Anda di halaman 1dari 12

PERANCANGAN PENGADUK (MIXER) ZAT KIMIA PENJERNIH AIR KEBUTUHAN

PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA BUKITTINGGI


MUHAMMAD FITRAH

ABSTRAK
Pengadukan adalah operasi yang menciptakan terjadinya gerakan didalam bahan yang diaduk.
Tujuan dari pada operasi pengadukan terutama adalah terjadinya pencampuran. Pencampuran
adalah suatu operasi yang bertujuan untuk mengurangi ketidaksamaan komposisi, suhu, atau
sifat yang lain yang terdapat dalam suatu bahan atau bisa juga pencampuran adalah
penggabungan dua atau lebih bahan yang berbeda fase, seperti fluida atau padatan halus dan hal
ini bertujuan untuk mengacak yang satu terhadap yang lain sehingga terjadi distribusi.
Pencampuran dapat menimbulkan gerak didalam bahan itu yang menyebabkan bagian-bagian
bahan saling bergerak satu terhadap yang lainnya, sehingga operasi pengadukan hanyalah salah
satu cara operasi pencampuran. Istilah pencampuran digunakan untuk berbagai ragam operasi,
dimana derajat homogenitas bahan yang bercampur itu sangat berbeda.
1. PENDAHULUAN
Perkembangan di bidang perusahaan daerah air minum di Indonesia sudah sangat pesat.
Permasalahan yang timbul adalah sebagian proses pengadukan zat kimia penjernih air
menggunakan cara manual atau tenaga manusia yang kurang efektif. Hal tersebut
diketahui dari hasil pengadukan zat kimia dalam jumlah yang relatif banyak
memerlukan waktu pengadukan yang relatif lama sehingga pemenuhan kebutuhan
penjernihan untuk air dalam jumlah banyak kurang maksimal. Selain proses pengadukan
masalah yang sering timbul adalah hasil dari pengadukan dan pencampuran zat kimia
seperti Tawas, PAC, Kaporit, Kapur tohor yang kurang merata karena pengadukan zat
kimia dalam jumlah banyak dengan menggunakan cara manual. Oleh karena itu demi
keoptimalan pemenuhan penjernihan air saya merancang alat pengaduk zat kimia yang
berfungsi memproses pengadukan dan pencampuran zat kimia supaya lebih merata
dengan waktu yang relatif singkat.
2. LANDASAN TEORI
Pengaduk berfungsi untuk menggerakkan bahan (cair, cair/padat, cair,cair/gas,
cair/padat/gas) di dalam bejana pengaduk. Biasanya yang berlangsung adalah gerakan
turbulen (misalnya untuk melaksanakan reaksi kimia, proses pertukaran panas, proses
pelarutan). Alat pengaduk terdiri atas sumbu pengaduk dan strip pengaduk yang
dirangkai menjadi satu kesatuan atau dapat dipisah-pisah menjadi 2-3 bagian pengaduk
yang dapat dipisah-pisahkan juga dapat dibongkar pasang didalam satu unit tangki
pengaduk.
Pencampuran di dalam tangki pengaduk terjadi karena adanya gerak rotasi dari
pengaduk dalam fluida. Gerak dari pengaduk ini memotong fluida tersebut dan dapat
menimbulkan arus eddy yang bergerak ke seluruh sistem fluida itu. Oleh karena itu,

pengaduk merupakan bagian yang paling penting dalam suatu operasi fase cair dengan
tangki berpengaduk.
2.3.1. Mesin Pengaduk
Mesin pengaduk zat kimia penjernih air merupakan suatu alat yang berfungsi untuk
mengaduk zat kimia penjernih air seperti kaporit,PAC,Tawas dan kapur tohor. zat kimia
tersebut diaduk dalam satu tabung yang disebut tabung pengaduk. Mesin ini juga
dilengkapi dengan motor Listrik atau motor bensin untuk penggerak mixer yang
berfungsi untuk mengaduk zat kimia penjernih air. Sedangkan untuk pemindah putaran
dan daya dari motor listrik atau motor bensin di gunakan poros, sabuk atau belt.
2.3.2. Komponen Mesin Pengaduk
Komponen utama pada mesin Mesin pengaduk zat kimia penjernih air body kendaraan
bermotor yaitu :
1. Motor listrik
2. Pully dan sabuk
3. Pasak
4. Poros
5. Bantalan
6. Mixer
7. Tabung pengaduk

Gambar : Mesin Pengaduk

Gambar 2.5 : pengaduk jenis pedal

Dari gambar diatas dapat di ketahui luas permukaan dari mixer dengan menggunakan
rumus :
1 = 4 (1 +21 )
1 = 4 (2 + 22 )
Untuk menghitung diameter mixer maka bisa dihitung menggunakan rumus dibawah ini
:
Dmixer = 2. mixer + 2. poros
Tujuan adanya perbedaan antara sirip pertama (t1) dengan sirip kedua (t2), agar zat
kimia penjernih air yang berpindah akibat dorongan dari sirip pertama (t1) dapat
dilangsungkan oleh sirip yang kedua (t2), dalam waktu yang bersamaan menghasilkan
dua langkah kerja satu kali putaran poros mixer.
2.3.5. Kecepatan pengaduk
Kecepatan pengaduk yang umumnya digunakan pada operasi industri kimia
adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1 . Kriteria pengaduk
No Jenis pengaduk/ mixer
Kecepatan putaran (rpm)
Dimensi
1
Paddle
20 150
Diameter: 50-80% lebar tangki
2
Turbine
10 150
Diameter:30-50% lebar tangki
3
Propeller
400 1750
Diameter maximal 100 cm
Daya adalah kemampuan untuk melakukan kerja, sebagai penggerak mesin pengaduk
zat kimia penjernih air system putar. Mesin pengaduk zat kimia penjernih air sitem putar
ini memakai motor listrik sebagai penggerak dengan spesifikasi motor sebagai berikut :

maka daya rencana (pd)


Pd = fc.P .(2.1)
N=

2.. .
33.000 (12)

.(2.2)

Dimana :
P = Daya nominal motor penggerak
Fc = factor koreksi dilihat pada table 2.1
Jika daya yang diketahui dalam HP, maka arus dikalikan dengan 0,746 untuk
mendapatkan daya dalam KW.
Table 2.3. Faktor-faktor koreksi daya yang ditransmisikan.
Daya yang akan ditranmisikan
Daya rata-rata yang diperlukan
Daya maksimum yang diperlukan
Daya normal

Fc
1,2-2,0
0,8-1,2
1,0-1,5

Momen puntir yang bekerja pada poros mesin penggerak dapat dicari dengan (Sularso
dan Kiyokatsu, 1997) :
T = 9,74.105

...(2.3)

Dimana :
T = momen puntir (kg.mm)
n = putaran (rpm)
sumber : Nieman G, 1992, Elemen mesin
Adapun untuk menentukan besarnya daya motor yang dibutuhkan, dipakai rumus (
sularso dan kiyokatsu, 1997 Hal : 7) sebagai berikut :
1. Momen puntir ( T )
T = 9,74.105

.(2.4)

Dimana :
T = momen puntir (kg.mm)
N = putaran (rpm)
Tegangan Geser izin ( )

(1.2

.(2.5)

Dimana :
= tegangan tarik bahan /2 (lihat table 2.4)
S1 = factor keamanan
5,6 untuk bahan SF dan 6.0 untuk bahan Sc
S2 = factor keamanan pengaruh konsentransi pasak (1,3- 3,0)
Table 2.4. Pemilihan Bahan Poros
No

Standar dan macam

Lambang

Perlakuan panas

Baja Karbon
Konstruksi Mesin
(JIS G 4501)

S30C
S35C
S40C
S45C
S50C
S55C

Penormalan
Idem
Idem
Idem
Idem
idem

Batang Baja yang


difinis Dingin

S35C-D
S45C-D
S55C-D

Standar dan Macam

Lambang
SNCM 1
SNCM 2
SNCM 7
SNCM 8
SNCM 22
SNCM 23
SNCM 25

Baja khrom nikel


Molibden (JIS G 4103)

Kekuatan tarik
(/2 )
48
52
55
58
62
66

53
60
72

Perlakuan panas

Pengerasan kulit

Kekuatan tarik
(/2 )
85
95
100
105
90
100
120

2. Diameter poros (ds)


5,1

Ds =[

. . T ]1/3 .....(2.6)

Sumber : Nieman G, 1997, Elemen mesin


Dimana :
Kt = factor koreksi untuk pengaruh momen puntir
1,0
: untuk beban dikenakan secara halus
1,0-1,5 : untuk beban kejutan dan dan tumbukan
1,5-3,0 :untuk beban tumbukan besar

\3. METODOLOGI PENELITIAN


Penelitian ini dilakukan pada perusahaan daerah air minum kota bukittinggi (PDAM) yang
dilakukan dari bulan November 2013 februari 2014.
Gambar Mesin Pengaduk

pully

Motor listrik

belt

Tabung pengaduk

poros

kerangka

mixer

Gambar 3.1. Mesin pengaduk


Keterangan gambar 3.1 :
1. Motor listrik
2. Rangka pengaduk
3. Transmisi belt

4.
5.
6.
7.

Pully
Tabung pengaduk
Mixer
Poros

3.4. Prosedur perancangan


dalam pelaksanaan perancangan dibutuhkan peralatan antara lain :
1. Jangka sorong
2. Meteran

3. Rol baja

Dari hasil pengukuran yang telah dilakukan pada mesin pengaduk/mixer tersebut
maka di dapat data-data seperti berikut :
Motor penggerak
Motor penggerak untuk pengaduk digunakan yaitu motor listrik dengan
spesifikasi motor sebagai berikut:
1. Putaran N2
= 1750 rpm
2. Hp
= 7/5 Hp
Poros pengaduk
Poros pengaduk yang sering berhenti lama dan dugunakan untuk air minum
masyarakat maka di pilih bahan poros yang terbuat dari bahan yang tahan
korosi, maka digunakan baja khrom nikel dan pengukurannya sebagai
berikut :
1. Panjang poros
= 960 mm
2. Diameter poros
= 13 mm
Pengaduk/mixer
Pada perancangan mixer, bahan yang dugunakan adalah baja khrom nikel
dengan pengukurannya sebagai berikut :
1. Diameter poros mixer = 10 mm
2. Diameter mixer
= 320 mm
3. Jari-jari mixer terbesar = 150 mm
4. Tinggi mixer terkecil = 250 mm
5. Jari-jari mixer terkecil = 75 mm
6. Tinggi mixer terbesar = 300 mm
Tangki pengaduk
Tangki pengaduk digunakan tangki plastic agar anti karat, pengukuran
tangki adalah sebagai berikut
1. Diameter tangki
= 960 mm
2. Tinggi tangki
= 960 mm
3. Volume Tangki
= 289 L

4.PERANCANGAN
a. Perancangan pengaduk/ Mixer

Jadi perancangan Luas mixer ini, maka di rencanakan pengukuran mixer sebagai berikut
:
1 = 150 mm
1 = 300 mm
2 = 75 mm
2 = 250 mm
Untuk menghitung luas bahan yang terpakai dalam perancangan mixer adalah dengan
menggunakan rumus sebagai berikut :

1 = 4 (1 +2 1 )
1 = 4 (1 +2 1 )
= 4 ( 300 mm +2.150)
= 2400 mm
2 = 4 (2 + 2r2 )
= 4(250 + 2.75)
= 1216 mm
= 1 + 2
= 2400 + 1216

= 2280 mm
untuk menghitung Diameter pengaduk/ mixer maka digunakan rumus sebagai berikut
= 2. + 2.poros mixer
= 2.150 + 2.10
= 320 mm
b. Perhitungan daya Motor
1. Jadi Untuk menentukan Daya dan putaran motor yang bekerja, maka digunakan rumus
sebagai berikut :
N=

2.. . .
33.000 (12)

(2.1)

Dimana :
N = daya ( Hp)
n = Putaran motor Listrik ( 1750 rpm )
m = Massa (50 kg)
= viskositas Larutan Tawas (1,04) Dalam temperature 18
Jadi :
N=

2.3,14.1,04.50 .1750
33.000 (12)

N=

571480
396000

N = 1,4 Hp
= 7/5 Hp
c. Menghitung Poros
1. Daya rencana (pd)
Pd = P.Fc Fc = 1,0 1,5
Dimana :
P = 1,6 Kw ( Daya nominal Motor penggerak )
Fc = 1,4 (factor koreksi pada table 2.1 )
Maka Daya yang direncanakan
Pd = 1,6 x 1,4 = 2,4 kW
2. Momen puntir atau momen rencana ( T )
T = 9,74.105
Dimana :

T = Momen puntir
Pd = Daya rencana
n = putan motor
Jadi :
T = 9,74.105

2,4
1750

T = 1335,7 kg.mm
Direncanakan bahan poros yaitu Baja Karbon S55C-D dengan B atau tegangan
tarik = 72 kg/2 .
3. Tegangan Geser yang diizinkan (a)

a =
(1.2)

Dimana :
= Tegangan Geser izin
= Tegangan Tarik Bahan Poros
1 = Faktor Keamanan
2 = Faktor keamanan pengaruh kosentrasi pasak
Jadi :
72
6,0.3.0

a =

a = 4 kg/mm

4. Diameter poros (ds )


ds =

5,1

[. .T]

Dimana :
ds = Diamater Poros
= Tegangan Geser Izin
. = Faktor Koreksi untuk momen puntir
= Faktor koreksi untuk beban lentur
= Momen puntir
Jadi :
ds =

5,1
4

[ 1,0.1,2.1335,7]

ds = 12,9 mm
Diameter poros diambil 13 mm (dibulatkan)

5. Tegangan geser yang terjadi ( )


=

5,1
3

Dimana :
= Tegangan geser yang terjadi
ds = Diamater Poros
T = Momen Puntir
Jadi :
=

5,1
(13 )3

1335,7 kg/m2

= 3,10 kg/m2
maka didapat < a sehingga poros aman dipakai.
6.KESIMPULAN
. Kesimpulan
Dalam perancangan Pengaduk Zat Kimia Penjernih Air ini ada beberapa kesimpulan
yang dapat di ambil :
1. Mesin pengaduk Zat kimia penjernih air ini Merupakan kontruksi mesin yang
sangat sederhana, hal ini memberikan keuntungan dalam segi perawatannya baik
perawatan secara mekanik maupun secara kimiawi.
2. Mesin pengaduk zat kimia ini merupakan suatu mesin yang dapat digunakan
oleh perusahaan daerah air minum, karena mesin ini sangat sederhana dan
harganya terjangkau.
3. Mesin pengaduk zat kimia ini menggunakan daya 1,5 Hp dan putaran mesin
1750 rpm .

5.2. Saran
Perancangan pengaduk zat kimia penjernih air ini masih belum sempurna, sehingga
diharapkan mesin perlu disempurnakan lagi. Dalam pembahasan masih ada kelemahan
yang harus diperbaiki. Hal yang perlu diperbaiki antara lain :
1. Desain konstruksi diperbaiki agar nyaman khususnya dari segi dimensi
dan bentuknya.
2. Bahan sirip dipilihkan yang mampu menahan korosi dari proses
pengadukan zat kimia
3. Tabung pengaduk diperbesar agar bahan yang dihasikan juga besar

DAFTAR PUSTAKA
George E. Diater, First Metric Edition, Enginering Design Mc Grow Hill
Nieman G, 1997, Elemen Mesin Erlangga Jakarta
Sularso, Kiyokatsu Suga, 1987, Dasar- Dasar Perencanaan dan Pemilihan
Elemen Mesin" Pradya Paramitha, Jakarta
Sato, G. Takhesi and N. Sugiartono Hartanto, Menggambar Mesin
Www.Google.com