Anda di halaman 1dari 38

Jaringan Komputer Lanjut

DAFTAR ISI
Daftar Isi

Daftar Gambar

Daftar Tabel

Daftar Istilah

Abstraksi

Gambaran Umum

Wireless LAN vs Wired Lan

Metode Akses

Peningkatan Kebutuhan Analisis Wireless Lan

12

Pengembangan Standar IEEE 802.11 WLAN

12

Frekuensi Radio dan Channel 802.11a dan 802.11b

14

Pencegahan kolisi dan Media Akses

16

Topologi Wireless Lan

18

Autentifikasi Dan Privasi

20

Struktur Paket Dan Jenis Paket

21

Struktur paket

21

Paket manajemen dan kendali

24

Analisa Packet Jaringan Wireless

25

Konfigurasi dan Manajemen Trafik

25

Mengidentifikasi masalah keamanan

26

Menganalisis protokol jaringan yang lebih tinggi levelnya

27

Roaming dan analisa wireless

29

Daftar Pustaka

30

Jaringan Komputer Lanjut

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. 802.11 dan Model OSI
Gambar 2. Basic Service Set
Gambar 3. Four-Way Handshake mengurangi collision pada jaringan
802.11
Gambar 4. IBSS atau Jaringan Ad Hoc
Gambar 5. Extended Service Set (ESS) mendukung roaming dari satu sel
ke sel lainnya
Gambar 6. Struktur paket data WLAN 802.11
Gambar 7. Perbandingan antara header MAC: WLAN 802.11 dengan
Ethernet 802.3
Gambar 8. Paket-paket kecil yang tidak dominan mengindikasikan adanya
gangguan
Gambar 9. Tools analisa kegagalan autentifikasi pada jaringan wireless
Gambar 10.
Troubleshooting HTTP Session

DAFTAR TABEL
Tabel 1.

FCC Channel untuk WLAN 802.11a

Tabel 2.

Fungsi Protokol WLAN 802.11

Jaringan Komputer Lanjut

DAFTAR ISTILAH
Access Point Menyediakan Konektivitas antara jaringan nirklabel dan
jaringan kabel
Ad Hoc Network Jaringan Peer-to-Peer dari unit roaming yang tidak
terhubung ke jaringan kabel
Base Station Access Point
BSS Basic Service Set.Jaringan nirkabel yang hanya menggunakan satu
access point yang terhubung ke jaringan kabel
Cell Wilayah dalam jangkauan dan layanan oleh sebuah base station atau
access point
CSMA/CA Carrier Sense Multiple Access with Collision Avoidance
CSMA/CD Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection
CTS Clear To Send
DHCP Dynamic Host Configuration Protocol, digunakan untuk secara
dinamis memberikan alamat IP ke perangkat saat mereka terhubung
ke jaringan
DS Distribution System. Beberapa access point dan jaringan kabel yang
menghubungkannya
DSSS Direct Sequence Spread Spectrum.
ESS Extended Service Set. Jaringan nirkabel yang menggunakan lebih dari
satu access point
Frame Paket data jaringan, terdiri dari header dan delimiter

Jaringan Komputer Lanjut


FHSS Frequency Hopping Spread Spectrum.
IBSS Independent Basic Service Set or Ad Hoc Network
IEEE The Institute of Electrical and Electronics Engineers
Infrastructure Topologi jaringan nirkabel yang menggunakan access point
untuk
menghubungkannya ke jaringan kabel
LLC Logical Link Control.
MAC Media Access Control.
NIC Network Interface Card.
OFDM Orthogonal Frequency Division Multiplexing.
Roaming Berpergian dalam jangkaun acess point yang satu ke lainnya
RF Radio Frequency, frekuensi radio
RTS Request To Send
WEP Wired Equivalent Privacy
WLAN Wireless Local Area Network, jaringan wilayah lokal nirkabel

Jaringan Komputer Lanjut

ABSTRAKSI
Wireless LAN merupakan salah satu aplikasi pengembangan nirkabel
untuk komunikasi data. Sesuai dengan namanya wireless yang artinya
tanpa kabel, WLAN (Wireless Local Area Network) adalah jaringan lokal
(dalam satu gedung, ruang, kantor,dsb.--bukan antar kota) yang tidak
menggunakan kabel.
LAN memungkinkan terjadinya pertukaran informasi dan data melalui
komputer, dengan menyediakan koneksi yang cepat dan handal. Seperti
LAN berkabel, WLAN juga menggunakan media transmisi. Namun sebagai
pengganti kabel (biasanya UTP/STP, Unshielded/Shielded Twisted Pair) atau
serat optik, Pada WLAN media transmisi yang digunakan antara lain:
1. Cahaya inframerah (IR, infrared)
2. Frekuensi radio (RF, radio frequency)
Sebagian besar WLAN saat ini menggunakan pita frekuensi 2,4
Gigahertz (GHz), satu-satunya bagian dari spektrum RF yang disisakan di
seluruh dunia untuk perangkat yang belum dilisensi.
Dengan kemampuannya yang lebih dibandingkan dengan Wired LAN,
maka diharapkan dimasa yang akan datang pengaplikasiannya banyak
dipakai oleh desainer LAN untuk memenuhi kebutuhan user dengan solusi
yang optimal.

Jaringan Komputer Lanjut

WIRELESS LAN
Gambaran Umum
Wireless LAN merupakan salah satu aplikasi pengembangan nirkabel
untuk komunikasi data. Sesuai dengan namanya wireless yang artinya
tanpa kabel, WLAN (Wireless Local Area Network) adalah jaringan lokal
(dalam satu gedung, ruang, kantor,dsb.--bukan antar kota) yang tidak
menggunakan kabel.
Penggunaan WLAN tidak mengurangi keuntungan yang kita peroleh
dari aplikasi yang lebih tradisional (LAN dengan kabel), hanya saja pada
WLAN ini cara kita melihat LAN diredefinisi. Konektivitas tidak lagi
mempengaruhi pemasangan. "Local Area" tidak lagi diukur dalam satuan
kaki atau meter, tetapi mil atau kilometer. Infrastruktur tidak lagi harus
ditanam

di

bawah

tanah

atau

tersembunyi

di

balik

dinding.

Infrastrukturnya kini bisa berpindah dan berubah sesuai kecepatan


pertumbuhan organisasi/perusahaan.
Kehadiran teknologi nirkabel ditengah perkembangan teknologi
telekomunikasi, mendapat perhatian besar dari para operator di dunia.
Pada mulanya teknologi ini hanya bersifat elementer disamping jaringan
tembaga, tetapi karakteristik nirkabel yang fleksibel menjadikannya
sebagai salah satu teknologi utama yang diaplikasikan dalam jaringan
telekomunikasi. Kondisi ini menciptakan peluang besar bagi para vendor
dan supplier untuk membangun industri nirkabel secara besar-besaran.
Sehingga tidak jarang aplikasi baru teknologi nirkabel muncul dari hasil
kerja keras para vendor.
Salah satu aplikasi nirkabel yang sedang dikembangkan saat ini
adalah wireless data. Kemampuan wireless data mengirimkan data melalui
frekuensi radio sebagaimana aplikasi paging, membuat wireless data
disebut juga 2-way paging. Tetapi pada aplikasi wireless data, penerima
juga dapat mengirim data atau respon kepada pengirim. Sedangkan
kemampuan wireless data mengirim dan menerima pesan dalam keadaan
berjalan dan melakukan roaming, membuatnya disebut juga mobile data.
6

Jaringan Komputer Lanjut


Berdasarkan

kemampuan

roaming

wireless

data

dapat

dibagi

menjadi:
a. Wireless LAN. Wireless LAN sama seperti ethernet tanpa kabel dimana
user berhubungan dengan server melalui modem radio. Salah satu
bentuk modem radio yaitu PC Card yang digunakan untuk laptop.
Kecepatan komunikasi wireless LAN mencapai 3 Mbps.
b. Wireless WAN. Wireless WAN lebih bersifat global, karena itu dibutuhkan
penambahan carrier radio bagi roaming nation-wide. Untuk memperoleh
aplikasi Wireless WAN, user dapat menjadi pelanggan operator wireless
data dan membayar biaya roaming.
Wireless LAN Vs Wired LAN
LAN memungkinkan terjadinya pertukaran informasi dan data melalui
komputer, dengan menyediakan koneksi yang cepat dan handal. Seperti
LAN berkabel, WLAN juga menggunakan media transmisi. Namun sebagai
pengganti kabel (biasanya UTP/STP, Unshielded/Shielded Twisted Pair) atau
serat optik, Pada WLAN media transmisi yang digunakan antara lain:
1. Cahaya inframerah (IR, infrared )
1. Frekuensi radio (RF, radio frequency )
Dibandingkan IR, RF lebih populer untuk koneksi jarak jauh,
bandwidth yang lebih tinggi, dan cakupan yang lebih luas. Sebagian besar
WLAN saat ini menggunakan pita frekuensi 2,4 Gigahertz (GHz), satusatunya bagian dari spektrum RF yang disisakan di seluruh dunia untuk
perangkat yang belum dilisensi. Kebebasan dan fleksibilitas jaringan tanpa
kabel bisa diterapkan di dalam gedung dan antargedung. Keuntungankeuntungan yang dimiliki Wireless LAN dibandingkan dengan Wired LAN
adalah:
1. Faktor Jarak. Pada Wired LAN jarak menjadi kendala karena kita
menggunakan

media

yang

sensitive

terhadap

jarak.

Sehingga

pengaplikasian Wired LAN hanya pada cakupan area yang terbatas


( satuan kaki/meter). Sedangkan pada Wireless LAN cakupan area bisa
lebih luas (satuan mill/kilometer), berdasarkan lebar bandwidthnya.

Jaringan Komputer Lanjut


2. Faktor biaya. Pada Wired LAN pengkabelan membutuhkan lebih dari 40
% dari total biaya yang dibutuhkan. Problem akan timbul apabila
jaringan akan direkonfigurasi. Biaya pengkabelan dan biaya yang
dibutuhkan

untuk

memindahkannya

hampir

sama

dengan

biaya

instalasi sebuah LAN baru.


3. Faktor cepat transfer data. Pada Wired LAN kecepatan transfer data
dipengaruhi oleh jarak dan panjang dari kabel dan jenis kabel.
Sedangkan pada Wireless LAN tidak dipengaruhi oleh kabel tapi
dipengaruhi oleh frekuensinya.
4. Faktor keamanan. Level daya yang digunakan pada sistem wireless LAN
tidak berbahaya bagi manusia dan tidak menimbulkan interferensi
terhadap perangkat atau sistem lain, karena memiliki level daya kurang
dari 200mW.
Metode Akses
Telah dibahas sebelumnya bahwa RF lebih populer untuk koneksi
jarak jauh, bandwidth yang lebih tinggi, dan cakupan yang lebih luas.
Teknologi RF sendiri terbagi lagi dalam beberapa teknik akses, salah satu
diantaranya yaitu teknik Multiple Akses ( MA ) yang paling sering
digunakan para vendor sebagai teknik akses produk wireless mereka.
Seperti teknik multiple akses FDMA, TDMA dan CDMA.
Sedangkan berdasarkan cara penaksesannya protokol multiple akses
terbagi atas:
I.

Protokol Contentionless
Protokol ini menjadwalkan waktu transmisi setiap user untuk

menghindari terjadinya tubrukan paket data apabila beberapa user


mengakses suatu kanal pada saat yang sama. Penjadwalan dilakukan
dengan cara :
Fixed assignment scheduling.
Protokol ini memberi keleluasaan pada user untuk mengakses
jaringan kapan saja dengan mengalokasikan suatu bagian yang fixed
8

Jaringan Komputer Lanjut


kepada setiap user. Bagian yang fixed tersebut dapat berupa time slot
(TDMA) atau frekuensi (FDMA). Kelemahan tipe ini terletak pada ineffisiensi jaringan, karena time slot atau frekuensi yang telah dialokasikan
untuk user tertentu, tidak dapat digunakan oleh user lain, walaupun time
slot/frekuensi tersebut tidak digunakan.
Demand scheduling
Protokol ini menghindari terjadinya in-effisiensi jaringan dengan
mengalokasikan jaringan kepada setiap user yang memiliki paket data
yang hendak dikirimkan. Demand scheduling terbagi atas token-passing
yang menggunakan topologi ring atau bus dan roll-call poling yang
menggunakan topologi star. Topologi ring menyatakan physical addressing
data dari satu node ke node yang lain secara implisit. Pada topologi ini
terdapat paket data (token) yang mengitari jaringan dan berpindah dari
satu node ke node lain secara bergilir. Node yang menerima token dapat
mengirimkan datanya. Pada prinsipnya topologi ini tidak sesuai untuk
aplikasi wireless LAN, karena node pada wireless LAN tidak bersifat fixed.
Topologi bus lebih bersifat demokratis, karena setiap node dapat mengirim
data kapan saja tanpa harus menunggu gilirannya. Topologi star terdiri dari
node utama yang disebut master dan node-node kecil yang disebut slave.
Node master akan mengaktifkan node slave secara bergantian, sementara
node slave hanya dapat mengirim dan menerima data melalui node
master, bila statusnya aktif. Biasanya digunakan untuk jaringan yang
menggunakan main frame.
II.

Protokol Contention
Protokol ini tidak melakukan penjadwalan pada transmisi paket,

sehingga setiap user diberi kebebasan untuk mengirim paket kapan saja.
Untuk menghindari terjadinya tabrakan antar paket data, dilakukan dengan
cara :
Repeated Random Access Protocol
Keunikan protokol ini terletak pada adanya paket acknowledgement
dari penerima ke pengirim untuk menginformasikan bahwa paket telah
9

Jaringan Komputer Lanjut


diterima. Jika pengirim tidak menerima paket acknowledgement dari
penerima, maka pengirim akan mengirim kembali paket datanya. Protokol
dilakukan dengan metoda ALOHA, slotted ALOHA, CSMA (Carrier Sense
Multiple Access) atau ISMA (Inhibit Sense Multiple Access). Metoda CSMA
merupakan topologi yang sesuai untuk aplikasi wireless LAN, karena pada
metoda ini jaringan tidak perlu mengetahui jumlah node yang aktif,
sehingga tidak diperlukan rekonfigurasi protokol apabila terjadi perubahan
pada node. Node mengirim data setelah terlebih dahulu mendengar
apakah ada node lain yang sedang mengirim data. Jika ada, maka node
tersebut menunggu sampai node lain selesai mengirimkan datanya.
Apabila terjadi tubrukan data yang merusak paket, seluruh node akan
mengetahui hal tersebut dan pengiriman data akan diulang kembali.
Metoda ini dikenal juga dengan sebutan carrier sense multiple access
dengan collision detection (CSMA/CD).
Random access with reservation
Pada protokol ini, setiap user dapat melakukan transmisi data setiap
saat. Untuk user yang berhasil mengirim paket data ke penerima, akan
memperoleh alokasi kanal yang disebut reservasi, untuk pengiriman paket
data selanjutnya. Apabila user tersebut telah selesai mengirim paket
datanya, maka user akan menghentikan reservasinya agar kanal dapat
digunakan user lain. Metoda yang digunakan yaitu reservation ALOHA dan
PRMA (Packet Reservation Multiple Access).
III.

Protokol CDMA
Protokol

CDMA

berada

di

antara

protokol

contentionless

dan

contention. Protokol CDMA merupakan salah satu teknik multiple akses


yang tidak membedakan transmisi berdasarkan frekuensi atau time slot,
tetapi berdasarkan kode. Kode ini digunakan untuk mentransformasi sinyal
user ke dalam sinyal spread-spektrum. Beberapa sinyal spread-spektrum
akan tiba di penerima, dan penerima menggunakan kode yang sama untuk
mentransformasi kembali sinyal spread-spektrum ke dalam bentuk aslinya.
Dengan

cara

ini,

hanya

sinyal

yang

diinginkan

yang

dapat
10

Jaringan Komputer Lanjut


ditransformasikan, sedangkan sinyal spread-spektrum lain yang juga tiba
secara bersama, akan tetap dalam bentuk sinyal spread-spectrum dan
diperlakukan sebagai noise yang dapat diabaikan.
Apabila interferensi tidak terlalu besar atau signal-to-noise ratio (S/N)
cukup besar untuk mengekstrak sinyal informasi tanpa error, maka
protokol CDMA dapat digolongkan ke dalam protokol contentionless. Tetapi
apabila jumlah interferensi besar akibat banyaknya user yang melakukan
transmisi data pada waktu yang sama, maka tubrukan data akan terjadi.
Kasus ini menyebabkan protokol CDMA juga digolongkan dalam protokol
contention.
Metoda spread spectrum yang digunakan pada CDMA yaitu direct
sequence CDMA (DS-CDMA), frequency hopping CDMA (FH-CDMA), time
hopping CDMA (TH-CDMA) dan hybrid CDMA. Pada protokol DS-CDMA,
sinyal user dimodulasi dan di-multiplie dengan deretan kode biner,
kemudian ditansformasi ke dalam sinyal wideband dengan bandwidth yang
jauh lebih lebar dari bandwidth sinyal asli. Selanjutnya sinyal wideband
dikirim ke penerima, dan selama perjalanan sinyal mengalami berbagai
interferensi dari user lain. Penerima akan menerima sinyal wideband
bersama dengan semua interferensinya. Penerima akan melakukan korelasi
terhadap sinyal yang diterima dengan menggunakan kode sinyal asli,
untuk memperoleh sinyal yang diinginkan.
Pada protokol FH-CDMA, kanal wideband dibagi ke dalam band
frekuensi yang sama dengan bandwidth sinyal asli user. Selama transmisi
frekuensi pembawa sinyal akan berubah secara periodik. Pola perubahan
frekuensi sesuai dengan kode yang diberikan kepada user. Demodulator di
penerima akan melakukan demodulasi sinyal untuk memperoleh sinyal asli
dengan mengikuti pola perubahan frekuensi.
Berbeda dengan metoda CDMA lainnya, transmisi pada TH-CDMA
tidak dilakukan secara kontinyu, tetapi ditransmisikan secara burst dengan
interval yang pendek. Waktu pengiriman setiap burst berdasar pada kode
yang diberikan kepada user. TH-CDMA menggunakan bandwidth yang lebih
besar saat transmisi data karena sinyal dikompresi terhadap waktu. Jika
dibandingkan dengan FH-CDMA, protokol TH-CDMA menggunakan seluruh
11

Jaringan Komputer Lanjut


spectrum wideband untuk perioda waktu yang pendek, sedangkan FHCDMA menggunakan sebagian spectrum wideband sepanjang waktu
transmisi.
Hybrid CDMA menggunakan metoda gabungan dari DS-CDMA, FHCDMA dan TH-CDMA untuk memperoleh sinyal wideband. Penggabungan
ini dimaksudkan untuk mendapatkan seluruh kelebihan yang dimiliki setiap
metoda. Pada protokol CDMA, probabilitas beberapa user mengirim data
pada saat yang sama sangat kecil sehingga menyebabkan error pada data,
dibanding protokol multiple akses yang lain. Dengan metoda spread
spectrum dan pemberian kode yang unik bagi setiap user, menjamin sinyal
data tiba di penerima dan dapat dikorelasikan dengan benar untuk
memperoleh sinyal asli yang tanpa error. Dengan protokol CDMA, node
dapat bersifat mobile atau berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat
lain di dalam area coverage wireless LAN yang sama. Melalui kelebihankelebihannya, protokol CDMA merupakan protokol multiple akses yang
paling sesuai untuk aplikasi wireless LAN.
Beberapa faktor penting yang harus diperhatikan dalam implementasi
aplikasi wireless LAN antara lain
o Frekuensi
Tidak

banyak

frekuensi

kosong

yang

dapat

digunakan

untuk

frekuensi radio wireless LAN. Oleh karena itu beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam aplikasi wireless LAN yaitu menjaga jarak antar sistem
atau membatasi area cakupan suatu sistem, serta memperkecil daya
pancar yang digunakan.
Metoda spread spectrum CDMA dikenal dengan konsep universal
frekuensi yang memungkinkan penggunaan frekuensi yang sama pada
beberapa sel yang berdekatan, karena setiap sinyal informasi dibedakan
melalui kode-kode tertentu. Konsep ini menghilangkan masalah alokasi
frekuensi yang sering ditemui dalam aplikasi sistem wireless pada
umumnya. Bahkan dengan konsep ini, kapasitas sistem atau jumlah
transmisi yang dapat dilakukan secara simultan pada metoda CDMA lebih
besar dibanding kapasitas yang ditawarkan pada metoda akses lainnya.

12

Jaringan Komputer Lanjut


o Interferensi
Jika beberapa wireless LAN digunakan dalam satu gedung maka
interferensi merupakan hal penting yang perlu dicegah. Biasanya hal ini
terjadi pada gedung bertingkat yang terdiri dari beberapa kantor atau
perusahaan yang masing-masing memiliki sistem wireless data sendiri.
Untuk itu sistem wireless data perlu didesain agar dapat menggunakan
spectrum frekuensi secara bersama. Tentunya hal ini membutuhkan
perencanaan frekuensi yang cukup rumit.
Metoda spread spectrum CDMA mengantisipasi masalah interferensi
dengan menerapkan beberapa cara :

Penggunaan power control untuk mengantisipasi path loss atau

interferensi near-end. Interferensi ini terjadi akibat adanya perbedaan jarak


antara user dengan cell station. Dimana sinyal dari user yang dekat ke cell
station lebih kuat sehingga menutupi sinyal dari user yang berada jauh dari
cell station. Dengan power control, semua sinyal dari user diterima cell
station dengan daya yang rata-rata sama.

Penggunaan teknik multi diversitas untuk mengantisipasi Interferensi

Antar Simbol atau dikenal dengan multipath propagation, dimana sinyal


tiba di penerima dalam waktu dan lintasan yang berbeda akibat banyaknya
pantulan dalam ruangan. Sinyal-sinyal ini dapat saling menguatkan atau
bahkan saling melemahkan, tergantung pada fasa dari sinyal yang
dipantulkan tersebut.
o Keamanan
Security wired LAN akan hilang pada saat kabel jaringan dipotong
atau ditap. Sedangkan pada wireless LAN, security akan hilang apabila
data dikirimkan tanpa metoda perlindungan. Pencegahan penurunan
performasi pada wireless data dapat dilakukan dengan menggunakan
metoda enkripsi atau dengan metoda transmisi spread spectrum. Security
juga dapat dilakukan dengan menggunakan identifikasi dan validasi
terminal yang akan mengakses sistem wireless LAN. Tanpa pengontrolan
security, akses-akses seperti jamming paket, airborne viruses, tapping, dll
dapat terjadi, dan tidak dapat terdeteksi oleh layer bawah dari OSI
13

Jaringan Komputer Lanjut


(physical dan data link). Pengontrolan hanya dapat dilakukan oleh layer
transport dan layer atas lainnya.
Dalam komunikasi radio, security merupakan hal yang sangat
penting. Untuk itu setiap sistem wireless menggunakan metoda security
yang dianggap paling akurat. Salah satu metoda security untuk wireless
LAN yaitu metoda enkripsi terdapat dalam standard Eropa tentang DECT
(Digital European Cordless Telecommunication). Sedangkan teknologi
CDMA menggunakan teknik spread spectrum untuk memberikan sekuriti
yang tinggi dalam pengiriman informasi melalui frekuensi radio, karena
pada teknik ini digunakan metode penebaran spectrum dengan proses
enkripsi dan pengkodean yang unik sehingga sangat sulit bagi orang yang
tidak berkepentingan untuk melakukan penyadapan terhadap sinyal
informasi tersebut. Kode-kode ini hanya dapat dimengerti oleh penerima
yang memiliki kunci untuk mengkodekan kembali paket data yang
diterimanya. Tapi sebagai bagian dari teknologi Wireless LAN harus
memiliki persyaratan-persyaratan sebagai berikut:
1. Reability, artinya wireless LAN harus dapat menawarkan komunikasi
yang handal sebagaimana wired LAN.
2. Transparant, artinya selain sebagai elementer wired LAN, wireless
LAN sebaiknya bersifat transparan sehingga dapat digunakan secara
bersama dengan wired LAN misalnya sebagai ekspansi sistem wired
LAN eksisting
3. Mobillity, dalam arti ini WLAN harus memiliki kemampuan sebagai
Full Mobillity, yaitu kemampuan mengirim dan menerima informasi
dalam keadaan bergerak di dalam area cakupan wireless LAN. Dan
kemampuan Non Mobillity yaitu kemampuan memiliki hubungan ke
jaringan dengan menempatkan terminal di dalam area wireless LAN
dan selama hubungan, terminal dalam posisi diam.
4. Fleksibilitas, yaitu mampu mengatur penambahan atau pengurangan
terminal dapat diminimisasi.

14

Jaringan Komputer Lanjut


Dengan kemampuannya yang lebih dibandingkan dengan Wired LAN,
maka diharapkan dimasa yang akan datang pengaplikasiannya banyak
dipakai oleh desainer LAN untuk memenuhi kebutuhan user dengan solusi
yang optimal.
Peningkatan Kebutuhan Analisis Wireless LAN
Pasar untuk komunikasi nirkabel telah berkembang dengan pesat
sejak dikenalkannya standar 802.11 WLAN (Wireless Local Area Network)
pada akhir tahun 1990-an. Organisasi bisnis menghargai kemudahan dan
skalabilitas

dari

WLAN

serta

kemudahan

yang

didapatkan

dalam

mengintegrasikan akses nirkabel dengan sumber daya jaringan yang sudah


ada. Seperti server, printer, dan koneksi Internet. WLAN mendukung
keinginan user untuk memperoleh konektivitas, fleksibilitas dan mobilitas
yang tinggi.
Seiring dengan meningkatnya performansi dan reliabilitasnya, WLAN
telah menjadi bagian umum dari kebanyakan bisnis jaringan. Dalam kasus
tertentu, teknologi WLAN dapat membentuk seluruh jaringan. Menurut InStat/MDR, Bisnis volume unit WLAN telah diperkirakan akan mengalami
perkembangan hingga 60% pada tahun 2002... Bahkan di tengah
kekhawatiran industri telekomunikasi, tahun 2001 telah terbukti menjadi
tahun berkembang pesatnya WLAN (30 Juli 2002)
Pemeliharaan

keamanan,

reliabilitas,

dan

performansi

secara

keseluruhan dari suatu WLAN membutuhkan kemampuan yang sama


seperti halnya pemeliharaan suatu jaringan kabel. Jaringan nirkabel
(wireless) memberikan tantangan yang berbeda kepada administrator
jaringan dan membutuhkan pendekatan baru dalam penyelesaian masalah
yang sebenarnya. Untuk dapat melihat apa masalah-masalah tersebut dan
kenapa terjadi, kita harus mengetahui bagaimana cara kerja WLAN.
Pengembangan standar IEE 802.11 WLAN
Pada tahun 1997, IEEE menyetujui 802.11. standar wireless WLAN
yang pertama kali disetujui secara internasional. Standar pertama ini
mengajukan 3 implementasi untuk physical layer : modulasi posisi pulsa
15

Jaringan Komputer Lanjut


inframerah (IR), atau Persinyalan Frekuensi Radio (RF) dalam band 2.4 GHz
mengunakan spectrum penyebaran frekuensi hopping (Frequency Hopping
Spread Spectrum) atau spectrum penyebaran terurut langsung (Direct
Sequence Spread Spekctrum). Metode IR tidak pernah diimplementasi
secara

komersil.

Versi

RF

memiliki

kekurangan

karena

kecepatan

transmisinya yang rendah (2 Mbps). Dalam usaha untuk meningkatkan


throughput., IEEE menetapkan 2 kelompok kerja untuk mengeksplorasi
implementasi alternative dari 802.11.

Gambar 1. 802.11 dan Model OSI

Kelompok kerja A mengeksplorasi bandwith 5 GHz, menggunakan


multiplexing pembagian frekuensi orthogonal (ODFM) untuk mencapai
throughput dalam jangakauan 54 Mbps. Tantangan yang ada, yaitu untuk
memproduksi peralatan yang murah dan bekerja pada frekuensi tinggi dan
penyamaan penggunaan spectrum ini secara internasional. Akibatnya
standar

802.11a

WLAN

tidak

dapat

mencapai

pasaran

sebelum

pertengahan 2002. Pengatur di eropa memerlukan peralatan 802.11a


WLAN untuk mendukung fungsi-fungsi pemilihan frekuensi dinamis (DFS)
dan Transmit Power Control (TPC). Hal ini membantu untuk menghidari
interferensi antara 802.11a WLAN dan bandwith 5.0 GHz yang telah
digunakan.

16

Jaringan Komputer Lanjut


Kelompok kerja B mengeksplorasi teknik DSSS yang lebih baik pada
bandwith 2.0 GHZ. Standar 802.11b, yang dipublikasikan pada bulan
September 1999, dapat meningkatkan rate data hingga 11 Mbps.
Mayoritas system WLAN di pasaran sekarang mengikuti standar standar
802.11 WLAN, meskipun implementasi 802.11a telah meningkat sepanjang
tahun 2002.
Protokol 802.11 WLAN menentukan lapisan terbawah dari model OSI
(physical) dan sebagian dari lapisan di atasnya (data link). Suatu tujuan
yang telah ditetapkan dari usaha IEEE adalah untuk membuat suatu
kumpulan standar yang dapat menggunakan pendekatan yang berbeda
pada lapisan fisik (frekuansi berbeda, metode encoding, dll.) dan juga
menggunakan lapisan-lapisan atas yang sama. Mereka berhasil dan lapisan
Media Access Control (MAC) dari protocol 802.11a WLAN dan 802.11b
WLAN secara substansial mirip. Tetapi pada lapisan atas berikutnya, semua
protocol 802.11 WLAN menentukan penggunaan protocol 802.2 untuk
bagian Logical Link Control (LLC) dari lapisan data link. Pada Model OSI,
protocol seperti TCP/IP, IPX, NetBEUI dan AppleTalk tetap terdapat pada
lapisan-lapisan yang lebih tinggi dan menggunakan servis dari lapisan di
bawahnya.
Frekuensi Radio dan Channel 802.11a dan 802.11b
Perbedaan yang utama antara WLAN dan jaringan kabel seperti
Ethernet adalah perbedaan yang disebabkan oleh perbedaan medium
transmisi. Jika Ethernet mengirimkan sinyal elektris melalui kabel, WLAN
mengirim

frekuensi

radio

(RF)

melalui

udara.

Perangakat

nirkabel

dilengkapi dengan Kartu Interface Jaringan (NIC) dengan satu atau lebih
antenna, seperangkat transceiver radio dan sirkuit untuk mengubah sinyal
radio analog menjadi pulsa digital yang digunakan komputer.
Broadcast gelombang radio pada frekuensi yang telah ditentukan
dapat diambil pada receiver manapun dalam jangkauan tertentu pada
frekuensi yang sama. Jangkauan efektif maupun useable bergantung pada
sejumlah faktor-faktor. Pada umumnya, tenaga tinggi pada frekuensi
rendah meningkatkan jarak dimana sinyal dapat terdeteksi. Jarak dari
17

Jaringan Komputer Lanjut


sumber sinyal dan interferensi dari objek yang menghalangi atau sinyal
lain yang dapat mengurangi penangkapan sinyal. Penyaringan, pewaktuan
yang sinkron dan akurat serta pendekatan dalam menangani error yang
beragam dapat membantu dalam membedakan sinyal asli dari pemantulan
dan interferensi.
Informasi

dibawa

dengan

modulasi

gelombang

radio.

Dalam

teknologi penyebaran spectrum, informasi tambahan digabung dalam


jangkauan frekuensi yang relative kecil (sebagian dari bandwith yang
disebut channel) dimana baik pengirim maupun penerima menggunakan
kumpulan kode yang sama, seperti pada tiap modulasi kecil dari
sekumpulan gelombang radio membawa informasi yang mungkin. DSSS
adalah salah satu pendekatan dalam melakukan penggabungan (Packing)
lebih banyak data ke dalam suatu bagian kecil spectrum RF. Cara lain
adalah dengan OFDM.
FCC di Amerika Serikat dan badan lain secara internasional mengatur
penggunaan spectrum RF dan membatasi power dari alat output. Standar
802.11 WLAN berusaha memberikan performansi maksimum dengan
batasan yang telah diberikan oleh badan-badan tersebut.
Daya output rendah, sebagai contoh, membatasi 802.11 WLAN
transmisi dalam jangkauan efektif hingga ratusan kaki saja. Kualitas sinyal
dapat berkurang, bergantung pada jarak dan interferensi. Data rate yang
tinggi lebih bergantung pada teknik penyebaran spectrum yang kompleks.
Proses ini akhirnya membutuhkan kemampuan dalam membedakan
modulasi sinyal RF yang sulit untuk dibedakan.
Untuk mengatasi masalah degradasi sinyal, 802.11 WLAN dapat
diturunkan menggunakan metode transmisi yang lebih pelan tapi lebih
andal jika kondisinya buruk lalu dinaikkan kembali jika kondisinya
membaik.
Standar 802.11b WLAN menggunakan DSSS pada bandwith 2,4 GHz.
Dengan mengambil 2412 MHz sebagai frekuensi pusat dari channel
pertama, standar tersebut terdiri dari 14 channel dengan jarak 5 MHz dan
diberi

penomoran

dari

hingga

14.

Di

Amerika

Serikat,

FCC

mengalokasikan bandwidth untuk mendukung 11 channel pertama. Badan


18

Jaringan Komputer Lanjut


regulasi di daerah yuridiksi lain membuat alokasi yang berbeda pada band
yang sama.
Kumpulan lengkap data rate pada 802.11b WLAN adalah : 11 Mbps,
5.5 Mbps, 2 Mbps, 1 Mbps. Standar 802.11 WLAN mendukung data rate 54
Mbps, 48 Mbps, 36 Mbps, 24 Mbps, 18 Mbps, 12 Mbps, 9 Mbps dan 6 Mbps.
Data rate 6, 12 dan 24 Mbps merupakan rate yang utama, sedangkan yang
lainnya bersifat opsional.
Standar 802.11a WLAN menggunakan OFDM dalam band 5.0 GHz.
Standar ini mendefinisikan channel 1-199, dimulai dari 5.005 GHz, dengan
frekuensi tengah berjarak 5 MHz dari yang lain. FCC di Amerika Serikat
telah mengalokasikan bandwidth ini menjadi 3 bagian dari spectrum,
seperti yang akan ditunjukkan pada tabel. ETSI dan ERM di Eropa, MKK di
Jepang dan badan regulasi lain telah membuat alokasi masing-masing
untuk band ini.

Tabel 1.FCC Channel untuk WLAN 802.11a

19

Jaringan Komputer Lanjut


Perlu diketahui bahwa nomor channel untuk 802.11a WLAN terlihat
dengan urutan yang renggang dimana 20 MHz memisahkan frekuensi
tengah dari alokasi channel berikutnya. Hal ini merupakan fakta bahwa
pendekatan penyebaran spectrum yang digunakan pada kedua standar
802.11 WLAN sebenarnya mengambil spectrum lebih dari 5 MHz. Bahkan
sesungguhnya, channel yang aktif mengisi lebih dari 16 MHz.
Pencegahan Kolisi dan Media Akses
Satu dari perbedaan yang signifikan antara Ethernet dan 802.11
WLAN adalah cara yang digunakan dalam mengatur akses ke media,
menentukan

siapa

yang

dapat

berbicara

dan

kapan.

Ethernet

menggunakan CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision


Detection). Hal ini memungkinkan karena perangkat Ethernet dapat
mengirim dan menunggu (listen) suatu data pada saat yang bersaman,
mendeteksi pola yang yang menunjukkan tempat terjadinya suatu kolisi.
Bagaimanapun, jika gelombang radio berusaha mengirim dan menunggu
(listen) pada channel yang sama pada saat yang bersamaan, transmisinya
sendiri akan menutupi semua sinyal lain. Sehingga pendeteksian kolisi
tidak dimungkinkan.
Kemampuan pengangkutan dari Ethernet dan WLAN juga berbeda.
Pada suatu segmen Ethernet, semua station berada dalam jangkauan yang
lain setiap saat. Jika media kelihatan kosong, maka media tersebut
memang kosong. Hanya transimisi simultan yang akan menyebabkan
kolisi.

Seperti

yang

ditunjukkan

gambar,

node

WLAN

tidak

dapat

mengetahui hanya dengan listen apakah medium saat ini sedang kosong.

20

Jaringan Komputer Lanjut

Gambar 2. Basic Service Set

Pada Jaringan nirkabel, jika sutu perangkat berada pada jangkauan


dua perangkat lainnya, tidak ada yang dapat mendengarkan yang lain
tetapi keduanya mendengarkan perangkat yang pertama tadi. Access point
pada gambar dapat mendengarkan node A dan B, tetapi baik node A
maupun B tidak dapat mendengarkan satu sama lain. Hal ini akan
menyebabkan terjadinya situasi dimana Access point tersebut menerima
transmisi dari node B, tetapi node A sama sekali tidak mengetahui bahwa
node B sedang melakukan transimisi. Node A yang menganggap tidak ada
aktivitas

pada

channel

mungkin

saja

akan

memulai

transmisi,

menyebabkan gangguan pada bagian penerima transmisi node B di Access


point yang sedang berlangsung. Masalah ini dikenal dengan masalah
Hidden node.
Untuk

menyelesaikan

masalah

hidden

node

dan

mengatasi

ketidakmampuan mendeteksi kolisi, 802.11 WLAN menggunakan CSMA/CA


(Carrier Sense Multiple Access with Collision Avoidance). Di bawah
CSMA/CA, perangkat-perangkat menggunakan handshake empat arah
(gambar) untuk memperoleh akses ke gelombang udara untuk memastikan
terhindar dari kolisi. Untuk mengirim transmisi langsung ke node lain, node
sumber harus memberi paket Request to Send (RTS) yang pendek,

21

Jaringan Komputer Lanjut


dialamatkan ke tujuan yang diinginkan. Jika tujuan tersebut mendengarkan
transmisi tersebut dan menerimanya, node tujuan akan membalas dengan
paket Clear to Send (CTS). Selanjutnya node sumber akan mulai
mengirimkan data dan si penerima akan melakukan ack semua paket yang
diperoleh dari transmisi dengan mengirim paket ACK yang pendek.

Gambar 3. Four-Way Handshake mengurangi collision pada jaringan 802.11

Ketepatan waktu dalam hal ini sangat penting untuk memperoleh


akses ke gelombang udara di WLAN. Untuk memastikan terjadinya
sinkronisasi, access point atau alat fungsional yang sejenisnya secara
berkala mengirim informasi mengenai aturan dan waktu.

22

Jaringan Komputer Lanjut

Topologi Wireless LAN


Wireless

LAN

berperilaku

sedikit

berbeda

tergantung

pada

topologinya, atau jumlah node anggotanya. Susunan paling sederhana


adalah sebuah kumpulan ad hoc dari node nirkabel independen yang
berkomunikasi dengan basis peer-to-peer, seperti diperlihatkan pada
Gambar 1.4. Standar yang merujuk pada topologi ini adalah Independent
Basic Service Set (IBSS) dan tersedia untuk beberapa ukuran koordinasi
dengan memilih satu node dari grup untuk bertindak sebagai proxy untuk
access point yang hilang atau base station yang ditemukan dalam topologi
yang lebih kompleks. Jaringan ad hoc memungkinkan penyusunan yang
fleksibel dan ekonomis dalam berbagai lingkungan kerja, termasuk lokasi
yang sulit untuk dipasangi kabel dan jaringan sementara seperti jaringan
laptop pada sebuah ruang rapat.

Gambar 4. IBSS atau Jaringan Ad Hoc

Topologi yang lebih kompleks, disebut dengan topologi infrastruktur,


terdiri atas paling sedikit satu access point atau base station. Access points

23

Jaringan Komputer Lanjut


menyediakan sinkronisasi dan koordinasi, pengiriman paket broadcast dan,
mungkin yang paling signifikan, bridge ke jaringan kabel.
Standar yang merujuk pada topologi dengan akses point tunggal
adalah Basic Service Set (BSS) seperti yang ditampilkn pada gambar 1.2.
Access point tunggal dapat mengatur dan menjembatani komunikasi
nirkabel untuk seluruh perangkat di dalam jangkauan dan beroperasi pada
kanal yang sama.
Untuk mencakup wilayah yang lebih besar digunakan access point
yang banyak. Pengaturan ini (diperlihatkan pada gambar 1.5) disebut
dengan Extended Service Set (ESS). Terdiri dari dua atau lebih Basic
Service Sets yang terhubung ke jaringan kabel yang sama. Setiap access
point diberikan kanal yang berbeda yang memungkinkan minimisasi
interferensi. Jika sebuah kanal harus dipakai ulang, maka paling baik jika
kanal dipakai ulang pada access point yang dianggap paling tidak
menginterferensi satu sama lainnya.
Ketika pengguna berpindah antara sel atau BSS, perangkat bergerak
mereka akan mencari dan melakukan koneksi dengan access point dengan
sinyal terbaik dengan muatan trafik jaringan terkecil. Dengan cara ini,
roaming unit dapat berpindah dari satu access point dalam system ke
access point lainnya, tanpa terputus dari jaringan.

24

Jaringan Komputer Lanjut


Gambar 5. Extended Service Set (ESS) mendukung roaming dari satu sel ke sel
lainnya

Extended Service Set memberikan kemungkinan pengiriman trafik


dari satu sel radio (dalam jangkauan satu access point) ke lainnya melalui
jaringan kabel. Kombinasi antar access point dan jaringan kabel yang
menghubungkannya ini disebut dengan Distribution System (DS). Pesan
yang dikirimkan dari perangkat nirkabel dalam satu BSS ke perangkat di
BSS lain melalui jaringan kabel disebut sebagai pengiriman melalui
Distribution System (DS).
Catatan:
Untuk memenuhi kebutuhan dari komunikasi radio bergerak, Standar WLAN
802.11 harus menoleransi koneksi yang gagal dan dihubungkan kembali.
Standar ini berusaha memastikan gangguan minimum pada pengiriman
data, dan menyediakan beberapa layanan seperti caching dan pengiriman
pesan antar BSS. Implementasi khusus dari beberapa lapisan protokol yang
lebih tinggi seperti TCP/IP dapat kurang toleran. Contohnya, pada sebuah
jaringan di mana DHCP digunakan untuk memberikan alamat IP, node yang
roaming dapat kehilangan koneksi ketika bergerak melalui batasan sel dan
harus

melakukan

selanjutnya.

hubungan

Solusi

ulang

perangkat

ketika

lunak

memasuki

tersedia

BSS

untuk

atau

sel

mengatasi

permasalahan seperti ini. Selanjutnya, IEEE dapat merevisi standar dengan


caramengurangi permasalahan ini di versi selanjtnya.
Kebanyakan WLAN korporat, baik yang memiliki satu base station maupun
yang lebih, akan beroperasi dalam mode infrastruktur untuk mengakses
server, printer, koneksi Internet dan sumber daya lainnya yang terdapat
pada jaringan kabel. Bahkan pengguna yang mencari solusi total nirkabel
akan menemui bahwa access point melakukan tugas yang lebih baik
sebagai perantara komunikasi dengan Internet, contohnya, dan sebanding
dengan biaya tambahan yagn dikeluarkan.

Autentifikasi dan Privasi


25

Jaringan Komputer Lanjut


Autentifikasi mencegah kemampuan pengiriman dan penerimaan
dalam jaringan. Privasi memastikan penguping tidak dapat membaca trafik
jaringan.
Autentifikasi dapat dibuka atau berdasarkan atas pengetahuan dari
kunci umum (shared key). Dalam kasus lain, autentifikasi adalah langkah
pertama bagi perangkat untuk melakukan koneksi ke WLAN 802.11. Fungsi
ini

dikendalikan

dengan

mempertukarkan

paket

manajemen.

Jika

autentifikasi terbuka, maka setiap perangkat yang sesuai standar akan


diautentifikasi. Jika autentifikasi berdasarkan kunci umum, maka perangkat
harus

menunjukkan

bahwa

ia

mengetahui

kunci

ini

agar

bias

terautentifikasi.
WEP (Wired Equivalent Privacy) adalah sebuah teknik enkripsi data
yang mendukung sebagai pilihan dalam protocol WLAN 802.11. Teknik ini
menggunakan kunci umum dan pseudo random number (PRN) sebagai
vector awal untuk mengenkripsi bagian data dari paket jaringan. Header
jaringan WLAN 802.11 sendiri tidak dienkripsi.
Tujuan perancang dalam mendukung layanan ini adalah untuk
memberikan

jairngan

nirkabel,

dengan

kerentanannya

terhadap

penguping, tingkat keamananyang sama yang dapat dirasakan pada


penggunaan jaringan kabel tanpa enkripsi. Penguping pada jaringan kabel,
kata mereka, memerlukan jaringan fisik yang disangkutkan atau perangkat
pendengar radio yang canggih. Penguping pada jaringan radio hanya
memerlukan sebuah perangkat yang mampu mendengar pada kanal atau
frekuensi yang sama. Karena seluruh perangkat jaringan WLAN 802.11
mampu mendengarkan semua kanal yang digunakan, pengupingan hampir
merupakan sebuah kepastian, dengan jumlah perangkat yang cukup
banyak di pasaran.
Spesifikasi asli dari WEP melakukan enkripsi kunci sepanjang 64 bit.
Pada bagiannya, hal ini merupakan usaha eksplisit untuk membuat
implementasi komersil dari protokol yang dapat diekspor dari AS pada
masa di mana hanya teknologi enkripsi terlemah yang diberikan izin
ekspor. Dukungan standar untuk metode enkripsi yang sangat lemah itu
juga menekankan fungsi desain dari enkripsi pada protokol ini. Hal ini
26

Jaringan Komputer Lanjut


ditujukan

untuk

menghentikan

penguping

rendahan,

bukan

untuk

menghentikan serangan massal. Saat ini beberapa vendor mendukung


panjang kunci 64-bit, 128-bit, bahkan lebih yang secara signifikan
meningkatkan halangan untuk menyerang, namun bahkan pada panjang
kunci 128-bit pun WEP tetap merupakan pintu masuk, bukan lemari besi.
Semua tingkat enkripsi ini melaksanakan tujuan utama dari WEP dengan
cukup baik.

Struktur Paket dan Jenis Paket


Seperti keluarga protocol LAN 802 lainnya, WLAN 802.11 mengirim
seluruh trafik jaringan dalam paket. Terdapat tiga jenis dasar: paket data,
paket

manajemen

jaringan

dan

paket

kendali.

Bagian

pertama

mendeskripsikan struktur dasar dari paket data WLAN 802.11 dan


informasi

yang

disediakan

untuk

analisis

jaringan.

Bagian

kedua

mendeskripsikan paket manajemen dan kendali, fungsi-fungsinya dan


peranannya dalam analisis jaringan.
Struktur paket
Semua fungsionalitas dari protocol dicerminkan dalam header paket.
Teknologi

RF

dan

kemampuan

bergerak

perangkat

mengakibatkan

beberapa kebutuhan kompleks pada jaringan WLAN 802.11. Kerumitan


tambahan ini dicerminkan dalam panjangnya header Physical Layer
Convergence Protocol (PLCP) sebagaimana header MAC yang kaya data.

Gambar 6. Struktur paket data WLAN 802.11

Karena WLAN 802.11 harus dapat membentuk dan mengubah


keanggotaannya secara konstan, dank arena kondisi transmisi radio
mereka sendiri dapat berubah, koordinasi merupakan isu yang besar dalam
27

Jaringan Komputer Lanjut


WLAN. Paket manajemen dan kendali ditujukan untuk fungsi koordinasi ini.
Dengan syarat, header dari paket data asli berisi informasi yang lebih
banyak tentang jaringan dan topologi daripada, misalnya, header dari
paket data Ethernet.

Gambar 7. Perbandingan antara header MAC: WLAN 802.11 dengan Ethernet


802.3

28

Jaringan Komputer Lanjut

Tabel di bawah ini menjelaskan senarai dari tipe informasi yang


dibawa oleh header paket data WLAN 802.11. Pada tabel juga diperlihatkan
tipe informasi yang dibawa pada paket manajemen dan kendali.

29

Jaringan Komputer Lanjut

30

Jaringan Komputer Lanjut

Tabel 2. Fungsi Protokol WLAN 802.11

Paket manajemen dan kendali


Paket kendali adalah transmisi singkat yang secara langsung menjadi
perantara atau kendali informasi. Paket kendali termasuk paket RTS, CTS,
dan ACK yang digunakan dalam 4 jalur handshake.
Paket

manajemen

digunakan

untuk

mendukung

autentifikasi,

asosiasi, dan sinkronisasi. Formatnya mirip dengan paket data, tetapi


dengan sedikit field di header MAC. Dengan tambahan, paket manajemen
dapat berisi field data yang tetap atau berubah panjangnya, sebagaimana
ditentukan oleh jub-tipenya. Jenis informasi yang termasuk dalam paket
manajemen dan kendali ditunjukkan pada tabel di atas, bersamaan dengan
informasi yang berhubungan yang ditemukan pada header paket data.
31

Jaringan Komputer Lanjut

Analisa Paket Jaringan Wireless


Jaringan wireless membutuhkan peralatan analisa dan diagnosa
sebagaimana jaringan LAN lainnya dalam hal pemeliharaan, optimasi dan
fungsi-fungsi jaringan yang aman. Standarisasi WLAN 802.11 menawarkan
paket data untuk dianalisa lebih dari anggota dalam protokol 802 lainnya.
Bagian ini

mendeskripsikan 4 bagian dimana analisa protokol dapat

digunakan pada troubleshoting dan administrasi jaringan


1. Konfigurasi dan Manajemen trafik
Salah satu kegunaan protokol WLAN 802.11 adalah kemampuannya
untuk mengatur secara dinamis untuk merubah kondisi jaringan dan
mengkonfigurasikan

jaringannya

untuk

mendapatkan

penggunaan

bandwith yang tersedia. Kemampuan ini dapat bekerja dengan baik,


walaupun ketika ada masalah, maka alamat-alamatnya tetap terjaga
didalam batas-batas.
Sebagai contoh, ketika gangguan sangat tinggi, node WLAN 802.11
akan secara kontinu meningkatkan fragmentasi, teknik menyederhanakan
penyebaran spectrum dan menurunkan kecepatan transmisinya. Gejala
lainnya akibat gangguan adalah meningkatkan retransmisi, khususnya
ketika

jaringan

mengalami

fragmentasi

yang

sangat

tinggi.

Ketika

beberapa aplikasi jaringan tidak memperlihatkan gejala kerusakan dari


kondisi tersebut, yang lainnya mungkin akan terlambat dengan banyak
retransmisi paket yang sudah dikurangi dari jumlah transmisi yang efisien.
Perlu diingat bahwa paket header WLAN 802.11 sangatlah banyak. Artinya
akan memerlukan biaya yang lebih tinggi dan kecepatan data yang rendah
ketika paket difragmentasi dan retransmisinya tinggi. Jika hanya satu atau
dua aplikasi jaringan yang terpengaruhi, hal ini mungkin tidak terlalu
terlihat jelas bahwa terdapat suatu masalah. Dengan menggunakan
sebuah tools analisa paket wireless pada masalah ini, maka kita dapat
dengan

cepat

mengetahui

keadaan

dari

jaringan.

Kemungkinan-

32

Jaringan Komputer Lanjut


kemungkinan penyebab dari gangguan dapat diperiksa dan hasil ujinya
sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
BBS dan ESS protokol 802.11 WLAN juga memiliki kemampuan untuk
mengkonfigurasikan

diri

sendiri

secara

dinamis,

berhubungan

atau

menghubungkan node yang roaming, pertama dengan satu acces point


dan kemudian dengan yang lainnya. Lokasi secara fisik dan chanel RF
digunakan oleh masing-masing acces point harus dipilih oleh manusia,
walaupun pilihan ini bisa membawa ke fungsi jaringan yang bagus atau
pada masalah yang tidak diharapkan. Untuk membantu mengevaluasikan
topologi

jaringan,

sebuah

mesin

penganalisa

paket

harus

dapat

menampilkan kekuatan sinyal dan kecepatan transmisi untuk setiap paket


yang ditemukan pada chanel yang diberikan. Selanjutnya, user harus bisa
mengontrol channel tertentu. Akan lebih baik, dimana base station dapat
discan oleh mesin penganalisa paket. Dengan alat ini, sebuh mesin
penganalisa paket bisa digunakan untuk menggambarkan kondisi pada
cakupan antara cell pada sebuah ESS.

Gambar 8. Paket-paket kecil yang tidak dominan mengindikasikan adanya


gangguan

33

Jaringan Komputer Lanjut


Melalui sebuah survey kita dapat menemukan dead spot pada datadata

konfigurasi

gangguan

tidak

atau
terlalu

mengidentifikasikan
tinggi.

tempat-tempat

Menyelesaikan

masalah

dimana
mungkin

membutuhkan perubahan channel dari satu atau beberapa acces point,


atau mungkin memindahkan satu atau beberapa ke lokasi yang baru. Efek
dari masing-masing perubahan dapat secara cepat dimonitoring oleh
mesin penganalisa paket.
2. Mengidentifikasikan masalah keamanan
Karena jaringan ini menggunakan transmisi radio, WLAN

juga

mewarisi kesulitan dalam hal keamanan daripada LAN dengan jaringan


kabel. Enkripsi WEP dan autentikasi mencegah orang luar (yang tidak
berhak) dari browsing trafik WLAN anda secara biasa dan inadvertent,
namun hal demikian sulit untuk dihindarkan.
Selanjutnya spesifikasi IEEE 802.11i menghasilkan 802.1X ke WLAN
802.11 dan menemukan sesuatu untuk meningkatkan keamanan dengan
meningkatkan autentikasi dan metode enkripsi. Hingga standarisasi ini
disetujui dan diimplementasikan, user memiliki berbagai macam pilihan
untuk

melindungi

data.

Beberapa

vendor

hardware

WLAN

802.11

menawarkan keunggulan dari optimasi pada WEP, atau solusi lainnya. Jenis
autentikasi dan metode enkripsi lainnya juga bisa digunakan.
Apakah tool ini ampuh atau lemah, seperti sistem keamanan adalah
hanya pertahanan yang pasif. Agar menjadi efektif, jaringan ini juga harus
disertakan dengan pertahanan yang aktif. Pertahanan aktif maksudnya
adalah memeriksa kelemahan jaringan WLAN kita, dan mencari tandatanda adanya penyusupan. Mesin penganalisa paket akan membantu kita
dalam menyelesaikan ke dua masalah ini.
Contohnya,

mesin

penganalisa

paket

tidak

dapat

mendeteksi

penyusup secara langsung, namun dapat mendeteksi autentikasi yang


gagal. Sebuah mesin penganalisa paket dapat diset untuk melakukan
pengamatan

secara

kontinu

terhadap

kegagalan

autentifikasi

dan

pertukaran traffik yang membantu dalam mengindentifikasi penyerangan


yang potensila.
34

Jaringan Komputer Lanjut


Dengan usaha yang serupa, mesin penganalisa paket dengan
penyaringan yang baik dapat diatur untuk mengamati WEP trafik yang
terenkripsi pada atau dari MAC addres yang lain yang bukan user.
Kemampuan ini sangatlah penting dalam mempertahankan dari serangan
dimana penyusup bertindak sebagai man in the middle, contohnya
access point.

Gambar 9. Tools analisa kegagalan autentifikasi pada jaringan wireless

3. Menganalisis Protokol Jaringan yang Lebih Tinggi Levelnya


Mengatur sebuah jaringan bukan berarti hanya mengatur ethernet
atau WLAN. Mengatur jaringan juga berarti memastikan ketersediaan
semua resources yang akan diakses oleh user melalui jaringan tersebut.
Hal ini dilakukan dengan melakukan troubleshooting protokol-protokol
jaringan yang mendukung resources tersebut
Ketika WLANs digunakan untuk mengembangkan dan meningkatkan
daripada jaringan kabel, tidak ada jaminan berkurangnya masalah
dibandingkan dengan jaringan kabel

35

Jaringan Komputer Lanjut

Gambar 10. Troubleshooting HTTP Session

Meskipun sebagian dari pekerjaan ini dapat dilakukan dengan


mengambil trafik dari jaringan kabel, beberapa masalah akan terjadi lebih
cepat pada analisa wireless originated traffic sebelum memasuki DS
Untuk menentukan apakah access point menimbulkan error atau
paket tersebut cacat pada sisi client, kita harus dapat melihatnya ketika
mereka datang dari sisi client
Pada semua lingkungan wireless, satu-satunya cara untuk melakukan
troubleshooting

protokol-protokol

yang

levelnya

lebih

tinggi

seperti

protokol IPX dan TCP/IP adalah mengambil paket-paket tersebut dari udara.
Pada kantor satelit kecil, semua solusi wireless seperti ini semakin banyak
digunakan. Solusi ini menawarkan setup yang cepat dan dapat menutupi
area yang sulit dilayani dengan kabel, seperti kantor yang saling
berdekatan tetapi tidak satu lantai. Bagian yang menggunakan kabel
hanyalah bagian yang terhubung dengan DSL modem, melalui router
menuju akses point
Pada kenyataannya, troubleshooting protokol level tinggi tidak jauh
berbeda dengan LAN yang menggunakan kabel atau tanpa kabel,
troubleshooting tersebut menyediakan software analisa jaringan yang
dapat membaca paket secara utuh. Apabila fasilitas WEP tersedia,

36

Jaringan Komputer Lanjut


penganalisa protokol harus dapat beraksi seperti node-node lainnya pada
jaringan wireleess dan memecahkan kode paket dengan shared key-nya.

4. Roaming dan analisa wireless


Standarisasi WLAN 802.11 menghasilkan banyak fungsi dari DS
secara detail daripada yang lainnya. Hal ini merupakan keputusan dari
bagian perancangan, sebagaimana mereka menginginkan standarisasi
yang bebas dari standarisasi jaringan lainnya.
Dalam hal praktisnya, protokol WLAN 802.11 secara umum meliputi
penggunaan topologi ESS yaitu terhubung pada LAN ethernet dan
menggunakan

protokol

menggunakan

sedikit

TCP/IP.
inter

User

koneksi,

ini

akan

bahkan

dengan

dengan

mungkin

biaya

yang

independent. Group pengguna IEEE 802.11 mempersiapkan standarisasi


untuk komunikasi antar access point pada alamat ini dan hal yang
berhubungan.
Dalam waktu dekat ini, vendor WLAN telah menuju suatu perubahan,
menawarkan metode-metodenya untuk megatasi roaming antara masingmasing node pada ESS. Software third party juga tersedia untuk cache dan
mewakili node-node yang roaming pada layer TCP/IP. Ketika tidak dikenali
oleh mesin penganalisa paket.

37

Jaringan Komputer Lanjut

DAFTAR PUSTAKA
http://www.wildpackets.com
http://www.computer.org/students/looking/summer97/ieee802.htm
http://standards.ieee.org/wireless/
http://www.wlana.org/index.html

38