Anda di halaman 1dari 1

PENOLAKAN RESUSITASI/BANTUAN HIDUP DASAR

NOMOR DOKUMEN
NOMOR REVISI
HALAMAN
TANGGAL TERBIT

DISETUJUI OLEH

PETUNJUK
PELAKSANAAN
PENGERTIAN

Suatu perintah yang memberitahukan tenaga medis untuk


tidak melakukan CPR ( Cardio pulmonary resuscitation)

TUJUAN

Untuk menyediakan suatu proses dimana pasien bisa memilih


prosedur yang nyaman dalam hal bantuan hidup oleh tenaga
medis emergency dalam [kasusu henti jantung / henti nafas.
Surat penugasan oleh Direktur Rumah Sakit tentang
penunjukkan prosedur penolakan resusitas.

KEBIJAKAN

PROSEDUR 1. Ucapkan salam Assalamualaikum...


2. Jelaskan mengenai tindakan dan tujuan CPR kepada pasien /
keluarga pasien.
3. Mintakan informed consent dari pasien atau keluarganya.
4. Instruksikan kepada keluarga pasien untuk mengisi formulir
DNR.
5. Tempatkan kopi atau salinan pada rekam medis pasien dan
serahkan juga salinan pada pasien atau keluarga
6. Instruksikan kepada pasien atau keluarga untuk memasang
formulir DNR di tempat-tempat yang mudah dilihat seperti
bedstand.
7. Tinjau kembali status DNR secara berkala dengan pasien atau
walinya, revisi bila ada perubahan keputusan yang terjadi dan
catat dalam rekam medis. Bila keputusan DNR dibatalkan,
catat tanggal terjadinya. dan gelang DNR dimusnahkan
8. Perintah DNR harus mencakup hal-hal di bawah ini:
a. Diagnosis
b. Alasan DNR
c. Kemampuan pasien untuk membuat keputusan
d. Dokumentasi bahwa status DNR telah ditetapkan dan oleh
siapa
9. Perintah DNR dapat dibatalkan dengan keputusan pasien
sendiri atau dokter yang merawat, atau oleh wali yang sah.
Dalam hal ini, catatan DNR di rekam medis harus pula
dibatalkan dan gelang DNR (jika ada) harus dimusnahkan

UNIT TERKAIT 1. Dokter


2. IGD
3. Ruang rawat inap