Anda di halaman 1dari 19

Kelompok 1

Perdarahan Ante Partum

Nama Kelompok

Adelia Merdiana Dewi


Istiqlallia
M.Novsandri Syuhar
Benny Setiyadi
Hapsoro Wibhisono
Abdi Nusa Persada N
Jarmiati
Anindia Putri
Nida Choerunnisa
Resti Fratiwi Fitri
Abigail Pheilia YT

Syok
Sindroma klinis kompleks ditandai oleh
gangguan metabolisme selular
dikarenakan penurunan perfusi jaringan
yang terjadi akibat adanya
ketidakseimbangan antara suplai
oksigen ke sel dengan kebutuhan
oksigen dari sel tersebut, sehingga
menimbulkan hipoksia jaringan.

Macam-macam syok :

Syok Kardiogenik: ditandai dengan penurunan


kekuatan kontraksi serat miokardium yang
mengakibatkan penurunan curah jantung
Syok Hipovolemik: terjadi jika volume darah
tidak adekuat untuk mengisi rongga
intravaskular
Syok distributif : disebabkan oleh kegagalan
distribusi sirkulasi volume darah
Syok obstruktif : Merupakan dampak dari
gagalnya pengisian ventrikel (penurunan
preload), yang sangat cepat dapat
menyebabkan penurunan kardiak output.

Klasifikasi Syok,
berdasarkan defisit fisiologis utama
1. Penurunan volume darah (Syok Hipovolemik) :
Syok luka bakar
Syok hiperglikemia
Syok hipovolemik atau hemoragik
Syok oligemik
Syok surgikal
2. Penurunan kontraktilitas jantung (Syok
Kardiogenik)
Syok kardiogenik

3. Penurunan tonus vaskular (Syok Distributif)


Syok Alergi, anafilaktik atau histamin
Syok bakterial, endotoksin, septik, toksik
Syok neurogenik, spinal
Syok vasogenik
Syok insulin
4. Syok Obstruktif

Etiologi Syok Kardiogenik


Iskemia Ventrikel: Cardiopulmonary arrest,
operasi jantung
Masalah struktur: ruptur septum, ruptur otot
papilari, ruptur dinding jantung, aneurisme
ventrikel, Kardiomiopati, tumor jantung,
trombus atrium, pulmonary embolisme,
disfungsi katub, miokarditis, tamponade
jantung.

Etiologi Syok Hipovolemik


1. Absolut
Kehilangan volume darah: trauma, pembedahan, pendarahan
sal cerna
Kehilangan plasma: luka bakar, lesi yang luas
Kehilangan cairan tubuh lainnya: muntah berat, diare berat,
diuresis berat
2. Relatif
Kehilangan integritas intravaskular: ruptur limpa, fraktur pelvis
dan femur, pankreatitis hemoragik, hemothoraks,
hemoperitoneum, arterial dissection
Peningkatan permeabilitas membran kapiler: sepsis,
anafilaksis, luka bakar
Penurunan tekanan osmotik koloid: kekurangan sodium berat,
hipopituitarism, sirosis, obstruksi intestinal

Etiologi syok distributif


Syok septik: Bakteri, virus, fungi, parasit
Syok anafilaktik: alergen yang sudah
terpapar sebelumnya seperti antibiotik,
makanan, bisa dan serbuk
Syok neurogenik: terganggunya transmisi
impuls atau terhambatnya aliran keluar
simpatetic dari pusat vasomotor di otak,
kerusakan spinal cord di atas level T6,
anastesi spinal, obat- obatan, stress
emosional, nyeri dan disfungsi CNS

Etiologi syok obstruktif


Temponade jantung : Merupakan kompresi
pada jantung yang disebabkan oleh
peningkatan tekanan intraperkardial akibat
pengumpulan darah atau cairan dalam
perkardium (250 cc bila pengumpulan
darah atau cairan tersebut berlangsung
cepat, dan 100 cc bila pengumpulan cairan
itu berlangsung lambat)
Tension Pneumothorax
Emboli paru

Manifestasi klinis

TD sistolik < 90 mmHg


HR > 100 x/mnt
Nadi lemah
Penurunan bunyi jantung
Perubahan sensori
Kulit dingin, pucat, lembab
Urin output < 30 ml/jam
Nyeri dada
Disritmia
Takipnea
Penurunan curah jantung
Peningkatan PAWP, RAP
Pengingkatan SVR

Penatalaksanaan Syok
Kardiogenik
1. Meningkatkan suplai O2 ke Miokard
Suplemen O2 dan ventilator mekanik
Narkotik analgesik mengurangi nyeri dan beban miokard
Reperfusi dengan trombolitik
2. Memaksimalkan CO
Agen anti aritmia
Pacu jantung
Volume loading
Simpatomimetik (dopamin, epinefrin, norepinefrin)
3. Mengurangi beban kerja ventrikel kiri
Vasodilator: nitropruside, nitrogliserin, hidralazine, captopril,
enalapril

Penatalaksanaan Syok
Hipovolemik
Tujuan: mengkoreksi penyebab hipovolemia
dan mengembalikan perfusi jaringan
Mengidentifikasi sumber kehilangan cairan
Pemberian cairan untuk mengganti volume
sirkulasi (Kristaloid atau koloid atau
gabungan)
Autotransfusi

Penatalaksanaan syok
septik
Indentifikasi dan penanganan infeksi
Meningkatkan fungsi sistem
kardiovaskular
Meningkatkan perfusi jaringan
Inisiasi terapi nutrisi

Resusitasi Cairan

Memperbaiki keadaan umum dengan mengatasi


syok yang terjadi dapat dilakukan dengan
pemberian cairan elektrolit, plasma, atau darah.

Untuk perbaikan sirkulasi, langkah utamanya


adalah mengupayakan aliran vena yang memadai
(infus Saline atau Ringer Laktat isotonis)
Sebelumnya, ambil darah 20 ml untuk
pemeriksaan laboratorium rutin, golongan darah,
dan bila perlu Cross test. Jika hemoglobin rendah
maka cairan pengganti yang terbaik adalah
tranfusi darah.

Pemilihan Cairan Intravena


Pemilihan cairan didasarkan atas:
1. status hidrasi pasien
2. konsentrasi elektrolit
3. kelainan metabolik yang ada.

Terapi awal pasien hipotensi adalah


cairan resusitasi dengan memakai 2 liter
larutan isotonis Ringer Laktat.
Resusitasi cairan yang adekuat dapat
menormalisasikan tekanan darah pada
pasien kombustio 18-24 jam sesudah
cedera luka bakar.

Larutan parenteral pada syok hipovolemik


diklasifikasi berupa:
1. Cairan kristaloid
2. Koloid
3. Darah

Cairan kristaloid cukup baik untuk terapi syok


hipovolemik.
Keuntungan cairan kristaloid antara lain mudah
tersedia, murah, mudah dipakai, tidak
menyebabkan reaksi alergi, dan sedikit efek
samping.
Kelebihan cairan kristaloid pada pemberian dapat
berlanjut dengan edema seluruh tubuh sehingga
pemakaian berlebih perlu dicegah.

Larutan NaCl isotonis dianjurkan untuk


penanganan awal syok hipovolemik dengan
hiponatremik, hipokhloremia atau alkalosis
metabolik.
Larutan RL adalah larutan isotonis yang paling
mirip dengan cairan ekstraseluler. RL dapat
diberikan dengan aman dalam jumlah besar
kepada pasien dengan kondisi seperti
hipovolemia dengan asidosis metabolik,
kombustio, dan sindroma syok.
NaCl 0,45% dalam larutan Dextrose 5%
digunakan sebagai cairan sementara untuk
mengganti kehilangan cairan insensibel.