Anda di halaman 1dari 4

Khat

Khat merupakan daun dan tunas yang berasal dari tanaman Catha edulis.
Biasanya dikonsumsi dengan cara dikunyah ataupun direbus menjadi teh. Khat
(atau kat, cat, chat) memiliki efek stimulant yang hampir mirip dengan amfetamin.
Komponen aktif dalam tanaman ini adalah Cathinone ((S)-2-amino-1-phenyl-1propanone) dan cathine ((l)-norpseudoephedrine) yang berkisar antara 0,3-2%.
Kedua komponen ini memiliki kekerabatan yang cukup dekat dengan golongan
obat amfetamin dan metakatinon, seperti ditunjukkan pada gambar berikut.

Mekanisme aksi dari khat ini pun hampir sama dengan golongan amfetamin, yaitu
memiliki afinitas dengan reseptor 5HT sehingga terjadi efek euphoria ketika
mengunyah khat. Kedua senyawa ini (katinon dan katin) telah terdaftar dalam
konvensi PBB tahun 1971, namun dari segi hukum sendiri khat belum banyak
diatur dalam undang-undang suatu negara.
Psilocybe mushrooms
Pada jamur genus Psilocybe ini, terkandung senyawa psilocin dan ester fosfatnya
(psilocibin), yang memiliki efek sama seperti golongan amfetamin. Psilocybin
yang teringesti dalam tubuh akan segera diubah menjadi psilocin dan berikatan
dengan reseptor 5HT sehingga menimbulkan efek halusinogen. Psilocin
merupakan agonis 5HT2A.

Designer drug
Bermula dari tahun 1980, bermunculan designer drug yang mana kesemuanya
memiliki inti fenetilamin. Dengan demikian, dapat dirangkum senyawa-senyawa
yang termasuk ke dalam designer drug pada tabel di bawah ini

Phencyclidine
Fensiklidin awalnya digunakan sebagai anestetik operasi pada hewan. Namun
karena efek sampingnya yang berat, seperti delirium, paranoia, halusinasi, dan
euphoria, akhirnya adiksi. Selain itu, waktu paruh dalam plasma sekitar 7-46 jam.

Oleh karenanya, fensiklidin sebagai anestesi operasi hewan ini diganti dengan
ketamin, sampai sekarang.
PCP merupakan suatu antagonis N-metil-D-aspartat (NMDA), reseptor ionotropik
dalam sistem saraf, yang menyebabkan penghambatan depolarisasi neuron dan
terganggunya fungsi kognitif dan fungsi otak lainnya. Agonis natural dari reseptor
ini adalah glutamate, yang sering disebut sebagai neurotransmitter eksitatori
dalam otak.
Biasanya PCP dikonsumsi secara oral atau dibuat rokok (dihisap).

Mescaline
Mescaline berasal dari tumbuhan Peyote (Lophophora williamsii), Peruvian torch
cactus (Echinopsis peruviana), dan San Pedro cactus (Echinopsis pachanoi).
Pertama kali disintesis oleh ilmuwan Jerman Arthur Heffter. Seperti LSD, psilocin
atau triptamin, meskalin ini bekerja melalui GPCR tipe 5HT, secara spesifik
terhadap 5HT2A, dan menghasilkan halusinasi, euphoria, dan gejala lainnya.
Secara farmakologi, dosis aktif dari meskalin murni pada manusia berkisar antara
300-500 mg.