Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH TENTANG RIDHO

Disusun oleh :
Indriyani Pitaloka
Maulisa Auliya
Sri Wahyuni

BogorEduCARE Center
Jl.Cikiray RT.03 RW.06 Desa Sukaraja Kecamatan
Sukaraja Kabupaten Bogor 16710
Tahun 2013

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul
Makalah Tentang Ridho sebatas pengetahuan dan kemampuan yang kami miliki. Dan juga kami
berterima kasih pada Ibu Wiwik selaku Dosen mata kuliah Pendidikan Agama Islam yang telah
memberikan tugas ini kepada kami.
Makalah ini disusun bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Agama
Islam. Selain itu kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai pengertian ridho,macam-macam ridho,dan contoh
sikap ridho yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kami menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan dan keterbatasan dalam
penyusunan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran dan kritik dari pembaca
sekalian demi memperbaiki makalah ini di kemudian hari.

Bogor, 8 Oktober 2013


Penyusun

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
.............................................................................................................................................
..1
BAB II PENGERTIAN RIDHO.........................................................................................................
2
BAB III KARAKTERISTIK RIDHO.................................................................................................
3
Ridho terhadap perintah dan larangan Allah..................................................................................
..3A
Ridho terhadap taqdir Allah
............................................................................................................................................................
.3B
Ridho terhadap perintah orang
tua.4C
Ridho terhadap peraturan dan undang-undang
Negara5D
BAB IV MANFAT SIKAP RIDHO.....................................................................................................
..6
NILAI POSITIF SIKAP RIDHO
6A

MEMBIASAKAN SIKAP
RIDHO...6B
BAB V PENUTUP................................................................................................................................
7
A. KESIMPULAN.....................................................................................................................................
7A
B. SARAN..................................................................................................................................................
7B
BAB VI DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................
8

BAB I
PENDAHULUAN
Seiring berjalannya waktu pengertian dan pemahaman orang tentang Ridho itu sangat
beraneka ragam, ada juga yang bahkan tidak tahu makna dari ridho itu sendiri apa, dan ada pula
yang tau makna ridho yang sebenarnya tapi tidak mengamalkannya dalam kehidupan.
Menurut kamus besar Indonesia, ridho diartikan rela, suka, dan senang hati.sedangkan
menurut bahasa adalah ketetapan hati untuk menerima segala keputusan yang sudah ditetapkan
dan ridha merupakan akhir dari semua keinginan dan harapan yang baik .
Ridho Allah adalah dambaan setiap muslim yang menyadari bahwa itulah harta termahal
yang pantas diperebutkan oleh manusia.Tanpa ridho Allah,hidup kita akan hampa,kering,tidak
dapat merasakan nikmat atas segala apa yang telah ada di genggaman kita,bermacam masalah
silih berganti menyertai hidup kita.Harta berlimpah,makanan berlebih namun ketika tidak ada
ridhoNya,semua menjadi hambar. Tidak tahu kemana tujuan hidup,merasa bosan dengan
keadaan, seolah hari berlalu begitu saja,begitu cepat namun tanpa disertai dengan perubahan
kebaikan hari demi hari. Lalu apa sebenarnya ridho Allah? Allah berfirman :
Maka berikanlah haknya kepada kerabat dekat,juga kepada orang miskin dan
orang-orang yang dalam perjalananan.Itulah yang lebih baik bagi orang yang mencari
keridhaan Allah. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. [Ar-Rum : 38]
telah dijelaskan pada firman Allah di atas,yaitu memberikan haknya kerabat dekat,hak
orang miskin,hak orang yang sedang dalam perjalanan. Itulah sebagian cara yang ditunjukkan
Allah pada kita untuk mendapatkan ridhoNya disamping kita wajib selalu bertaqwa
padaNya,istiqomah dalam ibadah,dan masih banyak lagi yang bisa mengundang RahmatNya
bukan justru mendatangkankan murkaNya.
Dengan mengetahui perngertian dan pemahaman tentang ridho, kita akan selalu
mengingat Allah karena apa yang kita lakukan ingin mendapatka ridho Allah SWT dan kita akan

semakin tahu apa yang harus kita lakukan untuk mendapatkan ridho Allah SWT.

BAB II
PENGERTIAN RIDHO
Perkataan ridho berasal dari bahasa arab, radiya yang artinya senang hati (rela). Ridho
menurut syariah adalah menerima dengan senang hati atas segala yang diberikan Allah swt, baik
berupa hokum (peraturan-peraturan) maupun ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan-Nya.
Sikap ridho harus ditunjukkan, baik ketika menerima nikmat maupun tatkala ditimpa musibah.
Kebanyakan manusia merasa sukar atau gelisah ketika menerima keadaan yang menimpa
dirinya, seperti kemiskinan, kerugian, kehilangan barang, pangkat, kedudukan, kematian anggota
keluarganya, dan lain-lain, kecuali orang yang mempunyai sifat rida terhadap takdir. Orang yang
memiliki sifat rida tidak mudah bimbang atau kecewa atas pengorbanan yang dilakukannya. Ia
tidak menyesal dengan kehidupan yang diberikan Allah swt dan tidak iri hati atas kelebihan yang
didapat orang lain karena yakin bahwa semua itu berasal dari Allah swt. Sedangkan
kewajibannya adalah berusaha atau berikhtiar dengan kemampuan yang ada.
Ridho terhadap takdir bukan berarti menyerah atau pasrah tanpa usaha lebih dulu untuk
mencari jalan keluarnya. Menyerah dan berputus asa tidak dibenarkan oleh tatanan hidup dan
tidak dibenarkan pula oleh ajaran Islam. Allah swt. memberikan cobaan atau ujian dalam rangka
menguji keimanan dan ketakwaan hamba-Nya. Firman Allah swt.:

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan,
kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang
yang sabar. (156) (yaitu) orang-orang yangapabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:
"Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepadaNya-lah Kami kembali. kalimat ini dinamakan kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada
Allah). Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil.(Q.S. Al
Baqarah:155-156).
Sikap ridho dapat ditunjukkan melalui hal-hal sebagai berikut:
1. Sabar dalam melaksanakan kewajiban hingga selesai dengan kesungguhan usaha atau ikhtiar dan
penuh tanggung jawab.
2. Senantiasa mengingat Allah swt. dan tetap melaksanakan shalat dengan kusyuk.

3. Tidak iri hati atas kekurangan atau kelebihan orang lain dan tidak ria untuk dikagumi hasil
usahanya.
4. Senantiasa bersyukur atau berterima kasih kepada Allah swt. atas segala nikmat pemberian-Nya.
Hal itu adalah upaya untuk mencapai tingkat tertinggi dalam perbaikan akhlak.
5. Tetap beramal saleh (berbuat baik) kepada sesama sesuai dengan keadaan dan kemampuan,
seperti aktif dalam kegiatan social, kerja bakti, dan membantu orangtua di rumah dalam
menyelesaikan pekerjaan mereka.
6. Menunjukkan kerelaan atau rida terhadap diri sendiri dan Tuhannya. Juga rida terhadap
kehidupan terhadap takdir yang berbentuk nikmat maupun musibah, dan terhadap perolehan
rezeki atau karunia Allah swt.
2

BAB III
KARAKTERISTIK SIKAP RIDHO
Apabila sebagian pendapat para ahli hikmah, rida dikelompokan menjadi tiga tingkatan,
yaitu rida kepada Alloh, rido pada apa yang datang dari Alloh, dan rida pada qada Alloh.
Rida kepada Allah adalah fardu ain.Rida pada apa yang datang dari Allah meskipun merupakan
sesuatu yang sangat luhur, hal ini termasuk ubudiah yang sangat mulia.
Sesungguhnya pilihan tuhan untuk hamba-Nya dibagi dua macam yaitu pertama, ikhtiyar
ad-din wa syarI (pilihan keagamaan dan syariat).kedua, ikhtiyar kauni kadari (pilihan yang
berkenaan dengan alam dan takdir).Takdir yang tidak dicintai dan diridai Alloh yaitu perbuatan
aib dan dosa-dosa.
Macam-macam rida :
a. Ridha terhadap perintah dan larangan Allah
Artinya ridha untuk mentaati Allah dan Rasulnya. Pada hakekatnya seseorang yang telah
mengucapkan dua kalimat syahadat, dapat diartikan sebagai pernyataan ridha terhadap semua
nilai dan syariah Islam. Perhatikan firman Allah dalam Q.S. al-Bayyinah (98) ayat 8

Artinya : Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga 'Adn yang mengalir di bawahnya
sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan
merekapun ridha kepadanya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada
Tuhannya. (Q.S.al-Bayyinah ayat 8 )
Dari ayat tersebut dapat dihayati, jika kita ridha terhadap perintah Allah maka Allah pun ridha
terhadap kita.
b. Ridha terhadap taqdir Allah
Mari kita simak, apa yang dikisahkan berikut ; pada suatu hari Ali bin Abi Thalib r.a. melihat
Ady bin Hatim bermuram durja, maka Ali bertanya ; Mengapa engkau tampak bersedih hati ?.
Ady menjawab ; Bagaimana aku tidak bersedih hati, dua orang anakku terbunuh dan mataku

tercongkel dalam pertempuran. Ali terdiam haru, kemudian berkata, Wahai Ady, barang siapa
ridha terhadap taqdir Allah swt. maka taqdir itu tetap berlaku atasnya dan dia mendapatkan
pahalaNya, dan barang siapa tidak ridha terhadap taqdirNya maka hal itupun tetap berlaku
atasnya, dan terhapus amalnya.

Ada dua sikap utama bagi seseorang ketika dia tertimpa sesuatu yang tidak diinginkan yaitu
ridha dan sabar. Ridha merupakan keutamaan yang dianjurkan, sedangkan sabar adalah
keharusan dan kemestian yang perlu dilakukan oleh seorang muslim.
Perbedaan antara sabar dan ridha adalah sabar merupakan perilaku menahan nafsu dan
mengekangnya dari kebencian, sekalipun menyakitkan dan mengharap akan segera berlalunya
musibah. Sedangkan ridha adalah kelapangan jiwa dalam menerima taqdir Allah swt. Dan
menjadikan ridha sendiri sebagai penawarnya. Sebab didalam hatinya selalu tertanam sangkaan
baik (Husnuzan) terhadap sang Khaliq bagi orang yang ridha ujian adalah pembangkit semangat
untuk semakin dekat kepada Allah, dan semakin mengasyikkan dirinya untuk bermusyahadah
kepada Allah.
Dalam suatu kisah Abu Darda, pernah melayat pada sebuah keluarga, yang salah satu
anggota keluarganya meninggal dunia. Keluarga itu ridha dan tabah serta memuji Allah swt.
Maka Abu Darda berkata kepada mereka. Engkau benar, sesungguhnya Allah swt. apabila
memutuskan suatu perkara, maka dia senang jika taqdirnya itu diterima dengan rela atau ridha.
Begitu tingginya keutamaan ridha, hingga ulama salaf mengatakan, tidak akan tampak di
akhirat derajat yang tertinggi daripada orang-orang yang senantiasa ridha kepada Allah swt.
dalam situasi apapun (Hikmah, Republika, Senin 5 Februari 2007, Nomor: 032/Tahun ke 15)
c. Ridha terhadap perintah orang tua.
Ridha terhadap perintah orang tua merupakan salah satu bentuk ketaatan kita kepada Allah
swt. karena keridhaan Allah tergantung pada keridhaan orang tua, perintah Allah dalam Q.S.
Luqman (31) ayat 14 ;

Artinya : Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibubapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan
menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu,
hanya kepada-Kulah kembalimu. (Q.S. Luqman :14)
Bahkan Rasulullah bersabda : Keridhaan Allah tergantung keridhaan orang tua, dan murka
Allah tergantung murka orang tua. Begitulah tingginya nilai ridha orang tua dalam kehidupan
kita, sehingga untuk mendapatkan keridhaan dari Allah, mempersyaratkan adanya keridhaan

orang tua. Ingatlah kisah Juraij, walaupun beliau ahli ibadah, ia mendapat murka Allah karena
ibunya tersinggung ketika ia tidak menghiraukan panggilan ibunya.

d. Ridha terhadap peraturan dan undang-undang negara


Mentaati peraturan yang belaku merupakan bagian dari ajaran Islam dan merupakan salah
satu bentuk ketaatan kepada Allah swt. karena dengan demikian akan menjamin keteraturan dan
ketertiban sosial. Mari kita hayati firman Allah dalam Q.S. an-Nisa (4) ayat 59 berikut :

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil
amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka
kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar
beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih
baik akibatnya.( Q.S. an-Nisa :59)
Ulil Amri artinya orang-orang yang diberi kewenangan, seperti ulama dan umara (Ulama dan
pemerintah). Ulama dengan fatwa dan nasehatnya sedangkan umara dengan peraturan dan
perundang-undangan yang berlaku.
Termasuk dalam ridha terhadap peraturan dan undang-undang negara adalah ridha terhadap
peraturan sekolah, karena dengan sikap demikian, berarti membantu diri sendiri, orang tua, guru
dan sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan. Dengan demikian mempersiapkan diri menjadi
kader bangsa yang tangguh.
Dalil Al-Quran :

Artinya :
Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada
mereka, dan berkata: "Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan sebagian dari karuniaNya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap
kepada Allah," (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka).

Tingkatan Ridho
1. Ridh al-muhsinn
Relanya seseorang kepada hukum Allah, tetapi tingkat ini belum mencapai tingkat rela
kepada kesulitan dan penderitaan.
2. Ridh al-Syuhadi
Kecintaannya kepada Allah tanpa mengharapkan balasan, menyebabkan dia rela terhadap hokum
dan terhadap segala sesuatu yang menimpanya.

3. Ridh al-shiddqna
Keasyikannya setiap saat menyatu bersama Allah, dan terus berusaha naik pada maqam-maqam
selanjutnya, sehingga merasakan kenikmatan bersama Allah apapun yang menimpanya. Ini
adalah urusan al-zauq (perasaan) karena syauq (rindunya) kepada Allah.
4. Ridh al-muqarrabn
Relanya orang-orang yang sudah kembali dari al-Haq kepada al-Khliq (Allah Swt.)
5

BAB IV
MANFAAT SIKAP RIDHO
A. NILAI POSITIF SIKAP RIDHO
Ridho merupakan kesadaran diri, perasaan jiwa, dan dorongan hati yang menyebabkan
seseorang berkenaan sepenuh hati untuk menerima apa yang didapat ataupun yang dihadapi
dengan penuh semangat dan rasa kasih sayang.

B. MEMBIASAKAN SIKAP RIDHO


Konsekuensi ridho kepada Alloh harus mengikuti semua yang diajarkan oleh Rasululloh saw.
(ittiba ar-Rasul). Apabila seorang rida kepada Alloh, tentu dia akan selalu berusaha melakukan
segala sesuatu yang diterima dari-Nya dan meninggalkan segala sesuatu yang dibenci-Nya.

BAB VI

PENUTUP
A. KESIMPULAN
Ridho adalah menerima dengan senang hati atas segala yang diberikan Allah swt, baik
berupa hokum (peraturan-peraturan) maupun ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan-Nya.
Sikap ridho harus ditunjukkan, baik ketika menerima nikmat maupun tatkala ditimpa musibah.

B. SARAN
Untuk membantu kita dalam memahami pengertian Ridho yang sebenarnya harus
kita pelajari terlebih dahulu lalu kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

BAB VII
DAFTAR PUSTAKA
1.

http://jajaka-aja.blogspot.com/2012/01/materi-aqidah-akhlak-tentang-adil-rida.html

2.

Al-quran

3.