Anda di halaman 1dari 45

Organogenesis

Sistem Pencernaan

Kelompok 13 :
Dewi Ratna Sari (3415126618)
Mai Turgiyanti (3415126630)

Periode awal organogenesis sistem pencernaan


terdiri dari tabung sederhana (usus primitif).
Tabung (usus primitif) berasal dari pelekukan
endoderm
Tabung tersebut terbagi menjadi 3 bagian yaitu
foregut (usus depan), midgut(usus tengah) , dan
hidgut (usus belakang).

Foregut : terbentuk oleh adanya pelipatan endoderm


bagian anterior, yang akan diikuti oleh mesoderm
splanknik.
Usus depan akan menjadi rongga mulut, faring,
esofagus, lambung dan duodenum.
Midgut : daerah arkenteron antara usus depan
dan usus belakang.
Usus tengah akan menjadi yeyunum, ileum dan kolon
Hidgut : terbentuk oleh adanya pelipatan endoderm
bagian posterior, yang akan diikuti oleh mesoderm
splanknik.
Usus belakang akan menjadi rektum dan kloaka atau
anus

Turunan endoderm. Diagram tabung usus beserta tonjolantonjolannya.

Perkembangan usus selanjutnya terjadi proses


elongasi, herniasi pada bagian usus,
perputaran beberapa daerah usus. Dan
akhirnya histogenesis dan pematangan fungsi.

Faring
Faring merupakan bagian kranial dari usus
depan
Anatomi dari faring ini melebar ke kanan dan
ke kiri tetapi sempit pada ukuran dorsoventral.
Dari aspek dorsalis, faring berbentuk segitiga
yang mengecil dari arah caudal dan
berkelanjutan dengan esofagus.

Esofagus
Faring tiba-tiba menyempit `dari caudal ke
kantung bagian posterior. Usus primitive ini
berkembang secara ventral untuk
perkembangan trakea. Daerah yang
menyempit dimana trakea menjadi bertemu
dengan saluran usus menjadi akhir posterior
dari faring. usus masih relatif kecil dan masih
sama diameternya dan menjadi esophagus.

Esofagus.[usia 4 minggu],
Pada dinding ventral usus depan terdapat
divertikulum respiratorium (tunas paru) yang
berbatasan dengan faring.
Divertikulum berangsur-angsur terpisah dari
bagian dorsal usus depan melalui sebuah
pembatas, yaitu septum esofagotrakealis
sehingga usus depan terbagi menjadi bagian
ventral yaitu primodium pernapasan dan bagian
dorsal yaitu esofagus.

Gambar . perkembangan sistem pencernaan janin di minggu ke 4


dan 5

Stomach
Diawali dengan adanya perluasan usus depan
( fig 15.1)
Selanjutnya pertumbuhan pada bagian
dinding usus depan.

Lambung mengalami perubahan bentuk dan


orientasi sebagai berikut :
1. Bagian dorsal tumbuh lebih cepat daripada
bagian ventral
kurvatura mayor (dorsal) dan
kurvatura minor ( ventral).
2. Jendolan di bagian kranial
fundus
3. Lambung berotasi 90 sehingga kurvatora
mayor sebelah kiri dan kurvatora minor sebelah
kanan.
4. Adanya hati mendorong lambung ke posisi di
sebelah kiri rongga abdomen.

Terjadi perputaran pada sumbu longitudinal


dan sumbu anteroposterior. Bagian caudal
lambung menempatkan secara diagonal.
Selama berputar lambung melewati dorsal
mesogastrium , dimana dorsal mesogastrium
berputar membentuk kantung omental bursa.

Ketika lambung berputar, duodenum


melengkung seperti huruf C dan memutar ke
kanan.
bersamaan dengan tumbuhnya kaput
pankreas, menyebabkan duodenum
membelok ke arah sisi kiri rongga abdomen.

Intestines
Usus halus, lanjutan dari posterior lambung yang
meluas sampai ke kloaka.
Pertengahan usus halus masih berhubungan dengan
yolk sac sebelah ventral embrio.
Kranial usus halus menjadi duodenum, yeyenum dan
ileum.
Kaudal usus halus menjadi ileum posterior, colon dan
rektum.
Usus halus ditunjang oleh mesentrium dorsal,
duodenum ditunjang oleh mesentrium ventral.

Selama perkembangan, usus halus mengalami


torsion (pelekukan), rotation (pemutaran), herniasi,
dan coiling (penggulungan).
Poros pemutaran usus halus adalah arteri mesentrika
superior yang terletak pada perbatasan antara
bagian kranial dan kaudal intestin.
Bagian kranial memutar ke kanan, bagian kaudal
memutar ke kiri. Pemutaran berlangsung secara
anti-clockwise.

Usus halus terus memanjang, rongga abdominal


tidak mengalami pembesaran. Sehingga usus halus
mengalami herniasi didaerah tali pusat yang dikenal
dengan hernia umbilikus.
Usus halus yang relatif panjang ini mengadakan
penggulungan (coiling) dibagian ileum.
Diantara ujung distal ileum dan colon asenden
terdapat bagian yang membesar kearah kaudal
disebut sekum.
Pada sekum terdapat penjuluran usus yang buntu
kearah kaudal disebut dengan usus buntu (apendiks)

Usus Besar
Usus besar adalah lanjutan dari usus halus yang
terdiri dari colon dan rektum yang tidak terlalu
banyak memanjang.
Kolon dibedakan menjadi kolon asenden, kolon
transversum, kolon desenden, dan kolon sigmoid.
Lapisan endoderm pada bagian distal dari rektum
berdempetan dengan lapisan ektoderm, membentuk
membran anus. Akhirnya membran anus pecah dan
lubangnya disebut dengan anus.

Epitel Usus
3 fase histogenesis epitel usus :
1. Fase proliferasi epitel
2. Periode diferensiasi seluler.
3. Fase pematangan secara fisiologi.

Fase proliferasi epitel


Awal bulan ke 2, epitel mulai berproliferasi. Epitel
menutupi lumen.
Pada akhir bulan ke 2 dilanjutkan dengan pemulihan
lumen. Lalu kumpulan sel mesodermal mulai
mendatangi epitel usus, dimana terdapat
perkembangan lumen sekunder dibawah permukaan
epitel.
Penggabungan lumen dan sel mesodermal
membentuk vili usus yang berbentuk seperti jari
yang berfungsi untuk meningkatkan penyerapan
pada usus.

Periode diferensiasi
Dimulai ketika vili terbentuk.
Trimester kedua kehamilan, semua jenis sel di lapisan
usus dapat dibedakan. Tetapi belum dapat
melakukan fungsinya.
Trimester akhir kehamilan, pematangan fungsional
dari sistem enzim dan sekresi dari sel-sel epitel.

Fase pematangan
Saluran usus pada mamalia disesuaikan untuk
pencernaan pada waktu mendekati kelahiran.
Misalnya, laktase, disesuaikan untuk pemecahan
laktosa.
Sebagian besar diferensiasi biokimia untuk
mengakomodasi diet dewasa terjadi setelah lahir di
banyak mamalia (Thomson dan Keelan, 1986).

Hati
Primodial hati berasal dari epitel endoderm pada
ujung distal usus depan yang menonjol. tojolan ini
disebut divertikulum hati/ tunas hati.
ada dua buah tonjolan yaitu pada bagian kranial dan
distal.
Bagian kranial bercabang dan membentuk epitel sel
hati yang menyerupai jaringan spons dan duktus
koledokus.
Bagian distal membentuk sel-sel parenkhim sekretori.

Selanjutnya pembuluh darah vena porta dan vena


hepatis berproliferasi dan berpasangan dengan
parenkhim hati.
Diantara parekhim hati terdapat rongga sinusoid.
Pada sinusoid sudah terdapat sel makrofag disebut
sel kupffer.
Sel hati fetus mulai memproduksi empedu yang
menyebabkan meconeum berwarna hijau.
Hati terbagi menjadi lobulus hati.

Hati mula-mula terdapat dua lobus dikanan dan kiri


yang sama besar. Lobus kiri lebih kecil daripada lobus
kanan karena adanya lambung di abdomen kiri.
Dilobus kanan dekat venacava inverior terbentuk
lobus hati kaudata yang paling kecil.
Seluruh permukaan hati dibungkus oleh kapsul yang
berasal dari selaput mesentrium ventral.

Duktus koledokus bercabang ke parenkhim hati


disebut duktus hepatikus yang bercabang menjadi
duktus biliaris, dan sampai pada lobulus menjadi
duktus interlobularis.
Sel hati terus berproliferasi menembus septum
trasnsversum, hubungan antara divertikulum hepatis
dan usus depan (duodenum) menyempit, sehingga
membentuk saluran empedu.
Saluran empedu berfungsi menyalurkan cairan
empedu ke duodenum.

Pada saluran empedu muncul tonjolan kearah ventral


yang disebut kantung empedu dan duktus sistikus
(saluran penghubung kantung empedu dengan
duktus koledokus).
Karena perubahan kedudukan duodenum, muara
duktus koledokus berangsur-angsur bergeser dari
posisinya semula di depan menjadi dibelakang, dan
sebagai akibatnya, duktus koledokus didapati
menyilang dibelakang duodenum.

Pankreas
Dua buah primordia pankreas berasal dari endoderm
terdapat di sekitar divertikulum hati.
Primodia dorsal terletak di mesentrium dorsal,
primodia ventral terletak di duktus koledokus.
Ketika duodenum berputar. tunas pancreas ventral
bermigrasi ke dorsal dengan cara serupa dengan
bergesernya muara duktus koledokus. Akhirnya,
tunas pankreas ventral tepat berada di bawah dan di
belakang tunas pankreas dorsal, selanjutnya kedua
primodia ini menyatu.

Primodia ventral membentuk prosesus unsinatus dan


bagian bawah kaput pancreas.
Primodia dorsal membentuk kaput, korpus dan
cauda dari pankreas.

Perkembangan hati dan pankreas manusia. A. Stadium sangat awal.


B. Stadium lanjut. C. Posisi kantung empedu dan duktus pankreas,
dan fusi kedua bagian pankreas menjadi pankreas tunggal.

Duktus Pankreas
Saluran pankreas dorsal disebut Duktus pankreatikus
santorini, yang bermuara ke duodenum disebut papila
minor.
Saluran pankreas ventral disebut Duktus Wirsungi, yang
bermuara ke duktus koledokus
Dengan bersatunya pankreas dorsal dan pankreas ventral,
diantara kedua saluran tersebut terjadi anastomosis yang
menghubungkan kedua duktus tersebut disebut duktus
asesori.
Duktus pankreatikus bersama dengan duktus koledokus,
bermuara dalam duodenum di papila mayor. muara duktus
asesorius terletak pada papilla minor.

Kelenjar Pankreas
Kelenjar asini pankreas berasal dari ujung terminal
duktus pankreatikus.
Pulau Langerhans berdiferensiasi dari duktus
pankreastikus.
Sekresi tripsin dari kelenjar asini dan insulin dari
pulau Langerhans ditemukan sejak fetus berusia 5
bulan.

Pembentukan asini pankreas dan sebuah pulau Langerhans. A.


Tahap awal; B. Tahap lanjut

SEKIAN ...
TERIMA KASIH