Anda di halaman 1dari 21

Page | 1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Daphnia adalah jenis zooplankton yang hidup di air tawar yang mendiami kolamkolam, sawah, dan perairan umum (danau) yang banyak mengandung bahan organik.
Sebagai organisme air, Daphnia dapat hidup diperairan yang berkualitas baik.
Beberapa faktor ekologi peraiaran yang berpengaruh terhadap perkembangbiakan
Daphnia antara lain adalah kesadahan, suhu, oksigen terlarut, dan pH.
Cara membudidayakan Daphnia dapat dilakukan dengan melakukan pemupukan
pada wadah budidaya. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan phytoplankton di dalam
wadah budidaya yang digunakan oleh Daphnia sebagai makanannya agar tumbuh dan
berkembang biak.
Daphnia merupakan sumber pakan bagi ikan kecil, burayak, dan juga hewan
kecil lainnya. Kandungan proteinnya bisa mencapai lebih dari 70% kadar bahan
kering. Secara umum, dapat dikatakan terdiri dari 95% air, 4% protein, 0,54 % lemak,
0.67 % karbohidrat, dan 0.15 % abu. Kepopulerannya sebagai pakan ikan selain
karena kandungan gizinya serta ukurannya, adalah juga karena daphnia dapat
dibudidayakan secara massal sehingga produksi dapat tersedia dalam jumlah
mencukupi, hampir setiap saat.

Page | 2

1.2 Tujuan Praktikum


Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengatahui perkembangan
budidaya zooplankton yaitu Daphnia sp. dengan menggunakan pupuk dari kotoran
ayam.
1.3 Manfaat Praktikum
Manfaat dari praktikum ini adalah:
1.
2.
3.
4.

Praktikan mengenal wadah budidaya Daphnia sp. dalam skala laboratorium.


Praktikan mampu menghitung kepadatan Daphnia sp. dalam budidaya.
Praktikan mampu mengetahui jenis pupuk untuk media tumbuh plankton.
Praktikan mampu membudidayakan Daphnia sp. secara mandiri.

BAB II

Page | 3

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Kultur


Kultur adalah kata lain dari budidaya yang merupakan suatu kegiatan
pemeliharaan organisme. Kultur atau budidaya merupakan kegiatan terencana
pemeliharaan sumber daya hayati yang dilakukan pada suatu areal lahan untuk
diambil manfaat/hasil panennya.
Kultur merupakan upaya produksi biota atau organisme perairan melalui
penerapan teknik domestikasi (membuat kondisi lingkungan yang mirip dengan
habitat asli organisme yang dibudidayakan), penumbuhan hingga pengelolaan usaha
yang berorientasi ekonomi (Bardach, dkk., 1972).

2.2 Definisi Daphnia sp.


Dapnhia sp. merupakan salah satu jenis zooplankton yang hidup di perairan
tawar. Daphnia sp. mempunyai ukuran antara 0.2 5 mm. Daphnia yang sering
ditemukan biasanya adalah Daphnia pulex (umumnya berukuran kecil), dan Daphnia
magna (berukuran besar). Daphnia sp. merupakan Filter Feeder, mereka menelan
berbagai jenis ganggang uniseluler dan terkadang menelan crustacea kecil dan rotifer,
jadi dapat dikatakan Daphnia merupakan organisme omnivora.
2.2.1 Klasifikasi Daphnia sp.
Filum
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Arthropoda
: Branchiopoda
: Cladocera
: Daphnidae
: Daphnia
: Daphnia sp.

2.2.2 Habitat Daphnia sp.

Page | 4

Daphnia hidup di air tawar, habitat aslinya di danau atau air kolam.
Seluruh spesies Daphnia diketahui sangat sensitif terhadap ion-ion logam,
seperti Mn, Zn, dan CU, dan bahan racun terlarut lain seperti pestisida, bahan
pemutih, dan deterjen. Daphnia diketahui toleran dengan kadar oksigen
terlarut rendah. Pada kondisi dengan kadar oksigen terlarut rendah, mereka
akan membentuk hemoglobin untuk membantu pendistribusian oksigen dalam
tubuh mereka. Kehadiaran hemoglobin ini sering menyebabkan Daphnia
berwarna merah. Hal ini tidak akan terjadi apabila kadar oksigen terlarut
cukup. (Warna Daphnia seringkali ditentukan oleh jenis pakan yang
dikonsumsi, sebagai contoh apabila mereka mengkonsumsi algae, maka
tubuhnya akan cenderung berwarna hijau). Suplai oksigen dapat diberikan
pada kultur untuk menjamin kadar oksigen yang memadai.
2.2.3 Reproduksi Daphnia sp.
Mekanisme reproduksi Daphnia adalah dengan cara parthenogenesis.
Satu atau lebih individu muda dirawat dengan menempel pada tubuh induk.
Daphnia yang baru menteas harus melakukan pergantian kulit (molting)
beberapa kali tumbuh jadi dewasa sekitar satu pekan setelah menetas. Siklus
hidup Daphnia sp, yaitu telur, anak, remaja, dan dewasa. Pertambahan ukuran
terjadi sesaat setelah telur menetas di dalam ruang pengeraman. Daphnia sp
mulai menghasilkan anak pertama kali pada umur 4-6 hari. Adapun umur
yang dapat dicapainya 12 hari. Setiap satu atau dua hari sekali, Daphnia sp.
akan beranak 29 ekor, individu yang baru menetas sudah sama secara anatomi
dengan individu dewasa. Proses reproduksi ini akan berlanjut jika kondisi
lingkungannya mendukung pertumbuhan. Jika kondisi tidak ideal, baru akan
dihasilkan individu jantan agar terjadi reproduksi seksual. (Waterman, 1960).
Kehadiran jantan ini diperlukan untuk membuahi telur, yang selanjutnya akan
berubah menjadi telur tidur (kista/aphippa). Seekor jantan bisa membuahi
ratusan betina dalam suatu periode.

Page | 5

Telur hasil pembuahan ini mempunyai cangkang tebal dan dilindungi


dengan mekanisme pertahanan terhadap kondisi buruk sedemikian rupa. Telur
tersebut dapat bertahan dalam lumpur, dalam es, atau bahkan kekeringan.
Telur ini bias bertahan selama lebih dari 20 tahun dan menetas setelah
menemukan kondisi yang sesuai. Selanjutnya mereka hidup dan berkembang
biak secara aseksual. Daphnia muda mempunyai bentuk mirip dengan bentuk
dewasanya tetapi belum dilengkapi dengan "antena" yang panjang.

Gambar 1. perkembangbiakan Daphnia sp


http://dc217.4shared.com/doc/le50LX1u/preview.html

Daphnia jantan lebih kecil ukurannya dibandingkan yang betina. Pada


individu jantan terdapat organ tambahan pada bagian abdominal untuk
memeluk betina dari belakang dan membuka carapacae betina, kemudian
spermateka masuk dan membuahi sel telur. Telur yang telah dibuahi kemudian
akan dilindungi lapisan yang bernama ephipium untuk mencegah dari
ancaman lingkungan sampai kondisi ideal untuk menetas.
2.2.4 Karakteristik Daphnia sp.
Pembagian segmen tubuh Daphnia hampir tidak terlihat. Kepala
menyatu, dengan bentuk membungkuk ke arah tubuh bagian bawah terlihat
dengan jelas melalui lekukan yang jelas. Pada beberapa spesies sebagian besar

Page | 6

anggota tubuh tertutup oleh carapace, dengan enam pasang kaki semu yang
berada pada rongga perut. Bagian tubuh yang paling terlihat adalah mata,
antenna dan sepasang seta. Pada beberapa jenis Daphnia, bagian carapacenya
tembus cahaya dan tampak dengan jelas melalui mikroskop bagian dalam
tubuhnya.

Gambar 2. Daphnia sp
http://fisherytweeweei.blogspot.com/2011/12/daphnia-sp-untuk-pakan-alamiikan.html

Tubuhnya terdiri atas kepala menyatu dengan batang tubuh (trunk).


Pada beberapa spesies, sebagian besar anggota tubuhnya tertutup pleh
carapace dengan enam pasang kaki semu yang berada pada rongga perut.
Carapace merupakan skeleton eksternal pada organisme ini, carapace bersifat
keras karena tersusun atas kitin, sehingga carapace berfungsi sebagai
perlindungan dari predator ataupun gesesekan. Pada beberapa spesies ini,
bagian carapacenya tembus cahaya dan tampak jelas melalui mikroskop

Page | 7

bagian dalam tubuhnya. Bagian tubuh yang paling terlihat yakni mata,
antenna, dan sepasang seta. Antena terdiri atas 5-6 pasang yang berfungsi
dalam lokomasi. Beberapa Daphnia memakan rotifer kecil, crustacean, tapi
sebagian besar hidup sebagai filter feeder, memakan alga

dan berbagai

macam detritus organik (Protista/bakteri). Organisme ini hidup optimal pada


suhu 18oC-24oC dengan pH yang sedikit alkali antara 6,7-9,2.
Ciri khas Daphnia sp.
1. Bentuk tubuhnya yang pipih, warnanya dapat berbeda-beda
bergantung habitatnya (lingkungan hidupnya). Pada kolam yang
dangkal dengan dasar gelap, Daphnia sp. berwarna coklat
kekuningan sampai coklat kemerahan, kelabu bahkan hampir
hitam.
2. Biasanya individu betina bentuknya lebih besar dari jantan. Jantan
lebih aktif bergerak dan antenula lebih besar. Umur Daphnia sp.
28-33 hari di wadah terkontrol seperti bak, 28-31 hari pada kultur
dengan menggunakan kotoran ayam. Daphnia sp. dapat menjadi
dewasa pada umur 4 hari, dapat beranak selang 2 hari sekali.
Daphnia sp. dapat berkembang biak tanpa kawin, hasilnya adalah
individu betina dan telur.
2.2.5 Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Daphnia sp.
Daphnia hidup pada selang suhu 18-24C Selang suhu ini merupakan
selang suhu optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan Daphnia. Diluar
selang tersebut, Daphnia akan cenderung dorman. Daphnia membutuhkan pH
sedikit alkalin yaitu antara 6.7 sampai 9.2. Seperti halnya mahluk akuatik
lainnya pH tinggi dan kandungan amonia tinggi dapat bersifat mematikan bagi
Daphnia, oleh karena itu tingkat amonia perlu dijaga dengan baik dalam suatu
sistem budidaya mereka. Seluruh spesies Daphnia diketahui sangat sensitif
terhadap ion-ion logam, seperti Mn, Zn, dan CU, dan bahan racun terlarut lain

Page | 8

seperti pestisida, bahan pemutih, dan deterjen. Daphnia membutuhkan


vitamin dan mineral dari dalam air. Mineral yang harus ada dalam air adalah
Kalsium, unsur ini sangat dibutuhkan dalam pembentukan "cangkang"nya.
Oleh karena itu, dalam wadah pembiakan akan lebih baik apabila
ditambahkan potongan batu kapur, karang (koral) batu apung dan sejenisnya.
Selain dapat meningkatkan pH bahan tersebut akan memberikan suplai
kalsium yang cukup bagi Daphnia. Beberapa jenis kotoran hewan yang sering
dijadikan "media" tumbuh Daphnia seringkali telah mengandung kalsium
dalam jumlah cukup, dalam kondisi demikian kalsium tidak perlu lagi
ditambahkan. Daphnia diketahui toleran dengan kadar oksigen terlarut
rendah. Pada kondisi dengan kadar oksigen terlarut rendah, mereka akan
membentuk hemoglobin untuk membantu pendistribusian oksigen dalam
tubuh mereka. Kehadiaran hemoglobin ini sering menyebabkan Daphnia
berwarna merah. Hal ini tidak akan terjadi apabila kadar oksigen terlarut
cukup. (Warna Daphnia seringkali ditentukan oleh jenis pakan yang
dikonsumsi, sebagai contoh apabila mereka mengkonsumsi algae, maka
tubuhnya akan cenderung berwarna hijau).
Suplai oksigen dapat diberikan pada kultur untuk menjamin kadar
oksigen yang memadai. Oksigen dapat diberikan dalam bentuk gelembung
besar, tanpa melalui distributor seperti batu berpori. Berikan gelembung ini
secara perlahan. Gelembung udara halus, seperti dihasilkan oleh batu aerasi
dapat terjebak dalam tubuh Daphnia sehingga menyebabkan binatang tersebut
terekspos ke permukaan dan mati. Selain itu gelembung halus dapat
menyebabkan air menjadi jenuh oksigen. Air jenuh oksigen diketahui bersifat
"racun" bagi Daphnia.
2.2.6 Kegunaan Daphnia sp
Daphnia merupakan sumber pakan bagi ikan kecil, burayak dan juga
hewan kecil lainnya. Kandungan proteinnya bisa mencapai lebih dari 70%
kadar bahan kering. Secara umum, dapat dikatakan terdiri dari 95% air, 4%

Page | 9

protein, 0.54 % lemak, 0.67 % karbohidrat dan 0.15 % abu. Kepopulerannya


sebagai pakan ikan selain karena kandungan gizinya serta ukurannya, adalah
juga karena "kemudahannya" dibudidayakan sehingga dapat tersedia dalam
jumlah mencukupi, hampir setiap saat.
Kegunaan lainnya yaitu :
-

Mudah di cerna oleh benih ikan sebab mengandung enzim pencernaan

yang berfungsi untuk menghancurkan diri-sendiri;


Pemberian Daphnia sp, yang hidup tidak menyabakan penurunan kualitas

air;
Kandungan asam amino esensial pada Daphnia sp, hampir mirip dengan
artemia sehingga nilai nutrisinya tinggi.

2.3 Pupuk dalam Budidaya Daphnia sp.


Pupuk yang digunakan sebagai sumber unsur hara dalam budidaya Daphnia
adalah kotoran ayam kering. Pupuk organik dapat berfungsi sebagai sumber makanan
secara langsung untuk Daphnia sp. dan organism makanan ikan lainnya atau
diuraikan oleh bakteri menjadi bahan-bahan organik yang merangsang pertumbuhan
fitoplankton dan zooplankton (Boyd, 1982 dalam Casmuji, 2002).

1.1 Tabel unsur-unsur yang terkandung dalam pupuk kandang


Jenis
Kotoran ayam
Kotoran kambing
Kotoran domba

Nitrogen
4
2,77
2

Kadar (%)
Fosfor
Kalium
3,2
1,78
1

1,9
2,88
2,55

Bahan organik
74
60
60

P a g e | 10

Kotoran kuda
Kotoran sapi

0,7
0,7

0,34
0,3

0,52
0,65

BAB III
METODELOGI PRAKTIKUM

3.1 Tempat dan Waktu Pelaksaan Praktikum


Pelaksanaan kegiatan praktikum kultur Daphnia sp. dilaksanakan pada:
Waktu : Tanggal 14 April 2014 s.d. selesai

60
30

P a g e | 11

Tempat : Laboratorium MSP, FHA, Aquakultur Fakultas Perikanan dan Ilmu


Kelautan, Universitas Padjadjaran
3.2 Alat dan Bahan
3.2.1 Alat
1. Toples (wadah budidaya)
Fungsi : Sebagai wadah budidaya Daphnia sp

Gambar 3. Wadah Toples


2. Cover Glass
Fungsi : Alat untuk menutupi sample yang akan diamati

Gambar 4. Cover Glass


3. Gelas Ukur

Gambar 5. Gelas Ukur


4. Hand Counter
Fungsi : Mengukur banyaknya Daphnia yang terlihat

P a g e | 12

Gambar 6. Hand Counter


5. Lampu Neon
Fungsi : Memberikan cahaya pada saat proses pembudidayaan

Gambar 7. Lampu Neon

6. Mikroskop
Fungsi : Alat untuk mengidentifikasi

Gambar 8. Mikroskop
7.

Neraca
Fungsi : Untuk menimbang banyaknya pupuk yang dibutuhkan

8. Piala Gelas
9. Pipet Tetes
Fungsi : Untuk mengambil sampel yang akan diidentifikasi

Gambar 9. Pipet Tetes


10. Plankton Net
Fungsi : Mengambil Daphnia setelah dibudidaya

Gambar 10. Plankton Net


11. Blower
12. Selang Aerator

P a g e | 13

Fungsi : Alat yang menjadi saluran masuknya udara

Gambar 11. Selang Aerator


13. Sendok
3.2.2 Bahan
1. Air bersih/ air kolam
2. Biakan Daphnia sp
3. Kain kasa
Fungsi : Untuk membungkus kotoran ayam sebagai pupuk

Gambar 12. Kain Kasa


4. Pupuk Kandang (Kotoran Ayam)
Fungsi : Sebagai pupuk dalam budidaya Daphnia

Gambar 13. Kotoran ayam


3.3 Prosedur Kerja
3.3.1 Persiapkan Alat dan Bahan
Siapkan alat dan bahan;
Bersihkan wadah yang akan digunakan dengan cara menyikat wadah tersebut

sampai bersih, kemudian bilas dengan air bersih dan keringkan;


Pasanglah aerator ke dalam wadah budidaya tersebut dengan memberikan

pemberat pada selang aerasi;


Masukan pupuk kandang ke dalam wadah budidaya dengan dosis 2,4 g/liter
air media. Penambahan pupuk kandang ini bisa dilakukan dengan cara disebar
secara merata di seluruh wadah, atau dengan cara membungkusnya dengan

kain kasa/kantong plastik yang dilubangi;


Masukan Daphnia sp. sebanyak individu/liter;
Pada hari ke tujuh Daphnia sp. sudah bisa dipanen.

P a g e | 14

3.3.2 Pemupukan
Pemupukan dilakukan agar Daphnia sp. bisa tumbuh dan tetap mendapatkan
nutrisi. Pupuk yang digunakan adalah kotoran ayam yang berfungsi untuk
menumbuhkan plankton. Selain itu yang harus diperhatikan adalah dosis pemupukan
yang diberikan tidak boleh berlebihan karena hal tersebut dapat mengakibatkan
terjadinya blooming phytoplankton. Hal tersebut dapat mengakibatkan kadar
ammonia yang tinggi dan oksigen terlarut yang rendah dalam wadah budidaya
sehingga dapat menyebabkan kematian daphnia.
3.3.3 Penebaran
Inokulasi Daphnia dapat dilakukan dengan memakai siste maupun Induk
Daphnia (Daphnia dewasa). Padat tebar Daphnia awal pada umunya antara 20-100
individu perliter media. Inokulan dapat diperoleh dari hasil budidaya petani, Balai
Benih Air Tawar, Lembaga Penelitian serta di perairan umum. Keberadaan Daphnia
di perairan dapat dilihat dengan mata telanjang, oleh karena itu untuk menghitung
kepadatan Daphnia pada saat inokulasi maupun masa budidaya, dapat dilakukan
tanpa menggunakan alat pembesar atau mikroskop. Daphnia dari dalam wadah
dengan menggunakan gelas vial 100 ml kemudian tuangkan secara perlahan-lahan
sambil dihitung jumlah Daphnia yang keluar bersama air. Apabila jumlah Daphnia
yang ada sangat banyak, maka dari gelas vial 100 ml dapat diencerkan, caranya
adalah dengan menuangkan ke dalam gelas pial 1000 ml dan ditambah air hingga
volumenya 1000 ml. Dari gelas 1000 ml, lalu diambil sebanyak 100 ml. Daphnia
yang ada dihitung seperti cara diatas, lalau kepadatan di dalam wadah budidaya dapat
diketahui dengan cara mengalikan 10 kali jumlah didalam gelas 100 ml.
Penebaran dilakukan agar Daphnia sp. dapat berkembang dalam wadah
budidaya yang berisi aquades dan pupuk kotoran sehingga Daphnia sp. akan
berkembangbiak serta dapat dimanfaatkan untuk pakan ikan.

P a g e | 15

Skema Pelaksanaan Budidaya Daphnia sp.


Alat dan Bahan yang
digunakan
Disiapkan sesuai
kebutuhan
Dimasukkan 1500 mL
air kolam ke topless
Ditambahkan pupuk
kandang sebanyak
g/L
Dilakukan
proses aerasi

P a g e | 16

Ditambahkan biakan
yang akan dikultur
sebanyak ekor/liter
Biarkan Daphnia
tersebut selama 1
minggu sehingga akan
berkembang biak
Hitunglah kepadatannya setiap hari
sehingga diketahui kepadatan puncak
populasi yang terjadi di dalam wadah
Panen Daphnia

3.3.4 Aerasi
Aerasi merupakan pengaliran udara kedalam air untuk meningkatkan
kandungan oksigen dengan memancarkan air atau melewatkan gelembung udara
kedalam air. Aerasi ini digunakan agar Daphnia sp. tetap bisa mendapatkan oksigen
walaupun pada keadaan tertutup. Aerasi ini disambungkan dengan menggunakan
selang. Fungsi aerasi adalah suplai O2/CO2, pengaduk air media pemeliharaan,
pemerataan cahaya dan pemerataan pupuk.
Proses aerasi dilakukan dengan susunan alat sebagai berikut:

P a g e | 17

Gambar 14. Susunan alat budidaya

http://planktonologiunpad.wordpress.com/

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Kepadatan Daphnia dihitung secara manual, Daphnia diambil sebanyak 100
individu dari sumber yang telah disediakan oleh asdos Laboratorium dan kotoran

P a g e | 18

ayam yang digunakan sebanyak 3,5 gram. Setelah pasca panen, kelimpahan Daphnia
jumlahnya menjadi 705 individu.

Perhitungan padat tebar dan volume air bersih

Jumlah padat tebar Daphnia yang digunakan untuk mengkultur adalah 100 individu,
diambil secara manual dari sumber yang telah disediakan oleh asdos Laboratorium.
Volume air bersih yang digunakan untuk kultur Daphnia adalah 1500 ml = 1,5 Liter.

1.2 Tabel Perbandingan data kelompok kelas


Kelompok Pupuk (gr) Stock awal

Stock akhir

100

1099

100

172

100

294

2,5

100

234

P a g e | 19

3,5

100

705

3,5

100

53

3,5

100

105

3,5

100

1932

100

547

10

100

697

4.2 Pembahasan
Media yang dipakai pada praktikum kultur Daphnia ini adalah media kotoran
ayam. Media ini digunakan sebagai tempat tumbuhnya Daphnia. Di dalam air, pupuk
kandang akan diuraikan oleh bakteri menjadi bahan anorganik yang akan
dimanfaatkan oleh fitoplankton. Kotoran ayam yang dipakai adalah 30 gram+kain
kasa untuk satu akuariumnya, serta air yang dimasukkan adalah sebanyak 1,5 Liter.
Daphnia dalam aquarium disaring dengan menggunakan plankton net. Setelah
Daphnia tersaring kemudian jumlah Daphnia yang tersaring bersama air, dimasukkan
kedalam mangkuk, lalu di hitung individunya menggunakan sendok dan jumlahnya
dihitung dengan menggunakan hand counter atau bisa dihitung secara manual.
Pemanenan dilakukan pada hari ke-7. Dari hasil praktikum kelompok kami,
kepadatan Daphnia yang diperoleh dalam keadaan yang masih hidup adalah sebanyak
705 individu. Stock awal Daphnia adalah 100 individu.
Pupuk yang berupa kotoran ayam berfungsi untuk menumbuhkan bakteri.
Dengan tumbuhnya pakan Daphnia di dalam media kultur maka pakan alami tersebut
akan tumbuh dan berkembang di dalam wadah karena di dalam kotoran tersebut
terdapat plankton yang ukurannya lebih kecil dari Daphnia. Dengan bertambahnya
jumlah individu Daphnia pada kultur, maka budidaya yang kami lakukan berhasil.

P a g e | 20

Faktor yang menentukan keberhasilan budidaya ini adalah suhu, aerasi, dan
yang terutama adalah pakan alami Daphnia. Faktor lingkungan seperti cahaya
matahari sangat menunjang keberhasilan budidaya Daphnia karena ekologi cahaya
berfungsi sebagai proses fotosintesis yang dapat merangsang fitoplankton untuk
tumbuh dan berkembang dengan cepat.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Daphnia adalah jenis zooplankton yang hidup di air tawar yang mendiami
kolam-kolam, sawah, dan perairan umum (danau) yang banyak mengandung
bahan organik. Sebagai organisme air, Daphnia dapat hidup diperairan yang
berkualitas baik. Beberapa faktor ekologi peraiaran yang berpengaruh

P a g e | 21

terhadap perkembangbiakan Daphnia antara lain adalah kesadahan, suhu,


oksigen terlarut, dan pH.

Daphnia merupakan sumber pakan bagi ikan kecil, burayak, dan juga hewan
kecil lainnya. Kandungan proteinnya bisa mencapai lebih dari 70% kadar
bahan kering.

Pemanenan Daphnia dilakukan pada hari ke-7. Stock akhir yang didapat dari
kelompok 5 adalah sebanyak 705 individu dengan banyaknya pupuk yang
digunakan 3,5 gram.

Faktor lingkungan seperti cahaya matahari sangat menunjang keberhasilan


budidaya Daphnia karena ekologi cahaya berfungsi sebagai proses
fotosintesis yang dapat merangsang fitoplankton untuk tumbuh dan
berkembang dengan cepat.

5.2 Saran
Sebaiknya perkembangan Daphnia diperhatikan setiap harinya, tidak hanya
dalam perhitungan stock akhir. Agar pada kasus budidaya Daphnia yang
menyebabkan adanya kematian dapat diketahui penyebabnya, bisa saja hal tersebut
dikarenakan populasi Daphnia yang sebelumnya melonjak sangat tinggi.