Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berbagai obat dan bahan makanan dapat merupakan zat yang toksik serta
menyebabkan kelainan hati. Diperkirakan ada lebih dari 250 obat yang
hepatotoksik. Gangguan hati oleh karena obat-obatan ini bisa merupakan toksik
langsung yang tergantung kepada dosis obat atau bisa juga merupakan reaksi
alergi yang tergantung pada masing-masing individu (Akbar,et.al,2009).
Hepatotoksisitas terjadi bila terdapat kerusakan hati yang berhubungan dengan
penurunan fungsi hati (Navarro,2006). Salah satu obat yang paling sering
menyebabkan hepatotoksisitas adalah golongan obat anti inflamasi nonsteroid
seperti parasetamol, akibat dosis toksik yang paling serius adalah nekrosis hati.
Kerusakan tidak hanya disebabkan oleh parasetamol, tetapi juga karena radikal
bebas, metabolit yang sangat reaktif dan berikatan secara kovalen dengan
makromolekul vital sel hati (Gan,et.al.2009)
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana pengaruh pemberian ekstrak kulit apel (pyrus malus) jenis rome
beauty terhadap peningkatan kadar bilirubin serum tikus putih strain wistar yang
diinduksi paracetamol ?
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit apel (pyrus malus)
jenis rome beauty terhadap peningkatan kadar bilirubin serum tikus putih
strain wistar yang diinduksi paracetamol

1.3.2 Tujuan Khusus


Menentukan dosis ekstrak kulit apel yang memiliki pengaruh paling
efektif dalam menurunkan kadar bilirubin serum tikus putih strain wistar yang
diinduksi paracetamol.
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Manfaat Akademik
Menambah pengetahuan tentang manfaat ekstrak kulit apel (pyrus malus)
jenis rome beauty dan dapat dijadikan sebagai dasar pengembangan penelitian
lebih lanjut.
1.4.2 Manfaat Klinis
Membuktikan secara empiris pengaruh pemberian ekstrak kulit apel (pyrus
malus) jenis rome beauty terhadap peningkatan kadar bilirubin serum tikus
putih strain wistar yang diinduksi paracetamol.
1.4.3 Manfaat Masyarakat
a. Menambah khasanah ilmu pengetahuan tentang manfaat ekstrak kulit
apel (pyrus malus) jenis rome beauty.
b. Memberikan informasi manfaat ekstrak kulit apel (pyrus malus) jenis
rome beauty sebagai terapi tambahan pada kasus hepatotoksisitas imbas
obat

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kulit Apel
2.2 Hepar
2.3 Bilirubin
Terdiri dari tiga macam bilirubin yang beredar di dalam tubuh yaitu:
1. Unconjugated bilirubin (bilirubin tak terkonjugasi)
Bilirubin tak terkonjugasi adalah bilirubin yang larut dalam lemak dan
terikat secara kompleks pada albumin, dimana bentuk ini tidak dapat
diekskresi ke dalam urin meskipun kadar dalam urin tinggi. Karena
kelarutannya yang tinggi pada lemak, bilirubin tak terkonjugasi dapat larut
di dalam lapisan lemak dari membran sel. Peningkatan dari bilirubin tak
terkonjugasi dapat menimbulkan kerusakan jaringan otak. Hal ini terjadi
karena otak merupakan jaringan yang banyak mengandung lemak. Inilah
yang terjadi pada kasus kern icterus.
2. Conjugated Bilirubin (bilirubin terkonjugasi)
Bilirubin terkonjugasi adalah bilirubin yang larut dalam air, tidak toksik
hanya terikat lemah pada albumin. Bilirubin terkonjugasi bila jumlahnya
berlebihan, maka akan diekskresikan dalam urin. Bilirubin terkonjugasi
akan dikeluarkan melalui membran sel hati ke dalam kanalikuli bilier. Ia
akan sampai ke kandung empedu untuk disimpan atau langsung
dikeluarkan ke dalam usus halus.
3. Bilirubin Total

Bilirubin total adalah jumlah bilirubin tak terkonjugasi ditambah bilirubin


terkonjugasi. Dimana dalam keadaan normal bilirubin serum berkisar
antara 0,3-1,0 mg/dl dan dipertahankan dalam batasan ini oleh sel hati,
konjugasi, sekresi empedu