Anda di halaman 1dari 43

EVALUASI KINERJA DAN RE DESAIN IPLT

DI KABUPATEN JEMBER

Oleh :
Arie Wahyu Widodo

LATAR BELAKANG
Dari 21 IPLT (Instalasi Pengolahan Limbah
Tinja) di Propinsi Jawa Timur, hampir
seluruhnya memiliki masalah yang hampir
sama, bahkan ada IPLT yang tidak beroperasi
sama sekali
Umumnya masalah IPLT disebabkan oleh
debit limbah tinja yang diolah tidak sesuai
dengan perencanaan
Sehingga retribusi tidak sesuai dengan target
IPLT di Kabupaten Jember saat ini tidak
beroperasi sesuai dengan yang direncanakan

TUJUAN
Melakukan evaluasi kinerja IPLT di
Kabupaten Jember dalam rangka
mengurangi pencemaran lingkungan
di sektor limbah rumah tangga
khususnya limbah tinja.
Melakukan re desain dalam rangka
memaksimalkan fungsi kinerja IPLT

SASARAN
Peningkatan kinerja IPLT sehingga dapat
mandiri dan mampu bernilai ekonomis
Peningkatan kualitas lingkungan sehingga
effluen IPLT yang dibuang ke badan air
dapat memenuhi standar yang sesuai
dengan baku mutu air limbah KEPMEN
Lingkungan Hidup No. 112 Tahun 2003
Tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik

RUANG LINGKUP

IPLT berada di Kecamatan Pakusari, Kelurahan


Kertosari, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur
Melakukan pengumpulan data primer dan data
sekunder serta dokumen dokumen yang terkait
Melakukan survey/pengamatan di lapangan
mengenai kinerja IPLT
Melakukan analisa laboratorium sampel
Melakukan re desain unit unit IPLT dan analisis
perhitungan biaya operasional dan perawatan
(RAB dan BOQ)
Analisis peraturan yang ada (Perda).

Definisi Limbah Tinja


Menurut definisi Duncan Mara (1976) air limbah
(sewage) adalah air buangan dari suatu lingkungan
masyarakat.
Sullage, adalah segala jenis buangan yang berasal
dari buangan tubuh manusia (tinja dan air kemih) dan
buangan dari aktivitas rumah tangga.
Air limbah rumah tangga yang bersumber dari toilet /
kakus (tinja dan air kemih) disebut dengan black
water
Untuk buangan yang bersumber dari kegiatan non
kakus (bersumber dari buangan dapur dan buangan
cucian atau peturasan) disebut dengan grey water

On Site System Sewerage

Septic Tank

UNIT UNIT YANG BIASA DIGUNAKAN PADA


INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR TINJA
Imhoff Tank
Stabilization Ponds
Anaerobic Pond
Facultative Pond
Maturation Pond
Solid Seperation Chamber
Anaerob Baffle Reactor
Sludge Drying Bed
Wetland
Free Water Surface
Subsurface Flow System

METODOLOGI
PERENCANAAN

IDE AWAL PERENCANAAN

PERUMUSAN MASALAH

Pengumpulan data
primer

Studi pustaka

Pengumpulan data
sekunder

Identifikasi dan evaluasi


permasalahan

REKOMENDASI DAN
PERENCANAAN
PENGELOLAAN LUMPUR
TINJA

KESIMPULAN

Jenis sarana sanitasi yang ada di Jember

No.

Jenis Sarana Sanitasi

Jumlah
(%)

1.

Jamban + tangki septik

2.

Jamban + Saluran Penyaluran


Air Limbah (SPAL)

3.

Jamban + Cubluk / Jumbleng

4.

Lain lain:

Total
Sumber : Hasil survei

88

100

Data Pengurasan tangki septik


No. Periode/Tahapan Pengurasan

Jumlah (%)

1.

Sering

11

2.

Pernah

42

3.

Belum pernah

47

Total
Sumber : Hasil survei

100

Biaya Pengurasan Lumpur Tinja


No.

Biaya Pengurasan

Jumlah (%)

Tidak bayar

< 100.000

100.000 150.000

150.000 200.000

> 200.000

Total
Sumber : hasil survei

0
100

100

Permasalahan yang berkaitan dengan


tangki septik
No. Permasalahan

Jumlah (%)

1.

Sulit digelontor/dibilas

22

2.

Tidak sulit digelontor/dibilas

78

3.

Kadang-kadang
Total

Sumber : Hasil survei

0
100

Historis IPLT

Dibangun
Beroperasi
Pengelola
Lokasi
Kapasitas eksisting
Kapasitas rencana

:
:
:
:
:
:

1993 1994
1995
DKP LH Kab. Jember
Desa Kertosari
2 m3/hari
250 m3/hari

Kapasitas pengolahan IPLT


Kapasitas eksisting
: 2 m3/hari
Kapasitas rencana
: 250 m3/hari
Fluktuasi debit Influen lumpur tinja yang
masuk IPLT untuk 3 bulan terakhir

Fluktuasi debit influen lumpur tinja yang


masuk IPLT (3 bulan terakhir)

No.

Bulan

Fluktuasi debit
influen(m3)

Jumlah (%)

Juni

15

Juli

18

Agustus

17

Sumber : hasil survei

Bagan Alir IPLT Jember

Collecting Pit

Imhoff Tank

Sludge Drying Bed

Kolam Anaerobik

Kolam Fakultatif

Kolam Maturasi

HASIL ANALISA LABORATORIUM

Peta Daerah Pelayanan IPLT

Keterangan :
Cakupan daerah pelayanan IPLT Kertosari

Kondisi Fisik Bangunan dan


Peralatan Mekanikal Elektrikal IPLT
Jenis Bangunan

Kondisi
Operasional

Kondisi
Fisik

Keterangan

Collecting Pit

Berfungsi

Cukup baik

Beroperasional

Imhoff Tank

Berfungsi

Kerusakan
55 %

Pemecah lumpur (baffle) pada


mengalami keretakan, rehab belum
selesai

Kolam Anaerobik

Tidak berfungsi

Kerusakan
30 %

Retakan kecil ada di sepanjang dinding


kolam

Kolam Fakultatif dan Maturasi

Tidak berfungsi

Kerusakan
25%

Retakan kecil di baffle

Tidak berfungsi

Cukup baik

Pemasangan instalasi pipa baru dari


imhoff menuju ke unit sludge drying
bed

> Pompa submersible

Tidak berfungsi

rusak

Pompa mengalami clogging

> Instalasi Pipa collecting pit

Berfungsi

baik

Beroperasional namun pompa sering


mengalami clogging

> Instalasi pipa imhoff tank

Tidak Berfungsi

baik

Dalam tahap rehabilitasi

> Instalasi pipa sludge drying bed

Tidak Berfungsi

baik

Baru direhabilitasi

Sludge Drying Bed


Fasilitas lain

Aspek Tata Organisasi Perda


Pendapat masyarakat tentang PERDA
IPLT
Pendapat masyarakat tentang layanan
institusi pengelola
Pendapat masyarakat tentang
pengurasan lumpur tinja tiap 3 tahun
sekali

Pendapat masyarakat tentang


PERDA IPLT
No.

Pendapat masyarakat tentang


perda IPLT

Tahu

Tidak tahu

Belum ada Perda yang mengatur


Total

Sumber : hasil survei

Jumlah
(%)
3
92
5
100

Pendapat masyarakat tentang


layanan institusi pengelola
No.

Pendapat masyarakat tentang


layanan institusi pengelola

Jumlah (%)

Memuaskan

Cukup memuaskan

10

Kurang memuaskan

67

Tidak memuaskan

Tidak tahu
Total

Sumber : hasil survei

0
18
100

Pendapat masyarakat tentang pengurasan


lumpur tinja tiap 3 tahun sekali
Pendapat masyarakat tentang
No.
pengurasan lumpur tinja
tiap 3 tahun sekali
1 Setuju
2 Tidak setuju
3 Tidak tahu
Total
Sumber : hasil survei

Jumlah
(%)
85
3
12
100

ALUR PIKIR ALTERNATIF


PENYELESAIAN
PERMASALAHAN DAN
BENTUK PENANGANAN
IPLT

Penilaian Status Kinerja IPLT dan


Bentuk Penanganan IPLT
Indikator
Kinerja

Q influen > Q kapasitas


C retribusi > C OM
> 60% operator

Penilaian
Kinerja

Penambahan kapasitas IPLT

15 21

Q influen < Q kapasitas


C retribusi < C OM
< 40% operator
terampil

Perbaikan pada SOP dan operasional IPLT


Pelatihan Operator (expert training)

terampil

Q influen = Q kapasitas
C retribusi = C OM
40 60% operator
terampil

Bentuk Penanganan

Penambahan kapasitas IPLT

12 14

Evaluasi proses IPLT


Perbaikan pada SOP dan operasional IPLT
Pelatihan Operator (advance training)
Re desain IPLT
Pembaharuan SOP dan operasional IPLT

7 11

Pelatihan Operator (beginner training)


Sosialisasi pelayananan pengurasan tangki
septik menyeluruh pada daerah layanan

Status Kinerja IPLT Kertosari

HASIL SCORING STATUS KINERJA IPLT


JEMBER
Hasil penilaian status kinerja IPLT Kertosari
Kabupaten Jember didapat nilai skoring 9
Maka berdasarkan pada tata cara
perencanaan IPLT, 1999 dari Ditjen Cipta
Karya, bentuk penanganan adalah
melakukan :
Re desain IPLT
Pembaharuan SOP dan operasional IPLT.
Pelatihan operator peningkatan kinerja
operator (beginner training)
Sosialisasi pelayananan pengurasan tangki
septik menyeluruh pada daerah layanan

Modifikasi unit eksisting IPLT


Kertosari
Unit Eksisting

Status

Sifat tindakan

Unit Modifikasi

Collecting Pit

Beroperasi

Tidak digunakan

Solid Seperation Chamber

Imhoff Tank

Tidak berfungsi

Tidak digunakan

Anaerob Baffle Reaktor

Sludge Drying Bed

Tidak berfungsi

Digunakan

Sludge Drying Bed

Kolam Anaerobik

Tidak berfungsi

Perlu modifikasi

Kolam Fakultatif

Kolam Fakultatif

Tidak berfungsi

Perlu modifikasi

Wetland

Kolam Maturasi

Tidak berfungsi

Perlu modifikasi

Wetland

Pengelolaan IPLT Kertosari

Bagan Alir Re Desain IPLT Kertosari

Lay out eksisting IPLT

Lay out hasil re-desain IPLT

Removal BOD & TSS


Unit Eksisting

Unit Re-Desain

Removal
Eksisting
(%)

Removal
Re-Desain
(%)

BOD

TSS

BOD

TSS

Collecting Pit

Solid Seperation Chamber

30

80

80

Imhoff Tank

Anaerob Baffle Reaktor

50

80

70

Kolam Anaerobik

Kolam Fakultatif

75

70

70

70

Kolam Fakultatif

Wetland

95

20

95

70

Kolam Maturasi

Wetland

60

20

95

70

Sludge Drying Bed

Sludge Drying Bed

KESIMPULAN

IPLT Kertosari menggunakan sistem stabilization pond dan


unit unit IPLT Kertosari yang masih beroperasi dan
berfungsi adalah unit collecting pit dan unit imhoff tank.
Kapasitas rencana eksisting harian IPLT Kertosari sebesar 250
m3/hari tetapi IPLT Kertosari hanya mampu memenuhi
kapasitas harian sebesar 2m3/hari.
Kondisi eksisting sanitasi menunjukkan bahwa kebutuhan
akan pengurasan tangki septik masih sedikit.
Kondisi eksisting IPLT Kertosari menunjukkan Q IPLT > Q
influen, C IPLT > C OM dan kapabilitas operator < 40 %
Cakupan pelayanan IPLT Kertosari hanya 7 kecamatan yang
masuk dalam daerah pelayanan pengurasan tangki septik.
Kapasitas rencana IPLT hasil re desain sebesar 80 m3/hari.
Penambahan unit baru SSC (Solids Seperation Chamber), ABR
(Anaerob Baffle Reactor) dan Wetland mampu meremoval TSS
dan BOD hingga 70 95 %

SARAN
Perlu adanya studi dan penelitian tentang
volume timbulan lumpur tinja, dimana nilai
0,5 l/org.hari dirasa terlalu besar sebagai
kriteria desain, sehingga dalam
merencanakan kapasitas volume
pengolahan IPLT dapat lebih akurat.
Perlu adanya penelitian tentang
pengolahan air limbah domestik secara
alamiah yaitu unit wetland lebih lanjut lagi.