Anda di halaman 1dari 5

III.

HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1

Hasil Pengamatan
(terlampir)

3.2

Pembahasan
Pada pengamatan terhadap buah salak diperoleh bahwa terjadi pembusukan

pada bagian buah yang disebabkan oleh bakteri dan khamir. Selain itu, penyebab
penyakit adalah kadar air, waktu penyimpanan, oksigen, pendinginan, serangga
(rongo) dan parasit (belatung). Jika diamati dibawah mikroskop, bagian buah yang
telah

rusak

terdapat

mikroorganisme

penyebab

pembusukan

pada

buah,

dibandingkan bagian buah masih bagus.


Menurut Sunarjono (1998), penyakit yang sering menyerang salak adalah
sebangsa cendawan putih dengan gejala busuknya buah. Penyakit ini dapat
dikendalikan dengan mengurangi kelembaban tanah, yaitu mengurangi pohon-pohon
pelindung. Menurut Amiarsi et al. (1996), kerusakan buah salak meningkat dengan
bertambahnya umur simpan, kerusakan tersebut sebagai akibat keaktifan mikroba
yang dikenal dengan penyakit busuk lunak karena jamur Thielaviopsis sp. Salak juga
menjadi lebih rentan terhadap Botrytis pada suhu 5C dan meningkat dengan makin
lamanya penyimpanan (Soesanto 2006). Menurut Anonim (2009), adapula penyakit
pada buah salak yaitu busuk merah (pink) yang disebabkan oleh cendawan berwarna
merah (pink) Corticium salmonicolor. Gejala penyakit ini ditandai dengan
pembusukan pada buah dan batang. Penyakit ini dapat dicegah dengan memotong
dan membakar tanaman yang sakit dan daun yang terserang tempat tertentu atau
semprot dengan fungisida.
Berdasarkan literatur yang didapat, diperoleh bahwa kerusakan buah salak
disebabkan oleh cendawan, sedangkan hasil pengamatan menyebutkan bahwa
disebabkan oleh bakteri dan khamir. Hal ini tidak sesuai, disebabkan oleh kesalahan
saat pengamatan.
Menurut Reynold (1999), gel Aloe vera berpotensi untuk diaplikasikan dalam
teknologi pelapisan (coating), karena gel tersebut terdiri dari polisakarida yang

mengandung banyak komponen fungsional yang mampu menghambat kerusakan


pascapanen produk pangan segar. Selain itu, gel Aloe vera juga mampu menjaga
kelembaban dengan cara mengontrol kehilangan air dan pertukaran komponenkomponen larut air. Menurut Mousa et al. (1999), yang menyatakan bahwa gel
tanaman ini bersifat anti-fungal terhadap Penicillium digitatum, Penicillium
expansum, Botrytis cinerea, Alternaria alternate, Aspergillus niger, dan Fusarium
monthform, dan dalam penelitian ini ternyata bahwa kapang Mucor sp dapat
dihambat pertumbuhannya.
Buah terakhir yang diamati adalah buah lengkeng. Hasil pengamatan terhadap
buah lengkeng adalah terjadi pembusukan yang ditandai dengan adanya kapang, kulit
buah berlubang, bau yang menyengat dan warna yang lebih tua daripada warna buah
dibagian yang busuk. Penyebab dari penyakit pada buah lengkeng adalah tumbuhnya
mikroorganisme.
Menurut Rukmana (2003), penyakit pada buah lengkeng diantaranya adalah
Bercak Gloesporium, Bercak Dan Pestalotia, Akar Putih dan Akar Hitam.
Penyebab penyakit bercak Gloesporium adalah jamur dari jenis Gloesporium sp.
Gejalanya adalah di ujung daun muda mula-mula terdapat bercak berwama cokelat,
kemudian bercak tersebut meluas ke seluruh tulang daun. Pada daun dewasa, bercak
tersebut dikelilingi warna kuning. Sehingga, daun akan terbelah menjadi dua dengan
belahan di sepanjang tulang daun. Cara pencegahannya adalah dengan menggunakan
fungisida dengan dosis sesuai dengan anjuran.
Penyakit bercak daun pestalotia disebabkan jamur Pestalotia sp. Gejalanya
adalah tepi daun yang terinfeksi timbul bercak-bercak cokelat kelabu. Di pusat
bercak tersebut terdapat bintik-bintik halus berwama hitam. Pencegahannya bisa
dilakukan dengan menjaga media tanam tidak terlalu lembap dan menjaga
kebersihan (sanitasi) lingkungan tanaman.
Bercak daun fusarium disebabkan jamur Fusanium sp. Gejala serangan jamur
fusarium ditandai dengan adanya bercak-bercak yang tidak teratur pada daun.
Pencegahannya bisa dilakukan dengan menjaga media tanam tidak terlalu lembap
dan menjaga kebersihan (sanitasi) lingkungan tanaman.
Penyakit akar putih disebabkan cendawan atau jamur Rigidoporus lignosus
(Klotzch) Imazeki. Penyakit ini menyerang tanaman lengkeng yang masih muda.

Gejala serangan penyakit yang tampak adalah daun menguning dan layu, kemudian
gugur dan mati. Selanjutnya, akar tanaman yang terinfeksi busuk dan kering. Jika
media tanam dibongkar, di permukaan akar terdapat benang-benang berwarna putih
yang tumbuh seperti jala.
Penyakit akar hitam disebabkan jamur Rosellinia bunodes. Gejala awal yang
terlihat adalah terdapat miselium tipis berwarna hitam di permukaan akar. Infeksi
akan menjalar ke bagian tanaman yang lain. Infeksi pada bagian kayu akar
menyebabkan timbulnya garis-garis hitam yang teratur seperti jari-jari. Cara
mengatasi serangan penyakit ini dilakukan dengan cara eradikasi atau mernbongkar
akar-akar tanaman dan mencabut batang tanaman, kemudian dimusnahkan atau
dibakar dan diganti dengan tanaman yang baru.
Berdasarkan literatur yang didapat bahwa pembusukan pada buah lengkeng
disebabkan oleh kapang. Hal ini sesuai dengan hasil pengamatan yang mentebutkan
bahwa pembusukan pada buah lengkeng disebabkan oleh kapang.
Penyakit yang terdapat pada buah lengkeng dapat dicegah dengan
menggunakan kemasan yang dapat memperpanjang umur simpan buah lengkeng
dengan menjaga kualitas buah lengkeng.
Penyakit pasca panen masih menjadi faktor pembatas dari penyimpanan jangka
panjang hasil buah mangga (Mangifera indica L.) sejumlah jamur danbakteri dapat
menyebabkan kebusukan pascapanen pada buah mangga, jamur yang sering
menyerang buah mangga adalah jamur Colletotrichum gloeosporioides (Penz.) Sacc.
Yang merupakan penyebab penyakit antraknosa (Paul 1993). Meskipun dapat timbul
pada daun dan buah muda, antraknosa lebih dikenal sebagai penyakit pada buah yang
matang selama penyimpanan. sebelum dipetik buah dapat terinfeksi, tetapi patogen
tidak berkembang. C. Gloeosporioides melakukan infeksi dipertanaman dan
kemudian penyakit berkembang selama penyimpanan (Martoredjo1993). Oleh
karena itu, dibutuhkan penangan pasca panen untuk meminimalisir kerusakan yang
akan terjadi selama penyimpanan. jadi dapat disimpulkan kemungkinan terdapat
kapang atau jamur pada buah mangga yang di uji karena adanya jamur C.
gloeosporiodes.
Adanya belatung pada buah mangga pada pengamatan disebabkan oleh lalat
buah yang meletakkan telur pada buah mangga, biasanya terjadi ketika buah mangga

masih di pohon. Hal ini dapat dicegahdengan memberikan perlindungan dengan


dibungkus menggunakan plastik. Warna buah dan kulit menjadi coklat dapat
diindikasikan telah terdapat belatung atau larva lalat buah (Warji 2007). Semenntara
itu terjadi perubahan bentuk buah mangga yang di amati karena buah mangga telah
dimakan oleh larva lalat buah.
Pada buah pear mengalami perubahan warna menjadi coklat pada kulit dan
dagingbuah. Hal iniselain karena pembusukkan dapa juga disebabkan oleh reaksi
oksidasi dengan oksigen. adana kapangdalam buah pear dapat disebabkan karena
terjadi luka pada permukaan buah sehingga buah terkontaminasi dengan spora
kapang.
Pengendalian biologis pada penyakit pasca panen merupakan salah satu
alternatif pengendalian patogen. Fase pascapanen merupakan fase yang cocok untuk
penerapan metode pengendalian secara biologis (Mari dan Guizzardi 1998). Pada
lingkungan yang terbatas ini, dimana parameter seperti temperatur dan kelembaban
relatif dapat diubah, komposisi gas di ruangan penyimpanan dapat diatur.
Pada buah manggis terjadi pembusukan yang disebabkan oleh bakteri. Selain
itu timbul juga bau busuk yang disebabkan oleh cendawan Botryodiplodia
theobromae (Anonim 2007). Cara mencegahnya adalah dengan mengusahan agar
buah tidak luka atau memar akibat benturan, karena buah yang memar sangat peka
terhadap patogen ini. Ciri-ciri terserang penyakit ini adalah daging buah berair,
busuk dan lekat dengan kulit buah.
Dari hasil pengamatan diperoleh data bahwa manggis yang diamati mengalami
ciri-ciri seperti yang telah disebutkan sebelumnya yaitu mengeluarkan bau busuk,
berair dan ditumbuhi bakteri.
Sedangkan pada buah jeruk, penyakit yang biasanya menyerang adalah
Penicillium spp. Phytophtora citriphora, Botryodiplodia theobromae. Gejalanya
adalah terdapat tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit.
Dari hasil pengamatan, ada miselium dan memar pada jeruk. Selain itu, bagian
buah yang terserang kapang menjadi berwarna putih. Hal ini disebabkan oleh
banyaknya miselium berwarna putih sehingga menutui daging buah. Kapang yang
menyerang tersebut adalah Catiurn salmonicolor. Selain itu, masih ada juga

mikroorganisme lain yang menyerang buah jeruk tersebut. Bisa saja buah jeruk
tersebut sudah mengalami infeksi virus CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration).