuk
proses hidrogenasi dan dehidrogenasi. Digunakan dalam campuran alloy untuk
perhiasan yang diperdagangkan. Emas putih adalah alloy emas yang diawawarnakan
dengan penambahan paladium. Seperti emas, paladium dapat dibentuk menjadi
lembaran setipis 1/250000 inch. Logam ini digunakan dalam dunia kedokteran gigi,
pembuatan jam, pembuatan alat-alat bedah, dan kontak listrik (Anonim, 2011).
Palladium juga digunakan dalam perhiasan, dalam kedokteran gigi, menonton
membuat, dalam uji strip gula darah, di dalam pesawat terbang busi dan dalam
produksi instrumen bedah dan kontak listrik. Palladium juga digunakan untuk
membuat profesional melintang suling. Sebagai sebuah komoditas, palladium bullion
memiliki kode mata uang ISO dari XPD dan 964. Paladium adalah salah satu dari
empat logam untuk memiliki kode tersebut, yang lainnya adalah emas, perak dan
platina (Anonim, 2011).

14

BAB III
KESIMPULAN

3.1

Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diperoleh dari makalah yang kami tulis adalah:

1.

Emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Au
(bahasa Latin: 'aurum') dan nomor atom 79. Emas digunakan sebagai standar
keuangan di banyak negara dan juga digunakan sebagai perhiasan, dan
elektronik

2.

Proses ekstraksi emas dapat dilakukan sengan proses sianidasi. Proses sianidasi
terdiri dari dua tahap penting, yaitu proses pelarutan dan proses pemisahan
emas dari larutannya.

3.

Platinum adalah logam yang sangat langka, terjadi hanya 0,003 ppb dalam
kerak bumi. Platinum sering ditemukan oleh penduduk asli bercampur dengan
iridium sebagai platiniridium. Platinum dimanfaatkan sebagai perhiasan wanita,
kawat, dan bejana untuk aplikasi laboratorium.

4.

Salah satu metode ekstraksi Pt adalah dengan menggunakan aqua regia. Dimana
paladium, emas dan platina terpisah, sementara osmium, iridium, rhodium dan
ruthenium tinggal tidak bereaksi.

5.

Paladium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki
lambang Pd dan Nomor atom 46. Paladium dapat bermanfaat sebagai katalis
untuk proses hidrogenasi dan dehidrogenasi, perhiasan, dunia kedokteran gigi,
pembuatan jam, pembuatan alat-alat bedah, dan kontak listrik

6.

Ekstraksi paladium dilakukan dengan melarutkan bijih platinum mentah di aqua


regia, menetralkan larutan dengan NaOH, dan menambahkan merkuri sianida
untuk membentuk senyawa sianida paladium, yang dipanaskan untuk
mengekstrak logam paladium.

15

Anda mungkin juga menyukai