Anda di halaman 1dari 28

MULTINATIONAL CAPITAL

BUDGETING

Presented by: Group VII


-Feraldi
-Muhamad Nurhamdi

Multinational Capital Budgeting


merupakan Serangkaian Proses
Perusahaan multinasional dalam
mengevaluasi proyek dengan
menggunakan penganggaran modal,
yang membandingkan manfaat dari
suatu proyek dengan biayabiayanya.

TUJUANNYA MULTINATIONAL CAPITAL BUDGETING

Capital budgeting ditujukan


untuk memisahkan proyek
internasional yang pantas di
implementasikan dan proyek
yang tidak patut dilaksanakan

TAHAPAN PENGANGGARAN MODAL


MULTINASIONAL
1. Biaya Proyek Harus ditentukan
2. Manajemen Harus memperkirakan aliran kas
yang diharapkan dari proyek.
3. Resiko dari aliran kas harus di estimasi
memakai distribusi probabilitas aliran kas.
4. Dengan mengetahui resiko dari proyek,
manajemen harus menentukan biaya modal
yang tepat.
5. Dengan menggunakan nilai waktu uang,
aliran kas masuk yang diharapkan
dipergunakan untuk menentukan nilai aktiva.

FAKTOR YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN


UNTUK MELAKUKAN INVESTASI DI LUAR NEGERI
Fluktuasi Nilai Tukar
Usia Proyek
Arus Cash Flow per Tahun yang diharapkan
Tingkat Resiko di dalam dan luar negeri
Nilai Investai awal

FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI
MULTINASIONAL CAPITAL
BUDGETING

1. FLUKTUASI VALUTA ASING


Valuta asing selalu berfluktuasi sepanjang
waktu, baik menguat maupun melemah.
Sulitnya peramalan kurs secara benar dan
akurat menyebabkan MNC haurus
membuat beberapa skenario untuk
mengantisipasi perubahan valuta asing.
Ada dua skenario yang dapat
dipergunakan, yaitu skenario pesimis dan
skenario optimis

SKENARIO KETIKA KURS LEMAH DAN KUAT


1.

Fluktuasi Nilai Tukar


Analisa menggunakan Skenario Nilai Tukar Berbeda: Spartan Inc.

Tahun 0
Tahun 1
Tahun 2
Tahun 3
Tahun 4
SF yg dpulangkan setelah withholding tax
SF 5.400.000 SF5.400.000 SF6.840.000 SF19.560.000
Skenario Franc-Kuat
Nilai tukar SF
Arus kas ke induk
PV dari arus kas(sku bunga diskonto 15%)
Investas awal oleh induk
NPV kumulativ

$0,54
$2.916.000
$2.535.652
$10.000.000
-$7.464.348

Skenario Franc-Lemah
Nilai tukar SF
Arus kas ke induk
PV dari arus kas(sku bunga diskonto 15%)
Investas awal oleh induk
NPV kumulativ

$0,47
$0,45
$2.538.000
$2.430.000
$2.206.957
$1.837.429
$10.000.000
-$7.793.043 -$5.955.614

$0,57
$3.078.000
$2.327.470

$0,61
$4.172.400
$2.743.421

-$5.136.938

-$2.393.517

$4.875.754

$0,40
$2.736.000
$1.798.964

$0,37
$7.237.200
$4.137 893

-$4.156.650

$0,65
$12.714.000
$7.269271

-$18.757

2. INFLASI
Inflasi merupakan suatu keadaan
menaiknya harga barang secara umum
terus menerus. Kenaikan inflasi bisa
mengakibatkan membesarnya biaya
variabel per unit. Peramalan inflasi yang
tidak akurat akan menyebabkan
ketidakakuratkan peramalan aliran kas
suatu proyek.

3. STRUKTUR PENGANGGARAN
Sebuah perusahaan dapat memilih bentuk
pembiayaan dengan modal sendiri atau
meminjam dari bank atau lembaga keuangan.
Bentuk alternatif pembiayaan seperti ini dapat
pula ditentukan dengan analisis
penganggaran modal

4. BLOCKED FUND

Dalam beberapa kasus, negara tuan rumah


mungkin melakukan pelarangan atas dana
yang akan dikirimkan oleh perusahaan anak
ke perusahaan induk.

5. BIAYA SOSIAL

Terkadang Perusahaan Asing yang hadir di


suatu negara akan menimbulkan gesekan
dalam masyarakat, oleh karena itu Suatu
proyek perlu memasukkan biaya sosial
dalam perhitungan pengeluaran operasional
normal.

6. NASIONALISASI

Satu bentuk resiko dalam Multinational


Capital Budgeting adalah pengambil alihan
perusahaan oleh pemerintah. Oleh karena itu
perusahaan harus memperkirakan NPV
sebelum diambil alih.

7. NILAI SISA (SALVAGE VALUE)


Besaranya nilai sisa ( salvage value ) proyek MNC memberikan pengaruh
yang signifikan terhadap NPV proyek. Apabila salvage value tidak tentu, maka
MNC tidak akan mengetahui dengan pasti nilai salvage value yang akan dipakai
dalam menghitung NPV perusahaan dan harus mengestimasikan ulang NPV
didasarkan pada perubahan salvage value tersebut. Satu hal yang perlu
diperhatikan adalah nilai salvage value minimal harus menyebabkan NPV 0.
apabila salvage value aktual menyebabkan NPV kurang dari 0 maka proyek
tersebut tidak layak. Niali salvage value pada saat NPV sama dengan 0
dinamakan break oven salvage value yang dapat diperoleh dengan membuat
NPV sama dengan 0 dan menyusun kembali persamaan penganggaran modal.

8. INSENTIF PEMERINTAH NEGARA ASAL


Proyek baru MNC diluar negeri dapat
memberikan dampak yang menguntungkan
bagi kondisi perekonomian negara asal.
Karena itu, investasi berupa pendirian
perusahaan anak di luar negeri sangat
didukung oleh pemerintah negara asal.
Berbagai insentif ditawarkan oleh pemerintah
negara asal, antara lain berupa pinjaman
dengan bunga rendah dan pengurangan
tingkat pajak

PROSES PEMULANGAN LABA


DARI ANAK PERUSAHAAN KE
PERUSAHAAN INDUK

-PROSES-

Perusahaan
Anak

Perusahaa
n Induk

Arus Kas yg
dihasilkan anak
perusahaan

Arus Kas Setelah


Kena Pajak
Korporasi

Konversi Dana
Ke Dalam Valuta
Induk

Arus Kas yang


dipulangkan
Setelah Pajak
Arus Kas yg
dipulangkan
anak
perusahaan

KOMPLEKSITAS
MULTINATINASIONAL CAPITAL
BUDGETING

Estimasi arus kas lebih rumit untuk investasi di


luar negeri
Arus kas tersebut harus dikonversi ke dalam
mata uang induk perusahaan
Dividen dan royalti pada umumnya dikenakan
pajak baik oleh pemerintah negara asing
maupun pemerintah negara asal
Selain kompleksitas analisis arus kas, biaya
modal dapat berbeda untuk proyek asing
dibandingkan dengan proyek domestik yang
setara, karena proyek asing mungkin lebih atau
kurang berisiko

BIAYA MODAL MNC

Biaya Modal MNC sedikit berbeda


dengan perusahaan Domestik
karena:

1. UKURAN PERUSAHAAN

Perusahaan Multinasional merupakan


perusahaan yang memiliki skala
lebih besar dibanding dengan
perusahaan domestik

2. AKSES KE PASAR MODAL INTERNASIONAL

Persuahaan Multinasional pada umumnya


mampu memperoleh dari pasar modal
internasional, dimana biaya dana mungkin
lebih rendah.

3. DIFERSIVIKASI INTERNASIONAL

MNC mungkin memiliki aliran kas yang


lebih stabil melalui diversifikasi
internasional, sehingga kemungkinan
kebangkrutan mungkin lebih rendah

4. RISIKO NILAI TUKAR

MNC mungkin lebih terbuka terhadap


fluktuasi nilai tukar, sehingga aliran kas
mereka mungkin lebih tidak menentu dan
kemungkian kebangkrutan lebih tinggi.

ANALISIS PENGANGGARAN MODAL


MULTINASIONAL

1. PAYBACK PERIODE (PP)

Payback Period: Lama waktu yang


diperlukan kembalinya dana investasi
awal. Artinya jumlah kumulatif
penerimaan sama dengan dana awal yang
diinvestasikan

2. NET PRESENT VALUE


Net Present Value: adalah nilai bersih
waktu sekarang dari sebuah proyek
investasi
NPV I 0

t 1

CFt
t
1 k