Anda di halaman 1dari 2

Nama : Davi Khoirun Najib

NRP : 2313030009

AKU DAN PERANKU DI ORGANISASI


Banyak hal yang dapat dideskripsikan dari diri saya. Nama asli saya adalah Davi
Khoirun Najib. Akrab dipanggil Davi. Saya mahasiswa D3 Teknik Kimia yang berasal
dari kota santri (Gresik). Saya adalah orang yang suka tantangan dan pengalaman baru,
pekerja keras, dan tidak mudah menyerah dalam menggapai suatu keinginan. Saya
merupakan pribadi yang tidak bisa diam, ingin melakukan hal yang saya rasa itu
menimbulkan banyak manfaat bagi saya. Salah satu contohnya adalah mengikuti suatu
organisasi. Saya mengenal organisasi sudah cukup lama yaitu dari SMP. Dari
pengalaman tersebut diperoleh suatu hal yakni kekeluargaan dan team work. Lalu
dilanjutkan ke jenjang selanjutnya yaitu SMA. Dalam jenjang ini saya memutuskan
bergabung dalam PK/OSIS SMAN 1 Gresik. Dari dua tahun yang saya tempuh dalam
organisasi tersebut banyak hal yang dapat dipetik, contohnya adalah profesionalitas
yang berlandaskan kekeluargaan, rasa saling solidaritas dan membantu sesama, serta
kesolidan sutu tim untuk mengerjakan proker-proker yang ada. Semua hal tersebut
berguna bagi diri saya khususnya dalam pengembangan pribadi saya kearah yang lebih
baik. Organisasi ini layaknya sebuah tumpukan kartu remi yang disusun tinggi. Harus
memiliki dasaran yang kuat agar dapat kokoh berdiri. Dan apabila salah satu dari bagian
tersebut jatuh karena terkena angin maka susunan diatasnya pun tidak akan kokoh
(goyah). Diibaratkan sebagai tumpukan remi yang disusun seperti menara karena saya
rasa suatu organisasi itu rawan dan mudah sekali goyah apabila dasarannya tidak kuat,
tidak akan berjalan secara beriringan (bersinergi) apabila salah satunya mementingkan
keegoisan pribadi, dan akan mati apabila setiap tahunnya tidak ada pengembangan atau
perubahan yang berarti dari organisasi tersebut. Oleh karena itu visi dan misi yang
dibawa oleh Ketua BEM atau Kahima contohnya itu sangat penting untuk dihafalkan
agar segala yang dilakukan itu terarah dan dapat dimaksimalkan dengan batasan-batasan
yang ada. Ketertarikan saya dalam organisasi awalnya karena saya merasa dalam
organisasi kita dapat meng-upgrade diri kita jauh lebih baik dari sebelumnya. Biasanya
saat SMA kita temui semacam Latihan Dasar Kepemimpinan untuk pengurus PK/OSIS
yang nantinya akan dapat meneruskan kepengurusan selanjutnya. Dan pada saat ini saya
baru saja bergabung dalam staff Kominfo HIMAD3KKIM FTI-ITS dan staff Kominfo
BEM FTI-ITS. Semakin banyak amanah, semakin banyak pula tanggung jawabnya.
Kita harus konsisten terhadap komitmen yang penah kita ucapkan diawal. Karena
sebenarnya sebuah amanah tidak akan salah memilih tuannya. Seiap organisasi tentunya
memiliki caranya masing-masing untuk membawa organisasi tersebut kearah mana.
Contoh simpelnya saja kearah kekeluargaan atau profesionalitas, serta bisa jadi
gabungan diantara keduanya. Sebenarnya membentuk organisasi itu bukan hal yang
mudah, untuk sekedar meneruskan saja mudah tapi pengembangan didalamnya yang
susah. Bahkan dalam hal ini organisasi pun bisa mati. Organisasi dapat dikatakan
berhasil apabila orang-orang yang ada didalamnya telah memiliki rasa saling memiliki
(loyalitas) dan totalitas yang tinggi terhadap organisasi yang diikutinya.Ini artinya
mereka telah nyaman dalam organisasi tersebut dan pastinya dapat memberikan
perubahan yang besar bagi organisasi tersebut. Sebenarnya hakekat dari organisasi itu
sendiri merupakan suatu perkumpulan orang-orang yang mempunyai suatu tujuan yang
sama dan saling berkumpul serta bekerja sama secara terorganisir dan terencana serta
terpimpin demi mencapai tujuan tersebut. Pertama, organisasi dapat dikatakan menjadi
organisasi yang ideal apabila memiliki kualitas yang baik baik per individu maupun
anggotanya. Kulaitas yang dimaksud ini bukan berarti mempunyai IQ yang tinggi,
selalu juara umum, ataupun harus menjadi peserta olympiade tingkat nasional.

Kemampuan IQ memang penting namun bukan yang utama dalam suatu organisasi.
Kemampuan yang peling penting dalam berorganisasi adalah kemampuan secara sosial
dan emosional seperti seberapa sanggup orang tersebut beradaptasi dengan
lingkungannya, menjalin kerja sama yang baik dan saling menghargai antar sesama
anggota, mampu menahan ego individu tersebut dan memiliki rasa toleransi yang sangat
baik. Dan tentunya harus ada kesadaran dari masing-masing anggota untuk dapat
berperan aktif dalam organisasi tersebut. Kemudian yang kedua adalah visi dan misi
organisasi tersebut. Agar dapat dikatakan sebagai organisasi yang baik dan ideal visi dan
misi dalam organisasi tersebut haruslah bisa mencerminkan organisasi tersebut. Visi
menggambarkan tujuan atau kondisi ke depan yang akan dicapai. Jika suatu organisasi
memiliki tujuan yang jelas, maka seluruh komponen yang ada di dalamnya dapat
mendukung secara penuh demi tercapainya tujuan tersebut. Misi adalah langkahlangkah yang akan dilakukan demi terciptanya visi organisasi tersebut. Maka dari itu
misi dari suatu organisasi haruslah dapat mengakomodasi perkembangan organisasi di
masa yang akan datang. Selain itu harus bias menimbulkan emosi positif bagi seluruh
anggotanya. Dan yang ketiga, kegiatan-kegiatan yang dilakukan juga harus sejalan
dengan visi dan misi demi mencapai tujuan dari organisasi tersebut. Apabila ada suatu
organisasi yang melakukan suatu kegiatan yang melenceng jauh dari visi dan misinya
maka perlu dipertanyakan keseriusan dari organisasi tersebut. Jangan sampai hanya
karena ingin diakui (ingin eksis) di lingkungan sekitar sehingga dibuat begitu banyak
acara bahkan sampai setiap minggu diadakan acara dan mengikuti banyak kegiatan atas
nama organisasi tersebut tetapi tidak ada satupun kegiatan tersebut yang sesuai dengan
visi dan misinya. Dengan adanya kegiatan atau acara yang dibuat oleh organisasi
tersebut pastinya juga harus mendatangkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Manfaat itu tentu saja bisa untuk jangka panjang setelah acara itu selesai ataupun jangka
pendek yaitu hanya pada saat acara itu berlangsung. Dan satu hal yang perlu diingat
bahwa seorang pemimpin berpengaruh cukup besar terhadap baik buruknya suatu
organisasi tersebut. Pemimpin bukan hanya orang yang bisa mempengaruhi
bawahannya tetapi dia juga harus bisa menjadi seorang atasan, motivator, sahabat,
sekaligus musuh bagi para anggotanya dalam waktu yang bersamaan. Pemimpin juga
harus dapat membuang sekat yang ada antar dirinya dengan para anggotanya dan juga
harus memberikan rasa nyaman kepada anggotanya, serta dapat memberikan
kesempatan bagi para anggotanya untuk dapat mengembangkan diri menjadi lebih baik
lagi. Oleh karena itu harapan saya dalam organisasi yang saya ikuti adalah dapat
membuat perubahan yang signifikan. Bukan hanya menjadi seorang pengikut dan
menjadi anggota yang pasif dimana apa yang saya lakukan menghambat kerja tim saya.
Tetapi dapat memberikan perubahan yang nyata dimana nantinya dapat memberikan
banyak manfaat bagi organisasi yang saya ikuti. Dan semua itu saling bersinergi untuk
mencapai suatu tujuan bersama sesuai visi dan misi yang ada (sebuah team). Lalu yang
kedua, selalu menjaga suasana kekeluargaan antar seluruh anggota. Hal ini
dimaksudkan agar rasa saling memiliki itu tetap terjaga. Dimana yang namanya
keluarga akan selalu hadir baik itu suka maupun duka dan nantinya akan membentuk
loyalitas terhadap organisasi yang diikuti. Poin kekeluargaan ini merupakan poin
penting dimana apabila terjadi suatu masalah dalam organisasi dapat diselesaikan secara
bersama-sama. Tetapi meskipun begitu dengan adanya rasa kekeluargaan kita juga tidak
boleh semena-mena terhadap apa yang kita lakukan. Intinya maksudnya disini kita
kekeluargaan yang juga berbasis keprofesionalan. Karena apabila kita selalu bersikap
toleransi, hal ini justru nantinya menimbulkan perilaku yang mengarah menyepelekan.