Anda di halaman 1dari 7

WINDA SARI

121 0711 028

ANEMIA

BAGAIMANA CARA PENATALAKSANAAN


MEDIS/TERAPI ANEMIA ??

TUJUAN TERAPI ANEMIA


1.

2.

3.

4.

Mengurangi gejala yang dialami pasien dan meningkatkan produktivitas


serta kualitas hidup
Memperbaiki etiologi yang menjadi dasar terjadinya anemia
(mengembalikan substrat yang dibutuhkan dalam produksi eritrosit)
Mencegah kambuh (relap)
Mencegah kematian (pada pendarahan hebat)

PENATALAKSANAAN MEDIS/TERAPI
ANEMIA
1.

Terapi Non Farmakologi


a.

Menjaga asupan nutrisi termasuk makanan yang kaya akan zat besi, makanan
bergizi yang mengandung protein terutama protein hewani, vitamin B12 dan
asam folat
b. Vitamin C diberikan 3x100 mg/hari untuk meningkatkan absorbsi besi
c. Menghindari konsumsi alkohol
d. Menghindari paparan radikal bebas berlebihan
e. Memperhatikan penggunaan obat tertentu yang menyebabkan defisiensi Fe,
vitamin B12 dan asam folat
f. Transplantasi sumsum tulang
g. Pemberian terapi imuno supresif dengan globulin antitimosit (ATG)
h. Transfusi darah, indikasi pemberian transfusi darah pada anemia kekurangan
zat besi adalah :
- adanya penyakit jantung anemik
- anemia yang simptomatik
- penderita memerlukan kadar hb yang kuat

2.

Obat untuk Terapi Anemia


Obat-obat yang digunakan untuk terapi anemia antara lain zat besi,
vitamin B12, asam folat, besi-dekstran, sukrosa-besi, dan Human recombinant
erytropoitein (rhEPO).
a. Sediaan Besi Oral
Garam Besi

Jumlah

Kandungan Besi

Fero fumarat

200 mg

65 mg

Fero glukonat

300 mg

35 mg

Fero sulfat

300 mg

60 mg

Fero sulfat, Kering

200 mg

65 mg

Natrium feredat

190 mg

27,5 mg

b. Sediaan Besi Parenteral


Pemberiaan zat besi secara parenteral dilakukan ketika terapi oral tidak
memungkinkan karena pasien tidak mentoleransi sediaan oral atau tidak kooperatif
atau terjadi perdarahan hebat yang terus-menerus.
c. Eritropoietin (EPO)
Digunakan pada anemia defisiensi eritropoitein pada penderita gagal ginjal kronis,
AIDS, kanker, penggunaan obat yang menginduksi anemia (kemoterapi dan
zidovudin), pasien yang kadar EPO nya rendah, dan untuk menambah darah autolog
pada individu normal.

DAFTAR PUSTAKA
1.
2.

Buku Farmakoterapi & Terminologi Medis, (Priyanto 2009)


Buku Ajar Asuhan Keperawatan Dengan Gangguan Sistem
Hematologi
(Wiwik Handayani 2008)