Anda di halaman 1dari 49

PT Smartfren Telecom, Tbk.

(dahulu PT Mobile-8 Telecom, Tbk.)


Jl. H. Agus Salim No. 45
Jakarta 10340, Indonesia
Phone (021) 3192 2255
Fax. (021) 3192 7880
Email: investor@smartfren.com
www.smartfren.com

LAPORAN TAHUNAN
PT MOBILE-8 TELECOM, Tbk.
ANNUAL REPORT

2010

BUILDING A STRONGER
FOUNDATION FOR
A BETTER TOMORROW

Daftar Isi
Table of Content

01

Membangun Landasan
Lebih Kokoh Demi Hari Esok
yang Lebih Baik
Building a Stronger Foundation
for a Better Tomorrow

02

Ikhtisar Keuangan
Financial Highlights

04

Tinjauan Operasional
Operational Highlights

05

Peristiwa Penting 2010


Significant Events

08

Sambutan Presiden Komisaris


Message from
President Commissioner

10

Laporan Direksi
Report of the Board of Directors

14

Tinjauan Usaha
Business Overview

17

Sumber Daya Manusia


Human Resources

19

Pembahasan
dan Analisa Manajemen
Management Discussion
and Analysis

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

28

Manajemen Resiko
Risk Management

34

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan
Corporate Social Responsibility

35

Data Perseroan
Corporate Data

37

Mobile-8 Center
Mobile-8 Center

42

Informasi Perseroan
Corporate Information

43

Penghargaan
Awards

44

Pernyataan Dewan Komisaris


dan Direksi
PT Mobile-8 Telecom, Tbk.
Statement of The BOC
and BOD of
PT Mobile-8 Telecom, Tbk.
Laporan
Keuangan Konsolidasi
Consilidated
Financial Statements

45

46

Membangun Landasan Lebih Kokoh


Demi Hari Esok yang Lebih Baik
Building a Stronger Foundation for a Better Tomorrow

Tahun 2010 merupakan tahun yang penuh tantangan


untuk Perseroan. Sepanjang tahun Perseroan
melakukan berbagai upaya dengan tujuan menjaga
kelangsungan usaha.
Upaya-upaya yang dilakukan oleh Mobile-8 berpusat
pada 3 hal meliputi restrukturisasi keuangan, sinergi
bisnis dan konsolidasi usaha.
Sinergi bisnis diwujudkan dengan penciptaan merk baru
bersama PT Smart Telecom yang bernama Smartfren.
Dengan adanya merk baru ini diharapkan akan didapat
manfaat berupa efisiensi biaya dan tercapainya economic
of scale bagi kedua perusahaan.
Sinergi ini akhirnya menjadi salah satu milestone penting
Perseroan yang berwujud dalam bentuk akuisisi atas 99,9%
saham PT Smart Telecom pada tanggal 18 Januari 2011.
Dengan konsolidasi ini, Perseroan berharap Smartfren
dapat menjadi merk yang diperhitungkan dalam industri
telekomunikasi Indonesia dan memberikan hasil kepada
seluruh pemangku kepentingan.
The year 2010 was a challenging year for The Company.
Throughout the year the Company made various efforts in
order to maintain business continuity.
The efforts made by Mobile-8 centered on 3 things include
financial restructuring, operation synergies and business
consolidation efforts.
Business synergies were realized through the creation of join
brand with PT Smart Telecom titled Smartfren. This new
brand is expected to provide benefits in the matter of cost
efficiency and the achievement of economic of scale for both
companies.
This synergy eventually became one of important milestones
in the form of The Company acquisition of a 99.9% share of
PT Smart Telecom on January 18, 2011.
With this consolidation, The Company expects that Smartfren
can become reputable brand in the Indonesian
telecommunications industry and provide return to all
stakeholders.

Annual Report 2010

Ikhtisar Keuangan
Financial Highlights
Dalam Juta Rupiah
(kecuali dinyatakan lain)

2006

2007

Ikhtisar Neraca Konsolidasi


Jumlah Aset Lancar
Jumlah Aset
Jumlah Kewajiban Lancar
Jumlah Kewajiban
Jumlah Ekuitas
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas

Ikhtisar Laporan Laba Rugi Konsolidasi


Pendapatan Usaha
Beban Interkoneksi dan potongan harga
Pendapatan Bersih
EBIT(*)
EBITDA(**)
Laba (Rugi) Sebelum Pajak
Laba (Rugi) Bersih

2008

2009

2010

In Million Rupiah
(unless otherwise stated)
Consolidated Balance Sheet Highlight
Total Current Assets
Total Assets
Total Current Liabilities
Total Liabilities
Total Equity
Total Liabilities and Equity

Consolidated Income Statement Highlight


Gross Revenues
Interconnection Charges and Discount
Net Revenues
EBIT(*)
EBITDA(**)
Income (Loss) before Tax
Net (Loss) Income

Laba (Rugi) per Saham (dalam Rupiah penuh)


Saham Dasar
Saham Dilusian

Rasio Keuangan (%)


Marjin EBITDA
Marjin EBIT
Marjin Laba (Rugi) Bersih

Diluted

Financial Ratio (%)


EBITDA Margin
EBIT Margin
Net (Loss) Income Margin

Imbal Hasil Atas Aktiva (***)

Return On Assets (***)

Imbal Hasil Atas Ekuitas (***)

Return On Equity (***)

Rasio Lancar

Informasi Tambahan
Jumlah Saham Beredar
(dalam juta lembar saham)

(*) :
(*) :
(**) :
(**) :
(***) :

Laba Sebelum Bunga dan Pajak


Earnings Before Interest and Taxes
Laba Sebelum Bunga, Pajak, Penyusutan dan Amortisasi
Earnings Before Interest,Taxes, Depreciation and Amortization
Imbal hasil atas aktiva/ekuitas dihitung berdasarkan rasio laba (rugi) bersih
terhadap rata-rata aktiva/ekuitas.
(***) : Return on asset/equity represents ratio of net income (loss) on the averaged
asset/equity

Basic

Laporan Tahunan 2010

Current Ratio

Additional Information
Total Issued Shares
(in million shares)

Pendapatan Usaha Gross Revenue


dalam miliar Rupiah in billion Rupiah

Kewajiban Liabilities
dalam miliar Rupiah in billion Rupiah

1.200

5.000

1.118

1.000
800

4.000

927

4.035

3.964

2008

2009

3.500

751

3.000

600

2.741

2.500

537
393

400

2.000
1.500

1.415

1.000

200
0

4.603

4.500

500
2006

2007

2008

2009

2010

EBITDA EBITDA
dalam miliar Rupiah in billion Rupiah

2006

2007

2010

Ekuitas Equity
dalam miliar Rupiah in billion Rupiah

397

400

2.000
1.796

300

239

200

1.500

1.591

100
0

1.000

-100

793

727

-84

-200

500

-300
-400

-357

-500

0
-119
-519

-600
2006

2007

2008

2009

2010

Laba (Rugi) Bersih Net Income (Loss)


dalam miliar Rupiah in billion Rupiah

35

2006

2007

5.000

50

4.537

4.500

-200

4.000

-400

3.500

-600

3.000

-800

2008

2009

2010

Aktiva Assets
dalam miliar Rupiah in billion Rupiah

200
0

-500

4.762

4.757
4.484

3.006

2.500

-724

2.000

-1.000

1.500

-1.069

-1.200

1.000

-1.400

-1.402

-1.600
2006

2007

2008

2009

2010

500
0

2006

2007

2008

2009

2010

Annual Report 2010

Tinjauan Operasional
Operational Highlights

Basis Pelanggan (dalam ribuan)

2010

2009

2008

2007

Customer Base

2006

109,9

122,3

148,9

92,6

47,7

Postpaid

Pra bayar

2.162,8

2.750,3

2.855,5

2.920,2

1.778,2

Prepaid

Mobile-8

2.272,7

2.872,6

3.004,4

3.012,8

1.825,9

M8

ARPU (dalam ribuan)

2010

2009

2008

2007

2006

ARPU (in000 Rupiah)

Pasca bayar

46,5

58,7

86,4

115,3

140,7

Postpaid

Pra bayar

9,4

11,1

21,5

37,2

46,0

Prepaid

Mobile-8

12,9

13,4

24,0

39,8

48,0

M8

Infrastruktur jaringan

2010

2009

2008

2007

2006

Network Infrastructure

Pasca bayar

BTS

1.654

1.458

1.563

945

440

Base Tranceiver Station

BSC

55

55

55

51

28

Base Station Controller

MSC

28

28

28

16

Mobile Switching Center

Karyawan

2010

2009

2008

2007

2006

Jumlah karyawan

843

777

865

867

790

Employee

Total Employee

Informasi Saham Info on Shares


Harga saham

Tertinggi

Terendah

Penutupan

Volume (lembar)

Rupiah

Q1

50

50

50

789.049.000

39.812.722.500

Q2

50

50

50

1.724.191.000

87.211.677.000

Q3

50

50

50

2.331.004.000

117.836.448.500

Q4

50

50

50

6.579.777.000

332.639.625.000

Laporan Tahunan 2010

Peristiwa Penting 2010


Significant Events

12 Februari 2010
Nonton Bareng Fren.
Nonton Bareng Fren.

18-28 Februari 2010


Berpartisipasi dalam Kejuaraan Terbuka Softball dan Baseball
Giants Club.
Participate in Open Championship Softball and Baseball 'Giants
Club'.

1 Maret 2010
Program Power Buy, Pembelian Modem Skytech dengan harga
spesial Rp 559 ribu dan dapat dicicil selama 6 bulan dengan
bunga 0%.
Power Buy Program, Purchase of Skytech Modem at the special
price of IDR 559 thousand and installments over 6 months at 0%
interest rate.

3 Maret 2010
Luncurkan Smartfren sebagai bentuk kerja sama strategis.
Launching 'Smartfren' as a strategic cooperation.

3 Maret 2010
Luncurkan 'Hape Fren Seru' serentak di 13 kota.
Launching 'Hape Fren Seru' in 13 cities.

30 Maret 2010
Penganugerahan penghargaan Call Center Award 2010, 'Service
Excellent' kategori Telekomunikasi.
Awarding, Call Center Award 2010 'Service Excellent' in
telecommunication category.

29 April 2010
RUPST & RUPSLB.
AGSM & EGSM.

17 -26 Mei 2010


Luncurkan Paket Internetan 3 bulan hanya Rp 100 ribu
di 5 kota.
Launching of Internet Access Packages, 3 months for only IDR 100
thousand in 5 cities.

4 Juni 2010
Luncurkan Hape FREN SUMO.
Launching of FREN SUMO Handset.

10

11

10 10 - 11 Juni 2010

Pameran PRJ 2010.


Jakarta Fair 2010.

11

29 Juni 2010
Program Fren Gratis KFC.
Fren Free KFC Program.

12 7 Juli 2010
12

13

Penganugerahan 2 penghargaan Selular Award 2010, kategori


'Best Mobile Data Service' dan 'Most Innovative Product'.
Two awarding from Selular Award as 'Best Mobile Data Service' and
'Most Innovative Product'.

13 14 - 18 Juli 2010

Parade Murah Meriah di ICS 2010.


Parade Murah Meriah promotions at ICS 2010.

Annual Report 2010

Peristiwa Penting 2010


Significant Events
14

15

16

18

17

19

20

21

14

7 Agustus 2010
Smartfren Nonton Bareng.
Smartfren Nonton Bareng.

15

9 Agustus 2010
Luncurkan Smartfren Hape Islami.
Launching of Smartfren Hape Islami promotions.

16

10 Agustus 2010
Pengumuman pemenang utama Smartfren Rejeki.
Smartfren Rejeki main prize winner announcement.

17

13 Agustus 2010
Gelar Promo Gila.
Promo Gila Promotions.

18

22 Agustus 2010
Gelar Mobi Go Max bagi-bagi hadiah mobil
Daihatsu Gran Max.
Mobi Go Max distribution of Daihatsu Gran Max as cars prize.

19

27 Agustus 2010
Gelar Employee Sales Blitz.
Employee Sales Blitz Promotions.

20

31 Agustus 2010
Buka puasa bersama media
Ramadhan Seru Bareng Smartfren.
Fasting break with the media Ramadhan Seru Bareng Smartfren.

21

5 September 2010
CSR, Gelar Mudik Seru Smart dan Fren.
CSR, Mudik Seru Smart dan Fren.

22

8 September 2010
Pengumuman pemenang Fren Gratis KFC
mobil Toyota Avanza.
Fren Gratis KFC winner announcement, winner to take
a Toyota Avanza.

23

6 Oktober 2010
Hadirkan Paket Modem Mobi Termurah.
Launching of Cheapest Mobi Modem Package.

24

19 Oktober 2010
RUPSLB.
EGSM.

25

20 Oktober 2010
Luncurkan Fren Jos di 6 kota.
Launching of Fren Jos in 6 cities.

22

23

25

24

Laporan Tahunan 2010

29 Oktober 2010
Gelar Employee Sales Blitz kedua.
Launching of second Employee Sales Blitz.

26

29 Oktober 2010
CSR, Bencana Tsunami di Mentawai dan letusan
Gunung Merapi.
CSR, Tsunami disaster in Mentawai and eruption
of Merapi Mountain.

27

29 Oktober 2010
CSR, Bantuan sarana telekomunikasi untuk
SMUN 10 Jakarta.
CSR, Telecommunication facility assistance for SMUN 10 Jakarta.

28

29 Oktober 2010
Luncurkan 'Hape Chit Chat'.
Launching 'Hape Chit Chat'.

29

3 - 7 November 2010
Pameran Indocomtech 2010.
Indocomtech 2010 Exhibition.

30

18 November 2010
CSR, Dirikan posko Telepon Umum Gratis (TUG)
di kawasan bencana Gunung Merapi.
CSR, Establish post of General Telephone Free (TUG)
in the region of Mount Merapi disaster.

31

24 November 2010
CSR, Luncurkan layanan mobile academic 'UG 1 Click'
di Universitas Gunadarma.
CSR, Launching mobile academic 'UG 1 Click'
service in Gunadarma University.

32

27 November 2010
Smartfren Nonton Bareng.
Smartfren Nonton Bareng.

33

15 Desember 2010
Penganugerahan penghargaan Gadget Award kategori
'Best Internet Service Provider'.
Awarding, Gadget Award in 'Best Internet Service Provider'
category.

34

26

27

28

29

30

31

32

33

16 Desember 2010 35
Penganugerahan penghargaan Broadband Award
kategori 'Best CDMA Broadband Operator'.
Awarding, Broadband Award in 'Best CDMA Broadband Operator'.
20 Desember 2010
RUPSLB.
EGSM.

36

24 Desember 2010
Luncurkan produk dan layanan
Smartfren Christmas Specials.
Launching of products and services of
Smartfren Christmas Specials.

37

34

35

36

37

Annual Report 2010

Sambutan Presiden Komisaris


Message from President Commissioner

Dalam tahun 2010, seluruh


perhatian tercurah kepada
usaha untuk menjaga
kelangsungan usaha dan
menyelesaikan
konsolidasi bisnis.
In 2010, all attention was focused
on the efforts of maintaining as a
going concern and completing
the business consolidation.

Menjaga Kelangsungan Usaha dan Menyelesikan


Konsolidasi Bisnis

Maintaining as a Going Concern and Completing Business


Consolidation

Pada tahun 2010, Mobile-8 melanjutkan upaya untuk menjaga


kelangsungan usaha dan menyelesaikan konsolidasi bisnis.
Mempererat kerja sama operasional dengan PT Smart Telecom
Perseroan mempersiapkan diri untuk tampil lebih bersaing di
industri telekomunikasi Indonesia.

In 2010, Mobile-8 continued its efforts to maintain as a going concern


and to complete business consolidation. Solidifying the operational
cooperation with PT Smart Telecom the Company prepared itself to
come out stronger in Indonesia's telecommunication industry
competition.

Persiapan tersebut berlangsung pada tahun yang sulit bagi


Perseroan. Kompetisi semakin ketat dengan penerapan strategi
pricing yang juga sangat ketat.

The preparations were realized in a tough year for the Company. The
ever increasing competition was marked by increasingly fierce pricing
strategies.

Laporan Tahunan 2010

Dalam konteks ini, Dewan Komisaris menilai Direksi telah


menunjukan kinerja yang baik untuk tetap menjaga arah
perkembangan sesuai dengan visi dan misi Perseroan. Direksi
tetap berpegang pada pengembangan teknologi, meskipun
persaingan mengatakan lain.

Within this context, the Board of Commissioners is of the opinion


that the Board of Directors performed quite well to keep developments
in the corridor of the corporate vision and mission. The Board of
Directors kept the technology-development orientation, eventhough
competition told otherwise.

Produk yang diluncurkan bersamaan dengan pengembangan


sinergi operasional Smartfren membuktikan orientasi itu.
Meskipun sinergi tersebut memberikan economics of scale yang
lebih baik, namun nilai tambah yang sesungguhnya berada
pada pengembangan teknologi bersama.

The products that were launched in the course of the operational


synergy development of Smartfren manifest the orientation. Although
the synergy provides a better economics of scale, the true added
value lies in the shared technological development.

Manfaat pengembangan teknologi ini akan sangat dirasakan


oleh para pemangku kepentingan di masa depan. Dan tentunya
Perseroan harus menjaga kelangsungan usahanya selama
masa itu. Oleh karena itu, Dewan Komisaris menghargai
keberhasilan Direksi dalam memperkuat struktur modal.

The benefits of this technological development will be appreciated


by the stakeholders in the future. And obviously the Company has to
keep its going concern to reach that point. Therefore, the Board of
Commissioners also appreciate the success of the Board of Directors
in strengthening the capital structure.

Dewan Komisaris pun memandang prospek usaha yang disusun


Direksi sebagai wajar dan berorientasi kepada penciptaan nilai
bagi pemegang saham secara berkelanjutan. Di masa depan,
kami yakin Smartfren akan meraih pangsa pasar yang lebih
besar dan memberikan keuntungan yang lebih tinggi bagi para
pemegang saham.

The Board of Commissioners also believes in the business prospects


of the Board of Directors. The outlook is reasonable and oriented
towards sustainable shareholder value creation. In the future, we
are convinced, Smartfren will win a larger market share and provide
higher levels of profits to the shareholders.

Terkait perkembangan kinerja Dewan Komisaris sendiri, pada


tahun 2010 pengawasan tetap didukung oleh Komite Audit
dengan formasi seorang komisaris independen dan dua
profesional independen.

About the Board of Commissioners own performance in 2010,


supervision was still supported by the Audit Committee of one
independent commissioner and two independent professionals.

Dewan Komisaris tidak membentuk komite baru pada tahun


2010.

The Board of Commissioners did not form a new committee in 2010.

Dewan Komisaris pun tidak mengalami perubahan formasi


pada tahun 2010. Dapat dikatakan, semua perhatian tercurah
untuk menjaga kelangsungan usaha dan menyelesaikan
konsolidasi bisnis.

The Board of Commissioners also did not change its formation in


2010. It is safe to say, all was focused to maintain as a going concern
and complete business consolidation.

Fokus tersebut telah menunjukkan hasilnya dengan disetujuinya


rencana PUT 1 pada RUPS Luar Biasa tanggal 20 Desember
2010. PUT 1 yang sukses dijalankan pada tanggal 11 Januari
2011 merupakan salah satu milestone yang dilakukan Perseroan
atas upaya menjaga kelangsungan usaha dan menyelesaikan
konsolidasi bisnis dalam bentuk akuisisi atas 99,9% saham
PT Smart Telecom.

This focus proved meaningful result with the approval of Extraordinary


GSM of 20 December 2010 about the Rights Issue 1 plan. The rights
issue was successfully conducted on 11 January 2011, and is a
milestone in the Company's effort to persist as a going concern and
complete business consolidation, manifested in the acquisition of
99.9% of PT Smart Telecom shares.

Akhirnya, kami ingin mengungkapkan rasa terima kasih atas


dukungan para pemegang saham dan pemangku kepentingan
lainnya. Dengan dukungan Anda selanjutnya Perseroan akan
meraih prestasi yang jauh lebih baik di masa depan.

Finally, we would like to express our gratitude for the support of the
shareholders and the other stakeholders. With your support, the
Company will further reach much better performance in the future.

Henry Cratein Suryanaga


Presiden Komisaris/President Commissioner
Annual Report 2010

Laporan Direksi
Report of the Board of Directors

Selain restrukturisasi
keuangan dan sinergi dengan
PT Smart Telecom
Perseroan tetap melakukan
ekspansi jaringan.
Notwithstanding the financial
restructuring and the synergy
formation with PT Smart Telecom
the Company still carried out
network expansion.

Melanjutkan Upaya Peningkatan Kinerja

Continuing Efforts of Improving Performance

Pada tahun 2010, Direksi memusatkan perhatian untuk


memperkuat posisi Perseroan dalam persaingan industri
telekomunikasi Indonesia serta melanjutkan upaya-upaya
restrukturisasi keuangan. Seluruh target yang dicanangkan
berorientasi pada kelangsungan usaha. Dan dapat kami
laporkan, target tersebut tercapai.

In 2010, the Board of Directors focused on strengthening the


Company's position in the competition of Indonesia's
telecommunication industry, a well as maintaining efforts of
financial restructuring. All targets were set with the orientation
to maintain as a going concern. And we can report, the targets
have been met.

Perseroan melanjutkan restrukturisasi hutang jangka


pendek dalam bentuk debt equity conversion untuk
mengkonversi hutang usaha kepada pemasok menjadi
saham Perseroan. Perseroan juga berhasil melakukan
pembiayaan kembali pinjaman jangka pendek milik

The Company continued to restructure its short-term debts in


the form of debt equity conversion to converse its trade payables
to suppliers to become shares of the Company. The Company
was also able to refinance its short-term loans by issuing
Mandatory Convertible Bonds, which are long-term and aimed

10 Laporan Tahunan 2010

Perseroan dengan menerbitkan Obligasi Wajib Konversi


yang bersifat jangka panjang untuk memperbaiki modal
kerja Perseroan.

to improve the working capital of the Company.

Sinergi dengan PT Smart Telecom pun terus dikembangkan


pada tahun 2010. Selain melanjutkan sinergi produk,
pemasaran dan penjualan serta pelayanan kepada
pelanggan, Perseroan pun mengembangkan sinergi dalam
bentuk pemanfatan lokasi BTS bersama dan pemanfaatan
jaringan bandwith bersama.

Synergy with PT Smart Telecom was also further enhanced in


2010. In addition to developing products, sales and marketing,
as well as customer services synergies, the Company has also
developed synergies in the forms of site co-location and shared
utilization of networks bandwith.

Perseroan juga melakukan sinergi SDM dalam bentuk shared


expertise yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi
SDM di kedua belah pihak.

The Company also conducted HR synergies in the form of shared


expertise, which is aimed to develop HR competencies of both
companies.

Terkait dengan pengembangan prospek usaha, Perseroan


melakukan ekspansi jaringan pada Q4 2010 dalam bentuk
peningkatan coverage di area yang potensial di Jawa dan
Bali. Peningkatan coverage ini bertujuan untuk meningkatkan
kualitas dan kapasitas jaringan dalam rangka peningkatan
pelayanan kepada pelanggan, yang pada akhirnya bermuara
pada peningkatan ARPU. Secara terbatas, Perseroan juga
melakukan pengembangan coverage di area yang belum
dijangkau sebelumnya khususnya di luar Jawa.

Related to the development of its business prospects, the Company


has implemented network expansion in Q4 of 2010, in the form
of increasing coverage in potential areas in Java and Bali. The
increase in coverage is aimed to improve the quality and the
capacity of the network, in the context of enhancing services to
the customers, which in turn will increase their ARPU. To a limited
extend, the Company has also developed coverage in areas that
were previously unreachable, particularly outside of Java.

Terkait dengan kualitas pelayanan, Perseroan melakukan


modernisasi billing system, serta meningkatkan bandwith
jaringan, baik untuk layanan domestik maupun layanan
internasional. Dengan upaya tersebut diharapkan Perseroan
dapat menguatkan posisinya pada tahun 2010.

Related to quality of service, the Company has modernized its


billing system, and increased the network bandwith, both for
domestic and international services. These efforts were aimed
to strengthen the Company's position in 2010.

Perlu kami laporkan pula, pada tahun 2010, Perseroan


melanjutkan upaya penerapan GCG dengan fokus menjaga
kelanjutan usaha. Pengendalian internal dan manajemen
risiko terus dikuatkan sementara upaya sinergi dengan
Smart Telecom terus berlangsung. Direksi tetap mendorong
peningkatan kualitas tata kelola.

It should also be mentioned that in 2010 the Company has upheld


the implementation of GCG with the focus of maintaining as a
the going concern. Internal control and risk management were
continuously intensified as the synergy efforts with Smart Telecom
were implemented. The Board of Directors is still driving the
quality improvement of the corporate governance.

Pada tahun 2010, Direksi tidak mengalami perubahan


formasi.

In 2010, nevertheless, the Board of Directors has not changed


its formation.

Sebagai penutup, atas nama Direksi, perkenankan saya


mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan
yang diberikan dalam rangka melanjutkan upaya
peningkatan kinerja Perseroan pada tahun 2010. Kita telah
melewati tahun yang sulit dan kini memandang ke depan
dengan keyakinan dan rasa optimis untuk masa depan yang
lebih baik.

Finally, on behalf of the Board of Directors, we would like to thank


you for the trust and support that have been placed in the efforts
of improving the Company's performance in 2010. We have
passed a tough year and are now facing the future with faith and
optimism, towards a better future.

Merza Fachys
Presiden Direktur/President Director

Annual Report 2010

11

Dewan Komisaris
Board of Commissioners

Henry Cratein Suryanaga


Presiden Komisaris, Independen
Seorang eksekutif profesional di bidang keuangan dan berbagai
macam industri yang berpengalaman lebih dari 25 tahun,
dengan berbagai posisi penting di beberapa perusahaan
berskala nasional dan multi-nasional. Ditunjuk menjadi Presiden
Komisaris sejak November 2009.

President Commissioner, Independent


A Professional executive in financial and various industries with more
than 25 years of several national and multi-national companies.
Appointed as President Commissioner since November 2009.

Sarwono Kusumaatmadja
Wakil Presiden Komisaris, Independen
Negarawan, mantan anggota DPR dan pernah menjabat
beberapa kementrian Negara, serta aktif di berbagai kegiatan
dan lembaga berskala nasional maupun internasional
khususnya di bidang lingkungan hidup, pendidikan dan
permasalahan sosial. Ditunjuk sebagai Wakil Presiden
Komisaris (Independen) sejak November 2009.

Vice President Commissioner, Independent


A reputable statesman, former member of DPR and served in several
ministries positions, and active in various national and international
institution mainly involving the environment, education, and social
affairs. Appointed as Vice President (Independent) Commissioner
since November 2009.

Reynold M. Batubara
Komisaris, Independen
Seorang eksekutif profesional yang berkarir di bidang audit
dengan pengalaman lebih dari 25 tahun. Ditunjuk sebagai
Komisaris (Independen) sejak November 2009.

12 Laporan Tahunan 2010

Commissioner, Independent
A professional executive in audit with more than 25 years of
experience. Appointed as Commissioner (Independent) since
November 2009.

Direksi
Board of Directors

Merza Fachys
Presiden Direktur

Seorang eksekutif profesional di bidang telekomunikasi dengan


pengalaman lebih dari 29 tahun. Pernah menjabat berbagai
posisi penting di beberapa perusahaan terkemuka. Ditunjuk
sebagai Presiden Direktur sejak Juni 2009.

President Director
A professional executive in telecommunications industry with more
than 29 years of experience and has been in important positions
in several well-known companies. Appointed as President Director
since June 2009.

Lim Juliana Dotulong


Direktur
Seorang eksekutif profesional dengan pengalaman luas selama
20 tahun di industri telekomunikasi dan media. Ditunjuk sebagai
Direktur sejak Juni 2009.

Director
A professional executive with 20 years of experience in
telecommunications and media industries. Appointed as Director
since June 2009.

Lukas A. Heryanto
Direktur
Seorang eksekutif profesional dengan pengalaman lebih dari
30 tahun di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi.
Ditunjuk sebagai Direktur sejak 2003.

Yopie Widjaya
Direktur

Seorang eksekutif profesional yang berkarir dan berpengalaman


luas dibidang keuangan, teknologi informasi dan telekomunikasi.
Ditunjuk sebagai Direktur sejak November 2009.

Director
A professional executive with more than 30 years of experience in
information technology and telecommunications. Appointed as
Director since 2003.

Director
A professional executive with wide ranging experience in finance,
information technology and telecommunication industries. Appointed
as Director since November 2009.

Anthony Chandra Kartawiria


Direktur
Seorang eksekutif profesional keuangan dengan pengalaman
di bidang investasi perbankan dan pasar modal selama lebih
dari 25 tahun. Ditunjuk sebagai Direktur sejak Maret 2008.

Director
A professional executive in financial with more than 25 years of
experience in investment banking and the capital market. Appointed
as Director since March 2008.

Annual Report 2010

13

Tinjauan Usaha
Business Overview
Perseroan merupakan operator layanan telepon dan data
nirkabel di pasar telekomunikasi Indonesia. Dengan basis
teknologi CDMA, Perseroan bersaing dengan
menawarkan beraneka ragam produk, guna meraih
pangsa pasar yang menjamin kelangsungan usaha.

The Company is a telephone service and wireless data operator


in the telecommunication market of Indonesia. With its CDMA
technology base, the Company is competing by offering a
variety of products to reach a market share that enables the
Company to operate as a going concern.

Tahun 2010 merupakan periode yang penuh tantangan


bagi Perseroan di tengah berbagai upaya dalam menjaga
kelangsungan usaha. Upaya restrukturisasi keuangan
terus berlanjut dengan berbagai aksi korporasi keuangan
sebagai berikut:

The year 2010 was a period full of challenges for the Company
amidst its various efforts to maintain as a going concern.
Efforts of restructuring continued with various financial
corporate actions such as:

Perseroan melanjutkan restrukturisasi hutang jangka


pendek dalam bentuk debt-to-equity conversion. Selama
tahun 2010 Perseroan telah mengkonversi hutang usaha
ke pemasok menjadi saham Perseroan senilai Rp 493,96
miliar.

The Company continued to restructure its short-term debts


in the form of debt-to-equity conversion. Throughout 2010,
the Company has converted its trade payables to the
Company's shares at the value of IDR 493.96 billion.

Perseroan sampai dengan saat ini masih melakukan


upaya negosiasi dengan pemegang Guaranteed Senior
Notes Perseroan sebesar US$ 100 juta untuk menyetujui
usulan restrukturisasi Perseroan. Upaya konsolidasi bisnis
yang dilakukan Perseroan di tahun 2010 adalah
melakukan sinergi bisnis dengan PT Smart Telecom.

The Company currently is still negotiating with the holders of


the Company's USD 100 million Guaranteed Senior Notes to
approve the Company's proposed restructuring plan The
business consolidation efforts of the Company in 2010 were
the forging of a business synergy with PT Smart Telecom.

Sinergi bisnis ini mencakup sinergi operasi atas aktivitas


penjualan dan pemasaran, aktivitas pelayanan kepada
pelanggan, pemanfaatan jaringan bandwith bersama,
pemanfaatan BTS bersama (co-location) serta sinergi
SDM.

This business synergy includes operational synergies in terms


of sales and marketing activities, customer service activities,
sharing network bandwith, and sharing BTS (co-location), as
well as HR synergies.

Di tengah produk dan layanan yang sudah ada seperti


Fren Sobat, Hepi, Fren Duo dan Mobi, Perseroan bersama
PT Smart Telecom meluncurkan merek baru bersama
dalam wujud Smartfren.

Amidst existing products and services such as Fren Sobat,


Hepi, Fren Duo and Mobi, the Company together with
PT Smart Telecom launched a new brand in the form of
Smartfren.

Produk dan layanan Smartfren ini akan menguatkan


posisi unggul Perseroan. Dengan 2 lisensi yang dimiliki
yaitu Selular dan FWA, Perseroan menawarkan produk
dan layanan yang ekonomis dari aspek tarif tapi juga
memenuhi kebutuhan mobilitas dari pelanggan.
Perseroan juga meningkatkan layanan data (mobile
broadband) melalui teknologi CDMA 1X EVDO Rev. A yang
setara dengan teknologi 3,5G.

Products and services of Smartfren will further strengthen


the competitive position of the Company. With its 2 licenses,
namely Celullar and FWA, the Company offers economically
priced products and services, but also fulfill the needs for
mobility of its customers. The Company also improved the
data services (mobile broadband) through the CDMA 1X EVDO
Rev. A technology which is equal to the 3.5G technology.

Lebih jauh lagi, Smartfren juga menjadi wujud


optimalisasi pemasaran dan konsolidasi bisnis dari dua
operator dengan teknologi unggulan dalam rangka
efisiensi biaya operasi untuk mencapai economics of scale.
Dalam ruang lingkup pengembangan prospek usaha,

Furthermore, Smartfen also became a manifestation of the


marketing optimalization and the business consolidation of
two operators with advancetechnologies, in the course of
achieving operational cost efficiencies and economics of scale.
In the context of business prospect development, the Company

14 Laporan Tahunan 2010

Perseroan tetap melakukan ekspansi jaringan pada Q4


2010 dalam bentuk peningkatan coverage di area yang
potensial seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang,
Solo, Malang, Surabaya, Denpasar dan Medan.

has continued network expansion in Q4 of 2010, in the form


of increasing coverage in potential areas such as Jakarta,
Bogor, Bandung, Semarang, Solo, Malang, Surabaya,
Denpasar and Medan.

Peningkatan coverage ini bertujuan untuk meningkatkan


kualitas dan kapasitas jaringan dalam rangka
peningkatan pelayanan kepada pelanggan, yang pada
akhirnya diharapkan bermuara pada akuisisi pelanggan
baru dan peningkatan pendapatan Perseroan.

The coverage increase is aimed to improve the network's


quality and capacity, in the course of improving services to the
customers, which in turn will result in the acquisition of new
customers and the increase of the Company's revenue.

Secara terbatas, Perseroan juga melakukan


pengembangan coverage di area yang belum dijangkau
sebelumnya khususnya di luar Jawa.

To limited extent, the Company has also conducted coverage


development in areas that were previously unreachable,
particularly outside of Java.

Annual Report 2010

15

Tinjauan Usaha
Business Overview
Di akhir tahun 2010, Perseroan melanjutkan langkah
untuk menuntaskan proses restrukturisasi keuangan
dan konsolidasi bisnis ini dengan berbagai aksi korporasi.

At the end of 2010, the Company continued its move to


complete the financial restructuring process and the business
consolidation with several corporate actions.

Pada tanggal 11 Januari 2011, Perseroan berhasil


melakukan pembiayaan kembali pinjaman jangka pendek
milik Perseroan dengan menerbitkan Obligasi Wajib
Konversi yang bersifat jangka panjang untuk memperbaiki
modal kerja Perseroan.

On 11 January 2011, the Company has successfully refinanced


its short-term debts by issuing Mandatory Convertible Bonds
that are long-term in nature and help to improve the working
capital of the Company.

Perseroan juga melakukan upaya untuk memperkuat


struktur permodalan melalui penerbitan saham dengan
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) melalui
Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) senilai
Rp 3.784.237.682.900, yang prosesnya telah selesai pada
tanggal 11 Januari 2011.

The Company also made efforts to strengthen its capital


structure by issuing shares with preemptive rights (Rights
Issue) attached to Limited Public Offering I (Rights Issue I) at
the amount of IDR 3,784,237,682,900, which was completed
on 11 January 2011.

Proses ini berlanjut dengan dilakukannya proses akuisisi


atas 99,9% saham PT Smart Telecom yang sukses
diselesaikan pada tanggal 18 Januari 2011.

This process then was followed by the acquisition process of


99.9% of PT Smart Telecom shares, which was completed on
18 January 2011.

Tiga upaya utama telah dilakukan secara secara paralel


dan berkesinambungan sepanjang tahun 2010.
Restrukturisasi keuangan, sinergi dan konsolidasi bisnis
bertujuan untuk menjaga kelangsungan usaha melalui
manfaat efisiensi biaya untuk mencapai economics of
scale yang lebih baik.

Three efforts have been conduct simultaneously and in a


sustainable way in 2010. Financial restructuring, business
synergy and consolidation that is aimed to maintain as a going
concern through cost efficiency that supports the endeavor
towards better economics of scale.

Semua upaya tersebut merupakan milestone yang dicapai


oleh Perseroan di tahun 2010 dalam proses untuk
membangun landasan yang lebih kuat dalam menghadapi
persaingan usaha di masa datang. Posisi unggul
Perseroan yang memiliki teknologi unggulan dengan
kualitas jaringan yang prima, disertai dengan lisensi
untuk menghadirkan layanan yang lebih ekonomis kepada
pelanggan, memberikan keyakinan kepada Perseroan
akan masa depan yang lebih baik.

All these efforts were milestones for the Company in 2010,


in the process of developing a stronger base to face future
business competition. The competitive position of the Company
with its advance technology and prime-quality network,
strengthened by the license to provide more economical
services to the customers, inspires the confidence in the better
future of the Company.

16 Laporan Tahunan 2010

Sumber Daya Manusia


Human Resources
Sinergi Manajemen Sumber Daya Manusia
Perseroan menyadari sumber daya manusia merupakan
aset yang ikut menentukan keunggulan dalam persaingan
di industri telekomunikasi Indonesia yang dinamis. Karena
itu, manajemen sumber daya manusia - mulai dari
perekrutan, pelatihan hingga pengembangan
dilaksanakan secara seksama dan berpegang pada nilai
dasar Perseroan.

Synergies in Human Resources Management


The Company is aware that human resources are assets that
contribute to the competitive advantage in the competition of
Indonesia's dynamic telecommunication industry. Therefore,
human resources management - from recruitment, training
to development - is conducted carefully, adhering to the core
values of the Company.

Program pelatihan dan pengembangan karyawan


dilakukan sesuai dengan tujuan bisnis perseroan, dengan
kurikulum dan metode yang mengikuti perkembangan
perseroan. Dalam kondisi keuangan yang berat,
Perseroan tetap berkomitmen untuk meningkatkan
kompetensi SDM melalui pelatihan karyawan, yang
dilakukan secara efisien melalui berbagai in-house training.
Pada tahun 2010, Mobile-8 melaksanakan 80 aktivitas
pelatihan yang diikuti oleh 1.435 karyawan. Secara total,
kegiatan tersebut mencakup 22.294 jam pelatihan.

Employee training and development programs are oriented


toward the Company's business goals, and with curricula and
methods that follow the Company's development. Amidst the
tough financial conditions, the Company remains committed
to improving the HR competencies through employee training,
which are organized efficiently through lots of in-house training.
In 2010, Mobile-8 has conducted 80 training activities that
were followed by 1,435 employees. In total, the activities
reached 22,294 hours of training.

Dalam program pengembangan, selain mengikuti


pelatihan dalam kelas, karyawan juga diwajibkan
menempuh On-the-Job Training (OJT) guna menambah
kemampuan mereka secara lebih signifikan. Sepanjang
tahun 2010 Program Pengembangan Karyawan
Mobile-8 mencakup bidang teknik dan penjualan.

In the development programs, in addition to in-class training,


the employees are also asked to participate in On-the-JobTraining (OJT), which improves their skills more significantly.
Throughout 2010, the Mobile-8 Employee Development
Program encompassed the fields of technique and sales.

BOD
Sr. VP
Komposisi Berdasarkan Jabatan
Composition by Title
BOD

VP

2010
Staff
5

0,6%

Sr. VP

0,7%

VP

11

1,3%

Sr. Mgr

42

5,0%

Mgr

116

13,8%

SPV

273

32,4%

Staff

390

46,3%

Total

843

100.0%

Sr. Mgr
Mgr
SPV

Annual Report 2010

17

S2
Komposisi Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Composition by Education

D3

2010

S2

39

4,6%

S1

577

68,4%

D3

146

17,3%

SMA

81

9,6%

Total

843

100,0%

26-30th

>50th
41-50th

S1

SMA

20-25th

30-40th

Komposisi Berdasarkan Usia


Composition by Ages

2010

20-25 Years

21

2,5%

26-30 Years

184

21,8%

31-40 Years

414

49,1%

41-50 Years

202

24,0%

> 50 Years
Total

22

2,6%

843

100.0%

>15 - <25 Tahun


3YOS
>12 - <15 YOS
>9 - <12 YOS

Komposisi Berdasarkan Masa Kerja


Composition by Service Years
3 YOS

2010

247

29,3%

>3 - <6 YOS

181

21,5%

>6 - <9 YOS

124

14,7%

>9 - <12 YOS

27

3,2%

>12 - <15 YOS

174

20,6%

>15 - <25 YOS


Total

18 Laporan Tahunan 2010

90

10,7%

843

100.0%

>6 - <9 YOS


>3 - <6 YOS

Pembahasan dan Analisa Manajemen


Management Discussion and Analysis
Penjelasan dalam bagian ini harus dibaca bersama
dengan laporan keuangan konsolidasian PT Mobile-8
Telecom, Tbk. dan anak Perseroan serta catatan terkait
untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010 dan
2009.

Explanations contained in this part should be read in relation


with the consolidated financial statements of PT Mobile-8
Telecom, Tbk. and subsidiaries as well as the related notes
for the years that ended on 31 December 2010 and 2009.

Catatan 48 tentang Peristiwa Setelah Tanggal Neraca


menjelaskan Penawaran Umum Terbatas I berhasil
mengatasi masalah defisiensi modal. Dengan demikian,
Perseroan dapat memusatkan perhatian untuk
memenangkan persaingan di industri telekomunikasi
Indonesia.

Note Number 48 on Subsequent Events explains that the


Rights Issue I has successfully overcome the capital deficiency
issue. Therefore, the Company is able to focus on winning the
competition in Indonesia's telecommunication industry.

Segmen Usaha
Usaha yang dikelola oleh Perseroan ialah jasa selular
CDMA dan jasa jaringan telekomunikasi. Segmen
usahanya bersifat tunggal.

Business Segment
The Company's business is the provision of CDMA cellular
services and telecommunication network services. It has only
one single business segment.

Segmen geografisnya terdiri atas wilayah Jabotabek


(Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi), Jawa Tengah, Jawa
Timur, Jawa Barat, Sumatera, Sulawesi, Bali dan
Kalimantan.

The geographical segments comprises the area of Jabotabek


(Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi), Central Java, East Java,
West Java, Sumatra, Sulawesi, Bali and Kalimantan.

Dari total jumlah Pendapatan usaha sebesar Rp 392,8


miliar pada tahun 2010, segmen Jabotabek menyumbang
Pendapatan terbesar, yaitu Rp 164,1 miliar atau sekitar
41,8%. Pendapatan di segmen tersebut naik sebesar
9,4% tahun 2010 dibandingkan tahun 2009. Sedangkan
segmen Kalimantan memberikan pendapatan terkecil,
yakni Rp 2,7 miliar.

Of the total Operating Revenues of IDR 392.8 billion in 2010,


the Jabotabek segment contributed the largest revenue,
namely IDR 164.1 billion or about 41.8%. The revenue of this
segment increased by 9.4% in 2010 compared to 2009.
Meanwhile, the segment of Kalimantan has contributed the
smallest Revenue, namely IDR 2.7 billion.

Pendapatan Usaha
Jasa telekomunikasi CDMA merupakan sumber utama
pendapatan dan terdiri dari pendapatan layanan jasa
telekomunikasi berupa (i) Percakapan, (ii) Layanan Pesan
Singkat (SMS), (iii) Data, (iv) Abonemen dan (v) Lain-lain.

Operating Revenues
CDMA telecommunication services are the main source of
revenue and consist of: (i) Voice, (ii) Short Message Service
(SMS), (iii) Data, (iv) Monthly Service Charge and (v) Others.

Perseroan juga memperoleh pendapatan dari


interkoneksi domestik dan internasional yang diterima
dari penyelenggara telekomunikasi lainnya.

The Company also obtains domestic and international


interconnection revenue from other telecommunications
operators.

Jumlah Pendapatan Usaha kami disajikan dengan


mengurangi Beban Interkoneksi dan Potongan Harga.

Total Operating Revenues is here presented after deducting


Interconnection Expenses and Discounts.

Annual Report 2010

19

Pembahasan dan Analisa Manajemen


Management Discussion and Analysis
Tabel: Pendapatan Usaha / Chart: Business Income
2010
Rp
Jutaan/Million

2009
Rp
Jutaan/Million

%
Telecommunication Services

Jasa Telekomunikasi
Percakapan

215.780

54,9%

331.497

61,7%

Voice

Layanan Pesan Singkat (SMS)

57.461

14,6%

82.864

15,4%

Short Message Service (SMS)

Data

51.763

13,2%

32.143

6,0%

Data

Abonemen
Lain-lain
Sub Jumlah

3.675

0,9%

4.228

0,8%

Monthly Service Charges

12.815

3,3%

13.967

2,6%

Others

341.494

86,9%

464.698

86,5%

Sub Total

40.073

10,2%

59.420

11,1%

Domestic

Interconnection Services

Jasa Interkoneksi
Domestik
Jelajah Internasional

11.220

2,9%

13.260

2,5%

International Roaming

Sub Jumlah

51.293

13,1%

72.680

13,5%

Sub Total

392.787

100,0%

537.378

100,0%

Gross Revenues

(103.918)

-26,5%

(135.523)

-25,2%

Interconnection Charges

Jumlah Pendapatan Usaha


Beban Interkoneksi

(16.276)

-4,1%

(32.886)

-6,1%

Discount

Sub Jumlah

(120.194)

-30,6%

(168.410)

-31,3%

Sub Total

Pendapatan Usaha Bersih

272.593

69,4%

368.969

68,7%

Operating Revenues - Net

Potongan Harga

Pendapatan Jasa Telekomunikasi


Pada 2010, pendapatan Jasa Telekomunikasi menurun
26,5% dari Rp 464,7 miliar pada 2009 menjadi Rp 341,5
miliar pada 2010. Penurunan tersebut terkait utamanya
dengan penurunan ARPU (average revenue per user) akibat
persaingan yang sangat ketat antar operator
telekomunikasi di Indonesia.

Telecommunication Services Revenue


In 2010, revenues from Telecommunication Services decreased
by 26.5% from IDR 464.7 billion in 2009 to IDR 341.5 billion
in 2010. The decrease was mainly caused by the decrease in
ARPU (average revenue per user), related to the fierce
competition among Indonesia's telecommunication operators.

Pendapatan Jasa Interkoneksi


Pada tahun 2010, Pendapatan Jasa Interkoneksi menurun
29,4% dari Rp 72,7 miliar pada 2009 menjadi Rp 51,3
miliar pada 2010. Penurunan ini terutama disebabkan
penurunan pendapatan dari Jasa Interkoneksi Domestik,
sebagai akibat dari penurunan tarif interkoneksi dan
penurunan lalu lintas panggilan masuk.

Interconnection Services Revenue


In 2010, Revenues from Interconnection Services decreased
by 29.4% from IDR 72.7 billion in 2009 to IDR 51.3 billion in
2010. The decrease was mainly caused by the decrease in
Domestic Interconnection Services Revenue, which in turn
was caused by the lowering of the interconnection tariff and
the decline of incoming call traffic.

Beban Interkoneksi dan Potongan Harga


Secara persentase, Beban Interkoneksi dan Potongan
Harga turun dari 31,3% pada 2009 menjadi 30,6% pada
2010. Penurunan ini terutama merupakan akibat turunnya
lalu lintas panggilan keluar (outgoing call) dibandingkan
dengan lalu lintas panggilan masuk (incoming call).

Interconnection Expenses and Discounts


Presented in percentage, Interconnection Expenses and
Discounts decreased by 31.3% in 2009 to 30.6% in 2010.
This decrease is mainly caused by the decline in outgoing call
traffic compared to the incoming call traffic.

Pendapatan Usaha Bersih


Pendapatan Usaha Bersih Perseroan turun 26,1% menjadi
Rp 272,6 miliar pada 2010 dibandingkan Rp 368,9 miliar

Operating Revenues - Net


The Net Revenues of the Company decreased by 26.1% to IDR
272.6 billion in 2010, compared to IDR 368.9 billion in 2009.

20 Laporan Tahunan 2010

pada 2009. Penurunan tersebut diakibatkan oleh


penurunan pendapatan yang signifikan dari Percakapan,
SMS, Data dan Jasa Interkoneksi Domestik.

The decrease was mainly caused by the decline in revenue


from Voice, SMS, Data and Domestic Interconnection Services.

Beban Usaha
Beban Usaha kami terdiri dari (i) Penyusutan dan
Amortisasi, (ii) Operasi, Pemeliharaan dan Jasa
Telekomunikasi, (iii) Penjualan dan Pemasaran, (iv)
Karyawan dan (v) Umum dan Administrasi.

Operating Expenses
Operating Expenses comprise of (i) Depreciation and
Amortization, (ii) Operations, Maintenance and
Telecommunication Services, (iii) Sales and Marketing, (vi)
Personnel and (v) General and Administrative.

2010
Rp
Jutaan/Million

2009
%

Rp
Jutaan/Million

Penyusutan dan Amortisasi

357.096

90.9%

318.357

60.0%

Depreciation and Amortization

Operasi, Pemeliharaan dan


Jasa Telekomunikasi

470.604

93.4%

518.155

71.2%

Operation, Maintenance and


Telecommunications Services

Penjualan dan Pemasaran

223.438

56.9%

150.484

28.0%

Sales and Marketing

Karyawan

140.794

35.8%

134.968

25.1%

Personnel

51.966

13.2%

58.006

10.8%

General and Administrative

195.1%

Total Operating Expenses

Umum dan Administrasi


Jumlah Beban Usaha

1.243.898

290.2%

1.180.001

Beban Penyusutan dan Amortisasi


Beban Penyusutan dan Amortisasi meningkat 12,2% dari
Rp 318,4 miliar pada 2009 menjadi Rp 357,1 miliar pada
2010. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
penambahan aset terutama dalam bentuk infrastruktur
telekomunikasi dan aset pembiayaan.

Depreciation and Amortization Expenses


Depreciation and Amortization Expenses increased by 12.2%
from IDR 318.4 billion in 2009 to IDR 357.1 billion in 2010.
The increase was mainly caused by the addition of assets,
particularly in the form of telecommunication infrastructure
and leased assets.

Beban Operasi, Pemeliharaan, dan Jasa


Telekomunikasi
Pada tahun 2010, Beban Operasi, Pemeliharaan dan Jasa
Telekomunikasi turun 9.2% dari Rp 518,2 miliar pada
2009 menjadi Rp 470,6 miliar pada 2010. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh turunnya beban interkoneksi
dari Rp 135,5 miliar pada tahun 2009 menjadi Rp 103,9
miliar.

Operations, Maintenance and Telecommunication Services


Expenses
In 2010, Operations, Maintenance and Telecommunication
Services Expenses decreased by 9.2% from IDR 518.2 billion
in 2009 to IDR 470.6 billion in 2010. The decrease was mainly
casued by the decrease in interconnection expenses from
IDR 135.5 billion in 2009 to IDR 103.9 billion.

Beban Penjualan dan Pemasaran


Beban Penjualan dan Pemasaran kami meningkat 48,4%
dari Rp 150,5 miliar pada tahun 2009 menjadi Rp 223,4
miliar pada tahun 2010. Peningkatan ini terutama
disebabkan oleh naiknya biaya iklan dan promosi sebesar
34,2% dari Rp 121,4 miliar di tahun 2009 menjadi
Rp 162,9 miliar di tahun 2010. Selain itu terjadi kenaikan
dalam beban kartu RUIM dan biaya voucher sebesar
177,4% dari Rp 16,4 miliar di tahun 2009 menjadi Rp 45,5
miliar di tahun 2010.

Sales and Marketing Expenses


Sales and Marketing Expenses increased by 48.4% from IDR
150.5 billion in 2009 to IDR 223.4 billion in 2010. The increase
was mainly caused by the increase in advertising and
promotions expenses, namely 34.2% from IDR 121.4 billion
in 2009 to IDR 162.9 billion in 2010. Furthermore,
a 177.4% increase was realized in the RUIM card and voucher
expenses, from IDR 16.4 billion in 2009 to IDR 45.5 billion in
2010.

Annual Report 2011

21

Pembahasan dan Analisa Manajemen


Management Discussion and Analysis
Beban Karyawan
Beban Karyawan kami naik tipis 4,3% dari Rp 135 miliar
pada tahun 2009 menjadi Rp 140,8 miliar pada tahun
2010. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
gaji dan tunjangan karyawan dari Rp 105,8 miliar di tahun
2009 menjadi Rp 107,8 miliar di tahun 2010.

Personnel Expenses
Personnel Expenses increased slightly by 4.3% from IDR 135
billion in 2009 to IDR 140.8 billion in 2010. The increase was
mainly caused by the increase in salaries and allowances
from IDR 105.8 billion in 2009 to IDR 107.8 billion in 2010.

Beban Umum dan Administrasi


Beban Umum dan Administrasi kami menurun 10,4%
dari Rp 58 miliar pada 2009 menjadi Rp 52 miliar pada
2010. Penurunan ini disebabkan terutama oleh turunnya
beban jamuan dan sumbangan dari Rp 6,6 miliar di tahun
2009 menjadi Rp 250 juta di tahun 2010.

General and Administrative Expenses


General and Administrative Expenses decreased by 10.4%
from IDR 58 billion in 2009 to IDR 52 billion in 2010.
The decrease was mainly caused by the decrease of
entertainment and donation expenses from IDR 6.6 billion in
2009 to IDR 250 million in 2010.

Jumlah Beban Usaha


Jumlah Beban Usaha kami naik 5,4% dari Rp 1.180 miliar
pada tahun 2009 menjadi Rp 1.243,9 miliar pada tahun
2010.

Total Operating Expenses


Total Operating Expenses increased by 5.4% from IDR 1,180
billion in 2009 to IDR 1,243.9 billion in 2010.

Rugi Usaha
Rugi Usaha mengalami kenaikan dari Rp 675,5 miliar
pada tahun 2009 menjadi Rp 867,4 miliar pada tahun 2010.

Loss from Operations


Loss from Operations increased from IDR 675.5 billion in
2009 to IDR 867.4 billion in 2010.

Penghasilan (Beban) Lain-Lain Bersih


Perseroan membukukan Beban Lain-Lain Bersih sebesar
Rp 496,4 miliar pada tahun 2010. Pada tahun 2009,
Perseroan membukukan Keuntungan Lain-Lain Bersih
Rp 835 juta. Perubahan yang sangat signifikan ini
terutama disebabkan adanya kerugian bersih transaksi
derivative sebesar Rp 25,9 miliar dibandingkan
keuntungan bersih transaksi derivative sebesar Rp 117,9
miliar pada tahun 2009 dan turunnya keuntungan kurs
mata uang asing - bersih dari Rp 241,8 miliar pada tahun
2009 menjadi 65,8 pada tahun 2010.

Other Income (Expenses) - Net


The Company booked Other Expenses - Net of IDR 496.4
billion in 2010. In 2009, the Company booked Other Income
- Net of IDR 835 million in 2009. The significant change was
mainly caused by the Net Loss on Derivative Transactions of
IDR 25.9 billion, which is a decline from the IDR 117.9 billion
Net Gain on Derivative Transactions of 2009.

Rugi Sebelum Pajak


Sebagai akibat dari hal-hal tersebut di atas, Perseroan
mengalami kenaikan atas Rugi Sebelum Pajak dari
Rp 674,7 miliar pada tahun 2009 menjadi Rp 1.363,7
miliar pada tahun 2010.

Loss Before Tax


As a consequence of the abovementioned results, the
Company's Loss Before Tax increased from IDR 674.7 billion
in 2009 to IDR 1,363.7 billion in 2010.

Beban Pajak
Perseroan mencatat penurunan Beban Pajak dari
Rp 49,7 miliar di tahun 2009 menjadi Rp 38 miliar di
tahun 2010.

Tax Expense
The Company booked a decrease in Tax Expenses from
IDR 49.7 billion in 2009 to IDR 38 billion in 2010.

Rugi Bersih
Sebagai akibat dari hal-hal tersebut di atas, Perseroan
mengalami kenaikan Rugi Bersih dari Rp 724,4 miliar
pada tahun 2009 menjadi Rp 1.401,8 miliar pada tahun
2010.

Net Loss
As a consequence of the abovementioned results, the
Company's Net Loss increased from IDR 724.4 billion in 2009
to IDR 1,401.8 billion in 2010.

22 Laporan Tahunan 2010

Posisi Keuangan
Tabel berikut menunjukkan ringkasan posisi keuangan
Perseroan pada 31 Desember 2010 dibandingkan dengan
31 Desember 2009.
Dalam Jutaan Rupiah
Aktiva Lancar

2010

Financial Position
The following table provides a summary of the Company's
financial position as of 31 December 2010 compared to
31 December 2009.
2009

In Million Rupiah

446.530

441.063

Current Assets

Aktiva Tidak Lancar

4.037.079

4.315.872

Non Current Assets

Jumlah Aktiva

4.483.609

4.756.935

Total Assets

Kewajiban Lancar

2.075.185

1.269.211

Current Liabilities

Kewajiban Tidak Lancar

2.527.907

2.695.192

Non Current Liabilities

(119.483)

792.532

Equity

4.483.609

4.756.935

Total Liabilities and Equity

Ekuitas
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas

Aset Lancar
Pada 31 Desember 2010, Aktiva Lancar meningkat tipis
1% menjadi Rp 446,5 miliar.

Current Assets
On 31 December 2010, Current Assets increased slightly by
1% to IDR 446.5 billion.

Aset Tidak Lancar


Pada 31 Desember 2010, Aset Tidak Lancar tercatat
sebesar Rp 4.037 miliar, turun 6.4% dibandingkan tahun
2009. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya hampir
semua akun aset tidak lancar, kecuali akun biaya dibayar
di muka jangka panjang yang mengalami kenaikan dari
Rp 98,1 miliar di tahun 2009 menjadi Rp 115,6 miliar.

Non-Current Assets
As of 31 December 2010, Non-Current Assets were IDR 4,037
billion, decreasing by 6.4% compared to 2009. Decrease was
caused by the decline in all non current assets accounts,
except the long-term prepaid expenses that increased from
IDR 98.1 billion in 2009 to IDR 115.6 billion in 2010.

Kewajiban Lancar
Pada 31 Desember 2010, Kewajiban Lancar tercatat
sebesar Rp 2.075,1 miliar, naik 63,5% dari Rp 1.269,2
miliar tahun 2009. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh kenaikan dari Hutang Jangka Pendek, yang menjadi
Rp 1.028 miliar dari Rp 80 miliar.

Current Liabilities
Per 31 December 2010, Current Liabilities were IDR 2,075.1
billion, increasing by 63.5% from IDR 1,269.2 billion in 2009.
The increase was mainly caused by the increase in ShortTerm Liabilities, which became IDR 1,028 billion from IDR 80
billion.

Hutang usaha pihak ketiga menjadi Rp 443,3 miliar dari


Rp 683,9 miliar, terutama akibat konversi hutang menjadi
modal saham.

Trade Payables to Third Parties decreased to IDR 443.3 billion


from IDR 683.9 billion, mainly due to the debt-to-share
conversion.

Kewajiban Tidak Lancar


Pada 31 Desember 2010, Kewajiban Tidak Lancar tercatat
sebesar Rp 2.527,9 miliar, menurun 6,2% dari Rp 2.695,2
miliar tahun 2009. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh penurunan hutang sewa pembiayaan menjadi
Rp 948,6 miliar dari Rp 1.125,7 miliar tahun 2009.

Non-Current Liabilities
On 31 December 2010, Non-Current Liabilities were IDR
2,527.9 billion, decreasing by 6.2% from IDR 2,695.2 billion
in 2009. The decrease was mainly caused by the decrease in
Long-term lease liabilities from IDR 1,125.7 billion in 2009 to
IDR 948.6 billion.

Ekuitas
Pada 31 Desember 2010, Perseroan mencatat defisiensi
modal sebesar Rp 119,5 miliar dibandingkan dengan
ekuitas tercatat sebesar Rp 792,5 miliar pada tahun 2009.

Equity
On 31 December 2010, the Company booked a capital
deficiency of IDR 119.5 billion. In 2009, the Company booked
an equity of IDR 792.5 billion.

Annual Report 2010

23

Pembahasan dan Analisa Manajemen


Management Discussion and Analysis
Likuiditas dan Sumber Modal
Penggunaan kas Perseroan yang utama adalah untuk
keperluan operasional yang meliputi pembayaran hutang
kepada para pemasok, pembayaran berbagai beban
bunga dan keuangan, serta keperluan ekspansi jaringan.
Sedangkan penerimaan kas selama tahun 2010 sebagian
besar diperoleh dari hutang jangka pendek disertai oleh
penerimaan dari pelanggan, pencairan investasi jangka
pendek dan penerimaan restitusi pajak.

Liquidity and Source of Capital


The main use of the Company's cash is for operational
purposes, which includes payments of payables to suppliers,
payments of certain interest expense and financial charges,
and payments of network expansion. The main source of cash
throughout 2010 were mainly short-term loans along with
receipts from customers, payments by consumers, liquidation
of short-term investments and tax refunds.

Tabel berikut ini menunjukkan ringkasan arus kas


Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada
31 Desember 2010 dan 31 Desember 2009:

The following table provides an overview of the Company's


cash flow for the years ended on 31 December 2010 and
31 December 2009:

Dalam Jutaan Rupiah

In Million Rupiah
2010

Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi


Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan
Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas

2009

(974.533)

(69.291)

Net Cash Used in Operating Activities

48.902

11.859

Net Cash Provided by Investing Activities

922.527

57.625

Net Cash Provided by Financing Activities

20.713

23.839

Net Increase in Cash and Cash Equivalents

Arus Kas dari Aktivitas Operasi


Peningkatan yang signifikan ini terutama disebabkan
oleh (i) penurunan penerimaan kas dari pelanggan dari
Rp 466,5 miliar pada tahun 2009 menjadi Rp 366,7 miliar
di tahun 2010, (ii) peningkatan pembayaran kepada
pemasok dari Rp 411,6 miliar pada tahun 2009 menjadi
Rp 1.062,5 miliar, dan (iii) peningkatan pembayaran beban
bunga dan keuangan sebesar Rp 89,7 miliar pada tahun
2009 menjadi Rp 234,2 miliar.

Cash Flows from Operating Activities


The significant increase was mainly caused by (i) decrease in
cash receipts from customers, from IDR 466.5 billion in 2009
to IDR 366.7 billion in 2010, (ii) increase in cash payment to
suppliers from IDR 411.6 billion in 2009 to IDR 1,062.5 billion,
and (iii) increase in payment of interest expenses and financial
charges from IDR 89.7 billion in 2009 to IDR 234.2 billion.

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan


Kenaikan signifikan atas Kas Bersih Diperoleh Dari
Aktivitas Pendanaan pada tahun 2010 disebabkan oleh
peningkatan penerimaan dari hutang jangka pendek
sebesar Rp 948 miliar dibandingkan Rp 80 miliar pada
tahun 2009.

Cash Flows from Financing Activities


The significant increase in Net Cash From Financing Activities
in 2010 was mainly caused by: increase in proceeds from
short-term loans of IDR 948 billion compared to the DR 80
billion in 2009.

Pembelanjaan Modal
Tabel berikut adalah ringkasan Pembelanjaan Modal
Perseroan yang berhubungan dengan jaringan dan aset
tetap, termasuk aktiva sewa pembiayaan, pada tahuntahun yang berakhir 31 Desember 2010 dan 2009:

Capital Expenditures
The following table is a summary of the Company's Capital
Expenditure related to the network and fixed assets, including
leased assets, for the years ended on 31 December of 2010
and 2009:

24 Laporan Tahunan 2010

Dalam Jutaan Rupiah

In Million Rupiah
2010

Tanah
Infrastruktur Telekomunikasi
Bangunan dan Prasarana
Peralatan kantor
Kendaraan
Peralatan Penunjang Lainnya
Aktiva Sewa Pembiayaan Infrastruktur Telekomunikasi
Jumlah

2009
-

2.626

Land

316.762

214.514

Telecommunication Infrastructure

Building and Improvements

5.076

484

Office Equipment

Vehicles

397

66.687

Other Supporting Equipment

3.667

22.475

Leased Assets Telecommunication Infrastructure

325.902

306.786

Total

Ikatan Material Terkait Investasi Barang Modal


Pada tahun 2010 Perseroan tidak mengadakan ikatan
material yang terkait investasi barang modal dalam mata
uang selain Rupiah.

Material Commitments Related to Capital Expenditures


In 2010, the Company did not engage in material commitments
related to capital expenditures in denominations other than
Rupiah.

Peristiwa Setelah Tanggal Laporan Akuntan Publik


Akuntan Publik yang memeriksa laporan keuangan
konsolidasi PT Mobile-8 Telecom, Tbk. 2010 menyampaikan
laporannya pada tanggal 22 Maret 2011. Antara tanggal
tersebut hingga diterbitkannya Laporan Tahunan
PT Mobile-8 Telecom, Tbk. 2010, Perseroan menggelar
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 23
Maret 2011.

Subsequent Events After the Public Accountant's Report


The public accountant that audited the consolidated financial
statements of PT Mobile-8 Telecom, Tbk. 2010 submitted his
report on 22 March 2011. Between that date and the the date
of the issuance of the Annual Report PT Mobile-8 Telecom,
Tbk. 2010, the Company held an Extraordinary General
Shareholder Meeting March 23, 2011.

Rapat tersebut layak dicatat sebagai peristiwa penting


setelah tanggal Laporan Akuntan Publik mengingat
beberapa keputusan yang dihasilkan, antara lain:

The Meeting is worth noting as a significant event after the


date of the Public Accountants Report since it generated
considerable decisions, among others:

Pertama, mengubah nama Perseroan dari PT Mobile-8


Telecom, Tbk. menjadi PT Smartfren Telecom, Tbk. dan
karenanya mengubah pasal 1 Anggaran Dasar Perseroan.

First, to change the company name of PT Mobile-8 Telecom,


Tbk. to PT. Smartfren Telecom, Tbk. and therefore alter article
1 of the Articles of Association.

Kedua, menyetujui pengunduran diri dan/atau


memberhentikan dengan hormat seluruh anggota Direksi
dan Dewan Komisaris Perseroan dan seketika itu juga
mengangkat anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang
baru. Sehingga terhitung sejak ditutupnya Rapat tersebut
sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan yang kelima setelah pengangkatan
tersebut susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Perseroan adalah sebagai berikut:

Second, to approve the resignation and/or respectfully


discharging all members of the Board of Directors and Board
of Commissioners and immediately re-appoint certain
members of the Boards. Therefore, starting from the closing
of the Meeting until the closing of the fifth Annual General
Shareholders Meeting after that appointment, the compositions
of the Board of Commissioners and Directors are as follows:

Dewan Komisaris
Presiden Komisaris: Bapak Henry Cratein Suryanaga
Wakil Presiden Komisaris/Independen:
Bapak Sarwono Kusumaatmadja
Komisaris/Independen: Bapak Reynold M. Batubara
Komisaris: Bapak Handra Karnadi

Board of Commissioners:
President Commissioner: Mr. Henry Cratein Suryanaga
Vice President Commissioner/Independent :
Mr. Sarwono Kusumaatmadja
Commissioner/Independent: Mr. Reynold M. Batubara
Commissioner : Mr. Handra Karnadi

Annual Report 2010

25

Pembahasan dan Analisa Manajemen


Management Discussion and Analysis
Direksi
Presiden Direktur: Bapak Rodolfo Pantoja
Direktur: Bapak Merza Fachys
Direktur: Bapak Antony Susilo
Direktur: Bapak Marco Paul Iwan Sumampouw
Direktur: Bapak Yopie Widjaya
Direktur: Bapak Anthony Chandra Kartawiria

Board of Director
President Director: Mr. Rodolfo Pantoja
Director: Mr. Merza Fachys
Director: Mr. Antony Susilo
Director: Mr. Marco Paul Iwan Sumampouw
Director: Mr. Yopie Widjaya
Director: Mr. Anthony Chandra Kartawiria

Prospek Usaha
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2010, Perseroan
mengalami rugi usaha sebesar Rp 867,4 miliar dan rugi
bersih sebesar Rp 1,4 triliun. Pada tanggal 31 Desember
2010, akumulasi defisit Perseroan tercatat sebesar
Rp 4 triliun. Perseroan dan anak Perseroan juga memiliki
jumlah kewajiban yang signifikan.

Business Prospects
In the year that ended on 31 December 2010, the Company
has suffered an operating loss of IDR 867.4 billion and a net
loss of IDR 1.4 trillion. On 31 December 2010, the accumulated
deficit of the Company reached IDR 4 trillion. The Company
and its subsidiaries also have a significant amount of liabilities.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perseroan telah


dan akan tetap fokus mengambil langkah-langkah
sebagai berikut:
1. Melanjutkan usaha-usaha restrukturisasi keuangan,
termasuk:
a. Menawarkan kepada para pemasok Perseroan
untuk mengkonversi tagihan mereka ke Perseroan
dengan saham Perseroan. Pada tanggal 31
Desember 2010, tagihan pemasok yang telah
dikonversi menjadi saham Perseroan senilai
Rp 494 miliar.
b.Menawarkan kepada para pemegang Obligasi
Rupiah 1 untuk mengkonversi Obligasi miliknya
dengan saham Perseroan dan menurunkan tingkat
bunganya. Pada tanggal 31 Desember 2010, Obligasi
yang telah dikonversikan menjadi saham Perseroan
senilai Rp 68,5 miliar.
c. Secara aktif melakukan negosiasi dengan
pemegang Guaranteed Senior Notes anak perseroan
sebesar US$ 100 juta untuk menyetujui usulan
restrukturisasi.
d.Melakukan pembiayaan kembali pinjaman jangka
pendek milik Perseroan dengan menerbitkan
Obligasi Wajib Konversi yang bersifat jangka panjang
untuk memperbaiki modal kerja Perseroan. Pada
tanggal 11 Januari 2011, pinjaman jangka pendek
senilai Rp 700 miliar telah berhasil dibiayai kembali
dengan penerbitan Obligasi Wajib Konversi.
e. Memperkuat struktur modal Perseroan melalui
penerbitan saham dengan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu (HMETD) melalui Penawaran
Umum Terbatas I (PUT I) senilai Rp 3,78 triliun,
yang prosesnya telah selesai pada tanggal
18 Januari 2011.

To overcome the condition, the Company has been focusing


on the following steps:

26 Laporan Tahunan 2010

1. Continue the efforts of financial restructuring, including:


a. Offer the suppliers of the Company to convert their bills
into the Company's shares. On 31 December 2010, bills
of the suppliers have been converted into IDR 494 billion
worth of shares of the Company.

b. Offer to Rupiah bondholders to convert their bonds into


the Company's shares and to lower the bond's interest
rates. On 31 December 2010, bonds worth
IDR 68.5 billion have been converted into shares of the
Company.
c. Actively pursue negotiations with holders of the
subsidiary's USD 100 million Guaranteed Senior Notes
to approve the proposed restructuring.
d. Re-finance short-term loans of the Company by issuing
long-term Mandatory Convertible Bonds to improve
working capital of the Company. On 11 January 2011,
the short-term loan of IDR 700 billion was successfully
refinanced with the issuance of the Mandatory
Convertible Bonds.
e. Strengthen the Company's capital structure through
the issuance new shares with pre-emptive rights through
Rights Issue I amounting to IDR 3.78 trillion, the process
of which has been completed on 18 January 2011.

2. Melakukan akuisisi PT Smartfren Telecom, Tbk. untuk


mencapai sinergi operasional sebagai berikut:
a. Mempercepat pengembangan infrastruktur jaringan
untuk mencapai skala nasional dengan
memperluas jangkauan dan kapasitas jaringan
secara bersama.
b.Melanjutkan kerjasama aktivitas pemasaran dan
distribusi bersama untuk semakin memperkuat
merk Smartfren di pasar.
c. Efisiensi pada biaya operasional.

2. Acquisition of PT Smartfren Telecom, Tbk. to achieve


operational synergies as follows:
a. Accelerate the development of network infrastructure
to achieve national scale by jointly expand network
coverage and capacity

Langkah-langkah ini didukung oleh kecukupan modal


yang meningkat setelah PUT I yang berhasil dilaksanakan
pada 11 Januari 2011.

These steps are supported by capital adequacy, which has


been achieved after the successful Rights Issue 1 of
11 January 2011.

b. Continue to incorporate marketing and distribution


activities to strengthen the brand Smartfren in the
market.
c. Efficiency in operational costs.

Annual Report 2010

27

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Perseroan menghayati sepenuhnya pentingnya Tata
Kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance
GCG) dan tetap menggunakan GCG platform sebagai
strategi kunci untuk mencapai sasaran-sasaran usaha.

The Company is fully aware of the importance of Good


Corporate Governance (GCG) and still implements the GCG
platform as the key strategy to reach business objectives.

Beberapa hal pokok mengenai kebijakan dan penerapan


tata kelola Perusahaan di Perseroan mencakup: visi dan
arah bisnis yang jelas; mengutamakan pengendalian
risiko dan pengawasan internal antara lain melalui peran
Komite Audit dan Audit Internal; menjalankan usaha
secara wajar dan transparan dan sikap yang
bertanggungjawab terhadap permasalahan sosial,
lingkungan, dan pembangunan.

Core issues in the policy and implementation of GCG include:


a clear vision and direction of the business; prioritizing risk
management and internal control among others through the
role of the Audit Committee and the Internal Audit unit;
conducting business in a fair and transparent manner; and
taking responsibilities towards social, environmental, and
developmental issues.

Dewan Komisaris
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010, Dewan
Komisaris Perseroan terdiri atas tiga Komisaris yaitu
Presiden Komisaris dan dua Komisaris Independen.
Mereka adalah Henry Cratein Suryanaga sebagai Presiden
Komisaris; Sarwono Kusumaatmadja sebagai Wakil
Presiden Komisaris (Independen); dan Reynold M.
Batubara sebagai Komisaris (Independen). Profil dari
masing-masing anggota Dewan Komisaris disajikan pada
halaman terpisah Laporan Tahunan ini.

Board of Commissioners
Until 31 December 2010, the Board of Commissioners
consisted of three Commissioners, namely the President
Commissioner and two Independent Commissioners. They
were Henry Cratein Suryanaga as the President Commissioner;
Sarwono Kusumaatmadja as the Vice President Commissioner
(Independent); and Reynold M. Batubara as Commissioner
(Independent). Profiles of the members of the Board of
Commissioners are presented separately in this Annual Report.

Tugas Dewan Komisaris (Dekom) mencakup dua hal


pokok: melakukan pengawasan terhadap manajemen
Perseroan yang dilakukan oleh Direksi dan memberikan
nasehat kepada Direksi menyangkut efektivitas kerja
Direksi, pengambilan keputusan dan eksekusi strategi.
Tugas tersebut secara lebih komprehensif dijabarkan
dalam Anggaran Dasar Perseroan.

The duties of the Board of Commissioners (BOC) includes two


main parts: supervising the management of the Company by
the Board of Directors and providing advice to the Board of
Directors in terms of the effectivity of the Board of Directors
decision-making and the execution of strategies. The duties
are explained more comprehensively in the Company's Articles
of Association.

Secara berkala Dewan Komisaris bertemu dengan Dewan


Direksi untuk mendapatkan progress report atas aktivitas
operasional dan restrukturisasi yang sedang berjalan.
Selama tahun 2010 Dewan Komisaris telah mengadakan
3 (tiga) kali pertemuan.

Periodically, the Board of Commissioners met with the Board


of Directors to receive a progress report on operational activities
and the ongoing restructuring. During the year 2010 the Board
of Commissioners has held 3 (three) meetings.

Anggota Komisaris menerima gaji dan remunerasi


sebesar Rp 736.592.496,- di tahun 2010 dibandingkan
dengan Rp 1.551.431.281,- di tahun 2009 secara kolektif.
Prosedur penetapan jumlah gaji dan renumerasi tersebut
ditetapkan dalam rapat Dewan Komisaris.

Members of the BOC obtained remunerations totalling IDR


736,592,496 in 2010 compared to IDR 1,551,431,281 in 2009.
The procedure of the amount of the remunerations is stated
in the BOC meeting.

Direksi
Direksi Perseroan terdiri dari lima Direktur, termasuk
Presiden Direktur dan empat Direktur. Direksi
bertanggung jawab atas kepengurusan Perseroan sesuai
dengan peraturan yang berlaku dan sejalan dengan
tujuan Perseroan. Para Direktur juga mewakili Perseroan

Board of Directors
The Company's Board of Directors consists of five directors,
including the President Director and four Directors. The Board
of Directors (BOD) is responsible for the management of the
Company in compliance with rules and regulations and inline
with the Company's objectives. The Directors represent the

28 Laporan Tahunan 2010

di setiap acara Direksi baik dengan pihak-pihak internal


maupun di setiap kegiatan usaha dengan pihak-pihak
eksternal.

Company in all activities of the BOD, both with internal parties


and external parties.

Profil masing-masing Direktur tersebut disajikan di


halaman terpisah Laporan Tahunan ini.

Profiles of the members of the Board of Directors are presented


separately in this Annual Report.

Tugas dan tanggung jawab anggota Direksi ialah sebagai


berikut:

The duties and responsibilities of the members of the BOD


are as follows:

Merza Fachys
Presiden Direktur yang bertanggung jawab untuk
memimpin, mengarahkan dan mengkoordinasikan
Perseroan agar berjalan sesuai dengan misi dan visi
yang telah ditetapkan dan untuk mencapai tujuan dan
target yang telah dibuat.

Merza Fachys
President Director who is responsible for leading, directing
and coordinating the Company so that it develops inline with
the agreed mission and vision and reaches the set targets and
objectives.

Anthony Chandra Kartawiria


Direktur yang menjalankan fungsi manajemen keuangan
untuk mendukung Perseroan dalam mencapai misi dan
tujuan yang telah ditetapkan.

Anthony Chandra Kartawiria


Director who implements the financial management function
to support the Company in reaching its mission and objectives.

Yopie Widjaya
Direktur yang menjalankan fungsi pengawasan agar
Perseroan melakukan aktivitasnya dengan tetap
berpedoman pada tata kelola Perusahaan yang baik.

Yopie Widjaya
Director who implements the supervision function so that the
Company conducts its activities by always complying with
good corporate governance.

Lukas A. Heryanto
Direktur yang menjalankan fungsi teknik meliputi
perencanaan, pembangunan dan perawatan jaringan
(network) Perseroan. Fungsi ini juga meliputi penanganan
dan penyediaan sistem informasi baik untuk sistem
dukungan internal maupun untuk pelayanan kepada
pelanggan (billing system).

Lukas A. Heryanto
Director who implements the technical function, which
comprises planning, development and maintenance of the
Company's network. This function also includes the handling
and provision of the information system, both for the internal
support system and for the servicing of the customers (billing
system).

Lim Juliana Dotulong


Direktur yang menjalankan fungsi penjualan dan
pemasaran produk-produk Perseroan kepada pelanggan.

Lim Juliana Dotulong


Director who implements the sales and marketing function
that offers the Company's products to the customers.

Dalam melaksanakan tugasnya, Direksi mengadakan


pertemuan internal sekurang-kurangnya 1 (satu) kali
dalam 1 (satu) minggu atau sewaktu-waktu bila
diperlukan. Direksi juga mengadakan pertemuan dengan
Dewan Komisaris secara berkala untuk mengevaluasi
sasaran usaha serta mendiskusikan hal-hal penting
berkaitan dengan perkembangan Perseroan.

In the course of fulfilling its duties, the BOD has to conduct


an internal meeting at least one time per week or whenever
necessary. The BOD also conducts regular meetings with the
Board of Commissioners to evaluate the achievement of
business targets and to discuss certain issues that are related
to the development of the Company.

Selama tahun 2010 Direksi telah mengadakan


12 (duabelas) kali rapat dengan total kehadiran anggota
Direksi rata-rata 10 (sepuluh) kali. Hal-hal yang dibahas
dalam pertemuan tersebut antara lain monitoring atas

Throughout 2010, the BOD has conducted 12 (twelve) BOD


Meetings, with the members of the BOD attending the meeting
on average 10 (ten) times. Issues discussed in the meetings
were among others monitoring of the implementation of the

Annual Report 2010

29

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
pelaksanaan restrukturisasi keuangan dan aktivitas
sinergi dengan PT Smart Telecom.

financial restructuring and the synergy activities with PT Smart


Telecom.

Untuk meningkatkan kompetensi Direksi secara


konsisten, Perseroan menyelenggarakan Forum SMART,
yang ditujukan bagi karyawan tingkat menengah dan
atas (termasuk Direksi), di mana mereka dapat belajar
dan berbagi pengetahuan dan pengalaman di berbagai
bidang seperti keuangan, pemasaran, manajemen
strategi dan lain-lain, Direksi juga dianjurkan untuk
mengikuti pelatihan-pelatihan dan seminar-seminar
yang berhubungan dengan tanggung jawab dan
keahliannya masing-masing.

To consistently improve the competency of Directors, the


Company regularly holds the SMART forum for middle-up
level employees (including Directors), where they can learn
and share their knowledge and experiences in various areas
of finance, marketing, strategic management, etc. The
Directors are also encouraged to join training sessions and
seminars related to their respective responsibilities and area
of expertise.

Anggota Direksi menerima gaji dan remunerasi sebesar


Rp 6.919.488.523,- di tahun 2010 dibandingkan dengan
Rp 5.236.047.857,- di tahun 2009 secara kolektif. Besarnya
gaji dan remunerasi tersebut ditetapkan dalam rapat
Dewan Komisaris.

Members of the BOD obtained remunerations totalling IDR


6,919,488,523 in 2010 compared to IDR 5,236,047,857 in
2009. The procedure of the amount of the remunerations is
stated the BOC meeting.

Komite Audit
Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Pasar
Modal dan Bapepam-LK, dan sejalan dengan semangat
GCG, Dewan Komisaris telah membentuk Komite Audit
yang terdiri dari seorang Komisaris Independen sebagai
Ketua dan dua professional yang independen dengan
kualifikasi yang sesuai dan pengalaman dalam bidang
keuangan.

Audit Committee
In compliance to the Capital Market Law and the regulations
of Bapepam-LK, and in accordance with the spirit of GCG, the
Board of Commissioners has established the Audit Committee,
which comprises one independent commissioner as chairman
and two independent professionals with appropriate
qualification and experience in the field of finance.

Komite Audit yang dibentuk dan bertanggung jawab


kepada Dewan Komisaris berpartisipasi dalam pemilihan
dan penunjukan akuntan publik, menelaah rencana serta
laporan audit internal dan eksternal, melaporkan kepada
Dewan Komisaris hal-hal yang berhubungan dengan
kualitas atau integritas laporan keuangan Perseroan,
mengidentifikasikan hal-hal yang memerlukan perhatian
Dewan Komisaris, memberikan tanggapan atas
pertanyaan para anggota Dewan Komisaris, dan
memberikan pendapat yang independen mengenai segi
kepatuhan Perseroan terhadap prosedur internal, hukum
dan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

The Audit Committee participates in the selection and


appointment of the public accountant, reviews the internal
and external audit plans and reports, reports to the Board of
Commissioners issues that are related to the quality and
integrity of the Company's financial reports, identifies issues
that require attention of the BOC, responds to questions of
the members of the BOC, and provides independent opinions
about the Company's compliance towards internal procedures,
as well as applicable laws and regulations.

Sepanjang tahun 2010, Komite Audit telah dua kali


mengadakan rapat, dengan tingkat kehadiran anggota
tercatat penuh, baik dengan auditor eksternal, auditor
internal maupun dengan Direksi Perseroan dalam rangka
membahas:
1. Pembahasan rencana audit Laporan Keuangan
Perseroan untuk tahun yang berakhir 31 Desember
2010.
2. Pembahasan rencana penerbitan Laporan Keuangan

Throughout 2010, the Audit Commitee has held two meetings,


with the members always attending, involving both the external
and internal auditors and the Board of Directors, to:

30 Laporan Tahunan 2010

1. Discuss the audit plan of the Company's Financial


Statements for the year ended 31 December 2010.
2. Discuss the publishing ot the Company's Financial

Perseroan untuk tahun yang berakhir 31 Desember


2010.
3. Pembahasan rencana Perseroan untuk melakukan
corporate action (penawaran umum terbatas).
Sampai akhir tahun 2010, Komite Audit beranggotakan
Reynold M. Batubara sebagai Ketua serta Prof. Dr. Wahjudi
Prakarsa dan Andreas Bahana sebagai anggota. Ketiga
anggota Komite Audit tersebut tidak terafiliasi dengan
pemegang saham mayoritas Perseroan.

Statements for the year ended 31 December 2010.


3. Discuss the Company's plan of conducting a corporate
action, (namely the limited public offering of shares).
Until the end of 2010, the Audit Committee consisted of
Reynold M. Batubara as Chairman and Prof. Dr. Wahjudi
Prakarsa and Andreas Bahana as members. The three
members of the Audit Committee are not affiliated with the
majority shareholder of the Company.

Profil Komite Audit


Reynold M. Batubara
Ketua Komite Audit
(lihat profil di halaman sebelumnya)

Audit Committee Profile


Reynold M. Batubara
Chairman of Audit Committee
(see profiles on the previous page)

Prof. Dr. Wahjudi Prakarsa


Anggota Komite Audit

Prof. Dr. Wahjudi Prakarsa


Member of Audit Committee

Warga negara Indonesia, 72 tahun; Profesor pada Fakultas


Ekonomi Universitas Indonesia sekaligus pendiri dan
Ketua Program Studi Magister Akuntansi (1997) dan
Program Studi Magister Manajemen (1988 - 1996); meraih
gelar MBA dari University of Wisconsin pada 1974 dan gelar
Ph.D di bidang Akuntansi dari University of Missouri pada
1980.

Indonesian citizen, 72 years; Professor at Faculty of Economics,


University of Indonesia and founder and Chief Master of
Accounting (1997) and Master of Management (1988 - 1996);
obtained an MBA from the University of Wisconsin in 1974
and Ph.D. in Accounting from the University of Missouri in
1980.

Andreas Bahana
Anggota Komite Audit

Andreas Bahana
Anggota Komite Audit / Member of Audit Committee

Warga negara Indonesia, 67 tahun; sebelumnya konsultan


untuk PT Optik Melawai Prima Jakarta (2003-2005),
representative officer di PT Pastika Bhinna Ekapaksa di
Jakarta, pelaksana proyek di PT Ciputra Development,
Jakarta (1996-1998) dan Direktur PT LG ASTRA dan
PT Graha Kartika Kencana, Jakarta (1990-1996); gelar
MBA dari Prasetiya Mulya Institute of Management pada
1986.

Indonesian citizen, 67 years; previous consultant to PT Optik


Melawai Prima Jakarta (2003-2005), representative officer
of PT Pastika Bhinna Ekapaksa in Jakarta, implementing
projects in the PT Ciputra Development, Jakarta (1996-1998)
and Director of PT LG ASTRA and PT Graha Kartika Kencana,
Jakarta (1990-1996); obtained the degree of MBA from te
Prasetya Mulya Institute of Management in 1986.

Komite Remunerasi
Komite ini memiliki tugas dan tanggung jawab untuk
menetapkan besarnya gaji dan remunerasi jajaran Dewan
Komisaris, Direksi Vice President dan Senior Manager.
Saat ini fungsi dan peranan Komite Remunerasi
dijalankan oleh Dewan Komisaris, sehingga penetapan
remunerasi bagi anggota Direksi Perseroan dilakukan
oleh Dewan Komisaris, sedangkan honorarium bagi
seluruh anggota Dewan Komisaris ditetapkan dalam
suatu Rapat Dewan Komisaris.

Remuneration Committee
This committee has the duty and responsibility of defining the
amount of remunerations for the commissioners, directors,
Vice Presidents and senior managers. Currently, the function
and role of the Remuneration Committee is fulfilled by the
Board of Commissioners, so that the amount of remunerations
for members of the Board of Directors are stated by the Board
of Commissioners, while the honorarium of members of the
BOC are stated in a BOC meetings.

Annual Report 2010

31

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance
Pertemuan Internal
Tabel berikut ini menunjukkan jumlah rapat Dewan
Komisaris, Direksi dan Komite Audit Perseroan pada
tahun 2010 serta angka kehadiran dari masing-masing
Komisaris, Direktur dan Komite Audit.

Internal Meetings
The following table presents the frequency of BOC Meetings,
BOD Meetings, and Audit Committee Meetings in 2010 as
well as the attendance of each Commissioner, Director, and
Audit Committee Member.

Rapat Komisaris
BOC Meeting

Rapat Direksi
BOD Meeting

Rapat Komite Audit


Audit Committee Meeting

Jumlah Rapat/Total Meeting

12

Anthony C Kartawiria

12

Merza Fachys

12

Lim Juliana Dotulong

Yopie Widjaya

10

Henry Cratein Suryanaga

Agus Heryanto Lukas

Prof. Dr. Wahjudi Prakarsa

Andreas Bahana

Reynold M. Batubara

Sarwono Kusumaatmadja

Audit Internal
Fungsi utama Audit Internal adalah menelaah efektivitas
dan kelayakan sistem pengendalian internal Perseroan,
terutama untuk melindungi aktiva dan catatan perseroan,
memastikan keandalan informasi keuangan dan
operasional serta kepatuhan terhadap kebijaksanaan
dan peraturan Perseroan.

Internal Audit
The main function of the Internal Audit unit is to review on the
effectivity and the feasibility of the Company's internal control
system, particularly to safeguard the assets and the records
of the Company, to ensure the reliability of the financial and
operational information, and the compliance towards the
policies and regulations of the Company.

Audit Internal juga berfungsi untuk memastikan ketaatan


terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan
yang berlaku. Isu-isu yang timbul harus diidentifikasikan,
ditelaah dan dikomunikasikan secara berkala kepada
Komite Audit dan Direksi. Auditor Internal juga melakukan
monitoring dan tindak lanjut untuk memastikan semua
rekomendasi perbaikan telah diimplementasikan. Dalam
menjalankan fungsinya, Audit Internal menerapkan riskbased auditing untuk meningkatkan sistem pengendalian
pada bidang-bidang yang memiliki risiko tinggi.

The Internal Audit functions also ensure the compliance


towards existing applicable laws and regulations. Issues that
emerge have to be identified, analyzed and communicated
regularly to the Audit Committee and the Board of Directors.
The Internal Auditor also monitors and updates to ensure that
all improvement recommendations have been implemented.
In fulfilling its function, the Internal Audit unit implements
risk-based auditing approach to enhance cost efficiency and
strengthen internal control in the higher risk areas.

Sejak tahun 2008 Divisi Internal Audit telah


mengembangkan aktivitas dengan menambahkan audit
atas aktivitas Information Technology (IT). Audit ini
dimaksudkan untuk lebih memberikan keyakinan
terhadap sistem pengendalian internal yang terkait
dengan teknologi informasi antara lain billing system dan
sistem voucher elektronik.

Since 2008 the Internal Audit Division has enlarged its scope
of activities by adding the audit of Information Technology (IT)
activities. This audit is intended to enhance the confidence in
the system of internal control that is related to information
technology, among others, the billing system and the electronic
voucher system.

32 Laporan Tahunan 2010

Pengendalian Internal dan Manajemen Risiko


Dalam merancang dan menjalankan Sistem
Pengendalian Internal, fungsi Audit Internal mengacu
kepada standar yang dibuat oleh COSO (the Committee
of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission),
yang meliputi lima komponen yaitu sebagai berikut:
a. Lingkungan Pengendalian
b. Penilaian Risiko
c. Kegiatan Pengendalian
d. Informasi/Komunikasi
e. Pengawasan

Internal Control and Risk Management


In the designing and implementing the Internal Control System,
the Internal Audit unit refers to the standards developed by
COSO (the Committee of Sponsoring Organizations of the
Treadway Commission), which comprises the following five
components:
a. Control Environment
b. Risk Assessment
c. Control Activities
d. Information and Communication
e. Monitoring

Sebagai elemen pemantau, Audit Internal juga melakukan


pemeriksaan pengendalian internal. Semua hasil audit
yang dijalankan dilaporkan secara berkala kepada Direksi
dan Komite Audit.

As a monitoring element, the Internal Audit unit also conducts


internal control reviews. All audit results are reported regularly
to the Board of Directors and the Audit Committee.

Manajemen Perusahaan berkewajiban merancang dan


memelihara sistem pengendalian internal yang
memenuhi syarat guna memberikan tingkat keyakinan
Direksi bahwa aktiva Perseroan telah dilindungi, risiko
bisnis yang dihadapi dapat diidentifikasi, dievaluasi dan
dikelola selayaknya, transaksi penting dilaksanakan
sesuai dengan otorisasi manajemen, dan semua laporan
keuangan layak untuk diterbitkan dan tidak melanggar
hukum dan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.

The Company's management is responsible for designing and


maintaining the internal control system so that the system is
always able to convince the Board of Directors that the
Company's assets are safeguarded, the business risks have
been identified, evaluated and managed properly; major
transactions are conducted in accordance to the management's
authorization; and that all financial reports are fit for publishing
and comply with applicable lows and regulations.

Sekretaris Perusahaan
Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab atas
kepatuhan Perseroan, memastikan bahwa Perseroan
mematuhi peraturan yang berlaku di bidang pasar modal.
Sekretaris Perusahaan juga mengelola penyebaran
informasi bagi para pihak yang berkepentingan atas
Perseroan secara tepat waktu.

Corporate Secretary
The Corporate Secretary is responsible for the Company's
compliance, ensuring that the Company complies with existing
rules and regulations of the capital market. The Corporate
Secretary also manages the distribution of information to the
Company's stakeholders in a timely manner.

Saat ini Sekretaris Perusahaan dijabat oleh Chris Taufik,


Sarjana Hukum lulusan Fakultas Hukum Universitas
Trisakti. Beliau bergabung bersama perseroan pada
tahun 2005 sebagai Vice President Legal. Pada bulan Mei
2008, beliau ditunjuk dan merangkap sebagai Sekretaris
Perusahaan. Sebelum bekerja di perseroan, beliau
bergabung dengan beberapa perusahaan telekomunikasi
dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang
telekomunikasi.

Currently, the Company's Corporate Secretary is Chris Taufik,


Bachelor of Law of the Faculty of Law of Universitas Trisakti.
He has joined the Company in 2005 as Vice President Legal.
In May 2008, he was appointed to become the Corporate
Secretary. Prior to working at the Company, he has been
working in several telecommunication companies with an
experience of more than 10 years in telecommunication
industry.

Annual Report 2010

33

Manajemen Risiko
Risk Management
Ada beberapa faktor risiko utama yang dianggap dapat
menghambat atau menjadi ancaman bagi Mobile-8, baik
dalam kelangsungan usaha maupun dalam berkompetisi,
antara lain:
1. Industri telekomunikasi nasional di Indonesia memiliki
banyak pemain yang menyebabkan tingkat persaingan
yang sangat tinggi dalam aktivitas penawaran produk
Perseroan kepada pelanggan. Untuk mengantisipasi
kondisi tersebut, Perseroan mengadakan sinergi dengan
PT Smart Telecom dalam wujud penciptaan brand
bersama yang bernama Smartfren. Sinergi-sinergi
lainnya meliputi sinergi aktivitas distribusi dan
pemasaran. Dari sinergi ini Perseroan mengharapkan
berbagai manfaat antara lain efisiensi biaya operasi dan
belanja modal serta akuisisi pangsa pasar yang lebih
besar. Selain itu, Mobile-8 akan terus memperkenalkan
produk maupun layanan atau fitur baru yang inovatif
dengan harga yang kompetitif. Untuk menghadapi
tantangan tersebut, Mobile-8 akan melanjutkan program
bundling handset dengan berbagai jenis baik candy bar
maupun qwerty. Selain itu Perseroan juga melanjutkan
variasi dari produk hybrid Fren Duo dalam bentuk Fren
Jos yang menawarkan berbagai bonus. Dalam produk
mobile broadband, Perseroan juga telah meluncurkan 2
modem kecepatan tinggi setara 3,5G kepada pelanggan.
2. Tingkat probabilitas risiko yang sangat potensial terjadi
dari instrumen keuangan Perseroan dan anak Perseroan
adalah risiko suku bunga, risiko nilai tukar mata uang
asing, risiko ekuitas, risiko kredit serta risiko likuiditas.
Kebijakan akan pentingnya mengelola tingkat risiko ini
telah meningkat secara signifikan dengan
mempertimbangkan beberapa parameter perubahan
dan volatilitas pasar keuangan baik di Indonesia maupun
internasional. Direksi Perseroan telah menelaah dan
menyetujui kebijakan risiko yang mencakup toleransi
risiko dalam strategi mengelola risiko-risiko
sebagaimana dijabarkan dalam Catatan atas Laporan
Keuangan Konsolidasi untuk periode yang berakhir
tanggal 31 Desember 2010.
3. Mobile-8 beroperasi pada teknologi CDMA, ditengah
penggunaan teknologi GSM yang lebih populer sehingga
terdapat risiko perubahan teknologi yang dapat
mempengaruhi kegiatan usaha Mobile-8. Terlebih lagi,
Mobile-8 juga menghadapi persaingan dari kehadiran
teknologi WiMax, yang lisensinya telah dikeluarkan oleh
pemerintah kepada beberapa perusahaan. Dalam upaya
mengantisipasi hal ini, Mobile-8 akan terus mengikuti
perkembangan teknologi CDMA dengan mengaplikasikan
teknologi CDMA 1X EVDO Rev.A yang setara dengan
teknologi 3.5G.

34 Laporan Tahunan 2010

There are several main risks that are considered to may become
obstacles or threats to Mobile-8 in terms of both the going
concern and the competition, such as:
1. The national telecommunication industry of Indonesia features
many players which shaped a very high competition level in
the sales activities of the Company's products to the
customers. To anticipate the condition, the Company has
engaged in a synergy with PT Smart Telecom in the form of
creating the shared brand of Smartfren. Other synergies
include the synergy of distribution and marketing activities.
From this synergy the Company expects several benefits,
including among others operational cost and capex efficiency
and the acquisition of a larger market share. In addition,
Mobile-8 will continuously introduce new innovative products,
services or features, with competitive price levels; also
continue the handset bundling program with various types,
both candy bar and qwerty. Furthermore, the Company also
continues variations of the Fren Duo hybrid product in the
form of Fren Jos that offers various bonuses. In the mobile
product, the Company has also launched 2 high-speed
modems that equal to 3.5G technology to the customers.

2. The Company's and its subsidiary's financial instruments are


prone to to the risk of interest rates, the risk of foreign currency
exchange rates, the equity risk, the credit risk and the liquidity
risk. The policy of managing these risks has improved
significantly by taking into account several parameters of
change and the volatility of financial markets, both in Indonesia
and internationally. The Board of Directors of the Company
has analyzed and approved the risk policy, which comprises
risk tolerance in the strategy of managing risks as has been
elaborated in the Notes on the Consolidated Financial
Statements for the period ended 31 December 2010.

3. Mobile-8 is operating with the CDMA technology amidst the


more popular GSM technology, so that there is the risk of
technology change that may impact the business activities
of Mobile-8. Furthermore, Mobile-8 also faces competition
from the introduction of the WiMax technology, whose licenses
have been awarded by the Government to several companies.
In the effort to anticipate this development, Mobile-8
continuously follows the development of the CDMA technology
by applying the CDMA 1X EVDO Rev. A technology, which is
equal to 3.5G technology.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


Corporate Social Responsibility
Perseroan melaksanakan tanggung jawab sosial
Perseroan guna menjawab berbagai persoalan yang
dihadapi langsung oleh masyarakat. Pada tahun 2010,
sehubungan dengan kondisi finansial Perseroan,
pelaksanaan tanggung jawab tersebut difokuskan pada
kuartal terakhir. Meskipun demikian, perlu dijelaskan
juga, dalam kondisi yang berat dan mengalami kerugian
yang besar pun Perseroan tidak melupakan tanggung
jawab sosialnya.

The Company implements its corporate social responsibility


to answer certain problems that directly impact the society.
In 2010, related to the financial condition of the Company, the
implementation of the responsibility was focused on the last
quarter. Nevertheless, it is worth mentioning that the Company
still fulfills its corporate social responsibility despite the tough
condition and severe losses from its operation in 2010.

29 Oktober 2010
Bantuan bagi korban bencana Tsunami di Mentawai dan
letusan Gunung Merapi. Bantuan ini merupakan bagian
dari program Employee Sales Blitz (ESB). Dalam program
ESB yang diselenggarakan kedua kalinya ini, sekitar
3.000 orang karyawan Smart Telecom dan Mobile-8
Telecom turun langsung ke lapangan untuk
memperkenalkan dan menjual produk dan layanannya
ke masyarakat. Kegiatan ini berlangsung serentak di
seluruh kota jangkauan di Indonesia. Kemudian setengah
dari hasil penjualan disumbangkan bagi korban bencana
Tsunami di Mentawai dan letusan Gunung Merapi.

29 October 2010
Donation for the disaster victims of the Mentawai tsunami
and the volcanic eruption of Merapi. The aid was a part of the
Employee Sales Blitz (ESB) program. In the ESB that was held
for the second time, around 3,000 employees of Smart
Telecom and Mobile-8 Telecom went into the field to introduce
and sell the products and services to the society. The activities
were held simultaneously in all covered cities of Indonesia.
Half of the proceeds were donated to the victims of the
Mentawai tsunami and the Merapi volcanic eruption.

Bantuan sarana telekomunikasi untuk SMUN 10, Jakarta


Barat. Bantuan ini juga masih berhubungan dengan
program ESB ke 2. Selain untuk menghimpun bantuan
bagi korban bencana Tsunami di Mentawai dan letusan
Gunung Merapi, melalui program ESB kali ini Smart
Telecom dan Mobile-8 Telecom juga memberikan bantuan
sarana telekomunikasi untuk SMUN 10 di wilayah Jakarta
Barat.

Telecommunication facility donation for the National


Highschool 10 of West Jakarta. The aid is also related with
the second ESB. To pool donations for the Mentawai Tsunami
victims and the Merapi volcanic eruption victims, through this
ESB program, Smart Telecom and Mobile-8 Telecom provided
telecommunication facilities donation to the National
Highschool 10 of West Jakarta.

18 November 2010
Pembangunan posko Telepon Umum Gratis (TUG)
Smartfren di kawasan bencana Gunung Merapi, di wilayah
Gunung Pring Muntilan, SMAN 3 Klaten, Gelarsena, dan
UPN Veteran Yogyakarta. Posko TUG ini membantu warga
untuk mengabarkan kondisi mereka kepada pihak luar.
Selain warga korban bencana, para petugas medis,
relawan, dan aparat juga memanfaatkan fasilitas Posko
TUG.

18 November 2010
Development of the free-of-charge Telepon Umum Gratis
Smartfren (TUG) Station in the disaster area of Merapi, in
Gunung Pring Muntilan, SMAN 3 Klaten, Gelarsena, and UPN
Veteran Yogyakarta. The TUG Station has helped the people
to inform their conditions to the outside. Additionally, medical
officers, volunteers, and the police and army have also made
benefit of the TUG Station's facilities.

24 November 2010
Peluncuran layanan mobile academic 'UG 1 Click'.
PT Mobile-8 Telecom, Tbk. bekerja sama dengan
Universitas Gunadarma menghadirkan layanan mobile
academic 'UG 1 Click'. Layanan ini merupakan layanan
nilai tambah pertama di Indonesia yang memberikan
kemudahan bagi mahasiswa Universitas Gunadarma
tahun ajaran 2010 untuk dapat mengetahui informasi
dan aktifitas akademik yang diikuti melalui ponsel Fren.
Selain itu, melalui layanan UG 1 Click ini mahasiswa
dapat mengakses informasi lainnya, seperti info

24 November 2010
Launching of the 'UG 1 Click' mobile academic services.
PT Mobile-8 Telecom, Tbk. in collaboration with the University
of Gunadarma presents the 'UG 1 Click' mobile academic
services. These services are the first value added services in
Indonesia that enable the students of the University of
Gunadarma in the academic year of 2010 to access academic
information and activities through Fren handsets. Additionally,
through the 'UG 1 Click' services, the students can access
other informations, such as academic info, enrollment for
courses/seminars, examination info (UTS/UAS), student

Annual Report 2010

35

akademik, pendaftaran kursus/seminar, info ujian


(UTS/UAS), portofolio mahasiswa, aktivasi studentsite dan
absensi mahasiswa/dosen. Melalui layanan 'UG 1 Click',

portfolios, activate their studentsite and absency of


students/docents. Through the 'UG 1 Click' services,

Mobile-8 Telecom berusaha ikut aktif membantu lembaga


pendidikan khususnya dalam hal memudahkan
mahasiswa dalam melakukan kegiatan belajar mengajar,
pengembangan teknologi, serta sosialisasi teknologi dan
pengetahuan lainnya bagi kalangan mahasiswa.

Mobile-8 Telecom strives to actively help educational


institutions, particularly in supporting students in their learning
activities, technology development, and socialization of
technology and other kinds of knowledge that are important
to the students.

Litigasi
Di tahun 2010, Perseroan menghadapi beberapa kasus
hukum yaitu:
a. Mendaftarkan gugatan perbuatan melawan hukum
kepada Lehman Brothers Special Financing (LBSF) di
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, tanggal 26 Mei
2010, berkaitan dengan adanya kelalaian LBSF untuk
menyelesaikan pembahasan dan penandatanganan
ISDA (International Swap and Derivatives Association,
INC) Agreement. Perseroan telah memenangkan
gugatan tersebut pada persidangan tanggal 3
November 2010.
b. Berkaitan dengan Keputusan Komisi Pengawas
Persaingan Usaha atas perkara No. 26/KPPU-L/2007
yang menyimpulkan bahwa PT Mobile-8 Telecom,
Tbk. terbukti melanggar pasal 5 Undang-Undang No.
5 tahun 1999. Atas dasar keputusan tersebut
PT Mobile-8 Telecom, Tbk. dikenakan denda sebesar
Rp 5.000.000.000,- dan dituduh mengakibatkan
kerugian konsumen periode tahun 2004-2007 sebesar
Rp 52.300.000.000,-. Perseroan telah mengajukan
keberatan terhadap putusan KPPU tersebut yang
terdaftar dalam register perkara No. 03/KPPU/2008/
PN.JKT.PST dan sampai dengan penyelesaian
Laporan Keuangan 31 Desember 2010 Perseroan
masih menunggu proses persidangan lebih lanjut.

Litigation
In 2010, the Company was involved in two legal cases:

Keterbukaan Informasi Keuangan


Laporan Keuangan Tahunan Perseroan untuk tahun buku
yang berakhir 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto telah
disusun dengan mengacu pada Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian.

Disclosure of Financial Information


The Financial Statements of the Company for the fiscal year
that ended on 31 December 2010, audited by the Public
Accountant Firm of Mulyamin Sensi Suryanto, have been
composed in accordance to the Financial Accounting Standards
of PSAK and was given unqualified opinion.

Auditor Eksternal
Perseroan menunjuk Kantor Akuntan Publik Mulyamin
Sensi Suryanto sebagai auditor laporan keuangan
Perseroan untuk tahun buku 2010. Auditor eksternal
telah menjalankan tugas-tugasnya menurut standar dan
etika profesional. Kantor Akuntan Publik telah
memberikan jasa audit laporan keuangan konsolidasian
kepada Perseroan sejak tahun buku 2009.

External Auditor
The Company has appointed the Public Accountant Firm
Mulyamin Sensi Suryanto as the auditor of the financial
statements of the Company for fiscal year 2010. The external
auditor has conducted its task according to the standards and
ethics of its profession. The Public Accountant Firm has
provided the services of auditing the consolidated financial
report for the Company since 2009.

36 Laporan Tahunan 2010

a. Filing of a legal case against Lehman Brothers Special


Financing (LSBF) at the National Court of Central Jakarta,
on 26 May 2010, related to the negligance of LSBF to
complete the discussion and the signing of the ISDA
(International Swap and Derivatives Association, INC)
Agreement. The Company has won the case in the court
session of 3 November 2010.
b. Related to the Decision of the Commission for the
Supervision of Business Competition (KPPU) on case Nr.
26/KPPU-L/2007 that concluded that PT Mobile-8
Telecom, Tbk. was proven to violate article 5 of Law Nr. 5
Year 1999. Based on the decision, PT Mobile-8 Telecom,
Tbk. was fined to pay IDR 5,000,000,000 and was
suspected to cause customers' loss for the period of 20042007 to the amount of IDR 52,300,000,000. The Company
has filed an objection on the decision of the KPPU, which
is registered as case Nr. 03/KPPU/2008/PN.JKT.PST and
until the completion of the Financial Statements of
31 December 2010 the Company is still waiting for further
court process.

Data Perseroan
Corporate Data
Sejarah Perseroan
PT Mobile-8 Telecom, Tbk. (Mobile-8 atau Perseroan)
didirikan pada Desember 2002. Pada tahun 2003,
Perseroan mengakuisisi dua operator telepon selular
berlisensi, yaitu Komselindo dan Metrosel, sekaligus
mulai beroperasi sebagai penyelenggara jasa selular
dengan menggunakan basis teknologi CDMA. Layanan
yang pertama kali diluncurkan oleh Mobile-8 adalah
Layanan Selular Prabayar dengan brand Fren yang
dioperasikan pada Desember 2003 dengan berbasis
jaringan CDMA 2000-1X.

Corporate History
PT Mobile-8 Telecom, Tbk. (Mobile-8 or the Company)
was established in December 2002. In 2003, the Company
acquired two celullar licensed telephone operators, namely
Komselindo and Metrosel, and also started to operate as a
cellular service provider that utilizes the technology base of
CDMA. The first service launched by Mobile-8 was the Prepaid
Cellular Service with the brand of Fren, operated in December
2003 with the network base of CDMA 2000-1X.

Pada April 2004, Mobile-8 meluncurkan Layanan Selular


Fren Paskabayar pada jaringan yang sama. Lima bulan
kemudian Perseroan mengakuisisi satu lagi operator
telepon berlisensi selular yaitu Telesera. Serta merta
Perseroan pun menyelesaikan peralihan sistem
telekomunikasi yang dioperasikan ketiga operator
berlisensi yang diakuisisi tersebut dari sistem selular
analog menjadi sistem selular digital CDMA.

In April 2004, Mobile-8 launched the Fren Postpaid Cellular


Service with the same network. Five months later, the Company
acquired another licensed cellular operator, namely Telesera.
The Company also completed the transition of the
telecommunication systems previously used by the three
licensed operator from analog cellular systems to a digital
CDMA system.

Pada tahun 2006, Mobile-8 memperkenalkan layanan


3G melalui jaringan CDMA 1X EVDO, serta melakukan
pencatatan perdana saham pada Bursa Efek Indonesia
(dahulu Bursa Efek Jakarta). Langkah-langkah Perseroan
di pasar modal terus berlanjut. Tahun 2007 misalnya,
Mobile-8 berhasil menerbitkan obligasi Rupiah
pertamanya yang juga dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
Kemudian Perseroan juga turut meramaikan pasar modal
regional dengan penerbitan Eurobond pertamanya yang
dicatatkan di Bursa Efek Singapura.

In 2006, Mobile-8 introduced 3G services on the CDMA 1X


EVDO network, and listed its shares through an initial public
offering on the Indonesian Stock Exchange (previously Jakarta
Stock Exchange). The Company continued to raise capital
through the capital market. In 2007, for instance, Mobile-8
has successfully issued its first Rupiah Bond, which was also
listed at the Indonesian Stock Exchange. Later, the Company
entered the regional capital market with the issuance of its
first Eurobond, which was listed at the Singapore Stock
Exchange.

Pada April 2008, Mobile-8 memperkenalkan fitur baru


yaitu World Passport yang menjadikan Mobile-8 menjadi
operator CDMA pertama di dunia yang bergabung dengan
Asosiasi GSM. Hal ini memungkinkan pelanggan
Mobile-8 melakukan roaming ke berbagai penjuru dunia,
baik di jaringan selular CDMA maupun GSM. Setelah
mendapatkan ijin penyelenggaraan layanan Selular
dengan Mobilitas Terbatas (FWA - Fixed Wireless Access)
pada tahun 2007, Mobile-8 mulai meluncurkan produk
FWA Prabayar pada bulan Mei 2008. Sampai dengan
akhir tahun 2009, Mobile-8 telah meluncurkan layanan
FWA di 13 kota besar di Indonesia.

In April 2008, Mobile-8 introduced a new feature, namely


World Passport, through which the Company became the
first CDMA operator in the world to join the GSM Assocation.
This feature enables the customers of Mobile-8 to roam in
various parts of the world, both on CDMA and GSM cellular
networks. After obtaining the Fixed Wireless Access (FWA)
license in 2007, Mobile-8 launched its Prepaid FWA product
in May 2008. Until the end of 2009, Mobile-8 has launched
FWA services in 13 cities of Indonesia.

Pada Februari 2009 Mobile-8 meluncurkan produk baru


yaitu layanan Mobile Data baik paskabayar maupun
prabayar. Untuk lebih melengkapi portofolio produknya,
pada Mei tahun yang sama Mobile-8 meluncurkan
layanan FWA Paskabayar. Dan untuk lebih meningkatkan
keunggulan produknya, Mobile-8 meluncurkan Fren Duo,

In February 2009, Mobile-8 launched a new product, namely


the Mobile Data services, both postpaid and prepaid. To
complete its product portfolio, in May of the same year, Mobile8 launched its FWA Postpaid services. To further enhance its
product advantage, Mobile-8 launched Fren Duo, which is a
hybrid service that combines cellular and FWA services in a

Annual Report 2010

37

Data Perseroan
Corporate Data
yaitu layanan hybrid yang menggabungkan layanan selular
dan FWA dalam sebuah kartu. Dengan demikian
pelanggan dapat menikmati dua jenis layanan sekaligus.

single chip. This allows the customer to utilize two kinds of


services at one time.

Pada tahun 2010 Mobile-8 meluncurkan 2 kartu perdana


baru dengan keunggulan yang berbeda. Fren Extra dan
Fren Jos. Fren Extra memberikan bonus Kb data ketika
kirim SMS dan bonus pulsa ketika menerima panggilan.
Sedangkan Fren Jos adalah produk hybrid seperti Fren
Duo yang memberikan berbagai bonus SMS, bonus Kb
data dan bonus pulsa setiap pengisian pulsa.

In 2010, Mobile-8 launched two new initial chips with different


advantages, Fren Extra and Fren Jos. Fren Extra provides data
bonuses for outgoing SMS and voice bonuses for incoming
calls. Fren Jos is another hybrid product, much like Fren Duo,
but provides SMS bonuses, data bonuses, and voice call
bonuses for each top up.

Selain itu Mobile-8 meluncurkan berbagai program


bundling handphone dengan vendor ZTE, Samsung dan
Alcatel. Produk yang ditawarkan kepada konsumen
meliputi 3 buah handphone candy bar dan 4 buah handphone
qwerty.

Furthermore, Mobile-8 launched several handphone bundling


programs with vendors such ZTE, Samsung and Alcatel. The
products offered the consumers include 3 types of candy bar
handsets and 4 types of qwerty handsets.

Dalam produk mobile broadband, saat ini Mobile-8 telah


menawarkan layanan data setara 3,5G melalui jaringan
dan teknologi CDMA 1X EVDO Rev.A. Selama tahun 2010
Mobile-8 telah meluncurkan 2 modem yang memiliki
kecepatan unduh sampai dengan 3,1 Mbps atau setara
dengan 3,5G. Modem ini melengkapi 5 modem lainnya
yang telah diluncurkan sejak tahun 2009.

In the mobile broadband product line, currently Mobile-8


provides services that equal to 3.5G through the network and
technologies of CDMA 1X EVDO Rev. A. Throughout 2010,
Mobile-8 has launched 2 types of modems that offer the
download speed of up to 3.1 Mbps or equivalent to 3.5G
technology. These modems compliment the other 5 types of
modems that have been launched since 2009.

Pada saat ini jaringan Mobile-8 telah mencakup seluruh


wilayah Pulau Jawa, Bali, Batam, Bintan dan sebagian
wilayah Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan
Lampung, sebagian Kalimantan Selatan serta sebagian
wilayah Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan.

Currently, the network of Mobile-8 covers the whole area of


Java, Bali, Batam, Bintan, and a part of the areas of North
Sumatra, South Sumatra and Lampung, a part of South
Kalimantan, and parts of North Sulawesi and South Sulawesi.

Pada akhir tahun 2010 Mobile-8 memiliki kurang lebih


2,2 juta pelanggan yang meliputi pengguna layanan Fren,
Hepi, Fren Duo dan Mobi yang dilayani oleh 42 galeri
Mobile-8 yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

By the end of 2010, Mobile-8 had 2.2 million subscribers that


use the services of Fren, Hepi, Fren Duo, and Mobi, which are
served by 42 galleries of Mobile-8 that are dispersed in various
cities across Indonesia.

Visi
Menjadi Operator Pilihan yang memberikan layanan
yang melampaui harapan pelanggan dengan fokus pada
efisiensi dan koneksi untuk memenuhi kebutuhan gaya
hidup masyarakat yang dinamis, kreatif, praktis dan
bermobilitas tinggi.

Vision
To be the Operator of Choice by exceeding our customers'
expectations with a focus on efficiency and connection with
their dynamic, creative, practical and highly mobile lifestyles.

Misi
Untuk memaksimalkan nilai-nilai bagi para stakeholder
dengan terus berinovasi dan mengimplementasikan tata
kelola Perseroan yang kuat secara konsisten.

Mission
To maximize the value for our stakeholders with continued
innovation and strong corporate governance.

38 Laporan Tahunan 2010

Kebudayaan Perseroan
Mobile-8 memiliki kebudayaan Perseroan yang bersandar
pada Nilai-nilai Pokok (Core Values) yang mencakup:
Integrity, Excellent Teamwork, Open Communication, Strive
for Execellence, Delight Customers, Outstanding Partnership,
Continuous Innovation dan Asset to the Nation.

Corporate Culture
Mobile-8 has a corporate culture that stands on the core
values of: Integrity, Excellent Teamwork, Open Communication,
Strive for Excellence, Delight Customers, Outstanding
Partnership, Continuous Innovation, and Asset to the Nation.

Struktur Organisasi

Organization Structure

Board of
Commissioners

Audit
Committee

President
Director

Corporate
Secretary

Finance
Director

Sales &
Marketing
Director

Internal
Audit

Technique
Director

Compliance
Director

Annual Report 2010

39

Data Perseroan
Corporate Data
Saham Perseroan dan Anak Perseroan
Per tanggal 31 Desember 2010, Perseroan telah
menerbitkan 42.880.880.260 lembar saham. Jumlah
tersebut terdiri atas Saham Seri A dengan nilai nominal
Rp 100,- per lembar saham sebanyak 20.235.872.427
lembar saham dan Saham Seri B yang memiliki nilai
nominal Rp 50,- per lembar saham sebanyak
22.645.007.833 lembar saham. Tabel berikut
memaparkan kepemilikan saham oleh Direksi, Komisaris
Perseroan dan para Pemegang Saham Utama sampai
dengan tanggal 31 Desember 2010. Pemegang Saham
Utama adalah pihak yang secara langsung maupun tidak
langsung memiliki lima persen atau lebih saham
Perseroan.

Company Share Ownership Structure


As of 31 December 2010, the Company has issued
42,880,880,260 shares, divided into 20,235,872,427 Series
A Shares with a nominal value of Rp 100, - per share and
22,645,007,833 Series B Shares with a nominal value of
Rp 50, - per share. The following table describes the ownership
of shares by Directors, Commissioners and the Main
Shareholders until 31 December 2010. Major Shareholders
are parties that directly or indirectly own five percent or more
of the Company' shares.

Susunan Kepemilikan Saham Perseroan sampai dengan


tanggal 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut:

The Ownership Structure of the Company Share as of


31 December 2010 is as follows:

Nama
Name

Jumlah (Lembar Saham)


Amount (Shares)

Jerash Investment Ltd

Persentase %
Percentage %

6.475.479.000

15,6%

United Investments Limited

4.613.479.634

10,76%

Corporate United Investment Limited

4.186.863.458

9,76%

ETrading Securities, PT

3.954.016.294

9.22%

23.651.041.874

55,16%

42.880.880.260

100,0%

Masyarakat / Public
Jumlah/ Total

Kepemilikan Saham oleh Komisaris dan Direksi sampai


dengan tanggal 31 Desember 2010 adalah sebagai
berikut:
Nama
Name
Henry Cratein Suryanaga

Jabatan
Title
Presiden Komisaris
President Commissioner

Kronologis Pencatatan dan Perubahan Jumlah Saham


Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010, Perseroan
memiliki nilai kapitalisasi pasar sebesar
Rp 1.651.682.816.350,- yang seluruhnya dicatatkan di
Bursa Efek Indonesia (d/h Bursa Efek Jakarta dan Bursa
Efek Surabaya). Saham Perseroan mengalami
perkembangan dengan berbagai macam aksi korporasi
yang dilakukan oleh Perseroan. Berikut ini adalah
kronologis pencatatan dan perubahan jumlah saham
Perseroan.

40 Laporan Tahunan 2010

Share Ownership by the Board of Commissioners and


the Board of Directors as of 31 December 2010 is as
follows:
Jumlah (lembar Saham)
Amount (Shares)
500.000

Persentase %
Percentage %
0,0%

Chronology of Share Listing and Change in Total Shares


As of 31 December 2010, the Company has a market
capitalization value of Rp 1,651,682,816,350,- all of which is
listed at the Indonesia Stock Exchange (Previously Jakarta
Stock Exchange and Surabaya Stock Exchange). The Company
shares underwent development through a number of corporate
actions by the Company. This following is the chronology of
the listing and change to the number of the Company's shares.

Aksi
Korporasi

Tanggal Efektif/
Pencatatan
Effective/
Recording Date

Saham Baru
(Lembar Saham)
New Share (Shares)

Sebelum Penawaran Umum Perdana

Jumlah Saham
(Lembar Saham)
Total Share (Shares)

Nilai Nominal
Nominal Value

Corporate
Action

15.685.360.160

Rp 100,-

Before Initial Public Offering

Penawaran Umum Perdana

29-Nov-06

3.900.000.000

19.585.360.160

Rp 100,-

Initial Public Offering

Penggabungan Usaha

22-May-07

43.045.567

19.628.405.727

Rp 100,-

Merger

Konversi Waran

15-Aug-07

607.466.700

20.235.872.427

Rp 100,-

Warrant Conversion

Penambahan Modal Tanpa HMETD*

19-Dec-09

12.797.783.900

33.033.656.327

Rp 100,-& Rp 50

Share Issuance Without


Preemptive Rights

Penambahan Modal Tanpa HMETD*

25 Mei 2010

4.002.357.107

37.036.013.434

Rp 100,-& Rp 50

Share Issuance Without


Preemptive Rights

Penambahan Modal Tanpa HMETD*

25 Okt 2010

5.844.866.826

42.880.880.260

Rp 100,-& Rp 50 **

Share Issuance Without


Preemptive Rights

*HMETD
**Seri A
Seri B
Seri A
Seri B

:
:
:
:
:

Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu


20.235.827.427 lembar saham, nilai nominal Rp 100,22.645.007.833 lembar saham, nilai nominal Rp 50,20.235.827.427 shares, nominal value Rp 100,22.645.007.833 shares, nominal value Rp 50,-

Kebijakan Dividen
Sampai dengan saat ini Perseroan belum membagikan
dividen. Di masa depan Perseroan akan membagikan
dividen setelah mendapatkan persetujuan dari Rapat
Umum Pemegang Saham dengan mempertimbangkan
total nilai kas yang dimiliki Perseroan, kinerja keuangan,
perkiraan besarnya belanja modal investasi pada saat
itu dan peraturan yang berlaku.

Dividend Policy
To date the Company has not distributed any dividends. In the
future the Company will distribute dividends following approval
by an Annual General Meeting of Shareholders and
consideration of the total cash value owned by the company,
investment capital expenditure at the time, and prevailing
regulations.

Anak Perusahaan
Sampai dengan saat ini Mobile-8 memiliki sebutan anak
Perusahaan yaitu Mobile-8 Telecom Finance BV
(M-8 BV) yang beroperasi sejak 18 Juli 2007 dan
beralamat di Herengracht 450, 1017 CA Amsterdam, The
Netherlands.

Subsidiary
To date Mobile-8 only has one subsidiary namely Mobile-8
Telecom Finance B.V. (M-8 BV) that has been in operation
since 18 July 2007 and is domiciled at Herengracht 450, 1017
CA Amsterdam, The Netherlands.

Efektif tanggal 1 September 2010 M-8 BV memindahkan


pusat aktifitasnya ke London, UK dan beralamat di
54 Clarendon Road, Watford WD17, IDU, England.

As of September 1, 2010 M-8 BV moved its center to London,


UK and the address is 54 Clarendon Road, Watford WD17,
IDU, England.

Kepemilikan Perseroan atas M-8 BV adalah seluruhnya


atau 100%. M-8 BV bergerak di bidang keuangan seperti
mencari pendanaan, pinjam dan meminjamkan modal,
memberikan jasa konsultasi, dan hal-hal bersifat industri
finansial dan komersial lainnya.

The Company ownership of M-8 BV is 100 percent. M-8 BV


operates in the financial sector, such as financing, capital loan
and borrowing, consultancy services, and other financial and
commercial endeavors.

Annual Report 2010

41

Mobile-8 Center
Mobile-8 Center
JABODETABEK SEKAR
Gallery Sabang Smartfren
Jl. H. Agus Salim No. 45 Sabang
Jakarta Pusat

SO & Gallery Purwokerto


Ruko PJKA Jl. Kol Sugiono No. 8-9 RT. 005 RW. 001
Kel. Kranji Purwokerto

Gallery Cempaka Mas


Jl. Yos Sudarso, Rukan Blok C No. 31
Jakarta Timur 10640

Gallery Solo Grand Mall


Solo Grand Mall
Lt. 3 Blok H009B & H010
Jl. Slamet Riyadi 273 Solo 57141

Gallery ITC Roxy Mas


Komplek Pertokoan ROXY MAS
Rukan Blok E1 No. 7 Jakarta Barat

SO & Mini Gallery Solo


Jl. Adi Sucipto No. 33 RT. 01 RW. 06 Blulukan
Colomadu - Karanganyar 57174

Gallery ITC Fatmawati Smartfren


Komp. Ruko ITC Fatmawati Blok A2 No. 1
Jakarta Selatan

Gallery Ambarukmo Plaza


Plaza Ambarukmo Lt. LG Unit A23,24,25
Jl. Laksda Adisucipto Yogyakarta 55281

Bekasi Gallery
Ruko Suncity Square Bekasi blok A 32
Jl. M Hasibuan Margajaya - Bekasi 17141

Mini Gallery Yogya


Jl. Kenari No. 62 RT. 027 RW. 09 Muja muju
Umbulharjo - Yogayakarta

Gallery Depok (Smartfren)


ITC Depok

JAWA TIMUR
Blitar
Jl. Veteran N0. 123, Blitar

G. Bogor (Gallery)
Jl. Raya Pajajaran No. 5 Ruko No. 28E, Bogor 16543
G. Serpong (Gallery )
Serpong WTC Matahari Serpong, Ruko 5853.
Jl. Raya Serpong No. 39, Tangerang 15322
JAWA BARAT
G. Karawang (Gallery)
Sentral Niaga Galuh Mas, Ruko No. 26
Jl. Akses Interchange, Karawang Jawa Barat 41361
G. Serang (Gallery Smartfren)
Ruko Bhayangkara
Jl. Jend. Sudirman No. 38 Penancangan
Serang - Banten
Gedung Suci
Jl. Surapati No. 233, Bandung 40123
Gallery BEC
Jl. Purnawarman No. 13-15, LG G01, Bandung 40116
Cirebon Gallery Smartfren
Jl. Dr. Cipto Cirebon 45131
Gallery Tasikmalaya
Ruko Permata Regency Kav. 4
Jl. KHZ Mustofa No. 343 Tasikmalaya 46115
JAWA TENGAH
Gallery DP Mall Semarang
DP Mall Lt. 1 Blok J3 No. 3-3A J
Jl. Pemuda No. 150 Sekayu - Semarang Tengah
Gallery Pekalongan
Jl. Imam Bonjol No. 22 Pekalongan
SO & Gallery Tegal
Jl. Letjend Suprapto No. 86C Tegal
SO Kudus
Ruko Sudirman
Jl. Jend. Sudirman No. 10 Kudus
Gallery Magelang
Jl. Jend. Sudirman No. 77 Magelang
Salatiga

42 Laporan Tahunan 2010

Bojonegoro
Jl Mastrip 84 C Bojonegoro
Jember
Jl. A. Yani No. 123 Jember 68118
Madiun
Jl. Letjen S Parman No. 36 Madiun 63132
Malang
Jl. Ahmad Yani No. 10 Kel. Blimbing, Kec. Blimbing,
Kota Malang, Jawa Timur
Pamekasan
Jl. Jokotole 205, Desa Budaggan
Kec Pademawu, Kab Pamekasan
Surabaya - Kertajaya
Jl. Kertajaya Indah No. 79 Surabaya 60116
Kediri - KH Achmad Dahlan
Jl. KH. Ahmad Dahlan
Surabaya - Rungkut
Jl. Rungkut Asri Raya No. 92, Surabaya
Surabaya - WTC
Jl. Pemuda No. 27-31 Lt. 2 R. 801 dan 802
Surabaya 60271
BALI
Angantaka
Jl. Angantaka Sibanggede, Br. Angantaka
Desa Angantaka Kec. Abiansemal, Kab. Badung
Diponegoro
Jl. Diponegoro 109, Denpasar
Sunset Road
Jl. Sunset Road, Kel.Kuta, Kec Kuta, Kotamadya
Badung, Prop.Bali
SUMATERA
M8 Center Medan
Jl. Palang Merah No. 110, Medan, 20112

MSC Medan
Jl. Letda Sujono No. 418, Medan, 20225
Gallery Fair
Medan Fair Plaza
Jl. Gatot Subroto No. 70 Medan
Gallery Siantar
Komp. Mega Land, Jl. Asahan Blok A No. 40
P. Siantar, 21136
Gallery Batam
Komp. Raflesia Blok E No. 5-6, Kec Nongsa Batam
MSC Batam
Komp. Crown Hill Blok F No. 9 Batam Center, Batam
Gallery Padang
Jl. Pemuda No. 37, Padang, 25117
MSC Padang
Jl. Sutomo No. 61-C
Padang, 25122
Gallery Palembang
Comp. PTC Mall Blok G No. 8 B-C
Palembang, 30114
MSC Palembang
Jl. Nusa Indah Lr. Teratai No. 88
Palembang, 30137
Gallery Lampung
Jl. Raden Intan No. 138 C - D
B. Lampung, 35117
MSC Lampung
Jl. H. Komaruddin No. 2
Kel. Raja Basa Raya, B. Lampung 35144
Gallery & MSC Pekanbaru
Jl Sudirman No. 179 E RT. 05/RW. 05 Kel Wonorejo
Marpoyan Damai P Baru
Gallery Jambi
Komplek Ruko WTC, Blok A No. 1,
Jl. Sultan Taha Jambi
Gallery Medan
Smartfren Center
Jl. Adam Malik No. 153 B Medan
MSC NAD
Jl Nyak Arief lorong tunggai 1 Desa lamgugub
Kec. Syah Kuala Banda Aceh
SULAWESI
Gallery Urip Makassar
Jl. Urip Simoharjo No. 168 Makassar - 90232
Gallery Manado
Manado Mall Blok N-14, Bahu Manado - 95111
Gallery Banjarmasin
Jl. Ahmad Yani Km 4,5 No. 56 Banjarmasin
Gallery Balikpapan
Jl. Jend. Sudirman No. 565 - 566
Komp Ruko Balikpapan Permai - Balikpapan
Gallery Pengayoman / Smart
Gedung Sinarmas Lt. 1
Jl. Pengayoman No. 198 Makassar

Informasi Perseroan
Corporate Information
Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan PT Mobile-8 Telecom, Tbk.
Tahun 2010.

Annual General Meeting of


Shareholders 2010 of
PT Mobile-8 Telecom, Tbk.

RUPS Tahunan diselenggarakan paling lambat 6 (enam)


bulan setelah tahun buku Perseroan berakhir.

Annual General Meeting of Shareholders will be held at the


latest 6 (six) months after the end of fiscal year.

Pencatatan Saham
Saham Perseroan tercatat di Bursa Efek Indonesia (d/h
Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya) pada
tanggal 29 November 2006 dengan kode saham FREN.

Share Listing
Company's shares was listed in Indonesia Stock exchange
(Previously Jakarta Stock Exchange and Surabaya Stock
Exchange) on November 29, 2006 with ticker code FREN.

Akuntan Publik
Mulyamin Sensi Suryanto
Registered Public Accountants
Intiland Tower, 7th Floor
Jl. Jend. Sudirman kav. 32
Jakarta 10220

Independent Auditors
Mulyamin Sensi Suryanto
Registered Public Accountants
Intiland Tower, 7th Floor
Jl. Jend. Sudirman kav. 32
Jakarta 10220

Notaris
Kantor Notaris Linda Herawati, SH
Jl. Cideng Timur No. 31
Jakarta 10140

Notary
Kantor Notaris Linda Herawati, SH
Jl. Cideng Timur No. 31
Jakarta 10140

Biro Administrasi Efek


PT Sinarmata Gunita
Plaza BII Menara 3, Lt. 12
Jl. M.H. Thamrin No. 51
Jakarta 10350

Share Registrar
PT Sinarmata Gunita
Plaza BII Menara 3, 12th Floor
Jl. M.H. Thamrin No. 51
Jakarta 10350

Wali Amanat
PT Bank Permata Tbk
Permata Bank Tower I
Jl. Jend. Sudirman Kav. 27
Jakarta 12920

Trustee
PT Bank Permata Tbk
Permata Bank Tower I
Jl. Jend. Sudirman Kav. 27
Jakarta 12920

Annual Report 2010

43

Penghargaan
Awards
Call Center Award
PT Mobile-8 Telecom, Tbk. memperoleh penghargaan
Service Excellence dalam kategori telekomunikasi pada
Call Center Award ke-6, yang diselenggarakan oleh Carre
Center for Customer Satisfaction & Loyalty (Carre CCSL)
bersama majalah Marketing di Jakarta, 30 Maret 2010.
Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil monitor
dan evaluasi oleh Carre CCSL sejak Juli hingga
Desember 2009.
PT Mobile-8 Telecom, Tbk. was awarded the Service
Excellence award in the category of telecommunication at
the 6th Call Center Award, which is held by Carre Center for
Customer Satisfaction & Loyalty (Carre CCSL) in collaboration
with the magazine Marketing in Jakarta, 30 March 2010. The
award was based on the monitoring and evaluation by Carre
CCSL since July until December 2009.

Selular Award
Mobile-8 memperoleh dua penghargaan dalam kategori
CDMA pada Selular Award ke-7 yang diselenggarakan
oleh majalah Selular. Kedua penghargaan tersebut adalah
Best Mobile Data Service dan Best Innovative Product.
Majalah Selular memberikan penghargaan berdasarkan
polling, survei terbatas dan diskusi panel para editor
majalah tersebut.
Mobile-8 was awarded two awards in the CDMA category at
the 7th Selular Award which is held by the magazine Selular.
The two awards were Best Mobile Data Service and Best
Innovative Product. The magazine Selular grounds the
selection for the awards on pollings, limited surveys and
discussions of the panel of the magazine's editors.

Broadband Award & Gadget Award


Smartfren memperoleh penghargaan Broadband Award
untuk kategori Best CDMA Broadband Operator pada
tanggal 16 Desember 2010 di Jakarta. Sementara itu,
Smart Telecom menerima penghargaan untuk kategori
Best Internet Service Provider dalam ajang Gadget Award
pada tanggal 15 Desember 2010, juga di Jakarta.
Smartfren was awarded a Broadband Award in the Best CDMA
Broadband Operator category on 16 December 2010 in Jakarta.
Meanwhile, Smart Telecom was awarded as the Best Internet
Service Provider at the Gadget Award on 15 December 2010,
also in Jakarta.

44 Laporan Tahunan 2010

Pernyataan Dewan Komisaris


dan Direksi PT Mobile-8 Telecom, Tbk.
Statement of The BOC and BOD of PT Mobile-8 Telecom, Tbk.

Dewan Komisaris dan Direksi PT Mobile-8 Telecom, Tbk.


dengan ini menyampaikan Laporan Tahunan untuk Tahun
Buku 2010 (Laporan Tahunan) dan menyatakan
bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan
Tahunan ini.

The Board of Commissioners and the Board of Directors of


PT Mobile-8 Telecom, Tbk. hereby present the Annual Report
of the Company of Year 2010 (Annual Report) and represent
that we are fully responsible for the correctness of the content
of this Annual Report.

Komisaris Perseroan
Commissioners of The Company

Henry Cratein Suryanaga


Presiden Komisaris
President Commissioner

Sarwono Kusumaatmaja
Wakil Presiden Komisaris (Independen)
Vice President Commissioner (Independent)

Reynold M. Batubara
Komisaris (Independen)
Commissioner (Independent)

Direksi Perseroan
Directors of The Company

Merza Fachys
Presiden Direktur
President Director

Agus Heryanto Lukas


Direktur
Director

Anthony Chandra Kartawiria


Direktur
Director

Yopie Widjaya
Direktur
Director

Lim Juliana Dotulong


Direktur
Director

Annual Report 2010

45

Laporan Keuangan Konsolidasi


Consilidated Financial Statements

46 Laporan Tahunan 2010