Anda di halaman 1dari 38

ARTI AGAMA

KEPERCAYAAN AKAN ADANYA


KEKUATAN SUPRA NATURAL YANG
MENCIPTAKAN DAN
MENGENDALIKAN ALAM SEMESTA
DALAM PENGERTIAN UMUM
SISTIM ORIENTASI DAN OBYEK
PENGABDIAN

DEFINISI AGAMA
Kata "agama" berasal dari bahasa Sansekerta gama
yang berarti "tradisi". Sedangkan kata lain untuk
menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari
bahasa latin religio dan berakar pada kata re-ligare
yang berarti "mengikat kembali".
Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat
dirinya kepada Tuhan. Akar katanya adalah gam yang
mendapat awalan dan akhiran a, sehingga menjadi agam-a, agama termasuk dalam rumpun bahasa indojerman serumpun dengan bahasa belanda (ga/gaan)inggris (go) yang artinya sama dengan gam yang berarti
pergi.

SEBUAH AGAMA MELIPUTI


KEYAQINAN (CREDIAL)
ADANYA KEYAQINAN TENTANG ADANYA
KEKUATAN SUPRA NATURAL YANG DIYAQINI
MENGATUR DAN MENCIPTA ALAM
PERIBADATAN (RITUAL)
SISTIM NILAI YANG MENGATUR HUBUNGAN
ANTAR MNUSIA DENGAN MANUSIA LAINNYA
ATAU ALAM SEMESTA YANG DIKAITKAN
DENGAN KEYAQINAN TERSEBUT

CARA BERAGAMA
1. Tradisional, yaitu cara beragama berdasar
tradisi.
Cara ini mengikuti cara beragamanya nenek
moyang (warisan orangtua), leluhur atau orangorang dari angkatan sebelumnya. Pada
umumnya kuat dalam beragama, sulit menerima
hal-hal keagamaan yang baru atau
pembaharuan. Apalagi bertukar agama, bahkan
tidak ada minat. Dengan demikian kurang dalam
meningkatkan ilmu amal keagamaanya

FORMAL, yaitu cara beragama berdasarkan


formalitas yang berlaku di lingkungannya atau
masyarakatnya. Cara ini biasanya mengikuti cara
beragamanya orang yang berkedudukan tinggi
atau punya pengaruh. Pada umumnya tidak kuat
dalam beragama. Mudah mengubah cara
beragamanya jika berpindah lingkungan atau
masyarakat yang berbeda dengan cara
beragamnya. Mudah bertukar agama jika
memasuki lingkungan atau masyarakat yang lain
agamanya. Mereka ada minat meningkatkan ilmu
dan amal keagamaannya akan tetapi hanya
mengenai hal-hal yang mudah dan nampak dalam
lingkungan masyarakatnya.

RASIONAL, yaitu cara beragama berdasarkan


penggunaan rasio sebisanya. Untuk itu mereka
selalu berusaha memahami dan menghayati
ajaran agamanya dengan pengetahuan, ilmu
dan pengamalannya. Mereka bisa berasal dari
orang yang beragama secara tradisional atau
formal, bahkan orang tidak beragama
sekalipun

METODE PENDAHULU, yaitu cara beragama


berdasarkan penggunaan akal dan hati (perasaan)
dibawah wahyu. Untuk itu mereka selalu
berusaha memahami dan menghayati ajaran
agamanya dengan ilmu, pengamalan dan
penyebaran (dakwah). Mereka selalu mencari
ilmu dulu kepada orang yang dianggap ahlinya
dalam ilmu agama yang memegang teguh ajaran
asli yang dibawa oleh utusan dari Sesembahannya
semisal Nabi atau Rasul sebelum mereka
mengamalkan, mendakwahkan dan bersabar
(berpegang teguh) dengan itu semua.

MACAM-MACAM AGAMA
AGAMA WAHYU
BERSUMBER DARI
PENCIPTA
MEMILIKI RASUL
MEMILIKI KITAB SUCI
MEMILIKI SISTIM NILAI
ISLAM, KRISTEN,
YAHUDI

AGAMA BUDAYA
BERASAL DARI
PENGALAMAN
SPIRITUAL MANUSIA
ADA FIGUR SENTRAL
TIDAK MEMILIKI KITAB
SUCI
MEMILIKI SISTIM NILAI
HINDHU,
BUDHA,KHONG HU CHU

FITRAH MANUSIA TERHADAP AGAMA


HIDUP DI BAWAH SISTEM
KEYAKINAN ADALAH TABIAT YANG
MERATA PADA SETIAP MANUSIA
SEHINGGA AGAMA-AGAMA
TUMBUH DAN BERKEMBANG DI
DALAM MASYARAKAT

KONSISTENSI KEAGAMAAN
PENGENALAN
PENGERTIAN
PENGHAYATAN
PENGABDIAN
PEMBELAAN

PENGERTIAN
SESEORANG YANG MENGERTI TENTANG
AJARAN AGAMA YANG DIPELUKNYA AKAN
MAMPU MEMAHAMI AJARAN AGAMANYA
DAN MEMAHAMI FAEDAH AGAMA DALAM
KEHIDUPAN PRIBADI DAN MASYARAKAT,
SEHINGGA SESEORANG YANG MENGERTI
AJARAN AGAMANYA AKAN BERUSAHA
MEMPERTAHANKAN DARI UPAYA
PENYIMPANGAN

PENGENALAN
SESEORANG HARUS MAMPU
MENGENALI CIRI-CIRI POKOK DAN
CABANG YANG TERDAPAT DALAM
SEBUAH AGAMA SEHINGGA MAMPU
MEMBEDAKAN DENGAN AGAMA
YANG LAIN

PENGHAYATAN
PENGHAYATAN TERHADAP AJARAN AGAMA
MEMILIKI NILAI YANG LEBIH TINGGI DARI
SEKEDAR PENGERTIAN,INTERAKSI SESEORANG
PADA TAHAP INI BUKAN SEKEDAR INTERAKSI
DENGAN AKAL PIKIRANNYA AKAN TETAPI
JAUH LEBIH DALAM DI DALAMLUBUK HATINYA
SEHINGGA MELAHIRKAN KEIKHLASAN UNTUK
MELAKSANAKAN AJARAN AGAMA

PEMBELAAN
APABILA KECINTAAN SESEORANG KEPADA
AGAMANYA SUDAH DEMIKIAN TINGGI, MAKA
IA AKAN RELA MELAKUKAN PEMBELAAN
TERHADAP AGAMANYA KETIKA ADA YANG
MENCOBA MERINTANGI . IA AKAN BERSEDIA
MENGORBANKAN APA SAJA YANG ADA PADA
DIRINYA APAKAH HARTA,NAMA BAIK SAMPAI
JIWA YANG KEMUDIANDIISTILAHKAN DENGAN
JIHAD

PENGABDIAN
SESEORANG YANG TELAH MENGAMALKAN
AJARAN AGMANYA AKAN MEMASUKI FSE
PENGABDIAN DENGAN SEMPURNA SEHINGGA
KEPENTINGAN HIDUPNYA AKAN DITUJUKAN
KEPADA AGAMANYA DAN WARNA
KEHIDUPANNYA AKAN TERWARNAI DENGAN
SISTIM NILAI YANG TERKANDUNG DI DALAM
AJARAN AGAMANYA. PENGHAMBAAN INI
DISEBUT SEBAGAI IBADAH

KEBUTUHAN MANUSIA AKAN


AGAMA
MENGETAHUI TUJUAN DICIPTAKAN
MEMILIKI ARAH KEHIDUPAN
MENGERTAHU FUNGSI KEHIDUPAN
DUNIA
MEMAHAMI KEHIDUPAN SESUDAH
KEMATIAN

KEDUDUKAN AGAMA
Pandangan hidup (Pengarah dan Pengendali)
Bagian Integral dalam sistem budaya dan peradaban
sumber inspirasi untuk selalu berpegang teguh
terhadap hati nurani ataupun rahsa sejati (sebuah
istilah Kejawen yang menyimbolkan Kuasa Ilahi di
dalam diri kita)
Tujuan hidup.
Tujuan akhir dari kehidupan manusia adalah
keselamatan tentunya melalui pelaksanaan keyakinan
agama yang dia anut, jadi kalau tujuannya untuk
keselamatan kenapa harus bertikai hinggai terjadi
pertumpahan darah?

MOTIVASI BERAGAMA

Warisan Orangtua
Lingkungan
Politik
Ekonomi
Kedewasaan Intelektual & Emosional
Rasa Syukur

PLURALISME AGAMA
SEMUA AGAMA
ADALAH JALAN YANG
SAMA-SAMA SYAH
UNTUK MENUJU
TUHAN
SEMUA AGAMA
ADALAH JALAN YANG
BERBEDA-BEDA
MENUJU TUHAN YANG
SAMA

PERSEPSI MANUSIA
YANG RELATIF
TERHADAP TUHAN
YANG MUTLAQ
MENJADIKAN PEMELUK
AGAMA TIDAK BOLEH
MENGKLAIM
AGAMANYA YANG
PALING BENAR (absolut
truth calim)

SEKULARISME PLURALISME
LIBERALISME
FATWA MUI 2005
PAHAM SEKULARISME
PLURALISME (AGAMA)
LIBERALISME,
BERTENTANGAN DENGAN
ISLAM DAN HARAM BAGI
UMAT ISLAM UNTUK
MEMELUKNYA

PDT.DR, STEVRI LUMINTANG


PLURALISME ADALAH
TANTANGA N SEKALIGUS
BAHAYA YANG SANGAT
SERIUS BAGI KEKRISTENAN















)72(

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata:
"Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera
Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai
Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu"
Sesungguhnya orang yang mempersekutukan
(sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah
mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya
ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu
seorang penolongpun.

KEBENARAN AGAMA MENURUT ISLAM

SUMBER AJARAN
AL-QURAN
AS-SUNNAH
IJMA
QIYAS

UNIVERSALITAS ISLAM
MENYANGKUT SEMUA
ASPEK KEHIDUPAN
AL-BAQARAH (2): 208



WAHAI ORANG YANG
BERIMAN.MASUKLAH KE
DALAM ISLAM SECARA
TOTAL

AL-QURAN
AL-QURAN ADALAH KALAMULLAH YANG
DITURUNKAN KEPADA NABI MUHAMMAD
S.A.W. DENGAN PERANTARAAN MALAIKAT
JIBRIL,MENGGUNAKAN BAHASA ARAB,
DITURUNKAN SECARA BERTAHAP DAN
MEMBACANYA ADALAH IBADAH

AS-SUNNAH
APA-APA YANG DATANG DARI NABI S.A.W.BAIK
BERUPA PEKATAAN , PERBUATAN , MAUPUN
KETETAPAN
ULAMA USHUL MEMBAGI SUNNAH KEPADA 3
HAL:
SUNNAH TASYRIIYAH
SUNNAH GHAIRU TASYRIIYAH
SUNNAH TAHASSUSIYAH

KEBENARAN AGAMA

BERLAKU UNTUK SEMUA


ORANG
SABA (34): 28



DAN TIDAKLAH KAMI
MENGUTUS KECUALI
UNTUK SEMUA
MANUSIA

BERLAKU SEPANJANG MASA


(



AL-ANBIYAH (21) : 107
DAN TIDAKLAH KAMI
MENGUTUS KECUALI
UNTUK RAHMAT SEMESTA
ALAM

DEFINISI MANUSIA
DILIHAT DARI PENCIPTAANNYA, MANUSIA
TERUSUN DARI UNSUR BUMI DAN UNSUR
LANGIT.
UNSUR BUMI : MANUSIA DICIPTAKAN DARI
TANAH
UNSUR LANGIT : SETELAH PROSES
PENCIPTAAN FISIKNYA SEMPURNA SEBAGAI
MANUSIA , ALLAH MENIUPKAN RUH

MANUSIA DISIMBULKAN DENGAN 3


UNSUR UTAMA

HATI

AKAL

JASAD

MACAM-MACAM HATI
SALIM

SAKIT

MATI

DEFINISI MANUSIA MENURUT


ILMUAWAN
PENGANUT PSIKOANALIS
MENYEBUTNYA DENGAN
HOMO VOLENS (MANUSIA
BERKEINGINAN)
MANUSIA ADALAH
MAKHLUK YANG MEMILIKI
PRILAKU HASIL INTERAKSI
ANTARA KOMPONEN
BIOLOGIS, PSIKOLOGIS DAN
SOSIAL

PENGANUT BEHAVIORISME
MEYEBUT MANUSIA
DENGAN HOMO
MECHANICUS (MANUSIA
MESIN) LAHIR SEBAGAI
REAKSI ATAS
INTROSPEKSIONISME DAN
PSIKOANALIS

PENGANUT TEORI KOGNITIF


MENYEBUT MANUSIA
DENGAN HOMO SAPIENS
(MANUSIA BERPIKIR)
MAKHLUK YANG SELALU
BERUSAHA MEMAHAMI
LINGKUNGANNYA,
MAKHLUK YANG SELALU
BERFIKIR

PENGANUT TEORI HUMANISME

MENYEBUT MANUSIA
SEBAGAI HOMO LUDENS
( MANUSIA BERMAIN)
MANUSIA BERPERILAKU
MEMPERTAHANKAN DAN
MENINGKATKAN DAN
MENGAKTUALISASIKAN
DIRI

PROSES PENCIPTAAN MANUSIA


TANAH

MUHDGHAH

NUTFAH

ALAQAH

DITIUPKAN
RUH

AL-HAJJ (22) : 5 AL-MUKMINUN (23): 14

NUTFAH : SETETES AIR MANI

ALAQAH : SEGUMPAL DARAH

MUDGHAH : SEGUMPAL DAGING


HAKEKAT MANUSIA
MAKHLUK

MUKARRAM

MUKHAYYAR

MUKALLAF

MAJZY

TOLERANSI AGAMA
Toleransi adalah sikap untuk dapat hidup
bersama masyarakat penganut agama lain,
dengan memiliki kebebasan untuk
menjalankan prinsip-prinsip keagamaan
(ibadah) masing-masing, tanpa adanya
paksaan dan tekanan, baik untuk beribadah
maupun untuk tak beribadah, dari satu pihak
ke pihak lain

PRINSIP-PRINSIP TOLERANSI
MENGHILANGKAN KEDIKTATORAN
MENGHILANGKAN BERBAGAI BENTUK
PENINDASAN
MEMBANGUN KEBERSAMAAN
MENEGAKKAN KEADILAN

PRINSIP TOLERANSI DALAM


ISLAM
SALING MENGHARGAI SATU-SAMA LAIN
HIDAYAH ADALAH OTORITAS ALLAH
TIDAK MEMASUKI WILAYAH YANG
DIPERTENTANGKAN
TIDAK MENCAMPURI MASALAH PERIBADATAN
TIDAK TERLIBAT DI DALAM PERIBADATAN
YANG DILAKUKAN PEMELUK AGAMA LAIN