Anda di halaman 1dari 21

ABORTUS

STASE OBGYN RSUD CIAMIS

Abortus
Ancaman / berakhirnya / dikeluarkannya
hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup
diluar kandungan.

(batasan kehamilan < 20 minggu atau


berat anak < 500 g)

Lama Kehamilan
< 22 minggu
22 28 minggu

Berat Anak
< 500 g
500 1000 g

Istilah
Abortus
Partus Immatur

28 37 minggu
37 42 minggu

1000 2500 g
> 2500 (sampai
4500 g)

Partus Prematur
Partus Matur /
Aterm
Partus Serotinus

> 42 minggu

Pembagian ABORTUS
1. Abortus Spontan

20%

2. Abortus Provocatus 80%


a. Abortus Provocatus Artificialis (Therapeuticus).
Indikasi : Peny. Jantung, Hipertensi esensial,
Ca Cerviks.
b. Abortus Provocatus Criminalis

Penyebab
Kelainan kromosom (60%) trisomi, polyploidi
Kondisi rahim yang tidak optimal (hipoplasia uteri,
tumor, dll)
Penyakit ibu : DM, hipertensi, liver, infeksi akut berat
(pneumoni, tifoid)
Kelainan endokrin (defisiensi progesteron, disfungsi
kel. Gondok)
Malnutrisi
Trauma fisik dan psikis
Trauma / Laparotomi

Perdarahan (nekrosis jaringan)

Ovum terlepas sebagian/seluruhnya


dianggap corpal kontraksi

Mengeluarkan isi rahim

Karena sebelum minggu ke-10 villi chorialis belum tertanam kuat

Sel telur keluar lengkap

Bentuk Sel telur pada Abortus :


1. Telur kosong (blighted ovum)
Kantong amnion isi air ketuban tanpa janin
2. Mola cruenta
Telur yg dibungkus darah kental
3. Mola tuberosa
Bentuk benjolan2 (hematom antara amnion dan chorion
4. Janin mati
a. Foetus compressus : janin tertekan
b. Foetus papyraceus : janin kering

Diagnosa
Riwayat terlambat haid atau amenore yang
kurang dari 20 minggu
Perdarahan pervaginam, mungkin disertai
jaringan hasil konsepsi
Rasa sakit atau kram perut didaerah supra
simfisis

Bentuk klinik

Abortus iminens
Abortus insipiens
Abortus inkomplit
Abortus komplit
Missed abortion
Abortus habitualis
berurutan)
Abortus infeksiosa
Abortus septik

(mengancam)
(berlangsung)
(tidak lengkap)
(lengkap)
(tertunda/janin mati)
(berulang, min. 3x

Laboratorium
Tes kehamilan
Laboratorium rutin
Laboratorium khusus
COT, Fibrinogen

Radiologi
USG dan Dopler (janin masih hidup)

Penatalaksanaan
1. Abortus imminens
a. Tirah baring
b. Sedativa ringan : luminal, codein,
morphin, Fenobarbital
c. Hormonal : progesteron 10 mg/hari

Penatalaksanaan
2. Abortus insipiens
a. Perbaiki keadaan umum
b. Kuretase atau tetes pitosin bila usia kehamilan
lebih dari 12 minggu dan kemudian dilanjutkan
dengan
kuretase
c. Oxytocin 2,5 UI tiap jam (pengosongan) 6 kali
d. Uterotonika
d. Antibiotika

Penatalaksanaan
3. Abortus inkomplit
a. Perbaiki keadaan umum
b. Kuretase atau tetes pitosin bila usia
kehamilan lebih dari 12 minggu dan
kemudian dilanjutkan dengan
kuretase
c. Uterotonika
d. Antibiotika

Beberapa kasus, abortus inkomplit erat


kaitannya dengan abortus tidak aman.
Maka, perhatikan hal-hal berikut ini :
1. Pastikan tidak ada komplikasi berat seperti
sepsis, perforasi uterus atau cedera intraabdomen (mual/muntah, nyeri punggung,
demam, perut kembung, nyeri perut bawah,
dinding perut tegang, nyeri ulang lepas)

2. Bersihkan ramuan tradisional, jamu, bahan

kaustik, kayu atau benda-benda lainnya dari


regio genitalia
3. Berikan boster tetanus toksoid 0,5 ml bila
tampak luka kotor pada dinding vagina atau
kanalis servisis dan pasien pernah
diimunisasi

4. Bila riwayat pemberian imunisasi tidak jelas,


berikan serum anti tetanus (ATS) 1500 unit IM
diikuti dengan pemberian tetanus toksoid 0,5 ml
setelah 4 minggu

5. Konseling untuk kontrasepsi pascakeguguran dan


pengamatan lanjut

Penatalaksanaan
4. Abortus infeksiosa
a. Perbaiki keadaan umum
b. Antibiotika dosis tinggi
c. Antipiretika
d. Kuretase setelah 12-24 jam, kemudian bila
perdarahan banyak kuretase segera dilakukan
e. Anti tetanus toksoid 1500 u

Abortus buatan
Hanya dilakukan atas indikasi medis serta
harus dilibatkan sedikitnya 3 orang
dokter
( Dokter yang bersangkutan,
Ahli kebidanan dan kandungan,
Direktur RS )

Penyulit

Anemia
Infeksi
Perforasi

KONTRASEPSI PASCAKEGUGURAN
METODE

WAKTU APLIKASI KETERANGAN

Kondom

Segera

Efektifitas

Pil Hormonal

Segera

Cukup efektif

Suntikan

Segera

Implan

Segera

Tunggal /
kombinasi
Jangka panjang

AKDR

Segera

Risiko infeksi

Tubektomi

Segera

Stop fertilitas