Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.

Tidak semua orang yang terinfeksi bakteri TB, akan menjadi sakit TB. Hanya sekitar
10% yang menjadi mengalami sakit TB dan semua orang yang terinfeksi. Kelompok yang
paling rawan terinfeksi bakteri TB adalah bayi dan anak usia kurang dari 1 tahun. Setelah
itu, tingkat kerawanannya menurun. Anak anak usia 5 9 tahun, adalah anak anak
yng memiliki tingkat resiko terinfeksi yang paling rendah. Usia 10 tahun, tingkat
kerawanan infeksi meningkat kembali, tetapi tidak setinggi kelompok usia 0 1 tahun.
Anak anak yang sakit TBC tidak dapat menularkan kuman TB ke anak lain atau ke
orang dewasa. Sebab, pada anak biasanya TB bersifat tertutup. Jadi, apabila ada anak
yang terinfeksi TBC, sudah pasti sumber penularannya adalah orang dewasa yang dekat
dengan anak tersebut.
Pada sebagian orang dengan system imun yang baik, untuk ini akan tetap dormant
sepanjang hidupnya. Sedangkan pada orang orang dengan system kekebalan tubuh
yang kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel
bertambah banyak. Tuberkel yang banyak ini membentuk sebuah ruang di dalam paru
paru. Ruang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (dahak). Seseorang
yang telah memproduksi sputum dapat diperkirakan sedang mengalami pertumbuhan
tuberkel berlebih dan positif terinfeksi TBC.
Meningkatnya penularan infeksi yang telah dilaporkan saat ini, banyak
dihubungkan dengan beberapa keadaan, antara lain memburuknya kondisi social
ekonomi, belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatnya
jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal, dan adanya epidemic dari
infeksi HIV. Disamping itu, daya tubuh yang lemah atau menurun, virulensi dan jumlah
kuman merupakan factor yang memegang peranan penting dalam terjadinya infeksi
TBC.

1.2 Tujuan.

a) Untuk mengetahui penertian dari TBC.


b) Untuk mengetahui penyebab TBC.
c) Untuk mengetahui bagaimana cara penularan TBC pada anak.
d) Untuk mengetahui gejala klinis pada anak dengan penyakit TBC.
e) Untuk mengetahui penangana dan pencegahan TBC pada anak.

1.3 Rumusan Masalah.

a) Apa pengertian dari TBC ?


b) Apa penyebab dari TBC ?
c) Bagaimana cara penularan TBC pada anak ?
d) Bagaimana gejala klinis pada anak dengan penyakit TBC ?
e) Bagaimana penegakan diagnosa pada anak dengan penyakit TBC ?
f) Bagaimana penanganan dan pencegahan TBC pada anak ?

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian
Berikut ini adalah beberapa pengertian dari TBC:
1. Tuberculosis, yang disingkat TBC atau TB adalah penyakit menular yang
disebabkan oleh mikrobacterium tuberculosis.

Umumnya TB menyerang paru-paru, sehingga disebut dengan pulmonary


TB.

Tetapi kuman TB juga bias menyerang ke bagian atau organ lain dalam
tubuh, dan TB jenis ini lebih berbahaya dari pulmonary TB

Bila kuman TB menyerang otak dan system saraf pusat akan menyebabkan
meningeal TB.

Bila (kuman TB) menginfeksi hamper seluruh organ tubuh, seperti ginjal,
jantung, saluran kencing, tulang, sendi, otot, usus, kulit, disebut military TB
atau extrapulmonary TB.

Tuberculosis adalan penyakit akibat infeksi kuman mycobacterium tuberculosis


sistemis, sehingga dapat mengenai hamper semua organ tubuh, dengan lokasi
terbanyak di paru yang biasanya merupakan lokasi infeksi primer (Mansjoer, dkk,
2000)

2.2. Penyebab
TBC disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Kuman TB berbentuk
batang dan memmiliki sifat khusus, yaitu tahan asam pada pewarnaan, sehingga
serimg disebut juga sebagai basil atau bakteri tahan asam (BTA). Bakteri ini akan
cepat mati bila terkena sinar matahari langsung. Tetapi dalam tempat yang lembab,
gelap, dan pada suhu kamar, kuman dapat bertahan hidup selama bebrapa jam. Dalam
tubuh, kuman ini dapat tertidur lama (dorman) selama beberapa tahun
2.3. Epidemiologi dan Patogenesis
Tidak semua orang yang terinfeksi bakteri TB, akan menjadi sakit TB. Hanya
sekitar 10% yang menjadi mengalami sakit TB dan semua orang yang terinfeksi.
Kelompok yang paling rawan terinfeksi bakteri TB adalah bayi dan anak usia kurang
dari 1 tahun. Setelah itu, tingkat kerawanannya menurun. Anak anak usia 5 9
3

tahun, adalah anak anak yng memiliki tingkat resiko terinfeksi yang paling rendah.
Usia 10 tahun, tingkat kerawanan infeksi meningkat kembali, tetapi tidak setinggi
kelompok usia 0 1 tahun. Anak anak yang sakit TBC tidak dapat menularkan
kuman TB ke anak lain atau ke orang dewasa. Sebab, pada anak biasanya TB bersifat
tertutup. Jadi, apabila ada anak yang terinfeksi TBC, sudah pasti sumber
penularannya adalah orang dewasa yang dekat dengan anak tersebut.
Saat kuman/bakteri TBC berhasil menginfeksi paru paru, maka dengan
segera akan tumbuh koloni yang berbentuk globular (bulat). Biasanya melalui
serangkaian reaksi imunologis bakteri TBC ini akan berusaha dihambat melalui
pembentukan dinding di sekeliling bakteri itu oleh sel sel paru. Mekanisme
pembentukan dinding itu membentuk jaringan di sekitarnya menjadi jaringan parut
dan bakteri TBC akan menjadi dormant (istirahat). Bentuk betuk dormant inilah
yang sebenarnya terlihat sebagai tuberkel pada pemeriksaan foto rontgen dada.
Pada sebagian orang dengan system imun yang baik, untuk ini akan tetap
dormant sepanjang hidupnya. Sedangkan pada orang orang dengan system
kekebalan tubuh yang kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan
sehingga tuberkel bertambah banyak. Tuberkel yang banyak ini membentuk sebuah
ruang di dalam paru paru. Ruang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi
sputum (dahak). Seseorang yang telah memproduksi sputum dapat diperkirakan
sedang mengalami pertumbuhan tuberkel berlebih dan positif terinfeksi TBC.
Meningkatnya penularan infeksi yang telah dilaporkan saat ini, banyak
dihubungkan dengan beberapa keadaan, antara lain memburuknya kondisi social
ekonomi, belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatnya
jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal, dan adanya epidemic dari
infeksi HIV. Disamping itu, daya tubuh yang lemah atau menurun, virulensi dan
jumlah kuman merupakan factor yang memegang peranan penting dalam terjadinya
infeksi TBC.
2.4. Cara Penularan
Penularan melalui pernafasan, percikan ludah waktu batuk, bersin atau
bercakap cakap dan melalui udara yang mengandung kuman TBC ( karena meludah
di sembarang tempat), dan pada anak-anak sumber infeksi ummnya berasal dari
penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di paru paru
4

akan berkembang biak menjadi banyak ( terutama pada orang dengan daya tahan
tubuh yang rendah ), dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah
bening. Oleh sebab itulah, infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ
tubuh, seperti: paru paru, otak, ginjal, saluran pencernan, tulang, kelenjar getah
bening, dan lain lain. Meskipun demikian, organ tubuh yang paling sering terkena
yaitu paru paru.
2.5. Gejala Klinis
Gejala penyakit TBC secara umum dibagi 2, yaitu gejala umum dan gejala khusus.
1. Gejala Umum (sistemik), yaitu:
a) Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan pada
malam hari disertai keringat malam. Kadang kadang serangan demam
seperti influenza dan bersifat hilang timbul
b) Penurunan nafsu makan dan berat badan
c) Batuk batuk selama lebih dari 3 minggu(dapat disertai dengan darah)
d) Perasaan tidak enak(malaise), lemah.
2. Gejala Khusus, yaitu:
a) Tergantung organ tubuh mana yang kena bila terjadi sumbatan sebagian
bronkus (saluran yang menuju ke paru - paru) akibat penekanan kelenjar
getah bening yang membesar akan timbul suara mengi, suara napas
melemah, disertai sesak
b) Bila ada cairan di rongga pleura (pembungkus paru - paru), dapat disertai
dengan keluhan sakit dada
c) Bila mengenai tulang, maka akan terjadi seperti infeksi tulang yang pada
suatu saat dapat membentuk saluran yang bermuara pada kulit diatasnya,
pada muara ini akan keluar cairan nanah
d) Pada anak anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan
disebut sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam
tinggi, adanya penurunan kesadaran, dan kejang kejang.
3. Perbedaan gejala utama TB pada orang dewasa dan anak adalah pada orang
dewasa gejala utama TB yaitu batuk berdahak yang terus menerus selama 3
minggu atau lebih. Pada anak anak, umumnya batuk lama bukan gejala
utama TB. Maka, menurut pedoman Nasional Tuberkulosis (2002), gejala
umum TB pada anak anak adalah sebagai berikut:

a) Berat badan turun selama 3 bulan berturut turut tanpa sebab yang jelas
dan tidak naik dalam 1 bulan meskipun sudah dengan penangan gizi
yang baik
b) Nafsu makan tidak ada dengan gagal tumbuh dan berat badan tidak naik
dengan adekuat
c) Demam lama/ berulang tanpa sebab yang jelas, setelah disingkirkan
kemungkinan penyebab lainnya(bukn tifus, malaria atau infeksi saluran
napas akut), dapat juga disertai dengan keringat malam.
d) Pembesaran kelenjar getah bening yang tidak sakit, dileher, ketiak dan
lipatan paha.
e) Gejala gejala disaluran napas, misalnya batuk lama lebih dari 30 hari
(setelah disingkirkan sebab lain dari batuk ), nyeri dada ketika bernafas
atau batuk
4. Apabila bakteri TB menyebar ke organ organ tubuh yang lain, gejala yang
ditimbulkan akan berbeda beda, misalnya:
a) Kaku kuduk, muntah muntah, dan kehilangan kesadaran pada TBC otak
dan syaraf (TB meningitis)
b) Gibbus, pembengkakan tulang pinggul, lutut, kaki dan tangan, pada TB
tulang dan sendi
5. Tetapi, harus diperhatikan pula bahwa gejala gejala diatas bukan hanya
monopoli TBC, karena banyak juga jenis penyakit lain yang menunjukan
gejala yang serupa. Untuk itu, perlu dipastikan dengan sebenar benarnya
apakah anak mengidap TBC atau tidak.
2.6. Komplikasi
1) Kerusakan paru paru
2) Kerusakan tulang
3) Cacat mental dan kelumpuhan karena kerusakan otak
2.7. Penegakan Diagnosa
Apabila seorang anak di curigai tertular penyakit TBC, maka beberapa hal yang
perlu dilakukan untuk menegakan diagnosis adalah :
Anamnesa terhadap anak maupun keluarga (ibu)
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan laboratorium (sputum /dahak, darah, cairan otak)

Pemeriksaan foto thoraks (rontgen dada)


Uji Tuberkulin (Tes Mantoux)

1. Uji Tuberkulin (Tes Mantoux)


Uji tuberkulin/tes mantoux untuk memastikan anak terinfeksi oleh kuman
TB (karena tanda dan gejala TB pad aanak-anak sering kali sulit dideteksi).Tes
mantoux ini hanya menunjukan apakah seorang anak terinfeksi kuman TB tau
tidak, dan bukan sama sekali untuk menegakan diagnosa penyakit TB.
2. Foto Thorax (Rontgen dada)
Foto rontgen ini dilakukan untuk memperkuat diagnosa.Foto thorax
sebaiknya dilakukan dari arah depan dan dari arah samping, supaya ada infiltrat
tidak tertutup oleh bayangan jantung.Karena pada anak- anak seringkali kuman
TB membangun sarang di kelenjar getah beningyang lokasinya berdekatan dengan
jantung.
3. Pemeriksaan Laboratorium untuk uji bakteriologi
Biasanya dengan pemeriksaan dahak(tes sputum) melalui mikroskop atau
kuman dibiakan dalam medium tertentu(tes kultur dahak).
2.8. Penanganan
1) Anak dengan TBC tidak di rawat di rumah sakit karena jumlah cukup banyak
dan dapat di rumah, kecuali telah terjadi komplikasi maka perlu dirawat di
rumah sakit.
2) Anak dapat sembuh benar asalkan anak dibawa berobat secara teratur dan
mematuhi pengobatan dokter dengan pemberian obat minimum selama 6
bulan.Obat yang biasa nya di berikan adalah yang sering dikenal sebagai
kombinasi obat anti TBC (OAT) untuk anak, yaitu Isoniazid (INH), Rifampisin,
dan Pirazinamid.
2.9. Pencegahan
1. Imunisasi dengan vaksin BCG sangat penting untuk mengendalikan penyebaran
penyakit TBC.Vaksin ini akan memberi tubuh kekebalan aktif terhadap penyakit
TBC.Vaksin ini hanya perlu diberikan sekali seumur hidup, karena pemberian
lebih dari sekali tidak berpengaruh.Vaksin BCG akan sangat efektif apabila
diberikan segera setelah lahir atau paling lambat 2 bulan setelah lahir.

2. Karena sumber penularan TB yang utama adalah orang-orang dewasa yang


sehari-hari dekat dengan anak, maka ornag dewasa yang dicurigai TB harus
ditangani denga baik dan benar, yaitu dengan segera memeriksa diri untuk
memastikan apakah penderita TB aktif atu tidak dan dilakukan pengobatn secra
teratur apabila benar menderita TB.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Tuberculosis adalan penyakit akibat infeksi kuman mycobacterium tuberculosis
sistemis, sehingga dapat mengenai hamper semua organ tubuh, dengan lokasi terbanyak
di paru yang biasanya merupakan lokasi infeksi primer (Mansjoer, dkk, 2000)
Gejala penyakit TBC secara umum dibagi 2, yaitu gejala umum dan gejala
khusus.
Gejala Umum (sistemik), yaitu:
e) Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan pada
malam hari disertai keringat malam. Kadang kadang serangan demam
seperti influenza dan bersifat hilang timbul
f) Penurunan nafsu makan dan berat badan
g) Batuk batuk selama lebih dari 3 minggu(dapat disertai dengan darah)
h) Perasaan tidak enak(malaise), lemah.
Gejala Khusus, yaitu:
e) Tergantung organ tubuh mana yang kena bila terjadi sumbatan sebagian
bronkus (saluran yang menuju ke paru - paru) akibat penekanan kelenjar
getah bening yang membesar akan timbul suara mengi, suara napas
melemah, disertai sesak
f) Bila ada cairan di rongga pleura (pembungkus paru - paru), dapat disertai
dengan keluhan sakit dada
g) Bila mengenai tulang, maka akan terjadi seperti infeksi tulang yang pada
suatu saat dapat membentuk saluran yang bermuara pada kulit diatasnya,
pada muara ini akan keluar cairan nanah
h) Pada anak anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan
disebut sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam
tinggi, adanya penurunan kesadaran, dan kejang kejang.

3.2 Saran.

Dengan dibuatnya makalah ini, kami menjadi tau tentang penyakit TBC pada anak
khususnya bagi perempuan atau ibu yang memeliki anak bisa mengetahui bagaimana
gejala TBC muncul, cara pencegahan dan penanganan penyakit TBC.

10