Anda di halaman 1dari 8

Brain Aulia Biandika

140310100016

Tinjauan Seluler
Radiasi sel sel tunggal terhadap radiasi mengion telah

ditelaah secara luas. Eksperimen eksperimen dengan


menggunakan sinar foton telah menunjukkan bahwa
inti sel jauh lebih peka terhadap suatu dosis rem
tertentu daripada sitoplasma. Tinjauan seluler
dimaksudkan sebagai proses peninjauan radiasi
mengion terhadap sel sel.

Kepekaan Nuklir
jika radiasi mengenai tubuh manusia, ada 2 kemungkinan
yang dapat terjadi: berinteraksi dengan tubuh manusia, atau
hanya melewati saja. Jika berinteraksi, radiasi dapat
mengionisasi atau dapat pula mengeksitasi atom. Setiap
terjadi proses ionisasi atau eksitasi, radiasi akan kehilangan
sebagian energinya. Energi radiasi yang hilang akan
menyebabkan peningkatan temperatur (panas) pada bahan
(atom) yang berinteraksi dengan radiasi tersebut. Dengan
kata lain, semua energi radiasi yang terserap di jaringan
biologis akan muncul sebagai panas melalui peningkatan
vibrasi (getaran) atom dan struktur molekul. Ini merupakan
awal dari perubahan kimiawi yang kemudian dapat
mengakibatkan efek biologis yang merugikan.

EFEK BIOLOGIS OLEH RADIASI PENGION


EFEK BIOLOGIS DARI RADIASI PENGION BAIK KARENA

PENGARUH EFEK FOTOLISTRIK DAN EFEK CHOMTON PADA


HAKEKATNYA TERGANTUNG DARI ENERGI YANG DIABSORPSI
EFEK BIOLOGIS BERDASARKAN KERUSAKAN SEL JARINGAN
YANG DITIMBULKAN OLEH RADIASI PENGION DIBAGI ATAS 2
BAGIAN YAITU:
1. EFEK SOMATIS
TERJADI KERUSAKAN FUNGSI PADA ORGAN TUBUH
KARENA PERUBAHAN STRUKTUR MOLEKUL PADA SELSEL ORGAN TUBUH
2. EFEK GENETIS
TERJADI PERUBAHAN / KERUSAKAN STRUKTUR
MOLEKUL PADA SEL-SEL GENETIS (MUTASI GEN)

EFEK SOMATIS YANG DITIMBULKAN OLEH RADIASI PENGION


TERHADAP KULIT; DERMATITIS ERITHEMATOSA, RADIODERMATITIS

BULLOSA, RADIODERMATITIS ESKHAROTIKA, DERMATITIS


KHRONIKA.
TERHADAP MATA; MENIMBULKAN KONJUNGTIVITIS DAN KERATITIS
TERHADAP ALAT KELAMIN; STERILITAS, MUTASI GEN
TERHADAP PARU-PARU; MENIMBULKAN BATUK, SESAK NAPAS,
NYERI DADA SERTA FIBROSIS
TERHADAP TULANG; GANNGUAN PERTUMBUHAN TULANG,
OSTEOPOROSIS
TERHADAP SYARAF; MYELITIS, DEGENERASI JARINGAN OTAK
PENNYAKIT RADIASI; DEMAM, RASA LEMAH, KURANG NAFSU
MAKAN, MUAL, NYERI KEPALA, MUDAH MENCRET

EFEK GENETIS
TERJADI MUTASI GEN DIPERKIRAKAN PADA DOSIS 25-150 REM

Hukum Bergonie dan Tribondeau


Pengkajian kepekaan yang berbeda beda telah menunjukkan bahwa ada jenis sel
tertentu yang lebih peka terhadap radiasi mengion. Informasi ini mendorong
timbulnya formulasi hukum Bergonie dan Tribondeau secara empiris (1906). Hukum
ini menyatakan bahwa sel sel yang mempunyai sifat berikut mudah menjadi rusak
oleh partikel partikel mengion.
1.
2.
3.

Laju mitosisnya tinggi


Pembelahan selnya berlangsung selama sebagian besar waktu hidup binatang
itu
Kekurangkhususan dalam urutan perkembangan sel

Gambar 1. Daur sel mamalia yang disajikan dalam bentuk


lingkaran, Panjang busur lingkaran berbanding luruts
dengan waktu untuk menyelsaikan bagian daur.
Selang(antarfase) adalah jumlah G1,G2, dan S. Lamanya
sinstesis DNA diberi tanda S. Pembelahan sel terjadi
selama fase M

Sel jenis 1 dan 2 mengacu pada jumlah seluruh

pembelahan selama sejarah sel itu. Oleh karena itu sel


sel yang relatif lebih sering membelah diri
berpeluang lebih menjadi rusak oleh penyinaran