Anda di halaman 1dari 21

ASAM AMINO DAN PROTEIN

Disusun Oleh : KELOMPOK 4


Agung Ramos F.

Noval Kriston S.

Averous Mutahari

Yohanes Roy S.

Azen Sukma

Arya Narendra

Agus Tri Askar

Muhammad Akmal

Yulinda Marissa

Ynry Ani S.

Dini Widia Lestari

Putri Amalia Kirana

Yanthi Christin F.

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN


UNIVERSITAS PADJADJARAN
2014

KATA PENGANTAR
Pertama-tama kami ucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT berkat
rahmatNya lah gagasan tertulis ini bisa selesai tepat waktu. Tak lupa kami juga
ucapkan terimakasih bagi Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya. Juga ucapan
terimakasih bagi teman teman kelompok yang telah membantu proses pengerjaan
makalah ini.
Mohon maaf apabila makalah kelompok kami masih terdapat kesalahan. Kami
menerima kritik dan saran yang membangun agar kami bisa lebih baik
kedepannya. Terimakasih atas perhatiannya.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................i
DAFTAR ISI............................................................................................................ii
BAB I.......................................................................................................................1
PENDAHULUAN...............................................................................................1
1.1

Latar Belakang.......................................................................................1

1.2

Tujuan....................................................................................................1

BAB II......................................................................................................................2
ISI.........................................................................................................................2
20 asam amino pembentuk protein :................................................................4
STRUKTUR PROTEIN.................................................................................10
BAB III..................................................................................................................16
KESIMPULAN..................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................17

ii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Tubuh manusia membutuhkan suatu asupan untuk mengahasilkan energy

yang nantinya dapat digunakan untuk kegiatan sel. Salah satu asupan yang
dibutuhkan tubuh manusia adalah protein, protein sangat dibutuhkan untuk
menopang kehidupan. Perlu diketahui Protein adalah molekul yang sangat penting
dalam sel yang berada pada tubuh kita. Protein dibutuhkan hampir di semua sel
tubuh manusia. Setiap protein dalam tubuh memiliki fungsi tertentu. Protein
memiliki peran yang berbeda antar yang satu dengan yang lainnya. Ada yang
berperan untuk gerakan tubuh dan untuk antibodi terhadap kuman. Protein
bervariasi dalam struktur serta fungsi. Protein sendiri terdiri dari satu set 20 asam
amino dan memiliki bentuk tiga dimensi yang berbeda.

1.2

Tujuan

1. Mahasiswa dapat memahami fungsi protein secara keseluruhan.


2. Mahasiswa dapat memahami proses terbentuknya protein.
3. Mahasiswa dapat mengetahui macam-macam asam amino pembentuk
molekul protein.

BAB II
ISI
Protein merupakan salah satu unsur yang paling penting bagi tubuh
manusia, protein dapat diperoleh dari berbagai macam sumber. Pada dasarnya
protein dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu protein nabati dan protein hewani.
Protein nabati bisa kita dapatkan dari produk hasil olahan dari kacang- kacangan
seperti tahu, tempe, susu kedelai dan semua jenis kacang. Sedangkan produk dari
protein hewani adalah semua makanan yang mengandung sumber dari hewan
seperti ayam, daging, dan ikan.
Protein dalam bahan makanan yang dikonsumsi manusia akan diserap oleh
usus dalam bentuk asam amino, kerana pada dasarnya protein terbentuk oleh
rangkaian asam amino.
Asam amino sendiri merupakan asam organik yang memiliki gugus amina,
hal ini dapat terlihat jelas dari namanya, asam (berarti memiliki gugus COOH)
dan amino (berarti memiliki gugus amina, NH2). Secara umum, struktur asam
amino terdiri dari satu gugus karboksilat, satu buah atom C, satu buah gugus
amina, dan satu buah gugus -R. Karena memiliki atom C, maka asam amino
memiliki dua buah isomer, yakni isomer L dan isomer D. Dalam senyawa protein,
sangat jarang sekali ditemukan adanya asam amino dengan konfigurasi D,
kebanyakan adalah L.

Isomer asam amino

Dalam menyusun protein, asam amino pembentuk protein membentuk


ikatan peptida dengan asam amino lainnya. Ikatan peptida adalah ikatan yang
terbentuk antara atom C karboksilat asam amino dengan atom N amina dari asam
amino lainnya. Pada prosesnya, reaksi ini melepaskan sebuah molekul H2O.

Reaksi pembentukan ikatan peptida


Hasil reaksi diatas adalah dipeptida, karena terbentuk dari dua asam amino.
Bagaimanapun dipeptida masih memiliki gugus karboksilat dan amina, sehingga
reaksi pembentukan ikatan peptida masih dapat terus terjadi. Dipeptida dapat
bereaksi dengan asam amino atau dipeptida lainnya membentuk oligopeptida.
Oligopeptida pun masih bisa terus bereaksi dengan asam amino atau oligopeptida
lainnya, pada akhirnya terbentuklah protein. Lepasnya gugus -OH asam
karboksilat dan -H amin pada proses pembentukan ikatan peptida menyebabkan
struktur asam amino pada oligopeptida atau protein tidak lagi lengkap sebagai
asam amino. Oleh karena itu, kata paling tepat untuk menyebutkannya adalah
"residu asam amino".
Protein terbentuk dari sekitar 20 jenis asam amino. Asam amino tersebut
dapat disintesis dalam tubuh, kecuali 8 asam amino (10 untuk bayi). Asam-asam
esensial haruslah terdapat dalam makanan. Kekurangan satu saja asam amino akan
mengganggu sintesis protein. Asam amino yang dapat disintesis dalam tubuh

disebut asam amino nonesensial. Contoh asam amino esensial, yaitu valin, leusin,
isoleusin.
Sebagian besar protein nabati tidak mengandung satu atau lebih asam
amino esensial. Misalnya, protein beras tidak mengandung lisin dan treonin,
protein gandum tidak mengandung lisin dan triptofan. Jadi, orang yang makan
hanya nasi saja dapat menderita kekurangan gizi. Di pihak lain, protein hewani
mengandung seluruh asam amino dalam jumlah yang memadai. Tubuh kita
memerlukan sekitar 0,8 g protein per kg berat badan. Kekurangan protein dapat
menyebabkan retardasi (keterbelakangan) fisik maupun mental.
20 asam amino pembentuk protein :
1. Alanin (Ala)
Alanin (Ala) atau asam 2-aminopropanoat merupakan salah satu asam amino
bukan esensial.
Gugus metil pada alanina sangat tidak reaktif sehingga jarang terlibat langsung
dalam fungsi protein (enzim). Alanina dapat berperan dalam pengenalan substrat
atau spesifisitas, khususnya dalam interaksi dengan atom nonreaktif seperti
karbon. Dalam proses pembentukan glukosa dari protein, alanina berperan dalam
daur alanina.
2. Arginin (Arg)
Asam amino arginin memiliki kecenderungan basa yang cukup tinggi akibat
eksesi dua gugus amina pada gugus residunya.
Bagi anak-anak, asam amino ini esensial. Pangan yang menjadi sumber utama
arginin adalah produk-produk peternakan (dairy products) seperti daging, susu
(dan olahannya), dan telur. Dari produk tumbuhan dapat disebutkan cokelat dan
biji kacang tanah.
3. Asparagin (Asn)

Asparagin adalah analog dari asam aspartat dengan penggantian gugus karboksil
oleh gugus karboksamid. Asparagin bersifat netral (tidak bermuatan) dalam
pelarut air.
Asparagina merupakan asam amino pertama yang berhasil diisolasi. Namanya
diambil karena pertama kali diperoleh dari jus asparagus.
Fungsi biologi: Asparagina diperlukan oleh sistem saraf untuk menjaga
kesetimbangan dan dalam transformasi asam amino. Ia berperan pula dalam
sintesis amonia.
4. Asam aspartat (Asp)
Asam aspartat merupakan satu dari 20 asam amino penyusun protein. Asparagin
merupakan asam amino analognya karena terbentuk melalui aminasi aspartat pada
satu gugus hidroksilnya.
Fungsinya diketahui sebagai pembangkit neurotransmisi di otak dan saraf otot.
Diduga, aspartat berperan dalam daya tahan terhadap kepenatan. Senyawa ini juga
merupakan produk dari daur urea dan terlibat dalam glukoneogenesis
5. Sistein (Cys)
Sistein merupakan asam amino bukan esensial bagi manusia yang memiliki atom
S, bersama-sama dengan metionin. Atom S ini terdapat pada gugus tiol (dikenal
juga sebagai sulfhidril atau merkaptan). Karena memiliki atom S, sisteina menjadi
sumber utama dalam sintesis senyawa-senyawa biologis lain yang mengandung
belerang. Sisteina dan metionin pada protein juga berperan dalam menentukan
konformasi protein karena adanya ikatan hidrogen pada gugus tiol.
6. Glutamine (Gln)
Glutamin adalah satu dari 20 asam amino yang memiliki kode pada kode genetik
standar. Rantai sampingnya adalah suatu amida. Glutamina dibuat dengan
mengganti rantai samping hidroksil asam glutamat dengan gugus fungsional
amina.

Glutamina merupakan bagian penting dari asimilasi nitrogen yang berlangsung


pada tumbuhan. Amonia yang diserap tumbuhan atau hasil reduksi nitrit diikat
oleh asam glutamat menjadi glutamina dengan bantuan enzim glutamin sintetase
atau GS.
Glutamina dijadikan suplemen atlet binaraga untuk mengganti kerusakan otot
dengan segera akibat latihan beban yang berat.
7. Asam glutamate (Glu)
Asam glutamat termasuk asam amino yang bermuatan (polar) bersama-sama
dengan asam aspartat. Ini terlihat dari titik isoelektriknya yang rendah, yang
menandakan ia sangat mudah menangkap elektron (bersifat asam menurut Lewis).
Asam glutamat dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia sehingga tidak
tergolong esensial.
Ion glutamat merangsang beberapa tipe saraf yang ada di lidah manusia. Sifat ini
dimanfaatkan dalam industri penyedap. Garam turunan dari asam glutamat, yang
dikenal sebagai mononatrium glutamat ( dikenal juga sebagai monosodium
glutamat, MSG, vetsin atau micin), sangat dikenal dalam dunia boga Indonesia
maupun Asia Timur lainnya sebagai penyedap masakan.
8. Glisin (Gly)
Glisina atau asam aminoetanoat adalah asam amino alami paling sederhana.
Rumus kimianya C2H5NO2. Asam amino ini bagi manusia bukan merupakan
asam amino esensial karena tubuh manusia dapat mencukupi kebutuhannya.
Glisina merupakan asam amino yang mudah menyesuaikan diri dengan berbagai
situasi karena strukturnya sederhana. Secara umum protein tidak banyak
mengandung glisina. Pengecualiannya ialah pada kolagen yang dua per tiga dari
keseluruhan asam aminonya adalah glisina.

Glisina merupakan asam amino nonesensial bagi manusia. Tubuh manusia


memproduksi glisina dalam jumlah mencukupi. Glisina berperan dalam sistem
saraf sebagai inhibitor neurotransmiter pada sistem saraf pusat (CNS).
9. Histidin (His)
Histidina merupakan satu dari 20 asam amino dasar yang ada dalam protein. Bagi
manusia histidina merupakan asam amino yang esensial bagi anak-anak. Fungsi
Histidina menjadi prekursor histamin, suatu amina yang berperan dalam sistem
saraf, dan karnosin, suatu asam amino.
10. Isoleusin (Ile)
Isoleusina adalah satu dari asam amino penyusun protein yang dikode oleh DNA.
Rumus kimianya sama dengan leusinhidrofobik (tidak larut dalam air) dan
esensial bagi manusia. tetapi susunan atom-atomnya berbeda. Ini berakibat pada
sifat yang berbeda. Isoleusina bersifat
Walaupun berdasarkan strukturnya ada empat kemungkinan stereoisomer seperti
treonin, isoleusina alam hanya tersedia dalam satu bentuk saja.
11. Leusin (Leu)
Leusina merupakan asam amino yang paling umum dijumpai pada protein. Ia
mutlak diperlukan dalam perkembangan anak-anak dan dalam kesetimbangan
nitrogen bagi orang dewasa. Ada dugaan bahwa leusina berperan dalam menjaga
perombakan dan pembentukan protein otot. Leusina tergolong asam amino
esensial bagi manusia.
12. Lisin (Lys)
Lisina (bahasa Inggris lysine) merupakan asam amino penyusun protein yang
dalam pelarut air bersifat basa, seperti juga histidin. Lisina tergolong esensial bagi
manusia dan kebutuhan rata-rata per hari adalah 1- 1,5 g. Lisina menjadi kerangka
bagi niasin (vitamin B1). Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan pelagra.
Lisina juga dilibatkan dalam pengobatan terhadap penyakit herpes.

Biji-bijian serealia terkenal miskin akan lisina. Sebaliknya, biji polong-polongan


kaya akan asam amino ini.

13. Metionin (Met)


Metionina, bersama-sama dengan sistein, adalah asam amino yang memiliki atom
S. Asam amino ini penting dalam sintesis protein (dalam proses transkripsi, yang
menerjemahkan urutan basa nitrogen di DNA untuk membentuk RNA) karena
kode untuk metionina sama dengan kode awal (start) untuk suatu rangkaian RNA.
Biasanya, metionina awal ini tidak akan terikut dalam protein yang kelak
terbentuk karena dibuang dalam proses pascatranskripsi.
14. Fenilalanin (Phe)
Fenilalanina adalah suatu asam amino penting dan banyak terdapat pada makanan,
yang bersama-sama dengan asam amino tirosin dan triptofan merupakan
kelompok asam amino aromatik yang memiliki cincin benzena.
Fenilalanina bersama-sama dengan taurin dan triptofan merupakan senyawa yang
berfungsi sebagai penghantar atau penyampai pesan (neurotransmitter) pada
sistem saraf otak.
Dalam keadaan normal, fenilalanina diubah menjadi tirosin dan dibuang dari
tubuh. Gangguan dalam proses ini (penyakitnya disebut fenilketonuria atau
fenilalaninemia atau fenilpiruvat oligofrenia, disingkat PKU) menyebabkan
fenilalanina tertimbun dalam darah dan dapat meracuni otak serta menyebabkan
keterbelakangan mental. Penyakit ini diwariskan secara genetik: tubuh tidak
mampu menghasilkan enzim pengolah asam amino fenilalanina, sehingga
menyebabkan kadar fenilalanina yang tinggi di dalam darah, yang berbahaya bagi
tubuh.
15. Prolin (Pro)

Prolina merupakan satu-satunya asam amino dasar yang memiliki dua gugus
samping yang terikat satu-sama lain (gugus amino melepaskan satu atom H untuk
berikatan dengan gugus sisa). Akibat strukturnya ini, prolina hanya memiliki
gugus amina sekunder (-NH-). Beberapa pihak menganggap prolina bukanlah
asam amino karena tidak memiliki gugus amina namun imina namun pendapat ini
tidak tepat.
Fungsi terpenting prolina tentunya adalah sebagai komponen protein. Sel tumbuhtumbuhan tertentu yang terpapar kondisi lingkungan yang kurang cocok (misalnya
kekeringan) akan menghasilkan prolina untuk menjaga keseimbangan osmotik sel.
Prolina dibuat dari asam L-glutamat dengan prekursor suatu asam imino. Prolina
bukan merupakan asam amino esensial bagi manusia.
16. Serine (Ser)
Serina merupakan asam amino penyusun protein yang umum ditemukan pada
protein hewan. Protein mamalia hanya memiliki L-serin. Serina bukan merupakan
asam amino esensial bagi manusia. Namanya diambil dari bahasa Latin, sericum
(berarti sutera) karena pertama kali diisolasi dari protein serat sutera pada tahun
1865. Strukturnya diketahui pada tahun 1902.
Fungsi biologi dan kesehatan:
Serina penting bagi metabolisme karena terlibat dalam biosintesis senyawasenyawa purin dan pirimidin, sistein, triptofan (pada bakteria), dan sejumlah besar
metabolit lain.
17. Treonin (Thr)
Treonina merupakan salah satu dari 20 asam amino penyusun protein. Bagi
manusia, treonina bersifat esensial. Tubuh manusia tidak memiliki enzim
pembentuk treonina namun manusia memerlukannya, sehingga treonina esensial
(secara gizi) bagi manusia.

Kehadiran enzim treonina-kinase dapat menyebabkan fosforilasi pada treonina,


menghasilkan fosfotreonina, senyawa antara penting pada biosintesis metabolit
sekunder.
18. Tritofan (Trp)
Triptofan merupakan satu dari 20 asam amino penyusun protein yang bersifat
esensial bagi manusia. Bentuk yang umum pada mamalia adalah, seperti asam
amino lainnya, L-triptofan. Meskipun demikian D-triptofan ditemukan pula di
alam
Fungsi biologi dan kesehatan:
Gugus fungsional yang dimiliki triptofan, indol, tidak dimiliki asam-asam amino
dasar lainnya. Akibatnya, triptofan menjadi prekursor banyak senyawa biologis
penting yang tersusun dalam kerangka indol. Triptofan adalah prekursor
melatonin (hormon perangsang tidur), serotonin (suatu transmiter pada sistem
saraf) dan niasin (suatu vitamin).
19. Tirosin (Tyr)
Pembentukan tirosina menggunakan bahan baku fenilalanin oleh enzim Phehidroksilase. Enzim ini hanya membuat para-tirosina. Dua isomer yang lain
terbentuk apabila terjadi serangan dari radikal bebas pada kondisi oksidatif
tinggi (keadaan stress).
Fungsi biologi dan kesehatan:
Tirosina tidak bersifat esensial bagi manusia. Oleh enzim tirosina hidroksilase,
tirosina diubah menjadi DOPA yang merupakan bagian dari manajemen terhadap
penyakit Parkinson.
20. Valin (Val)
Valina adalah salah satu dari 20 asam amino penyusun protein yang dikode oleh
DNA. Dalam ilmu gizi, valina termasuk kelompok asam amino esensial.
Namanya berasal dari nama tumbuhan valerian (Valeriana officinalis).

10

Sifat valina dalam air adalah hidrofobik (takut air) karena ia tidak bermuatan.
Pada penyakit anemia bulan sabit (sel-sel eritrosit tidak berbentuk seperti pil
tetapi seperti bulan sabit, sickle-cell anaemia), valina menggantikan posisi asam
glutamat, asam amino lain yang hidrofilik (suka air), pada hemoglobin.
Akibatnya bentuk sel berubah dan kehilangan kemampuan mengikat oksigen
secara efektif.
STRUKTUR PROTEIN
Protein yang tersusun dari rantai asam amino akan memiliki berbagai
macam struktur yang khas pada masing-masing protein. Karena protein disusun
oleh asam amino yang berbeda secara kimiawinya, maka suatu protein akan
terangkai melalui ikatan peptida dan bahkan terkadang dihubungkan oleh ikatan
sulfida. Selanjutnya protein bisa mengalami pelipatan-pelipatan membentuk
struktur yang bermacam-macam. Adapun struktur protein meliputi struktur primer,
struktur sekunder, struktur tersier, dan struktur kuartener (Gambar 2).

Gambar 3. Reaksi pembentukan peptida melalui reaksi dehidrasi (Voet & Judith,
2009).

11

Gambar 4. Struktur primer dari protein (Campbell et al., 2009)


Struktur primer merupakan struktur yang sederhana dengan urutan-urutan asam
amino yang tersusun secara linear yang mirip seperti tatanan huruf dalam sebuah
kata dan tidak terjadi percabangan rantai (Gambar 4). Struktur primer terbentuk
melalui ikatan antara gugus amino dengan gugus karboksil (Gambar 3).
Ikatan tersebut dinamakan ikatan peptida atau ikatan amida (Berg et al., 2006;
Lodish et al., 2003). Struktur ini dapat menentukan urutan suatu asam amino dari
suatu polipeptida
Struktur

sekunder merupakan

kombinasi

antara

struktur

primer

yang

linear distabilkan oleh ikatan hidrogen antara gugus =CO dan =NH di sepanjang
tulang belakang polipeptida. Salah satu contoh struktur sekunder adalah -heliks
dan -pleated (Gambar 5 dan 6). Struktur ini memiliki segmen-segmen dalam
polipeptida yang terlilit atau terlipat secara berulang.

12

Gambar 5. Struktur sekunder -heliks (Murray et al, 2009)

Gambar 6. Struktur sekunder -pleated (Campbell et al., 2009).


Struktur -heliks terbentuk antara masing-masing atom oksigen karbonil pada
suatu ikatan peptida dengan hidrogen yang melekat ke gugus amida pada suatu
ikatan peptida empat residu asam amino di sepanjang rantai polipeptida.

Pada struktur sekunder -pleated terbentuk melalui ikatan hidrogen antara daerah
linear rantai polipeptida. -pleated ditemukan dua macam bentuk, yakni
antipararel dan pararel (Gambar 7 dan 8). Keduanya berbeda dalam hal pola
ikatan hidrogennya. Pada bentuk konformasi antipararel memiliki konformasi
ikatan sebesar 7 , sementara konformasi pada bentuk pararel lebih pendek yaitu

13

6,5 (Lehninger et al, 2004). Jika ikatan hidrogen ini dapat terbentuk antara dua
rantai polipeptida yang terpisah atau antara dua daerah pada sebuah rantai tunggal
yang melipat sendiri yang melibatkan empat struktur asam amino, maka dikenal
dengan istilah turn yang ditunjukkan dalam Gambar 9.

Gambar 7. Bentuk konformasi antipararel (Berg, 2006).

Gambar 8. Bentuk konformasi pararel (Berg, 2006).

14

Gambar 9. Bentuk konformasi turn yang melibatkan empat residu asam amino
(Lehninger et al., 2004).

Struktur tersier dari suatu protein adalah lapisan yang tumpang tindih di atas
pola struktur sekunder yang terdiri atas pemutarbalikan tak beraturan dari ikatan
antara rantai samping (gugus R) berbagai asam amino (Gambar 10). Struktur ini
merupakan konformasi tiga dimensi yang mengacu pada hubungan spasial antar
struktur sekunder. Struktur ini distabilkan oleh empat macam ikatan, yakni ikatan
hidrogen, ikatan ionik, ikatan kovalen, dan ikatan hidrofobik. Dalam struktur ini,
ikatan hidrofobik sangat penting bagi protein. Asam amino yang memiliki sifat
hidrofobik akan berikatan di bagian dalam protein globuler yang tidak berikatan
dengan air, sementara asam amino yang bersifat hodrofilik secara umum akan
berada di sisi permukaan luar yang berikatan dengan air di sekelilingnya

15

Gambar 10. Bentuk struktur tersier dari protein denitrificans cytochrome C550
pada bakteriParacoccus denitrificans (Timkovich and Dickerson, 1976).

Struktur kuarterner adalah gambaran dari pengaturan sub-unit atau promoter


protein dalam ruang. Struktur ini memiliki dua atau lebih dari sub-unit protein
dengan struktur tersier yang akan membentuk protein kompleks yang fungsional.
ikatan yang berperan dalam struktur ini adalah ikatan nonkovalen, yakni interaksi
elektrostatis, hidrogen, dan hidrofobik. Protein dengan struktur kuarterner sering
disebut juga dengan protein multimerik. Jika protein yang tersusun dari dua subunit disebut dengan protein dimerik dan jika tersusun dari empat sub-unit disebut
dengan protein tetramerik

16

BAB III
KESIMPULAN
Protein merupakan suatu unsur yang penting bagi tubuh untuk kegiatan
sel, protein yang dibutuhkan oleh tubuh dapat diproduksi oleh tubuh ataupun
bersal dari makanan yang kita makan. Protein tersusun dari asam amino yang
saling berikatan dengan asam amino yang lain, ikatan antar asam amino ini
disebut dengan ikatan peptide. Terdapat 20 macam asam amino penyusun protein,
masing-masing asam amino tersebut memiliki fungsi masing-masing. Protein
yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan akan diserap di dalam usus dalam
bentuk asam amino, tubuh yang kekurangan asupan asam amino akan
menyebabkan terganggunya proses terbentuknya protein dalam tubuh yang
tentunya dapat menyebabkan berbagai macam penyakit dalam tubuh.

17

DAFTAR PUSTAKA
http://dokterdewikusumastuti.blogspot.com/2013/07/protein-terbentuk-darisekitar-20-jenis.html
http://majalahkimia.blogspot.com/2012/01/struktur-protrein.html
http://www.generasibiologi.com/2012/09/struktur-dan-fungsi-protein.html
http://anambascreative.blogspot.com/2011/12/20-asam-amino-serta-fungsi-danmanfaat.html

18