Anda di halaman 1dari 4

Manager dalam Kegiatan manajemen

Manajer sebagai Pelaksana Manajemen


Peran manajer dalam organisasi
Manajer adalah individu yang bertanggug jawab secara
langsung untuk memastikan kegiatan dalam sebuah organisasi
dijalankan bersama para anggota organisasi.
Para manajer bertugas untuk memastikan bahwa keseluruhan
tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi dapat diwujudkan melalui
rangkaian kegiatan menajemen, baik yang bersifat fungsional maupun
bersifat operasional.

Keahlian-keahlian Manajemen
Untuk dapat mengimplementasikan kegiatan manajemen
tersebut sesuai fungsinya masing-masing, maka diperlukan beberapa
keahlian manajemen (managerial skills) yang diperlukan oleh setiap
orang yang terlibat dalam kegiatan organisasi, khususnya organisasi
bisnis. Keahlian-keahlian tersebut meliputi sebagai berikut :
1.

Keahlian teknis (tecnical skills), yaitu keahlian yang diperlukan untuk


melakukan pekerjaan spesifik tertentu, seperti mengoprasikan
komputer, mendesain bangunan, membuat layout perusahaan, dan
lain-lain sebagainya.

2.

Keahian Berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat (human


relation skills), yaitu keahlian dalam memahami dan melakukan
interaksi dengan beragai jenis orang di masyarakat. Di antara contoh
keahlian ini adalah keahlian dalam bernegosiasi, memotivasi,
meyakinkan orang, dan lain sebagainya.

3.

keahlian konseptual (conceptual skills), yaitu keahlian dalam berfikir


secara abstrak, sistematis, termasuk di dalamnya mendiagnosa dan
menganalisis berbagai masalah dalam situasi yang berbeda-beda,
bahkan keahlian untuk memprediksi di masa yang akan datang.

4.

Keahlian dalam menggambil keputusan (decision making skills), yaitu


keahlian untuk mengidentifikasi masalah sekaligus menawarkan
berbagai alternatif solusi atas permasalahan yang dihadapi.

5.

keahlian dalam menggelola waktu (time management skills), yaitu


keahlian dalam memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien

Tingkatan-tingkatan Manajemen
Ada beberapa tingkatan manajemen sebagaimana dikemukakan oleh
nickels, McHugh and McHugh (1997). Tingkatan-tingkatan manajemen
tersebut meliuti:
1.

Manajemen Tingkatan puncak atau Top Management , terdiri dari


direktur utama, presiden direktur, atau wakil direktur.

2.

Manajemen Tingkatan Menenggah atau Middle Management , terdiri


dari para manajer, kepala devisi, atau departemen, atau kepala cabang.

3.

Manajemen Supervisi atau tngkatan pertama atau suoervisory or first


line management, terdiri dari para supervisi, ketua kelompok dan lain
sebagainya.

4.

Manajemen Nonsupervisi atau Non-Supervisory Management, terdiri


dari para tenaga kerja tingkatan bawah pada umumnya seperti buruh,
pekerja bangunan, dan lain-lain.

Manajemen sebagai seni dan sains


Berdasarkan pengalaman para manajer dalam menjalankan organisasi
maupun kenyataan yang bisa di dapatdi lapangan, manajemen dapat
dipahami sebagai sebuah pengetahuan sekaligus juga pengalaman. Oleh
karna itu, bagi mereka yang ingin menjadi seorang manajer, maka kedua
aspek dari manajemen, yaitu pengetahuan dan pengalaman perlu
untukdikuasai secara bersamaan.
Berdasarkankenyataan bahwa manajemen adalah pengetahuan sekaligus
juga pengalaman dalam pabrik, ilmu manajemen memiliki sisi sebagai sains
namun juga sebagai seni dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.