Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA

PERSILANGAN MONOHIBRID PADA DROSOPHILA MELANOGASTER

Disusun oleh :
Nama : Efri Firman Azizi
NIM : 1301070036
Prodi : Pendidikan Biologi

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2014

1 Oktober 2014
PERSILANGAN MONOHIBRID PADA DROSOPHILA MELANOGASTER
I.

TUJUAN

Membuktikan hukum mendel I yang akan menghasilkan keturunan dengan perbandingan


fenotipe 3 : 1

Mengetahui cara menggunaan analisis chi-kuadrat supaya

dapat mengetahui

penyimpangan yang terjadi dari hasil yang diamati dibandingkan dengan hasil yang
diharapkan pada hipotesis

II.

Mengetahui hasil keturunan dari parental yang berupa F1

DASAR TEORI
Persilangan monohibrid didasarkan pada percobaan yang dilakukan oleh Gregor Mendel,
dia melakukan percobaan untuk mengetahui hasil persilangan dan kemungkinan keturunan
yang diperoleh dari dua individu yang disilangkan, selanjutnya dia melakukan percobaannya
itu dengan tanaman ercis (kapri) dalam bahasa latin disebut Pisum sativum dikarenakan
terdapat sifat-sifat kontras pada tanaman ercis yang nampak sehingga memudahkan Mendel
dalam penelitiannya, seperti bentuk biji yang bulat atau berlekuk, ukuran tanaman yang
tinggi atau rendah, kemudian perbedaan warna pada bunga dan biji dan lain sebagainya.
Supaya lebih memahami perilangan monohibrid ini perlu dipahami beberapa istilah
sebagai berikut :
P (Parental) mempunyai arti Induk
F (Fillial) yang berarti keturunan
Fenotipe merupakan sifat yang terlihat yang dapat dimati secara langsung seperti bentuk,
ukuran, dan lain sebagainya
Genotipe merupakan susunan genetik dari suatu individu yang tidak dapat diamati secara
langsung
Gen yang dominan diberi simbol huruf besar dan gen yang resesif diberi simbol huruf
kecil, karena individu pada umumnya diploid maka diberi simbol dengan huruf dobel,
misalnya RR

Homozigot merupakan sifat dari individu yang genotipenya terdiri dari gen-gen yang
sama dari tiap jenis gen, contohnya KK
Heterozigot merupakan sifat dari individu yang gen-gennya berlainan dari tiap jenis gen,
contohnya Kk
Alel adalah anggota dari sepasang gen, contohnya R dan r adalah alel tetapi R dan k
bukan alel ( Suryo,1990: 89 )
Mendel menggunakan galur murni, yaitu jenis dari generasi ke generasi yang berikutnya
menghasilkan sifat yang sama, seperti tanaman X yang berbiji bulat akan menghasilkan
keturunan yang berbiji bulat, oleh karena itu tanaman tersebut mempunyai genotip BB,
sedangkan tanaman yang berbiji keriput akan menghasilkan keturunan yang berbiji keriput
dan mempunyai genotip bb. Galur murni selamanya merupakan jenis yang homozigotik. Dan
generasi F1 yang merupakan hibrida dari kedua sifat tadi, merupakan keturunan yang
heterozigotik. Walaupun fenotipenya sama dengan generasi parental yang berbiji bulat,
namun genotipnya berbeda. Maka generasi F2 yang dihasilkan dari persilangan F1 akan
bersegregasi (membelah diri) menjadi berbiji bulat dan berbiji keriput dengan perbandingan
3:1. Muncul fenotipe yang berbiji keriput pada generasi F2 dimana pada generasi
sebelumnya seperti hilang, karena segresi dari pasangan gen Bb ke dalam gamet-gametnya.
Selanjutnya gamet-gamet itu bergabung kembali menjadi gen yang resesif (bb) pada F2.
Pada kejadian diatas dikenal hukum Mendel 1 atau sering disebut dengan hukum
segregasi yang berbunyi pada pembentukan gamet, gen yang merupakan pasangan akan
disegregasikan ke dalam dua sel anak. (Tjan Kiau Nio, 1991: 32)
III. ALAT DAN BAHAN
ALAT
Botol kultur yang berisi lalat buah
Botol eterisasi / botol pembiusan
Botol berpipet
Cawan pembunuh berisi air larutan detergen
Cawan petri (untuk pembiusan kembali)
Styrofoam
Kuas

BAHAN
Eter
Kapas
Medium

IV. CARA KERJA


1. Menyiapkan botol kultur yang akan diamati yang berisi keturunan F1 dari persilangan
Drosophila melanogaster
2. Melakukan pembiusan dengan cara mengetuk-ngetuk botol lalat buah diatas Styrofoam
supaya lalat turun ke bawah, setelah lalat turun buka sumbat busa kemudian tutup dengan
botol eterisasi dan membiarkan lalat berpindah dari botol kultur ke botol eterisasi,setelah
lalat masuk ke botol eterisasi, kemudian membuka dan menutup botol esterisasi dengan
sumbat untuk pembiusan, lalu meneteskan eter ke pipa sumbat (kurang lebih 3 tetes) dan
menunggu sampailalat pingsan
3. Setelah lalat pingsan, kemudian memindahkan lalat buah dari botol eterisasi ke cawan
petri untuk pengamatan
4. Mengamati dan menentukan parentalnya dan menghitung jumlah lalat buah masingmasing dari dua jenis lalat buah tersebut
5. Setelah data diketahui, selanjutnya menganalisis dengan teknik analisis Chi-kuadrat
6. Setelah mengetahui hasilnya, lalu membuat sebuah kesimpulan dari analisis tersebut

V. HASIL PENGAMATAN
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa parental dari botol M11
yang berupa F1 adalah Normal dengan Curled, dengan keterangan sebagai berikut :
Normal

Curled

Jumlah

115

35

160

Jumlah individu yang diharapkan 120

40

160

Jumlah individu yang diamati

Perbandingan dengan analisis chi-kuadrat


Ho : Data yang diperoleh mempunyai ratio normal : curled sebesar 3 : 1
Ha : Data yang diperoleh tidak mempunyai ratio normal : curled sebesar 3 : 1
Dari data tersebut maka jumlah dari individu yang diharapkan
Normal : x 160 = 120
Curled : x 160 = 40
Dengan derajat kebebasan (dk) : K-1 = 2-1 = 1

= 0,2 + 0,625
=0,825
Jadi dibandingkan dengan table chi-kuadrat, maka hasil tersebut lebih kecil dibandingkan
dengan table, sehingga menerima hipotesis nol pada taraf kepercayaan 95%.
Norrmal x Curled
P=

G=
F1 =

F2 = 1.
2.

3.
4.
Dengan demikian, maka persilangan Normal X Curled = 3 : 1
VI. PEMBAHASAN
Persilangan monohibrid merupakan persilangan dengan satu sifat berbeda, keturunan
yang akan diperoleh dengan perbandingan 3:1, fenotipe dapat sama namun mempunyai
genotipe yang berbeda (heterozigot) misalnya normal dapat dilambangkan dengan
(homozigot) atau

(heterozigot) dan lain sebagainya.

Dalam percobaan genetika, lebih sering digunakan lalat buah (Drosophila melanogaster)
sebagai hewan percobaan dibandingkan dengan hewan lainnya karena lalat ini hewan yang
paling ideal bila digunakan sebagai hewan percobaan. Contoh mutan dari lalat buah ini
adalah curled, mutan ini mempunyai cirri-ciri mata merah, badannya coklat dan memiliki
sayap melengkung ke atas (ke bagian anterior).Pada mutan ini terjadi mutasi pada kromosom
ke-3 pada posisi 50 unit dari ujung kromosom. ( Sisunandar, 2014:27 )
Pada persilangan monohibrid drosophila ini, diketahui parentalnya adalah lalat jantan
normal dan lalat betina curled, lalat normal dapat diketahui dari cirri-cirinya yaitu mata
merah, sayap panjang melebihi badan dan badannya coklat, lalu curled dapat diketahui dari
cirri-cirinya yaitu posisi sayap melengkung ke atas. Selanjutnya dilanjutkan dengan
perhitungan F2 dari masing-masing parental.
Apabila drosophila normal ini disilangkan dengan curled, semua keturunannya akan
tampak normal. Namun jika individu dari F1 normal itu disilangkan dengan sesamanya maka
akan tampak individu-individu dengan sifat normal dan curled. Hal ini dapat dijelaskan
sebagai berikut :
Pada waktu gametogenesis pasangan-pasangan kromosom akan saling bersegregasi
(memisahkan diri) pada masing-masing gamet. Jadi kromosom gamet adalag setengan dari
jumlah kromosom tubuh. Apabila terjadi fertilisasi, masing-masing gamet akan berfusi

membentuk individu diploid. Individu curled bertanggung jawab pada sayap melengkung ke
atas dan individu normal mempunyai alel normal. Letak kedua alel tersebut terletak pada
lokus yang saling berhubungan. Akibatnya apabila induk normal mewariskan gamet yang
normal kepada anaknya, sedangkan induk curled juga mewariskan gamet curled, maka
keturunan tersebut tampak normal. Dan apabila F1 ini dikawinkan dengan sesamanya, maka
akan diperoleh ratio fenotipe F2 dengan perbandingan normal : curled 3:1. ( Sisunandar,
2014:28 )
F2 yang diperoleh dari percobaan ini adalah 115 normal dan 35 curled kemudian
dilakukan analisis dengan chi-kuadrat dan diperoleh 0,825, karena lebih kecil dari tabel chikuadrat yaitu 3,85 maka percobaan ini menerima hipotesis nol dengan tingkat kepercayaan
95%.
VII. KESIMPULAN
Pada praktikum ini jenis lalat yang digunakan untuk pengamatan memiliki parental yaitu
lalat jantan normal dan lalat betina curled
Dapat membuktikan dan menerima hukum Mendel I yakni pada pembentukan gamet ,
gen yang merupakan pasangan akan disegregasikan ke dalam dua sel anak
Mengetahui perbandingan pada monohibrid yaitu 3:1
Menerima hipotesis nol dengan analisis chi-kuadrat sehingga dapat dikatakan menerima
Hukum Mendel I dengan taraf kepercayaan 95%

DAFTAR PUSTAKA
Kiauw Nio, Tjan. 1991. Genetika Dasar. Bandung : Insitut Teknologi Bandung
Sisunandar. 2014. Penuntun Praktikum Genetika. Purwokerto : UMP
Suryo. 1990. Genetika Manusia. Yogyakarta : Gajah Mada University Press