Anda di halaman 1dari 4

UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN MENGKUDU(Morinda citrifolia)

TERHADAP Plutella xylostella L. (Lepidoptera: Putellidae)


Latar belakang
Tanaman kubis terdapat hama-hma yang menimbulkan kerugian, sehingga
perlu dilakukan pengendalian agar tanaman kubis tidak rusak. Hama jenis Plutella
xylostella atau disebut ngengat punggung berlian tersebar di seluruh dunia baik di
daerah tropis, sub tropis dan daerah sedang. Ulat ini sangat kecil, namun sangat
merugikan tanaman kubis sebab terjadi kerusakan yang sangat parah. Tingkat
populasi yang tinggi biasanya terjadi pada 6-8 minggu setelah tanam. Jika tidak
digunakan insektisisda maka akan kehilangan tanaman kubis.
Penggunaan pestisida sintetik dapat merusak lingkungan dan kesehatan
manusia. Bahan beracun ini akan mempengaruhi biota baik yang di air ataupun di
atas tanaman. Insektisida alami berasal dari tumbuh-tumbuhan yang mengandung
senyawa beracun yang dapat di ekstraksi kemudian langsung digunakan(
Sastroutomo, 1992).
Ekstrak daun mengkudu mengandung saponin, flavanoid dan polifenol
yang dapat bersifat racun pada serangga dengan menghambat pertumbuhan larva
manjadi pupa.
Masalah
Tujuan
Untuk menguji efektifitas daun mengkudu terhadap hama Plutella
xylostella pada tanaman kubis.
Manfaat
Penelitian ini bermanfaat untuk mempelajari tingkat keefektifan daun
mengkudu sebagai agen pengendalian hama tanaman kubis (Plutella xylostella)

sehingga

dapat

digunakan

sebagai

landasan

untuk

formulasi

strategi

pemanfaatannya.
Tinjauan pustaka
a. Plutella xylostella
Plutella xylostella termasuk kedalam filum artropoda, kelas insecta, ordo
lepidoptera, famili plutellidae, genus plutella dan spesies Plutella xylostella.ciri
khas nya berukuran kecil , berwarna hijau, dan jika menghadapi bahaya maka
akan menyelamatkan diri dengan menjatuhkan badannya bersama benang yang
dibuat (Pracaya, 2001).
Menurut (Pracaya, 1991) dalam keadaan istirahat sayapnya menutup tubuh
dan ada gambaran seperti jajaran genjang warna putih seperti berlian, oleh karna
itu disebut hama sering disebut dengan ngengat punggung berlian.
a.1 Telur
Telur biasanya terpisa pada satu kelompok pada daun. Bentuknya pipih,
oval, berwarna kuning cerah. Masa penetasan telur 3-5 hari (Sodarmo,1994).
Plutella xylostella dewasa meletakkan telurnya dibawah daun kubis yang
terbuka, telur diletakkan dibawah daun dekat dengan tulang utama. Ditempatkan
secara kelompok sebanyak 2 atau 3 butir. Kapasitas produksi tidak lebih dari 320
butir telur (Rismunandar, 1993).
a.2 Larva
Larva terdiri dari 4 instar, berukuran kecil, lincah, dan daur hidup di
daerah dingin sekitar 3 minggu, sedang di daerah panas sekitar 2 minggu.
Larva instar satu berwarna hijau kekuning-kuningan selama 4 hari. Instar 2
berwarna hijau kekuningan, berlangsung selama 2 hari. Instar 3 berwarna hijau,
berlangsung selama 3 hari. Instar 4 berwarna hijau, berlngsung selama 4 hari
(Rukmana, 1994).

a.3. Pupa
Pembuatan sarang kepompong selama 24 jam setelah itu akan berubah
menjadi pupa. Pupa awalnya berwarna hijau, selanjutnya kuning pucat, warna
kecoklatan bagian punggung, dengan masa pupa, 3 sampai 6 hari. Total
perkembangannya 13-22 hari (Sodarmo,1994).
a.4. Ngengat
Berwarna coklat, ketika istirahat antena lurus kedepan, ngengat jantan
lebih kecil dari ngngat betina dan warnanya lebih cerah.
B. Kerusakan oleh Plutella xylostella
Plutella xylostella dapat merusak tanaman kubis pada stadium larva
dengan cara melubangi epidermis atau daging daun. Ciri-ciri tanaman yang
terserang daun tampak adanya bercak-bercak putih, kemudian akan berlubang jika
mengering, bila serangannya berat, kubis tinggal tulang daun nya sja (Prakarya,
2001). Plutella xylostella menyerang tanaman kubis yang masih muda,
C. Insektisida alami
Tanaman mengkudu mengandung triterpen dan tanin, tanin bersifat racun.
Daun diekstrak dengan aseton dapat bersifat sebagai racun perut pada serangga
(Ardinan, 2004). Keracunan dari kulit langsung menyerap ke kulit, saat beberapa
waktu setelah penyemprotan. Sedangkan melalui mulut terjadi melalui bagian
tanaman yang terkena insectisida yang termakan oleh serangga, Sehingga
mengakibatkan keracunan pada hama. Keracunan pada serangga mengakibatkan
gangguan sarap yang menyebabkan serangga menjadi abnormal, sehingga dapat
mati, dan dapat sembuh dari kelumpuhan (Sukanti, 1991).
Metodologi Penelitian
a) Cara kerja

b) Tabulasi data hasil penelitian


TABEL. Rataan mortalitas larva P. Xyllostella pada berbagai dosis ekstrak daun
mengkudu pengamatan 1-5 HSA (%)
Perlakuan

Mortalitas P. Xyllostella (%)


1 HSA

2HSA

3 HSA

4 HSA

5 HSA

Kontrol
N1
(100gr/l)
N2 (200gr/
l)
N3 (300
gr/l)
N4 (400
gr/l)
Tabel . Rataan persentase mortalitas larva pada masing-masing perlakuan
Perlakuan

Mortalitas larva P. Xyllostella


1 HSA
2 HSA

3 HSA

4 HSA

N0W1
c) Analisis data
Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)
faktorial terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan
d) Hipotesis
Ekstrak daun mengkudu mampu mengendalikan hama Plutella xylostella