Anda di halaman 1dari 26

MANAJEMEN KEPERAWATAN

Pendahuluan
Manajemen merupakan proses bekerja dengan dan melalui orang lain untuk
mencapai tujuan organisasi dalam suatu lingkungan yang berubah. Manajemen
juga merupakan proses mengumpulkan dan mengorganisir sumber-sumber dalam
mencapai tujuan (melalui kerja orang lain) yang mencerminkan kedinamisan
organisasi. Arah tujuan yang harus dicapai ditetapkan berdasarkan misi, filosofi,
dan tujuan organisasi.
Proses manajemen meliputi kegiatan mencapai tujuan organisasi melalui
perencanaan organisasi, pengarahan; dan pengendalian sumber daya manusia,
fisik, dan teknologi. Karena itu semua perawat yang terlibat dalam manajemen
keperawatan dianggap perlu untuk memahami misi, filosofi, dan tujuan pelayanan
keperawatan serta kerangka konsep kerja.
Manajemen keperawatan mempunyai lingkup manajemen operasional yang
merencanakan,

mengatur

dan

menggerakkan

para

karyawannya

untuk

memberikan pelayanan keperawatan yang sebaik-baiknya kepada pasien melalui


manajemen asuhan keperawatan. Agar dapat memberikan pelayanan keperawatan
dengan sebaik-baiknya pada pasien diperlukan suatu standar yang akan digunakan
baik sebagai target maupun alat pengontrol pelayanan tersebut.
Dibandingkan dengan sistem kesehatan pada masa lalu dimana fokus
pelayanan kesehatan masih bersifat kuratif, berdasarkan perkembangan ekonomi
dan upaya perluasan teknologi yang bersifat kompetitif, maka fokus sistem
kesehatan pada masa kini dan mendatang (dekade 2100) adalah berupa sistem
pelayanan kesehatan yang multi dimensional, berorientasi pada masyarakat
melalui penggunaan teknologi tinggi yang memacu konsumerisme tetapi dilandasi
oleh peraturan kesehatan.
Sesuai dengan perkembangan tersebut, maka dalam manajemen keperawatan
masa kini dan mendatang telah terjadi ekspansi peran dan fungsi keperawatan
yang tadinya ditekankan pada sentralisasi kewenangan dan tanggung jawab yang
menimbulkan pengetatan fungsi pengendalian dan pengawasan, menjadi

desentralisasi yaitu adanya pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yang


lebih memfokuskan pada kegiatan koordinasi, integrasi, dan penunjang.
Dalam masalah ini diuraikan tentang pengertian manajemen, misi, filosofi,
dan tujuan serta kerangka konsep dasar, lingkup manajemen, standar keperawatan,
gambaran manajemen keperawatan di masa mendatang.
A. PENGERTJAN MANAJEMEN KEPERAWATAN
Manajemen diartikan secara singkat sebagai proses untuk melaksanakan
pekerjaan melalui upaya orang lain maka manajemen keperawatan sendiri
diartikan secara singkat sebagai proses pelaksanaan pelayanan keperawan
melalui staf keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan, pengobatan.
dan rasa aman kepada pasien keluarga masyarakat (Gillies, 1982 hal 1).
Kita ketahui disini bahwa manajemen keperawatan adalah suatu tugas
khusus yang harus dilaksanakan oleh pengelola keperawatan untuk
merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan serta mengawasi sumbersumber yang ada baik sumber daya maupun dana sehingga dapat memberikan
pelayanan keperawatan yang efektif baik kepada pasien, keluarga, dan
masyarakat.
Proses dan manajernen keperawatan sesuai dengan pendekatan sistem
terbuka,

dimana

masing-masing

komponen

saling

berhubungan dan

berinteraksi dan dipengaruhi oleh lingkungan.


Karena suatu sistem maka akan terdiri dari 5 elemen yaitu:
1. Input,
2. Proses,
3. Output,
4. Kontrol, dan
5. Feedback Mechanism.
Input dari proses keperwatan antara lain informasi, personel, peralatan dan
fasilitas.
Proses dalam manajemen keperawatan adalah kelompok manajer/dari
tingkat pengelola keperawatan tertinggi sampai ke perawat pelaksana yang
mempunyai

tugas

dan

wewenang

untuk

melakukan

perencanaan,

pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dalam pelaksanaan pelayanan


keperawatan. Output adalah asuhan keperawatan, pengembangn staf dan riset.
Kontrol yang digunakan dalam proses manajemen keperawatan termasuk
budget dan bagian keperawatan, evaluasi penampilan kerja perawat, prosedur
yang terstandar, dan akreditasi.
Mekanisme timbal balik brupa laporan finansial, audit keperawatan,
survey kendali mutu, penampilan kerja perawat.
Walaupun

sebenarnya

manajer

harus

menjalankan

semua

fungsi

manajemen tetapi fungsi tersebut tidak sama dalam pelaksanaannya. untuk


tingkat-tingkat manajemen misalnya : banyak dilakukan oleh senior manajer

Sumber : Burgess, 1988

Controling

Directing

Staffing

organizing

Manajer
Senior/Top
Manajer Tingkat
Menengah
Manajer Bawah
(First-Line)

plainning

atau top manajer. Secara ganis besar hal tersebut digambarkan sebagai berikut:

Dalam Skema Proses Manajemen Keperawatan Sebagai Berikut :

INPUT

PROSES

PELAYANAN
KEPERAWATAN

DATA

PERSONEL

OUTPUT
OUTPUT

PELAYANAN
KEPERAWATAN
PENGUMPULAN
DATA

PENGORGANISASIAN

PERENCANAAN

PENGOLAHAN
PEGAWAI

PENGARAHAN

PENGAWASAN

PENGEMBANGAN
PENGEMBANGAN
STAF

STAFF

RISET

RISET

PERALATAN

FASILITAS

Informasi Tentang :
Pasien
Pegawai
Sumber-sumber

SUMBER : Gillies, 1985

Tujuan Sistem
Standar
Kebijakan
Budaet

Bentuk Organisasi
Uraian Jabatan/Pekerjaan
Evaluasi pekerjaan
Kerja Tim/Kelompok

Klasifikasi Pasien
Kekuasaan
Kendali Mutu
Penentuan Kebutuhan Pegawai
Pemecahan Masalah
Audit Pasien
Penerimaan
Pengambilan Keputusan Penampilam kerja
Seleksi
Perubahan
Disiplin
Oreientasi
Mengatasi Konflik
Hubungan kerja
Penjawaban
Komunikasi dan sistem analisa
Komputer Sistem
Penugasan
transksional
Pengurangan Absen
Pengurangan Pindah
Pengembangan Staff

Beberapa Prinsip Yang Mendasari Manajemen Keperawatan Adalah:


1. Manajemen keperawatan seyogyanya berlandaskan perencanaan, karena
melalui fungsi perencanaan, pimpinan dapat menurunkan resiko
pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan efek perubahan yang
terencana.
2. Manajemen keperawatan dilaksanakan melalui penggunaan waktu yang
efektif. Manajer keperawatan yang menghargai waktu akan menyusun
perencanaan yang terprogram dengan baik dan meIaksanakan kegiatan
sesuai waktu yang telah ditentukan sebelumnya.
3. Manajemen keperawatan melibatkan pengambilan keputusan. Berbagai
situasi maupun permasalahan yang terjadi, dalam pengelolaan kegiatan
keperawatan memerlukan pengambilan keputusan diberbagai tingkatan
manajerial.
4. Memenuhi butuhan asuhan keperawatan pasien merupakan fokus perhatian
manajer perawat dengan mempertimbangkan apa yang pasien lihat, fikir.
yakini dan ingini. Kepuasan pasien merupakan point utama dan seluruhan
tujuan keperawatan.
Dalam mencapai tujuan ini maka pimpinan keperawatan mempunyai 3
tugas utama dalam mengatur sumber daya manusia dan material yaitu
a. Membentuk tujuan khusus untuk unit tertentu.
b. Membuat pekerjaan yang menghasilkan.
c. Mengatur efek sosial dan tanggung jawab sosial, misalnya; bila teRjadi
pemogokan perawat atau kekurangan tenaga perawat
5. Manajemen Keperawatan harus terorganisir. Pengorganisasian dilakukan
sesuai dengan kebutuhan organisasi untuk mencapai tujuannya.
Ada 4 blok untuk struktur organisasi yaitu:
1. Unit.
2. Departemen.
3. Top/tingkat eksekutif
4. Tingkat Operasional.

Prinsip Pengorganisasian:
a. The devision of work/Pembagian tugas.
b. Koordinasi.
c. Unity of command/kesatuan komando.
d. Tanggung jawab dan kewenangan yang sesuai
e. Hubungan staf dan lini
f.

Span of control rentang pengavasan

Didalam keperawatan pengorganisasian pelayanan keperawatan


dilaksanakan dengan cara (Burgess, 1988 dan Gillies, 1988)
a. Fungsional/penugasan
b. Alokasi Pasien
c. Perawatan Group/Team Nursing
d. Pelayanan Keperawatan Utama (Pnmary Nurse)
6. Pengarahan merupakan elemen kegiatan manajemen keperawatan yang
meliputi proses pendelegasian, supervisi koordinasi, dan pengeudahan
pelaksanaan rencana yang telah diorganisasikan dalam bimbingan ini
termasuk proses delegasi, supervisi, koordinasi dan kontrol implementasi
dan rencana.
7. Divisi

keperawatan

yang

baik

memotivasi

karyawan

untuk

memperlihatkan penampilan kerja yang baik.


8. Manajemen Keperawatan menggunakan komunikasi yang efektif.
9. Pengembangan staf penting untuk dilaksanakan sebagai upaya persiapan
perawat-perawat pelaksana menduduki posisi yang lebih tinggi ataupun
upaya manajer untuk meningkatkan pengetahuan karyawan.
10. Pengendalian merupakan elemen manajemen keperawatan yang meliputi
penilaian tentang pelaksanaan rencana yang telah dibuat pemberian
instruksi dan menetapkan prinsip-prinsip melalui penetapan standar,
membandingkan

penampilan

dengan

standar

dan

memperbaiki

kekurangan.
Berdasarkan prinsip-prinsip diatas, maka para manajer dan administrator
seyogyanya bekerja bersama-sama dalam perencanaan dan pengorganisasian

serta fungsi-fungsi manajemen lainnya untuk rnencapai tujuan yang telah


ditetapkan sebelumnya.
B. KERANGKA KONSEP, FILOSOFI, DAN TUJUAN PELAYANAN
KEPERAWATAN
Berdasarkan pertimbangan kemajuan manajemen keperawatan dalam
memberikan arah kepada pencapaian tujuan dan menghadapi masalahrnasalah
manajerial dimasa mendatang maka perlu untuk menentukan suatu kerangka
konsep, keyakinan dasar, filosofi, dan tujuan mariajemen keperawatan yang
dapat

mengarahkan

selunih

kegiatan

yang

direncanakan

dan

menceahJmengatasi permasalahan manajerial tersebut.


a. Kerangka konsep dasar manajemen dalam keperawatan adixiak
manajemen

parttsipatf

yang

berlandaskan

kepada

paradigma

keperawatan yaitu manusia, perawat/keperawatan, kesehatan, dan


lingkungan.
Kerangka konsep dasar manajemen keperawatan ini perlu dipahami
sehingga para manajer keperawatan akan dapat menatalaksanakan
pekerjaannya dengan merumuskan kerangka konsep tadi menjadi kerangka
kerja untuk menunjang praktek keperawatan dan merupakan keyakinan
dasar dari tim perawatan yaitu :
1. Manusia akan tertarik dan terikat pada pekerjaannya dan memberikan
upaya yang selayaknya diberikan.
2. Jika diberikan inforniasi yang bermanfant dan layak individu akar
membuat keputusan terbaik untuk dirinya sendiri.
3. Tujuan kelompok akan lebih mudah dicapai kelompok.
4. Setiap individu memiliki karakteristik latar belakang motivasi, minat
dan cara untuk pencapaian tujuan kelompok.
5. Fungsi koordinasi dan pengendalian amat penting dalam pencapaian
tujuan.
6. Persamaan kualifikasi harus dipertimbangkan dalam pembagian
kewenangan dan tanggungjawab.

7. Individu memiliki hak dan tanggung jawab untuk membagi dan


mendelegasikan kewenangannya pada. mereka yang terbaik dalam
organisasi.
8. Pengetahuan dan ketrampilan amat diperlukan dalam pengambilan
keputusan yang profesional.
9. Semua sistem berfungsi untuk mencapai tujuan kelompok dan
merupakan tanggung jawab bersama untuk secara terus menerus
menetapkan tujuan bersama.
Pernyataan kerangka kerja ini didasarkan pada keyakinan yang
membentuk karakter hubungan diantara staf keperawatan yang profesional
dengan organisasi dimana mereka bekerja.
b. Filosofi

Manajemen

Keperawatan.

Adapun

filosofi

manajemen

Keperawatan yaitu : tim keperawatan meyakini bahwa :


1. Mengerjakan hari ini lebih baik dari besok
2. Manajerial keperawatan merupakan fungsi utama bidang keperawatan.
3. Peningkatan mutu kinerja perawat.
4. Pendidikan berkelanjutan.
5. Proses keperawatan individual yang mnenunjang pasien melalui
perubahan tingkat kesehatan hingga mencapai keadaan fungsi optimal.
6. Tim keperawatan bertanggungjawab dan bertanggung gugat untuk
setiap tindakan keperawatan yang diberikan.
7. Menghargai

pasien

dan

haknya

untuk

mendapatkan

asuhan

keperawatan yang bermutu.


8. Perawat adalah advokat pasien.
9. Perawat berkewajiban untuk memberikan pendidikan kesehatan pada
pasien dan keluarga.
Selain filosofi manajemen keperawatan yang harus menjadi keyakinan
setiap individu yang terlibat, maka para manajer keperawatan dan
jajarannya perlu memahami misi institusi tempatnya bekerja. Dengan
pemahaman misi ini diharapkan setiap kegiatan keperawatan akan
mengarah kepada pelaksanaan misi tersebut. Salah satu contoh misi
institusi pelayanan adalah:

Memberikan pelayanan dan sumber daya kesehatan terbaik untuk


masyarakat.
c. Tujuan pelayanan Keperawatan.
Tujuan pelayanan keperawatan merupakan pernyataan konkrit dan
spesifik

tentang

rnenetapkan

pelayanan

prioritas

keperawatan,

kegiatan

yang

sehingga

digunakan

dapat

mencapai

untuk
dan

mempertahankan misi serta filosofi yang diyakini.


Semua tujuan yang telah ditetapkan akan dapat dicapai dengan cara
meningkatkan metode kerja para stafkeperawatan.
Tujuan peningkatan metode kerja ini antara lain:
1. Agar staf keperawatan bekerja lebih mdah dan aman.
2. Untuk mengurangi waktu kerja yang sia-sia dan menurunkan
penggunaan perlengkapan yang sia-sia.
3. Untuk mengurangi duplikasi tenaga dan upaya.
4. Untuk memungkinkan staf keperawatan mendapatkan keputusan kerja.
5. Meningkatkan asuhan keperawatan.
Dengan demikian setiap kegiatan keperawatan diarahkan kepada
pencapaian tujuan dan merupakan upaya manajer keperawatan untuk
selalu mengkoordinasikan, mengarahkan, dan mengendalikan proses
pencapaian tujuan melalui interaksi, komunikasi dan integrasi pekerjaan
diantara staf keperawatan yang terlibat.
C. LINGKUP MANAJEMEN KEPERAWATAN
Keperawatan merupakan disiplin praktek klinis. Manajer keperawatan
yang efektif seyogyanya meinahami hal ini dan menfasilitasi pekerjaan
perawat-perawat pelaksana.
Kegiatan para perawat pelaksana meliputi:
1. Menetapkan penggunaan proses keperawatan
2. Melaksanakan intervensi keperawatan berdasarkan diagnosa
3. Menerima akontabilita.s kegiatan keperawatan yang dilaksanakan oleh
perawat
4. Menerima akontabilitas untuk hasil-hasil keperawatan

5. Mengendalikan lingkungan praktek keperawatan


Seluruh pelaksanaan kegiatan mi senantiasa diinisiasi oleh para manajer
keperawatan melalui partisipasi dalam proses manajemen keperawatan dengan
melibatkan pam perawat pelaksana.
Berdasarkan gambaran diatas maka lingkup mama jemen keperawatan
terdiri dari :
1. Manajemen Operasional
Pelayanan keperawatan di Rumah Sakit dikelola oleh departemen/bidang
perawatan yang terdiri dari tiga tingkatan manajerial, yaitu :
a. Manajemen Puncak
b. Manajemen Menengah
c. Manalemen Bawah
Tidak setiap orang yang memiliki kedudukan dalam manajemen
berhasil dalam kegiatannya. Ada beberapa faktor yang perlu dimiliki oleh
orang-orang tersebut agar penatalaksanaan berhasil.
Faktor-faktor tersebut adalah:
a. Kemampuan rnenerapkan pengetahuan
b. Ketrampilan kepemimpinan
c. Kemampuan menjalankan peran sebagai pemimpin
d. Kemampuan melaksanakan fungsi manajemen
Dalam hal ini pemimpin harus mampu mengintegrasikan tujuan setiap
individu ke dalam tujuan organisasi.
2. Manajernen Asuhan Keperawatan
Manajemen asuhan keperawatan merupakan suatu Proses Keperawatan
yang menggunakan konsep-konsep menajemen didalamnya seperti
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atau
evaluasi.
Proses keperawatan merupakan proses pemecahan masalah yang
menekankan pada pengambilan keputusan tentang keterlibatan perawat
yang dibutuhkan oleh pasien.

D. STANDAR PELAYANAN KEPERWATAN


Standar Pelayanan/praktik keperawatan amat penting bagi profesi
keperawatan karena standar mencerminkan kualitas pelayanan keperawatan
melalui penetapan kriteria spesifik yang dapat digunakan untuk menentukan
tingkat kualitas pelayanan yang telah dicapai. Standar ini juga merupakan
dasar, selain terhadap mana kualitas dan nilai pelayanan dapat ditetapkan.
tetapi juga pembiayaan keperawatan dapat direncanakan. diatur dan ditetapkan
sehingga produktifitas perawat dapat pula diperkirakan.
E. KESIMPULAN
Penerapan konsep manajemen menuntut para pelaku yang terlibat dalam
manajemen keperawatan untuk selalu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen
berdasarkan filosofi, misi. tujuan, data sesuai dengan kondisi pelayanan
kesehatan yang ada sehingga bentuk pelayanan keperawatan yang diberikan
akan sejajar dengan tingkat kemajuan pelayanan kesehatan yang terjadi.
Dalam rangka mengantisipasi manajemen keperawatan dimasa mendatang,
kemampuan para manajer keperawatan perlu ditingkatkan terutama yang
berkaitan dengan pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen yang seyogyanya
dilakukan melalui penatalaksanaan secara partisipatif
Berkaitan dengan itu pula lingkup manajemen keperawatan yang terdiri
dari manajemen operasional dan asuhan keperawatan perlu dilaksanakan
berdasarkan kepada standar keperawatan. Upaya-upaya fasilitasi, koordinasi,
integrasi, dan penunjang perlu ditingkatkan melalui peningkatan komunikasi
dan pembinaan hubungan sehingga tujuan institusi yang telah ditetapkan dapat
dicapai melalui strategi manajemen keperawatan yang dapat mengantisipasi
perkembangan pelayanan keperawatan dimasa mendatang.

RUMAH SAKIT SEBAGAI


SUATU SISTEM
Rumah sakit sebagai suatu organisasi merupakan suatu kesatuan dan dengan
jelas dapat dbedakan dan lingkungannya sehingga dapat dipandang sebagai suatu
sistem. Sebagai suatu sistem pelayanan kesehatan dimana anggota tim kesehatan
merupakan bagiannya maka semua tindakan harus sejalan dengan tujuan rumah
sakit. Yang dimaksud dengan sistem adalah satu kesatuan yang utuh dan terdiri
dari bagian-bagian yang saling berhubungan atau di perkirakan berhubungan dan
saling bergantung serta satu sama lain saling mempengaruhi yang semuanya
dengan sadar dipersiapkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dengan demikian suatu sistem terdiri dari dua atau lebih sub sistem dan
selanjutnya masing-masing sub sistem mempunyai sub-sub sistem. Maka dengan
adanya kegagalan pada suatu sub sistem untuk rnencapai tujuannya akan sangat
berpengaruh kepada seluruh sistem dalarn usaha mencapai tujuan.
Suatu rumah sakit mempunyai tujuan tertentu, mempunyai sub-sistem yang
satu ada hubungan dengan yang lain dalam satu kesatuan. Dengan konsep sistem
kita memahami macam-macam sub-sistem sebagai unsur yang satu berkaitan dan
berpandangan lebih luas, meliputi seluruh lingkup rurnah sakit. Disamping itu
dengan konsep sistem kita dapat melihat masalah rumah sakit yang kompleks
menjadi kumpulan masalah yang lebih sederhana dan lebih mudah ditangani.
Ciri-cini Suatu Sistem:
1. Mempunyai tujuan yang jelas.
2. Merupakan kesatuan usaha dari bagian-bagian yang saling bergantung dan
berinteraksi satu sama lain.
3. Mempunyai struktur tertentu.
4. Ada keterbukaan terhadap lingkungan.
5. Terdapat mekanisme masukan (input), proses dan keluaran (out put) serta
dilengkapi dengan pengendalian (umpan balik).

Dengan Menelaah Definisi dan Ciri-Ciri Suatu Sistem Maka Rumah


Suatu Sistem Denan Komponen Sebagai berikut.:
1. Masukan (input) merupakan sebagai unsur yang dimasukkan untuk diolah,
misalnya:

Pasien yang berobat jalan dan rawat nginap.

Anggota tim kesehatan.

Peralatan medik dan non medik.

Logistik

Sarana dan prasarana.

Informasi.

2. Proses yaitu kegiatan mengubah input menjadi output, misainya:

Manajemen pengobatan.

Manajemen perawatan

Kegiatan penunjang dan administrasi antara lain: makanan; cucian;


kerumahtanggaan; kebersihan lingkungan; pemeliharaan alat-alat kegiatan
administrasi; yaitu keuangan, kepegawaian dan hubungan masyarakat.

3. Keluaran (output), yaitu hasil yang diperoleh dan proses biasanya merupakan
produksi atau jasa, misalnya:

Pasien keluar rumah sakit: sembuh, meninggal atau pulang paksa.

Tingkat pengetahuan dan ketrampilan anggota tim kesehatan.

Peningkatan kepuasan kerja di tenaga yang bekerja di rurnah sakit

Peningkatan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan.

Peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

4. Umpan Balik.
Dalam setiap sistem terdapat umpan balik, yaitu reaksi yang timbul dan
lingkungan terhadap masukan, proses dan keluaran.
Dapat dibedakan; ada umpan balik positif dan negatif. Umpan balik positif
berarti reaksi menunjukkan adanya persetujuan dengan sistem yang berjalan.
Umpan balik negatif berarti reaksi menunjukkan adanya ketidak sepakatan
terhadap sistem karena diketahui ada penyimpangan.

Dalam pelaksanaan pengelolaan sehari-hari banyak faktor yang tidak


sepenuhnya dapat diatasi karena segala sesuatu baik yang ada didalam maupun
diluar organisasi terus beruhah.
Faktor diluar rurnah sakit yang mempengaruhi sistem yang ada antara

Praturan Pemerintah Dep. Kes maupun Pemda.

Sistem kesehatan Negara/Daerah yang bersangkutan dan sistern pelayanan


kesehatan.

Sumber dana dan pembiayaan pelayanan kesehatan.

Perhimpunan rumah-rumah sakit.

Perijinan praktek tenaga profesional.

Akreditasi rumah sakit.

Harapan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit. Perkembangan ilmu dan


teknologi kedokteran.

Keadaan ekonomi masyarakat.


Dengan terlihat rumah sakit sebagai suatu sistem, maka bagian keperawatan

merupakan salah satu sub-sistem yang mempunyai sub- sistem, yaitu bangsalbangsal setiap sub-sistern saling berhubungan erat dengan sub-sistem lain yang
ada di rumah sakit baik secara vertikal, hotisontal maupun lateral untuk bersamasama mencapai tujuan yang diinginkan.
Kepentinzgan Sistem Pada Bidang Keperawatan.
Rumah sakit merupakan sistem struktural dan bidang keperawatan merupakan
sistem fungsional. Kepala bidang keperawatan bekerja di dalam, diantara dan
terhadap berbagai sistem yang ada antara lain: sistem power, sistem informasi dan
pelayanan, sistem personalia dan sistem sosial. Semua sistem rnempunyai tujuan
yang mengacu kepada tujuan pokok dan semua bidang, dan untuk memahami
operasi dan bidang keperawatan perlu juga mempunyai gambaran seluruh fungsi
sistem dan keterkaitan antar sub-sistem yang niendukung tujuan dan sistem pusat.
Strukur Organisasi:

Organisasi tidak terwujud, agar supaya menjadi kongkrit perlu mempunyai


nama dan struktur organisasi sehingga jelas organisasi yang dimaksud. Struktur
ini akan nampak jelas bila dituangkan dalam bentuk bagan. Struktur organisasi
adalah kerangka antara hubungan satuan-satuan organisasi yang didalamnya
terdapat pejabat, tugas serta wewenang yang masing-masing mempunyai peranan
tertentu dalam kesatuan yang utuh.
Struktur terdiri atas kerangka yang mengkombinasikan empat elemen
organisasi lainnya dan berengaruh pada pencapaian effektivitas organisasi. Oleh
karena itu bentuknya perlu fleksibel dalam arti mudah memberikan respon atas
perubahan yang terjadi.
Setiap organisasi mempunyai struktur formal dan informal. Struktur
formal direncanakan dan disusun secara resmi dan posisi kedalam pola hubungan
kerja dan struktur informal tidak direncanakan dan merupakan hubungan antar
individu yang tak resmi diantara tenaga yang ada dapat mempengaruhi efektivitas
pekerjaan. Kedua macam struktur ini saling melengkapi dan pimpinan bidang
keperawatan harus dapat memahami dan memakai kedua-duanya.
Dalam Struktur Organisasi Terdapat:

Jalur hubungan komunikasi.

Jalur wewenang dan tanggung jawab dan atas ke abawah.

Tanggung gugat dan bawah ke atas.

Macam-macam posisi dan hubungannya satu dengan yang lain.


Disainping Itu Perlu Pengaturan/Koordinasi Yang Dapat Menghasilkan

adanya :

Pemisahan pekerjaan dalam bentuk perbedaan secara vertikal, horizontal dan


staf lini.

Integrasi dan kegiatan yang berbeda. melalui pengembangan sistem dan


prosedur.

Pengembangan dinamika dalam kelompok.


Untuk Mempunyai Desain Organisasi Yang Efisien, Ada Beberapa Faktor

Dasar Yang Harus Diperhatikan. yaitu:

Adanya pembagian kerja.

Adanya rentang kendali.

Adanya wewenang yang jelas dan didelegasikan.

Adanya proses pendelegasian. dan pemusatan.

Adanya unsur lini dan staf

Adanya Pembagian Kerja


Prinsip dasarnya untuk mencapai efisiensi yaitu pekerjaan dibagi-bagi
sehingga orang mengerjakan kegiatan tertentu . Pembagian kerja merupakan
rincian dan pengelompokan aktivitas yang semacam atau erat hubungannya
satu sama lain untuk dilakukan oleh suatu bagian atau pejabat tertentu.
Yang perlu diperhatikan:

Jumlah tugas yang dibebankan.

Tiap bagia/Ipejabat mempunyai rincian tugas.

Variasi tugas yang sejenis.

Beban kerja tiap bagian/pejabat merata.

Penempatan pejabat hendaknya tepat.

Penggolongkan tugas berdasarkan penting dan urgensinya, kesulitaan dan


waktu atau siapa yang akan mengerjakan.
Dasar Pembagian Kerja Menurut:

Fungsi,

Produksi/hasil,

Rangkaian kerja,

Wilayah pelanggan dan

Waktu.

Adanya Rentang Kendali (Span Qf Control)


Yaitu jumlah orang yang dibawahi oleh seorang pimpinan. Rentang
kendali jangan terlalu luas atau terlalu sempit menurut penelitian industri,
pada umumnya untuk piramid demokrasi secara efektif tingkat atas dengan
ratio 1: 3 dan untuk tingkat bawah dengan ratio 1 : 6. Rentang kendali
optimal 3 sampai 5 orang.
Hal yang harus diperhatikan

Kemampuan mensupervisi.

Kemampuan bawahan yaitu tingkat pengetahuan dan ketrampilan orang


yang akan disupervisi.

Kompleksitas tugas.

Keeratan hubungan antara kegiatan yang ada.

Jumlah tugas pejabat.

Delegasi wewenang.

Terbatas perhatian karena waktu dan jarak.

Pendelegasian
Prinsip mi menekankan bahwa kelancaran jalannya organisasi banyak
tergantung pada tingkat pendelegasian yang ada. Pendelegasian adalah
memberikan sejumlah wewenang dan tanggung jawab dan atasan kepada
bawahannya.
Menurut Louis A. AIier Ada 3 Aspek Penting Dalam Pendelegasian, yaitu:

Mempercayakan pekerjaan atau tanggung jawab kepada orang lain untuk


dilaksanakan.

Mempercayakan kekuasaan (power) dan wewenang untuk di gunakan.

Menciptakan kewajiban atau tanggung gugat, dan orang yang menerima


pendelegasian itu untuk melaksanakan sesuai dengan standar yang
ditentukan.

Berapa Banyak Wewenang Yang Didelegasikan Tergantung pada FaktorFaktor :

Sifat Kegiatan.
Untuk kegiatan rutin didelegasi wewenang dapat diberikan lebih besar
kepada bawahan.

Kemampuan Bawahan.
Harus di pertimbangkan dalam pendelegasian wewenang jangan terlalu
berat atau ringan.

Hasil yang di harapkan harus konsisten dengan wewenang yang diberikan.

Koordinasi untuk pekerjaan yang saling berhubungan dan mempengaruhi


satu dengan yang lain. pertukaran informasi dan pemahaman tugas secara
jelas.

Apa yang dayat didelegasikan?


a. Wewenang/autoritas ada 2 macam, yaitu:
1. Wewenang resmi, yaitu hal untuk memberi perintah dan menuntut
dipatuhi.
Wewenang ini melekat pada jabatan bukan pada orang yang
memegang jabatan. Wewenang ini dapat dilimpahkan pada orang lain.
2. Wewenang pribadi, yaitu kemampuan seseorang untuk memberi
perintah dan dipatuhi. Kemampuan ini melekat pada orang dan tidak
dapat melimpahkan.
b. Tanggung Jawab Mempunyai 2 Konsep, Yaitu:
1. Kewajiban. yaitu untuk mempertanggung jawabkan hasil yang harus
dilakukan oleh orang yang ditunjuk.
2. Tugas, yaitu dapat dilakukan oleh orang lain yang bukan orang yang
ditunjuk. jadi dapat dilimpahkan dengan menyuruh bawahan
melaksanakannya.
c. Hubungan Lateral atau Horizontal:
Merupakan hubungan karyawan atau kepala pada tingkat organisasi yang
sama.
Sehubunan dengan pendelegasian ini ada hal yang harus dipertimbangkan
yaitu Sentralisasi atau Desentrali sasi.

Sentralisasi:
a. Wewenang penuh berada pada pimpinan puncak, tidak ada pelimpahan
wewenang secara resmi kepada bawahannya.
b. Keputusan diambil oleh pimpinan dan dikomunikasikan kepada
bawahan hasiinya.
c. Efektif untuk jangka panjang, mudah mengelolanya tidak berubah dan
stabil.
d. Lambat beradaptasi pada perubahan.
e. Bawahan pasif bersifat menunggu.

f. Memerlukan waktu lama untuk membuat perencanaan.


Keuntungan
-

Ada keseragaman kebijakan, keputusan.

Staf ahli dimanfaatkan secara penuh.

g. Fungsi duplikasi minimal, penyimpangan minimal.


h. Tidak perlu pengendalian ketat.
i. Koordinasi pimpinan dikembangkan.

Desentralisasi:
a. Tanggung jawab yang didesentralisasikan dapat membina moral
stafbawahan.
b. Meningkatkan tanggung jawab dan otonomi.
c. Memberikan pengajakan tugas sesuai dengan kiasifikasi tenaga yang
ada.
d. Mengurangi hambatan komunikasi.
e. Pelimpahan wewenang resmi sampai pada tingkat bawah.
f. Mengernbangkan kepemimpinan dan tingkatan tengah dan bawah.
g. Hubungan antar pimpinan setingkat erat.
h. Menghadapi

permasalahan

langsung

sehingga

efisiensi

kerja

rneningkat.
Kerugian :

Perlu pengendalian yang ketat.

Pimpinan harus rnenguasai kepemimpinan.

Dapat menimbulkan persaingan antar bagian dan bersifat


individual.

Peningkatan biaya.

Baik SENTRALISASI maupun DESENTRALISASI penuh jarang terjadi,


hanya ada kecenderungan kepada sentralisasi dan ada yang lebih cenderung
kepada desentralisasi. Hal ini tenlihat pada proses pengambilan keputusan.
Hubungan-Hithungan
Pembagian pekerjaan antara orang-orang dalam organisasi menimbulkan
bermacam-macam peranan yang dimainkan oleh orang yang berbeda dan
peranan itu berhubungan satu sama lain.

Ada 2 Macam Hubungan Antara Peranan Dalam Organisasi.


1. Hubungan Langsung (Lini).
Adalah hubungan antara atasan bawahan langsung. Hubungan ini ditandai
dengan komando dan kewajiban.
2. Hubungan Fungsional
Yaitu hubungan yang ditandai dengan pembenian bantuan. Hubungan ini
tidak ada pihak yang mempunyai wewenang atas yang lain.
Koordinasi :
Adalah keselarasan baik kesatuan tindakan. kesatuan usaha, penyesuaian antar
bagian, keseimbangan dan sinkronisasi antar bagian.
Manfaat :

Menghindari perasaan lepas antar satu bagian dengan bagian lain.

Menghindari perasaan lebih penting dan satu bagian kepada bagian lain.

Menghindari pertentangan antar bagian.

Menghindani rebutan fasilitas, waktu untuk menunggu dan kegiatan


kembar.

Menumbuhkan rasa saling membantu dan membenitahu masalah yang


dihadapi.

Adanya kesatuan langkah, .kesatuan tindakan, sikap dan kebijakan antar


pejabat.

Cara melalui:

Komunikasi.

Pertemuan.

Forum informasi.

PEMASARAN PELAYANAN
KEPERAWATAN
PENDAHULUAN
Pemasaran bagi dunia perumahsakitan seperti pelayanan kesehatan termasuk
praktek dokter dan pelayanan keperawatan di rumah sakit, merupakan sesuatu hal
yang baru. masih banyak dipermasalahkan orang dan masih banyak orang belum
dapat menerima bila pemasaran diterapkan di Rumah Sakit.
Hal ini terjadi karena pemasaran sering disalah artikan dengan penjualan atau
pemasangan iklan dan lain-lain. Pemasaran rumah sakit dapat diterima sejauh
diartikan sebagai penyampaian informasi kepada masyarakat bahwa di Rumah
Sakit tertentu telah tersedia pelayanan kesehatan tertentu.
Pelayanan kesehatan tidak dapat digolongkan sebagai jasa yang diperjual
belikan walaupun pada kenyataannya terjadi transaksi pembeliaan jasa oleh pasien
dan keluarga sebagai pelanggan dari rumah sakit dan terdapat penilaian akan
kualitas pemberian pelayanan kesehatan yang akhir-akhir ini sering menjadi titik
sentral keluhan pasien dan keluarga di kiinik maupun di rumah sakit baik secara
langsung maupun melalui mass media bahkan pengaduan ke Yayasan Lembaga
Konsumen Indonesia.
Konsep pemasaran dan konsep penjualan sangat berbeda. konsep penjualan
menitikberatkan pada kebutuhan perusahaan (penjual) untuk mencari laba dengan
memproduksi barang/jasa, kemudian meyakinkan konsumen agar bersedia
membeli barang atau jasa tersebut.
Sedangkan konsep pemasaran yang menjadi tujuan utama adalah melayani
kebutuhan/keinginan konsumen dengan mendapatkan laba, dimana manajemen
terlebih dahulu menentukan kebutuhani/keinginan konsumen, kemudian berupaya
memuaskan konsumen melalui keterlibatan seluruh karyawan dalam kegiatan
pemasaran.
Pelayanan keperawatan merupakan bagian integral dan pelayanan kesehatan di
rumah sakit, yang rnempunyai posisi yang sangat strategis dalam upaya
meningkatkan mutu pelayanan dan pemuasan konsumen yang datang ke rumah
sakit. Jumlah tenaga keperawatan mendominasi tenaga kesehatan secara

menyeluruh, juga sebagai penjalin kontak pertama dan terlama dengan pelanggan
(pasien dan keluarganya).
Keberadaan tenaga keperawatan di Rumah Sakit selama 24 jam terus menerus
dan merupakan penghasil produk yang paling banyak sehingga parannya sangat
penting dalam upaya kegiatan pemasaran di rumah sakit, baik. sebagai pelaku
pemasaran maupun sebagai pemberi pe1ayanan atau penghasil produk jasa
pelayanan
Harapan dan tuntutan konsumen (masyarakat) yang semakin kompleks
diperlukan tenaga keperawatan yang mempunyai kemampuan profesional dengan
standar internasional dalam aspek intelektual, interpersonal dan tehnikal bahkan
peka terhadap perbedaan sosial budaya dan mempunyai pengetahuan transkultural
yang luas, serta mampu memanfaatkan alih IPTEK.
Dalam menghadapi tantangan tersebut. Kepala Bidang Keperawatan sangat
berperanan untuk menyusun strategi pemasaran untuk mencapai sasaran pada
pelayanan keperawatan dengan memperhatikan mutu Sumber Daya Manusia
(SDM).
Karena Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi faktor utama dalam pemasaran
Rumah Sakit.
PENGERTIAN
1. Pemasaran
Swastha, Basu (1984) mengatakan bahwa pemasaran adalah sistem
keseluruhan dan kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan,
menentukan harga, mempromosikan data mendistribusikan ba.rang dan jasa
yang dapat memuaskan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Konsep pemasaran didefinisikan sebagai suatu kunci untuk mencapai
tujuan organisasi perusahaan yang terdiri dari penentuan kebutuhan dan
keinginan target pasar dan penyampaian kepuasan yang diingini secara efektif
dan efisien.
Jadi kepuasan keinginan/kebutuhan dari konsumen merupakan dasar
kebenaran sosial dan ekonomi bagi kelangsungan hidup sebuah perusahaan.

Menurut Stanton, William J., (1993) ada tiga ketetapan pokok pemasaran
yang mendasari pemasaran, yalfu:
a. Semua perencanaan dan kegiatan perusahaan harus berorientasi kepada
konsumen.
b. Sasaran perusahaan harus volume penjualan yang mengha.silkan laba.
c. Semua kegiatan pemasaran disebuah perusahaan harus dikoordinasikan
dan diintegrasikan secara organisatonis.
2. Pelayanan Keperawatan
Menurut Konsorsium ilmu Kesehatan (1983), dikatakan bahwa
pelayanan keperawatan berupa bantuan diberikan karena adanya kelemahan
fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan. serta kurangaya kemauan menuju
kepada kemampuan melaksanakan kegiatan hidup sehari-hari secara mandiri.
Kegiatan dilakukan dalam upaya peningkatan kesehatan, pencegahan
penyakit, penyembuhan, pemulihan serta pemeliharaan kesehatan, dengan
penekanan pada upaya pelayanan kesehatan utama (Primary Health Care),
sesuai wewenang, tanggung jawab dan etika profesi keperawatan, yang
memungkinkan setiap penduduk (orang) mencapai kemampuan hidup sehat.
Menurut konsep tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa strategi
pemasaran pada Pelayanan Keperawatan adalah menentukan arah dari suatu
proses perumusan rancangan program pelayanan keperawatan di Rumah Sakit
yang didasari analisis kebutuhan/keingnan konsumen. Merencanakan,
melaksanakan konsepsi, menentukan harga. promosi dan menyampaikan jasa
pelayanan keperawatan untuk memenuhi kebutuhan/keinginan individu/
kelompok dalam mencapai kemampuan melaksanakan kegiatan sehari-hari
secara mandiri.
Ciri Konsumen Di Rumah Sakit
Konsumen yang datang ke rumah sakit adalah individu dan kelompok
yang jasa pelayanannya sangat individual, berbeda satu dengan yang lainnya.
Konsumen pada umumnya berbeda, mereka pada posisi yang sangat
lemah dan rentan karena adanya kelemahan fisik dan mental keterbatasan
pengetahuan, kemauan dan kemampuan untuk melaksanakan kegiatan hidup
sehari-hari secara mandiri.

Mereka tidak tahu tentang pengobatan yang diperlukan dan harga


pengobatan, tidak bisa memilih, adanya otonomi tenaga medis yang sangat
besar serta pelayanan yang dierima dan multi disiplin.
Selain dan pada hal tersebut diatas jasa pelayanan keperawatan
merupakan produk yang tidak kentara yang diberikan adalah keahlian.
Keahlian tersebut dilaksanakan sehingga terjadi interaksi antara pembeli dan
penjual, produsen dan pemakai jasa sama-sama berpartisipasi, perawat tidak
dapat memberikan jasa pelayanannya tanpa kehadiran pasien.
Sehuhungan dengan hal tersebut diatas faktor sumber daya manusia
menjadi faktor utama dalam pemasaran di rumah sakit karena SDM
keperawatan sangat menentukan baik dan buruknya pelayanan di rumah sakit
Mutu SDM sebagai profesi harus selalu dipelihara dan dikembangkan baik
pengetahuan, perilaku dan kerampilannya melalui pendidikan dan pelatihan
berlanjut, dan tidak kalah pentingnya adalah budaya organisasi/rumah sakit
yang mendorong terciptanya suatu iklim positif yaitu budaya melayani pada
pelanggan (konsumen) atau Market Oriented.
Pemasaran Pelayanan Keperawatan
Ada beberapa unsur/variabel yang berpengaruh pada proses pemasaran
pelayanan keperawatan yaitu:
1. Produk
Produk pelayanan keperawatan di rumah sakit adalali asuhan
keperawatan, fasilitas pelayanan keperawatan yang tersedia, hubungan
yang terapeutik antara perawat - pasien dan keselamatan serta keamanan
konsumen.
2. Place
Berhubungan dengan tempat pelayanan keperawatan diberikan dan
jarak fasilitas pelayanan dengan konsumen, misalnya melakukan
kunjungan rumah, konsultasi jarak jauh dan lain-lain.
3. Price
Biaya yang dibebankan kepada konsumen sebagai imbalan
terhadap jasa layanan keperawatan dan penentuan ini tidak sepenuhnya
ditangan rumah sakit tapi ada kebijakan pemerintah dan ditentukan pasar.

4. Promosi
Kegiatan memberi informasi yang faktual dan objektif dan
mempengaruhi konsumen dan calon konsumen tentang jasa pelayanan
yang akan diherikan. Dapat dilakukan melalui iklan, penataan ruang rawat.
publikasi dan lain-lain.
Agar sasaran pemasaran mencapai tujuan perlu dilakukan analisis
pelayanan keperawatan dengan melakukan kegiatan pengumpulan dan
penganalisaan informasi untuk membantu manajemen dalam mengambil
keputusan dalam bidang pernasaran yaitu:
1.

Identifikasi sasaran konsumen berdasarkan demografi


kemampuan/ pendapatan. pekerjaan dan faktor psikologis.

2.

Merencanakan produk yang dapat memberikan kepuasan


kepada konsumen, dengan memperhatikan langkah-langkah pelayanan
bermutu yaitu:
a. Pancarkan sikap positif Anda kepada konsumen
b. Identifikasi kebutuhan konsumen
c. Menyiapkan kebutuhan konsumen
d. Pastikan pelanggan akan kembali lagi

3.

Penetapan harga

4.

Saluran Distribusi
Pelayanan jasa pelayanan keperawatan dapat diberikan di rawat
jalan, rawat inap, Gawat darurat dan lain-lain.

5.

Promosi
Perlu mendapatkan informasi tentang jumlah pengunjung, siapa,
darimana, dirujuk oleh siapa dan lain-lain.

Kegiatan Pemasaran Pelayanan Keperawatan


Ada dua kegiatan Pemasaran yaitu:
1. Pemasaran Internal meliputi:
a. Ada organisasi pemasaran di rumah sakit dan ciptakan Market
Oriented.
b. Keterlibatan semua staf rumah sakit
c. Selalu menjaga mutu pelayanan

d. SDM merupakan faktor utama pemasaran; harus dipelihara dan


dikembangkan kemampuan staf keperawatan secara berkesinambungan
melalui pendidikan dan pelatihan.
e. Melakukan analisis S.W.O.T. pada pelayanan keperawatan
f. Menjaga hubungan baik dengan profesi lain.
g. Membuat buletin intern
2. Pemasaran Eksternal
a. Melakukan riset pasar
b. Merumuskan bauran pasar berdasarkan riset pasar
c. Pelaksanaan kegiatan pemasaran
d. Evaluasi kegaiatan pemasaran
KESIMPULAN:
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pemasaran pelayanan
keperawatan di rumah sakit sebagai berikut:
Upaya pemasaran di rumah sakit disadari merupakan kebutuhan karena
masyarakat memerlukan informasi tentang pelayanan keperawatan yang diberikan
rumah sakit dan pelayanan harus selalu berorientasi pada pemuasan kebutuhan
pasien yang mempunyai karakter tersendiri.
Faktor sumber daya manusia merupakan faktor utama pemasaran yang perlu
mendapat perhatian khusus dalam pemeliharaan dan pengembangannya. Kegiatan
pemasaran perlu dilakukan kedalam maupun keluar dan harus ada komitmen dari
seluruh staf dan karyawan dalam menciptakan budaya market oriented Peran
kepala bidang keperawatan sangat penting dalam melaksanakan proses
manajerialnya untuk menyusun strategi pemasaran pelayanan keperawatan di
rumah sakit.