Anda di halaman 1dari 12

KATEGORI TEORI HUKUM

HUKUM ALAM (HA)


HA pada prinsipnya menyatakan bahwa hukum itu
sama sebab dilahirkan oleh/pada manusia yang
sama-sama mempunyai naluri etis, yang dijadikan
demikian oleh alamnya atau fitrahnya sendiri.
HA memberikan :
dasar etika dan moral bagi berlakunya hukum positif,
dasar pembenar bagi berlakunya kebebasan manusia
dalam kehidupan negara
ide dasar ttg keadilan sebagai tujuan hukum; dasar
bagi kontitusi beberapa negara

H.A. Irrasional: bersumber pada Tuhan


H.A. Rasional: bersumber pada Rasio Manusia

1.
2.

DIAS, JURISPRUDENCE
HUKUM ALAM SEBAGAI METODE
HUKUM ALAM SEBAGAI SUBSTANSI

SEBAGAI METODA IA MERUMUSKAN DIRINYA UNTUK


MENEMUKAN METODA YANG DAPAT DIGUNAKAN BAGI
PENCIPTAAN PERATURAN YANG BAIK DAN/ATAU
BERLAKU SECARA UNIVERSAL.
SEBAGAI SUBSTANSI IA MENETAPKAN PERATURANPERATURAN YANG BERISI BEBERAPA ASAS YANG
ABSOLUT, YANG LAZIM DIKENAL SEBAGAI HAK ASASI
MANUSIA.

BEBERAPA PEMAHAMAN
MERUPAKAN IDEAL-IDEAL YANG MENUNTUN
PERKEMBANGAN DAN PELAKSANAANNYA.

SUATU DASAR DALAM HUKUM YANG BERSIFAT


MORAL, YANG MENJAGA JANGAN SAMPAI
TERJADI SUATU PEMISAHAN SECARA TOTAL
ANTARA YANG ADA SEKARANG DAN YANG
SEHARUSNYA

SUATU METODA MENEMUKAN HUKUM YANG


SEMPURNA

ISI DARI HUKUM YANG SEMPURNA, YANG


DAPAT DIDEDUKSIKAN MELALUI AKAL.

SUATU KONDISI YANG HARUS ADA BAGI


KEHADIRAN HUKUM

THOMAS AQUINAS
1.
2.

Hukum dari Wahyu (moral agama)-hukum ilahi


positif
Hukum akal budi manusia-hukum positif
manusia (Hukum Alam Primer & Hukum Alam
Sekunder).
Hukum Alam Primer : norma yg bersifat umum berlaku
bagi semua manusia: berikan setiap orang haknya;
jangan merugikan seseorang.
Hukum Alam Sekunder: yang benar dapat dirumuskan
dalam norma2 yg berlaku in abstracto, yg disimpulkan
dari Hukum Alam Primer atau wahyu, misal: jangan
membunuh, jangan mencuri, hormati orang tua, jangan
menghina.

HUKUM YANG TIDAK ADIL, DAN TIDAK DAPAT DITERIMA


AKAL, YG BERTENTANGAN DENGAN NORMA ALAM,

1.

2.
3.
4.

THOMAS AQUINAS
LEX AETERNA
LEX NATURALIS
LEX DIVINA
LEX HUMANA

RUDOLF STAMMLER
HUKUM ADALAH STRUKTUR TERTENTU YANG MEMBERI BENTUK
PADA TUJUAN-TUJUAN MANUSIA dan MENGGERAKKAN
MANUSIA UNTUK BERTINDAK. STRUKTUR TERSEBUT DAPAT
BERBENTUK ASAS-ASAS UMUM
PENEMUAN ASAS-ASAS UMUM DARI PEMBENTUKAN STRUKTUR
DILAKUKAN DENGAN MENGABSTRAKSIKAN TUJUAN2
TERSEBUT DARI KEHIDUPAN SOSIAL YANG NYATA.
PERTANYAAN YANG MENDASARINYA ADALAH APAKAH YANG
MERUPAKAN HAL YANG POKOK YANG HARUS DILAKUKAN
UNTUK MEMAHAMINYA SEBAGAI SUATU SISTEM TUJUANTUJUAN YANG HARMONIS DAN TERATUR
.
DENGAN ANALISA YANG LOGIS DITEMUKAN ASAS-ASAS
PENYUSUNAN HUKUM TERTENTU YANG MUTLAK SAH, YANG
AKAN MENUNTUN MANUSIA DENGAN AMAN DALAM
MEMBERIKAN PENILAIAN TENTANG TUJUAN-TUJUAN YANG
LAYAK UNTUK MENDAPATKAN PENGAKUAN OLEH HUKUM DAN
BAGAIMANAKAH TUJUAN-TUJUAN ITU BERHUBUNGAN SATU

LON L. FULLER (ABAD XX)


FULLER TDK BERPENDAPAT BAHWA
SISTEM HUKUM ITU HARUS SESUAI DG
SUATU TUNTUTAN MORALITAS
TERTENTU ATAU DIUKUR DARI SUATU
STANDAR YANG BERASAL DARI LUAR
SISTEM ITU. TAPI PERATURAN2 HUKUM
ITU PERLU TUNDUK PADA INTERNAL
MORALITY.
Hukum merupakan usaha untuk menundukkan
tingkah laku manusia ke bawah peraturan2.

Principles of legality (FULLER)


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

8.

Sistem Hukum hrs mengandung peraturan2,


bukan sekedar keputusan2 yg bersifat ad hoc.
Peraturan yang dibuat itu harus diumumkan.
Peraturan berlaku untuk masa yang akan datang.
Peraturan harus disusun dalam rumusan yang
bisa dimengerti.
Sistem hukum jangan mengandung peraturan2
yang bertentangan satu sama lain.
Peraturan hanya menuntut hal yang dapat
dilakukan.
Hindari kebiasaan untuk sering mengubah
peraturan yang dapat menyebabkan seseorang
kehilangan orientasi.
Harus ada kecocokan antara peraturan yang
diundangkan dengan pelaksanaan sehari-hari

1.

2.

3.

PENDAPAT2 TENTANG ESENSI HUKUM


ALAM
The unerring law is right reason ; not an ordinance
made by this or that mortal, a corruptible and
perishable law, but one imperishable and
impressed by immortal Nature on the immortal
mind
Natural law which is observed equally in all
nations, being established by divine providence,
remains for ever settled and immutable, but that
law which each state has established for itself is
often changed
The state of Nature has a law of Nature to govern it
in transgressing the law of Nature the offender
declares himself to live by an other rule than that of
reason and common equity

The state of Nature has a law of Nature to


govern it in transgressing the law of Nature
the offender declares himself to live by an
other rule than that of reason and common
equity
4. Natural law is a divine law, written in the
hearts of all men, obliging to do those things
which are necessarily consonant to the
rational nature of mankind, and to refrain
from those things which are repugnant to it
5. Natural law resting on postulate of the
rectitude of nature, is necessarily absolute.
As an end in itself, it is to be vindicated for
3.

6. Man

is made for an end, and therefore there is a


law which comes before him, a law which he must
apply to himself in order to attain the end which is,
demonstrably, none other than god. This law is the
Natural law
7. Because an act in harmony with the objective
order is morality good act, and because an act at
discord with the same order is a morally bad act, it
is natural laws information function to make clear
to man the difference between good and evil or
right and wrong
8. There is, by the very virtue of human nature, an
order or disposition which human reason can
discover and according to which the human will
must act in order to attune itself to the necessary

KONTRIBUSI HUKUM ALAM PADA


PENGEMBANGAN HUKUM MODERN
1.

2.

3.
4.

5.

Instrumen dalam mentransformasikan Hukum


Romawi menjadi sistem hukum yang luas ;
Menjadi argumen dalam pertarungan kekaisaran
jerman dengan gereja ;
Dasar kevalidan hukum internasional ;
Menjadi argumen bagi hakim AS ketika menolak
pembatasan negara melalui UU terhadap
kebebasan ekonomi ;
Argumen kebebasan individu melawan
absolutisme