Anda di halaman 1dari 15

LABORATORIUM TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI MEDAN


JL. ALMAMATER N0.1 KAMPUS USU ,MEDAN 20155,INDONESIA

Telp (061) 77050264-Ext (071),Fax : 061-8219686

Judul

PEMERIKSAAN BERAT JENIS TANAH

Pelaksana

Kelompok 3

Hari / Tanggal

Rabu / 9 Mei 2012

Kondisi Tanah

Undistrube(tidak terpengaruhi)

I. MAKSUD :
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan berat jenis tanah yang mempunyai butiran
lewat saringan no 4 dengan piknometer.
Berat jenis tanah adalah perbandingan antara berat butir tanah dan berat air suling dengan
isi yanga sama pada suhu tertentu.
II.PERSIAPAN BAHAN
Tanah sebanyak 1 kilogram.
III.PERALATAN
a. Piknometer dengan kapasitas minimum 100 ml atau ukuran kapasitas minimum 50 ml.
b. Desikator .
c. Oven yang dilengkapi dengan suhu untuk memanasi sampai (1005)C .
d. Neraca dengan ketelitian 0,01 gram.
e.
f.
g.
h.

Termometer ukuran 0-50C dengan ketelitain pembacaan 1C.


Saringan no.4, no.10, dan no.40 dan penandanya.
Bak perendam.
Pompa hampa udara (vacumm 1-1,5 PK) atau tungku listrik (kookplaat).

IV.LANGKAH KERJA
a. Cuci piknometer dengan air suling dan keringkan. Timbang piknometer dan tutupnya denagn
ketelitian 0,01 gram.
b. Masukkan benda uji kedalam piknometer dan timbang bersama tutupnya dengan ketelitian
0,01 gram (W1).
c. Tambahkan air suling sehinga piknometer terisi dua pertiga. Untuk bahan yang mengandung
lempung diamkan benda uji terendam selama paling sedikit 24 jam.
d. Didihkan isi piknometer dengan hati-hati selama minimal 10 menit, dan miringkan botol
sekali-sekali untuk membantu mempercepat pengeluaran udara yang tersekap.
e. Didalam hal mempergunakan pompa vacuum tekanan udara di dalam piknometer atau botol
ukur tidak boleh dibawah 100 mm Hg. Kemudian isilah piknometer dengan air suling dan

LABORATORIUM TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI MEDAN


JL. ALMAMATER N0.1 KAMPUS USU ,MEDAN 20155,INDONESIA

Telp (061) 77050264-Ext (071),Fax : 061-8219686

biarkan piknometer beserta isinya untuk mencapai suhu constant di dalam bejana
piknometer beserta isinya untuk mencapai suhu constant didalam bejana air atau dalam
kamar. Sesuatu suhu constant tambahkan air suling seperlunya sampai tanda batas atau
sampai penuh. Tutup piknometer, keringkan bagian luarnya dan timbang dengan ketelitian
f.

0,01 gram (W3). Ukur suhu dari isi piknometer dengan ketelitian 1C.
Bila isi piknometer belum diketahui maka tentukan isinya sebagian berikut. Kosongkan
piknometer dan bersihkan. Isi piknometer dengan air suling yang suhunya sama dengan

pada c dengan ketelitian 1C dengan pasang tutupnya. Keringkan bagian luarnya dan
timbang dengan ketelitian 0,01 gram, dan dikoreksi terhadap suhu, lihat catatan (W4).
g. Pemeriksaan dilakukan ganda (duplo).
V.Hasil

Pemeriksaan Berat Jenis


Nomor Contoh Kedalaman
Nomor Piknometer
Berat Piknometer + Contoh (W2)
Berat Piknometer (W1)
Berat Tanah Wt=W2-W1
Suhu C
Berat Piknometer + Air Tanah (W3)
Berat Piknometer + Air Pada C (W4)
W5=W2-W1+W4
Isi Tanah W5-W3
Berat Jenis

13
62.1
49.24
12.86
29
150.81
142.6
155.46
4.65
2.76

14
63.8
50.37
13.43
29
149.95
141.39
154.82
4.87
2.75

W1=Berat Piknometer
W2=Berat Pikmometer dan contoh tanah
W3=Berat Piknometer dan air tanah
W4=Berat Piknometer dan air pada suhu
W5=W2-W1+w4
KESIMPULAN
a.Dari Percobaan kami di Atas dapat di simpulkan dari rata-rata berat jenis tanah kami adalah

LABORATORIUM TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI MEDAN


JL. ALMAMATER N0.1 KAMPUS USU ,MEDAN 20155,INDONESIA

Telp (061) 77050264-Ext (071),Fax : 061-8219686

b.Berat jenis tanah ini termasuk tanah keras.

LABORATORIUM TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI MEDAN


JL. ALMAMATER N0.1 KAMPUS USU ,MEDAN 20155,INDONESIA

Telp (061) 77050264-Ext (071),Fax : 061-8219686

Judul

Kadar Air Natural

Pelaksana

Kelompok 3

Hari / Tanggal

Rabu / 8 mei 2012

Kondisi Tanah

Undistrube(Tidak terpengaruhi)

I.MAKSUD :
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan kadar air tanah. Yang dimaksud dengan
kadar air tanah ialah perbandingan antara berat air yang terkandung dalam tanah dengan berat
kering tanah tersebut dinyatakan dalam persen.
II.PERALATAN
a. Oven, yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk memanasi sampai (1105)C.
b. Cawan kedap udara dan tidak berkarat, dengan ukuran yang cukup. Cawan dapat terbuat
dari gelas atau logam mislanya almunium.
c. i.Neraca dengan ketelitian 0,01 gram
ii.Neraca dengan Ketelitian 0,1 gram
iii.Neraca dengan ketelitian 1 gram
iv.Desikator
III.LANGKAH KERJA
a. Benda uji yang mewakili tanah yang diperiksa ditetapkan dalam cawan yang bersih,
kering dan di ketahui beratnya.
b. Cawan dan isinya kemudian ditimbang dan berat dicatat.
c. Tutup cawan kemudian dibuka dan cawan ditempatkan di oven atau pengering lainnya
paling sedikit 4 jam (untuk oven) atau sampai berat constant.
d. Cawan ditutup kemudian didinginkan dalam desikator.
e. Setelah dingin ditimbang dan beratnya dicatat.

LABORATORIUM TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI MEDAN


JL. ALMAMATER N0.1 KAMPUS USU ,MEDAN 20155,INDONESIA

Telp (061) 77050264-Ext (071),Fax : 061-8219686

IV.Hasil

Menghitung Kadar Air Natural


Cawan 1

Cawan 2

9.81

27.55

41.07

82.24

Berat Cawan
Berat Cawan + Tanah
Basah
Berat Cawan + Tanah
Kering
Berat Air
Berat Tanah Kering (W2)
Berat Tanah Basah (W1)
Kadar Air

32.9
68.25
7.17
13.99
23.09
40.7
31.26
54.69
35.38328 34.37346

Rata rata Kadar Air

34.87837 %

a.Dari Hasil Lab kami di atas dapat di simpulkan bahwa tanah sample kami di kedalama 40 cm
memiliki kadar air 34.87 % .
b.sedangkan batas normal menurut antara 30 % samapai dengan 60 % sehingga tanah kami ini
digunakan untuk membangun pondasi.

LABORATORIUM TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI MEDAN


JL. ALMAMATER N0.1 KAMPUS USU ,MEDAN 20155,INDONESIA

Telp (061) 77050264-Ext (071),Fax : 061-8219686

Judul

Pemeriksaan liquid Limid

Pelaksana

Kelompok 3

Hari / Tanggal

Rabu / 25 April 2012

Kondisi Tanah

distrube ( terpengaruhi)

I.MAKSUD
Pemeriksaan ini dimaksud untuk menetukan kadar air suatu tanah pada keadaan batas cair.
Batas cair ialah kadar air batas dimana suatu tanah berobah dari keadaan cair menjadi keadaan
plastis.
II.PERALATAN
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Alat batas cair standard.


Alat pembuat alur (grooving tool).
Sendok dempul.
Pelat kaca 45x45x0,9cm.
Neraca dengan ketelitian 0,01 gram.
Cawan kadar air minimum 4 buah.
Spatula dengan panjang 12,5 cm.
Botol tempat air suling.
Air suling.

j.

Oven, yang dilengkapi dengan pengukuran suhu untuk memanasi sampai (1105)C.

III.LANGKAH KERJA
a. Letakkan 100 gram benda uji yang sudah dipersiapkan didalam pelat kaca pengaduk.
b. Dengan menggunakan spatula, aduklah benda uji tersebut dengan menambah air suling
sedikit demi sedikit, sampai homogeny.
c. Setelah contoh menjadi campuran yang merata, ambil sebagian benda uji ini dan letakan
diatas mangkok alat batas cair, ratakan permukaannya sedemikian sehingga sejajar dengan
dasar alat, bagian yang paling tebal harus 1 cm.
d. Buatlah alur dengan jalan membagi dua benda uji dalama mangkok itu, dengan
menggunakan alat pembuat alur (grooving tool) melalui garis tengah pemegang mangkok
dan simetris. Pada waktu membuat alur posisi alat pembuat alur (grooving tool) harus tegak
lurus permukaan mangkok.
e. Putarlah alat sedemikian, sehingga mangkok naik/jatuh dengan kecepatan 2 putaran per
detik. Pemutaran ini dilakukan terus sampai dasara alur benda uji bersinggungan sepanjang
kira-kira 1,25 cm dan cacat jumlah pukulannya pada waktu bersinggungan.

LABORATORIUM TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI MEDAN


JL. ALMAMATER N0.1 KAMPUS USU ,MEDAN 20155,INDONESIA

Telp (061) 77050264-Ext (071),Fax : 061-8219686

f.

Ulangi pekerjaan (c) sampai denga (e) berapa kali sampai diperoleh jumlah pukulan yang
sama, hal ini dimaksudkan untuk meyakinkan apakah pengadukan contoh sudah betul-betul
merata kadar airnya. Jika ternyata pada 3 kali percobaan telah diperoleh jumlah pukulan
sama, maka ambillah benda uji langsung dari mangkok pada alur, kemudian masukan
kedalam dawan yang telah dipersiapkan. ,aka periksalah kadar air.
g. Kembalikan benda uji keatas kaca pengaduk, dan mangkok alaty batas cair bersihkan. Benda
uji diaduk kembali dengan merobah kadar airnya.kemudian ulangi lankah (b) sampai (f)
minimal 3 kali berturut-turut dengan variasi kadar air yang berbeda, sehingga akan diperoleh
perbedaan jumlah pukulan sebesar 8-10.
IV.Hasil
Pemeriksaan liquid Limid
Batas Cair

Liquid limid

nomor kurs
Berat kurs + contoh basah
(g)
Berat kurs + contoh Kering
(g)
Berat air (g)
Berat kurs (g)
Berat Contoh Kering (g)
Kadar air

55

37

22

39.76

39.39

45.28

34.58
5.18
17.73
16.58
31.24%

33.97
5.42
16.17
33.52
33.52%

39.9
5.38
25.45
14.45
37.23%

38.00
37.00

kadar air

36.00
35.00
34.00

55

33.00

37

32.00

22

31.00
30.00
0

10

20

30
ketukan

kESIMPULAN
a.Di dapat liquid limit sebesar 36,4 %

40

50

60

LABORATORIUM TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI MEDAN


JL. ALMAMATER N0.1 KAMPUS USU ,MEDAN 20155,INDONESIA

Telp (061) 77050264-Ext (071),Fax : 061-8219686

b.liquid limit tanah ini termasuk sedang karena di antara 35%-50%. Untuk yang rendah <35% dan
yang tinggi >50%.
c.Tanah ini dapat di gunakan untuk didirikan bangunan.

LABORATORIUM TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI MEDAN


JL. ALMAMATER N0.1 KAMPUS USU ,MEDAN 20155,INDONESIA

Telp (061) 77050264-Ext (071),Fax : 061-8219686

Judul

Pemeriksaan Plastis Limit

Pelaksana

Kelompok 3

Hari / Tanggal

Rabu / 25 April 2012

Kondisi Tanah

distrube ( terpengaruhi)

I.MAKSUD
Pemeriksaan ini dimaksudakan untuk menetukan kadar air suatu tanah pada keadaan batas
plastis.
Batas plastis ialah kadar air minimum dimana suatu tanah masih dalam keadaan plastis.
II.PERAKLATAN
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Plat kaca 45x45x0,9 cm.


Sendok dempul panjang 12,5 cm.
Batang pembanding dengan diameter 3 mm panjang 10 cm.
Neraca dengan ketelitian 0,01 gram.
Cawan untuk menentukan kadar air 2 Buah.
Botol tempat air suling.
Air suling.

h. Oven, yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk memanasi sampai (1105)C.
III.LANGKAH KERJA
a. Letakkan benda uji diatas pelat kaca, kemudian diaduk sehingga kadar airnya merata.
b. Setelah kadar air cukup merata, buatlah bola-bola tanah dari benda uji itu seberat 8 gram,
kemudian bola-bola tanah itu digeleng diatas pelat kaca. Penggelengan dilakukan dengan
telapak tangan, dengan kecepatan 80-90 gelengan per menit.
c. Pergelanggan dilakukan terus sampai benda uji membentuk batang dengan diameter 3 mm.
kalau pada waktu penggelengan itu ternyata sebelum benda uji mencapai diameter 3 mm
sudah retak, maka benda uji disatukan kembali ditambah air sedikit dan diaduk sampai
merata. Jika ternyata penggelengan bola-bola itu bisa mencapai diameter lebih kecil dari 3
mm tanpa menunjukan retakan-retakan , contoh perlu dibiarkan beberapa saat diudara,
agar kadar airnya berkurang sedikit.
d. Pengadukan dan penggelengan diulang terus sampai retakan-retakan itu terjadi tepat pada
saat gelengan mempunyai diameter 3 mm.
e. Periksa kadar air batang tanah pada dilakukan ganda, benda uji untuk pemeriksaan kadar air
5 gram.

LABORATORIUM TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI MEDAN


JL. ALMAMATER N0.1 KAMPUS USU ,MEDAN 20155,INDONESIA

Telp (061) 77050264-Ext (071),Fax : 061-8219686

IV.HASIL
Batas Plastis
Batas Cair

Batas Plastis

nomor kurs
Berat kurs + contoh basah (g)
Berat kurs + contoh Kering (g)
Berat air (g)
Berat kurs (g)
Berat Contoh Kering (g)
Kadar air (%)

22.5
25.09
20.99
24.22
1.51
0.87
17.53
3.75
3.46
23.2
43.64% 23.20%

Dari hasil kami di atas dapat di simpulkan bahwa kadar air rata-rata dari test batas
plastis adalah

Maka ,
Pi=LL-PL
Pi=Plastisitas indek
LL= Liquid Limit
PL=Plastic Limit
Pi= 36.40%-33.42% =3.02%
Kesimpulan
a.batas plastis tanah ini termasuk rendah karena dibawah 50%
b. Dari 2 test di atas LL dan PL didapat lah Plastisitas Indeks (PI) yang sebesar 3.02% .

LABORATORIUM TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI MEDAN


JL. ALMAMATER N0.1 KAMPUS USU ,MEDAN 20155,INDONESIA

Telp (061) 77050264-Ext (071),Fax : 061-8219686

Judul

Pemeriksaan shrinkage limit

Pelaksana

Kelompok 3

Hari / Tanggal

Rabu / 25 April 2012

Kondisi Tanah

distrube ( terpengaruhi)

I.Maksud
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa panjang susut sample tana, baik
panjang maupun volume.

II.PERALATAN
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Volumetri
Alat Linier shrinkage
Spatula
Kaca
Oven
Timbangan
Cawan
Air suling
Botol tempat air suling

III.Langkah Kerja
a.
b.
c.
d.

Letakan benda uji di atas plat kaca kemudian diaduk sehingga kadar airnya merata.
Timbang Volumetri dan alat Linier shrinkage.
Ukur panjang dari alat Linier shrinkage.
Masukan adukan tanah kedalam volumetric dan alat Linier shrinkage sampai benar-benar
terisi penuh dan tidak ada tanah di luar bentuk yang diinginkan.
e. Timbang kembali tanah dan tempatnya sebelum masuk ke oven.
f. Masukkan benda uji ke dalam oven dan tunggu selama kira-kira 24 jam.
g. Setelah 24 jam keluarkan benda uji dan timbang kembali.
h. Setelah itu ukur panjang benda uji yang sudah menyusut di alat Linier shrinkage.
i. Hitung volume benda uji yang didalam volumetric dengan menggunakan air raksa, sekaligus
hitung volume volumetrinya juga.
j. Hitung semua yang akan di hitung.
IV.HASIL

LABORATORIUM TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI MEDAN


JL. ALMAMATER N0.1 KAMPUS USU ,MEDAN 20155,INDONESIA

Telp (061) 77050264-Ext (071),Fax : 061-8219686

No.

Contoh Tanah

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

Berat Asli + Tanah Basah


Berat Asli + Tanah Kering
Berat Asli
Volume Tanah Basah
Berat Air
Berat Tanah Kering
Kadar Air
Berat Air Raksa Tumpah
Volume Tanah Kering
SL: 7%-(4-9/6)x100%
Panjang Contoh Semula
Panjang Setelah Kering
SL:(1-11/12)x100

Linear
299.03
283.12
238.44
15.91
44.68
35.6

14
13
7.14

a.srinkage linier
(

b.Percobaan Volumetri
(

Volumetri
98.61
89
62.78
2.64
9.61
26.22
18.07
236.73
1.939
4.322

LABORATORIUM TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI MEDAN


JL. ALMAMATER N0.1 KAMPUS USU ,MEDAN 20155,INDONESIA

Telp (061) 77050264-Ext (071),Fax : 061-8219686

Judul

Analisa Ayak

Pelaksana

Kelompok 3

Hari / Tanggal

Rabu / 9 Mei 2012

Kondisi Tanah

Undistrube ( tidak terpengaruhi)

I.MAKSUD
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan pembagian butir (gradasi) agregat
halus dan agregat kasar dengan menggunakan saringan.

II.PERSIAPAN BAHAN
Tanah Undistrube sebanyak 500 gr.

III.PERALATAN
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Timbangan dan neraca dengan ketelitian 0.2% dari berat benda uji.
Satu set saringan (no.4, no.10, no.20, no.40, no.60, no.80, no.100, no200, Pan)
Oven yang melengkapi dengan pengatur suhu untuk memanasi sampai (110 5)C.
Alat pemisah contoh.
Mesin pengguncang saringan.
Talam-talam.
Kuas, sikat kuningan, sendok dan alat-alat lainnya.

IV.LANGKAH KERJA
a. Saring tanah yg kering oven lewat susunan saringan dengan ukuran saringan paling besar
ditempatkan paling atas. Saringan diguncang dengan tangan atau mesin pengguncang
selama 15 menit.

LABORATORIUM TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI MEDAN


JL. ALMAMATER N0.1 KAMPUS USU ,MEDAN 20155,INDONESIA

Telp (061) 77050264-Ext (071),Fax : 061-8219686

V.HASIL
ANALISIS AYAK

Saringan

Ukuran
Saringan
(mm)

4
10
20
40
60
100
200
Pan

4.750
2.000
0.850
0.425
0.250
0.150
0.075
-

No.

Berat
Saringan
(g)
1140
1220
1076.1
1004.5
963.5
932
283
870
Jumlah

Berat saringan +

Berat

Berat tanah

Tanah

1296.2
1321.1
1149.37
1044.78
995.89
955.38
305.57
920.7

156.2
101.1
73.27
40.28
32.39
23.38
22.57
50.7
499.89

Persen

Persen

Tertahan Kumulatif
31.25
20.23
14.66
8.06
6.48
4.68
4.51
10.15
100

31.25
51.48
66.14
74.2
80.68
85.36
89.87
100
578.98

PERSEN LOLOS %

GRAFIK ANALISA AYAK


80
70
60
50
40
30
20
10
0

Series1

10

100

1000

NO SARINGAN

VI.KESIMPULAN : a. Dari hasil praktikum di atas dapat disimpulkan bahwa penentuan distribusi butir
tanah yang tertahan pada saringan no.200

Persen
Lolos
68.75
48.52
33.86
25.8
19.32
14.64
10.13
0

LABORATORIUM TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI MEDAN


JL. ALMAMATER N0.1 KAMPUS USU ,MEDAN 20155,INDONESIA

Telp (061) 77050264-Ext (071),Fax : 061-8219686

b. pemeriksaan pada tanah dilakukan dengan analisa ayakan


c. dari hasil pemeriksaan didapat tanah yg tertahan pada saringan no.200 adalah 89.87%

Anda mungkin juga menyukai