Anda di halaman 1dari 2

HALOGEN

I.

Tujuan :
1.

Mensintesis senyawa interhalogen iodiumtriklorida (ICl3) dari I2.

2.

Mensintesi

senyawa

asam

oksihalogen

HIO3

dan

senyawa

iterhalogen

iodiumtriklorida (ICl3).
3.

Mereduksi asam iodat HIO3 menjadi iod (I2) kembali dan memurnikannya.

II. Landasan teori


Halogen adalah golongan nonlogam yang sangat reaktif. Halogen (golongan 17
atau VIIA) merupakan golongan terdekat dengan unsur-unsur gas mulia yang stabil.
Unsur-unsur halogen mempunya 7 elektron valensi. Unsur-unsur yang termasuk halogen
adalah fluorin (F), klorin (Cl), bromin (Br), iodin (I), dan astatin (At). Dari kelima unsur
halogen ini hanya astatin yang bersifat radioaktif. Halogen merupakan unsur yang sangat
reaktif sehingga tidak terdapat dalam keadaan bebas di alam. Halogen hanya memerlukan
satu elektron untuk mencapai keadaan yang stabil. Senyawa-senyawa ionik dan kovalen
merupakan senyawa dari halogen yang paling penting dan paling umum. Hal yang paling
menonjol dalam halogen adalah kemiripan bilangan oksidasi yang mungkin dicapai
dalam senyawa-senyawa. Anion oksi dari halogen juga merupakan oksidator kuat.
Titik leleh dan titik didih halogen meningkat seiring dengan meningkatnya nomor
atom. Kenaikan nomor atom berarti naiknya volume atau jari-jari atom dan jumlah total
elektron, sehingga posisi elektron makin mudah terdistribusi secara tak homogen di
sepanjang waktunya. Akibatnya, gaya dispersi atau gaya london meningkat yang
menyebabkan naiknya titik leleh dan titik didih (Siregar, 2004).
Halida biner dapat terbentuk molekul sederhana, atau komplek, dan array tak
terbatas. Jenis senyawa halide yang lain mencakup oksi halida seperti VOCl 3, hidroksi
halida, organohalida. Unsur-unsur halogen dapat membentuk oksida halogen. Oksigen
diflorida ditemukan sebagai gas kuning agak lemah pada pengaliran gas F2 secara cepat
ke dalam larutan NaOH 2%. Oksida klor adalah reaktif dan cenderung menghasilkan
ledakan. Oksidanya, ClO2, adalah pengoksidasi yang kuat dan digunakan secara

komersial setelah diencerkan dengan udara, misalnya untuk memutihkan bubur kayu,
selalu dibuat bila diperlukan oleh reaksi :
2NaClO2 + SO2 + H2SO4

2 ClO2 + 2NaHSO4

atau oleh reduksi KClO3 dengan asam oksalat basah pada 900C, yang reaksinya juga
memproduksi CO2 sebagai pengencer. Iod pentoksida dibuat dengan menguapkan asam
iodat, dimana ia merupakan anhidratnya. Salah satu aspek yang penting dalam kimia
halogen adalah reaksi pembentukkan senyawa interhalogen dari unsur-unsurnya. Salah
satu contoh pembentukkan senyawa interhalogen adalah sebagai berikut.
I2 + 3Cl2 2ICl3
Senyawa interhalogen iodtriklorida dapat dibuat secara in situ, yaitu dengan
mereaksikan kalium klorat dengan asam klorida dan iod.
I2 + KClO3 + 6 HCl 2ICl3 + KCl + 3H2O
Aspek lain yang penting dalam kimia halogen adalah senyawa asam oksihalogen, salah
satunya adalah asam iodat, HIO3. Asam iodat (HIO3) adalah padatan putih stabil yang
diperoleh dari oksidasi I2 dengan asam nitrat pekat, atau hidrogen peroksida, ozon dan
sebagainya (Manimpan dan Sudria, 1999). Asam iodat dapat disintesis melalui reaksi :
I2 + Ba(ClO3)2 + H2SO4 2HIO3 + BaSO4 + Cl2
Dengan memperhatikan daya tereduksi dari asam iodat menjadi unsur iod, maka
dapat digambarkan sebuah reaksi bersiklus kimia iod sebagai berikut.
KClO3
I2

2 ICl3
HCl

Na2SO3
HIO3

HNO3

Gambar 1. Siklus Tertutup Kimia Iod