Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Segala puji hanyalah milik Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya
kepada kami, khususnya penulis, sehingga bisa menyelesaikan makalah Fisika dengan tema
Penerapan Konsep elektromagnetik dalam penggunaan ultrasonografi(usg).
Sering timbul inovasi baru dalam penggunaan teknologi seiiring dengan perkembangan
zaman, khususnya dalam bidang kesehatan. Hal ini terlihat dari munculnya berbagai alat
kedokteran yang dikembangkan melalui konsep dasar ilmu pengetahuan, misalnya fisika,
biologi, kimia dan sebagainya. Penggunaan alat-alat tersebut tidak sepenuhnya berdampak positif
melainkan memiliki potensi berpengaruh negatif pada kesehatan.
Makalah sederhana ini pada dasarnya disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran
Fisika materi elekromagnetik sekaligus diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam
penerapan konsep fisika di kehidupan sehari-hari khususnya bidang kesehatan.
Akhirnya, dengan segala kerendahan hati Penulis mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu terwujudnya makalah ini. Penulis sangat mengharapkan kritik
dan tanggapan yang membangun dari siapa saja yang berminat menyempurnakan makalah ini.

Sungailiat, 26 Mei 2013

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar .
Daftar Isi
Bab 1: Pendahuluan ....
1. Latar Belakang ....
Bab 2: Pembahasan .......
1. Pengertian Ultrasonografi ......
2. Sejarah Pengertian Ultrasonografi .
3. Prinsip Ultrasonografi ..... .
4. Penggunaan Ultrasonografi ............
5. Jenis-jenis Ultrasonografi ...
6. Manfaat Ultrasonografi ..................................
7. Keuntungan Ultrasonografi ........
8. Kekurangan Ultrasonografi .
Bab 3 Penutup .....................................................................................................................
1. Kesimpulan ......................................................................................................................
Daftar Pustaka .....................................................................................................................

BAB 1
PENDAHULUAN

1.

Latar Belakang
Ultrasonografi (USG) adalah suatu alat yang digunakan untuk memotret atau merekam
gambar hidup janin untuk mendiagnosa kondisi atau kelainan penyakit pada janin. Secara harfiah
USG berarti pengambilan gambar dengan gelombang suara ultra, yaitu gelombang suara dengan
frekuensi 20.000 Hertz yang dipancarkan secara menyebar. USG berperan sangat penting dalam
perkembangan medis. Seiring kemajuan zaman, perkembangan USG juga semakin canggih.
Dulu pergerakan janin yang terlihat di monitor masih dalam bentuk gerakan patah-patah.
Tapi sekarang dengan resolusi yang lebih detail akan tampak gerakan janin yang lebih halus
(smooth), fluently, dan setiap slice (lapis) bisa dilihat lebih jelas sehingga fungsi medisnya juga
lebih baik. Bagi dokter, kemajuan teknologi USG dapat menajamkan akurasi pemeriksaan.
Memang benar bahwa USG membantu mendeteksi jenis kelamin dan tanggal kelahiran.
Namun ada yang jauh lebih penting dari itu. Diantaranya untuk mengetahui janin kembar siam,
dan untuk mengetahui lebih dini seandainya janin buta, down syndrome (idiot), jantung tidak
normal, organ tidak lengkap dan sebagainya, sehingga dokter dapat melakukan tindakan yang
tepat untuk mengatasinya.

BAB 2
PEMBAHASAN

1. Pengertian
Ultrasonografi merupakan salah satu teknologi kesehatan yang bermanfaat untuk
meningkatkan pelayanan kesehatan. Ultrasonografi atau disingkat USG adalah suatu kaidah
pemeriksaan tubuh menggunakan gelombang bunyi pada frekuensi tinggi. Teknologi USG tidak
asing bagi kaum ibu karena mereka biasanya menggunakannya pada masa kehamilan untuk
memonitor keadaan janin dalam kandungan. USG ini adalah salah satu aplikasi teknologi radar
dan telah ada sejak puluhan tahun lalu. Lebih jauh kea rah medis, USG medis (sonografi) dapat
diartikan sebagai sebuah teknik diagnostik pencitraan menggunakan suara ultra yang digunakan
untuk mencitrakan organ internal dan otot, struktur, dan luka patologi, sehingga teknik ini
berguna untuk memeriksa organ. Namun biasanya sonografi obstetrik digunakan ketika masa
kehamilan.
Pilihan frekuensi menentukan resolusi gambar dan penembusan ke dalam tubuh pasien.
Diagnostik sonografi umumnya beroperasi pada frekuensi dari 2 sampai 13 megahertz.
Sedangkan dalam fisika istilah "suara ultra" termasuk ke seluruh energi akustik dengan sebuah
frekuensi di atas pendengaran manusia (20.000 Hertz), penggunaan umumnya dalam
penggambaran medis melibatkan sekelompok frekuensi yang ratusan kali lebih tinggi.
USG adalah singkatan dari ultrasonografi. Yaitu suatu alat yang menggunakan
gelombang suara frekuensi tinggi yang dipancarkan oleh suatu penjejak (yang disebut
transduser) pada suatu organ yang diperiksa. Kemudian Lantas, gema kembali (echo) akan
diterima dan dipancarkan kembali oleh transduser. Selanjutnya, akan diubah menjadi bentuk
gambar titik-titik pada layar monitor. Dengan demikian dokter dan ibu hamil dapat melihat janin.
Walaupun gambar yang dihasilkan belum sempurna, namun ahli USG akan dapat menunjukkan
bagian mana yang kepala dan mana yang kaki pada gambar yang masih kabur tersebut.

Kemajuan teknologi membuat hasil USG saat ini jauh lebih baik. Jika dulu gambar yang
dihasilkan kasar. Namun dengan teknologi baru yang disebut USG 3 Dimensi, tampilan
gambarnya lebih jelas dan dapat berwarnaSelain itu, alat ini memungkinkan kita mendapat
gambaran yang lebih jelas tentang berbagai hal yang menyangkut kondisi janin pada setiap tahap
perkembangannya. Karena alat ini memungkinkan untuk melihat organ-organ janin dari berbagai
sudut.

Sayangnya

mengingat

mahalnya

alat

ini

belum

semua

rumah

sakit

bisa

memilikinya.Namun demikian harap diingat, USG itu hanya alat bantu untuk diagnostik.
2. Sejarah Ultrasonografi
Pada awal ditemukannya teknologi ini, USG tidak dikgunakan dalam bidang kesehatan
seperti yang kita lihat saat ini ialah Langevin (1918), seorang Perancis yang menggunakan
teknologi ini dalam bidang milter. USG digunakan dalam bidang radar, yaitu teknik SONAR
(Sound Navigation and Ranging), pada perang dunia ke I, untuk mengetahui adanya kapal selam
lawan. Kemudian digunakan dalam pelayaran untuk menentkan kedalaman air.Pada tahun 1937,
teknik ini pertama kali digunakan untuk memeriksa jaringan tubuh, tetapi hasilnya belum
memuaskan.Pada tahun 1952, Hoery dan Bliss telah melakukan pemeriksaan USG pada
beberapa organ, misalnya hepar dan ginjal. Kemajuan teknologi membuat hasil USG saat ini
jauh lebih baik. Jika dulu gambar yang dihasilkan kasar. Namun dengan teknologi baru yang
disebut USG 3 Dimensi, tampilan gambarnya lebih jelas dan dapat berwarna. Kita sudah bisa
lihat profil muka si bayi ini, seperti layaknya orang bikin patung. Memang masih nampak kasar
dan belum seperti pasfoto. Namun demikian kita sudah bisa lihat kalau hidungnya pesek atau
bila ada kelainan seperti bibir sumbing. Selain itu, alat ini memungkinkan kita mendapat
gambaran yang lebih jelas tentang berbagai hal yang menyangkut kondisi janin pada setiap tahap
perkembangannya. Karena alat ini memungkinkan untuk melihat organ-organ janin dari berbagai
sudut.

3. Prinsip Ultrasonografi
USG ialah alat yang memanfaatkan gelombang ultrsonic, yaitu gelombang yang memiliki
frekuensi lebih dari 2MHz. yang mana gelombang ini lebih tinggi dari frekuensi yang dapat kita

dengar ( 20 KHz 20 Mhz ). Ultrasonik adalah suara atau getaran dengan frekuensi yang terlalu
tinggi untuk bisa didengar olehtelinga manusia, yaitu kira-kira di atas 20 kiloHertz. Hanya
beberapa hewan, seperti lumba-lumba menggunakannya untuk komunikasi, sedangkan kelelawar
menggunakan gelombang ultrasonik untuk navigasi. Dalam hal ini, gelombang ultrasonik
merupakan gelombang ultra (di atas) frekuensi gelombang suara (sonik).
Gelombang ultrasonik dapat merambat dalam medium padat, cair dan gas. Reflektivitas
dari gelombang ultrasonik ini di permukaan cairan hampir sama dengan permukaan padat, tapi
padatekstil

dan

busa,

maka

jenis

gelombang

ini

akan

diserap.

Frekuensi yang diasosiasikan dengan gelombang ultrasonik pada aplikasi elektronik dihasilkan
oleh getaran elastis dari sebuah kristal kuarsa yang diinduksikan oleh resonans dengan suatu
medan listrik bolak-balik yang dipakaikan (efek piezoelektrik). Kadang gelombang ultrasonik
menjadi tidak periodik yang disebut derau (noise), dimana dapat dinyatakan sebagai superposisi
gelombang-gelombang periodik, tetapi banyaknya komponen adalah sangat besar. Kelebihan
gelombang ultrasonik yang tidak dapat didengar, bersifat langsung dan mudah difokuskan. Jarak
suatu benda yang memanfaatkan delay gelombang pantul dan gelombang datang seperti pada
sistem radar dan deteksi gerakan oleh sensor pada robot atau hewan.
Gelombang suara frekuensi tinggi ini dihasilkan dari kristal-kristal yang terdapat dalam
suatu alat yang disebut transduser.Perubahan bentuk akibat gaya mekanis pada kristal, akan
menimbulkan tegangan listrik. Fenomena ini disebut efek piezo-electric, yang merupakan dasar
perkembangan USG selanjutnya.Bentuk kristal akan berubah bila dipengaruhi oleh medan listrik.
Sesuai dengan polaritas medan listrik yang melaluinya, kristal akan mengembang dan
mengkerut, maka akan dihasilkan gelombang suara frekuensi tinggi.

4. Penggunaan Ultrasonografi
Perangkat USG terdiri dari transducer, monitor, dan mesin USG. Transducer adalah
komponen USG yang ditempelkan pada bagian tubuh yang akan diperiksa, seperti dinding perut
atau dinding poros usus besar pada pemeriksaan prostat. Di dalam transducer terdapat kristal
yang digunakan untuk menangkap pantulan gelombang yang disalurkan oleh transducer.
Monitor merupakan perangkat yang digunakan untuk menampilkan display hasil USG dan

mengetahui arah dan gerakan jarum menuju sasaran. Mesin USG merupakan bagian dari USG
dimana fungsinya untuk mengolah data yang diterima dalam bentuk gelombang. Mesin USG
merupakan CPU dalam teknologi USG sehingga di dalamnya terdapat komponen-komponen
yang sama seperti pada CPU pada PC termasuk untuk mengubah gelombang hasil USG menjadi
gambar.
Dalam pemeriksaan kandungan dengan USG, ada dua metode yang lazim ditempuh.
Pertama, metode transabdominal. Metode ini paling dikenal karena ditemukan lebih dahulu.
Dokter akan mengoleskan semacam jelly di perut lalu menggerakkan transducer untuk
memperoleh gambaran yang dikehendaki. Secara sederhana, jelly berfungsi mempertinggi
kemampuan mesin USG untuk mengantarkan gelombang suara. Metode kedua adalah
transvaginal. Pada metode ini, transducer dimasukkan ke vagina. Dengan cara ini, gambar yang
dihasilkan lebih jelas karena resolusi yang lebih tinggi. Maklum, obyek yang diperiksa berada
lebih dekat dengan transducer ketimbang pada metode transabdominal. Sebagai catatan, metode
transvaginal dijamin tidak berefek negatif apa pun untuk wanita hamil dan janin yang
dikandungnya. Prosedur pemeriksaan dengan metode ini memakan waktu sekitar 15 menit.
Selama pemeriksaan, pasien dapat menyaksikan gambar-gambar bayinya melalui monitor.
Pemeriksaan USG tidak ada kontra indikasinya, karena pemeriksaan ini sama sekali tidak
akan memperburuk penyakit penderita. USG juga tidak berbahaya bagi janin karena USG tidak
mengeluarkan radiasi gelombang suara yang bisa berpengaruh buruk pada otak si jabang bayi.
Hal ini berbeda dengan penggunaan sinar rontgen. USG baru berakibat negatif jika telah
dilakukan sebanyak 400 kali. Dampak yang timbul dari penggunaan USG hanya efek panas yang
tak berbahaya bagi ibu maupun bayinya. Dalam 20 tahun terakhir ini, diagnostik ultrasonik
berkembang dengan pesatnya, sehingga saat ini USG mempunyai peranan penting untuk
menentukan kelainan berbagai organ tubuh. Jadi, jelas bahwa dalam penggunaan USG untuk
menegakkan diagnosa medis tidak memiliki kontra indikasi atau efek samping terhadap pasien.
Ada beberapa prosedur yang perlu diperhatikan dalam penggunaan USG, yaitu lebih
kepada persiapan pasien, walaupun sebenarnya tidak diperlukan persiapan khusus. Walaupun
demikian pada penderita obstivasi, sebaiknya semalam sebelumnya diberikan laksansia. Untuk
pemeriksaan alat- alat rongga di perut bagian atas, sebaiknya dilakukan dalam keadaan puasa dan
pagi hari dilarang makan dan minum yang dapat menimbulkan gas dalam perut karena akan
mengaburkan gambar organ yang diperiksa. Untuk pemeriksaan kandung empedu dianjurkan

puasa sekurang-kurangnya 6 jam sebelum pemeriksaan, agar diperoleh dilatasi pasif yang
maksimal. Untuk pemeriksaan kebidanan dan daerah pelvis, buli-buli harus penuh. Pasien akan
diminta untuk menurunkan celana/rok hingga pangkal paha. Setelah itu gel dingin, sebagai
konduktor gelombang suara akan dioleskan di atas perut pasien. Sonografer akan menggunakan
suatu alat untuk menghasilkan gelombang suara ke dalam rahim. Alat tersebut digerakan
perlahan di atas perut pasien. Gelombang suara dipantulkan oleh tulang dan jaringan tubuh
kembali ke alat pemindai sebagai sinyal listrik untuk mengghasilkan citra berwarna hitam dan
putih dari si janin. Biasaanya pada kehamilan trimester 1, dianjurkan agar pasien tidak buang air
kecil dulu atau banyak minum agar dapat melihat rahim dan janin dengan lebih baik.
Setelah dilakukan proses USG, akan diperoleh hasil berupa print out USG. Pada hasil
USG, selain gambar janin, terdapat tabel-tabel atau angka-angka yang diukur dari pengukuran
dokter terhadap tungkai lengan, kaki, dan diameter kepala. Itu semua bisa menghasilkan rumus
yang menunjukkan berat janin. Namun hanya dokter yang bisa membacanya.

5. Jenis Jenis USG


Pada dasarnya ada tujuh uji USG namun pada proses utamanya sama. Ketujuh tipe prosedur
tersebut adalah:
Pindai Transvaginal : Sebuah alat pemindai yang dirancang khusus digunakan di dalam vagina
untuk menghasilkan citra sonogram. Paling sering digunakan di masa awal kehamilan.
Ultrasonografi standar : Uji USG umum yang menggunakan sebuah pemindai untuk
menghasilkan citra dua dimensi dari janin yang berkembang.
Ultrasonografi lanjutan : Uji ini mirip dengan USG standar, namun uji ini lebih ditujukan untuk
memeriksa penyakit tertentu dan menggunakan peralatan yang lebih canggih
USG Doppler : Prosedur pencitraan ini mengukur perubahan pada frekuensi gelombang
ultrasonografi saat dipantulkan obyek bergerak, seperti sel darah.

USG 3-D : Dilakukan dengan menggunakan pemindai yang dirancang khusus dan piranti lunak
untuk menghasilkan citra tiga dimensi dari janin yang sedang berkembang.
USG 3-D dinamis atau 4-D: Dilakukan dengan pemindai yang dirancang khusus untuk melihat
wajah dan pergerakan bayi sebelum kelahiran.
Echokardiografi Janin: Menggunakan gelombang suara ultra untuk mengetahui fungsi dan
anatomi jantung bayi. Ini digunakan untuk membantu pemeriksaan dugaan cacat jantung
kongenital.

6. Manfaat USG
Beberapa manfaat dari USG diantaranya :
Menemukan dan menentukan letak massa dalam rongga perut atau pelvis.
Membedakan kista dengan massa yang solid
Mempelajari pergerakan organ (jantung, aorta, vena kava), maupun pergerakan janin dan
jantungnya.
Pengukuran dan penentuan volum. Pengukuran aneurisma arterial, fetal-sefalometri,
menentukan kedalaman dan letak suatu massa untuk biopsi. Menentukan volum massa ataupun
organ tubuh tertentu (misalnya buli-buli, ginjal, kandung empedu, ovarium, uterus, dan lainlain).
Biopsi jarum terpimpin. Arah dan gerakan jarum menuju sasaran dapat dimonitor pada layar
USG.
7.

Keuntungan USG
Bersifat non-invasif
Dapat digunakan untuk melihat pergerakan organ, sama eperti fluoroskopi
Sifat jaringan-jaringan yang dicitrakan dapat dibedakan
Alatnya kecil dan dapat dibawa ke mana-mana (misal ke bangsal, unit darurat dll)
Pemeriksaan tidak memerlukan waktu yang lama
Tenaga listrik yang diperlukan hanya sedikit
Tidak memerlukan kamar gelap
Ruangan yang diperlukan relatif kecil dan dinding tidak perlu diberi proteksi tambahan
Memungkinkan tindakan biopsi jaringan yang tepat

Peralatan relatif lebih murah kalau dibandingkan dengan alat roentgen diagnostik khusus,
kedokteran nuklir, tomografi komputer, dan alat magnetic resonance.

8.

Kelemahan USG
USG tidak mampu menembus bagian tertentu badan.
70 % gelombang suara yang mengenai tulang akan dipantulkan, sedang pada perbatasan
rongga-rongga yang mengandung gas 99 % dipantulkan.

BAB 3
PENUTUP

Kesimpulan:
Dengan ditemukannya Ultrasonografi, dokter dapat melihat sejauh mana perkembangan
yag terjadi pada janin Ibu, keaktifan gerakan, ketepatan posisi sesuai usia, kemungkinan adanya
penyakit, kelainan, gangguan, dan sebagainya yang menyertai kehamilan Ibu.
Tentu saja, dunia kesehatan dan fisika medis juga mengalami kemajuan dengan adanya
alat tersebut. Dalam penerapannya di dalam ilmu fisika, Ultrasonografi menggunakan gelombang
elektromagnetik untuk dapat menampilkan citra yang dapat memunculkan gambar tiga dimensi
dari tubuh pasien.

DAFTAR PUSTAKA
http://luviony-luny.blogspot.com/2011/06/ultrasonografi.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Ultrasonografi_medis
http://health.okezone.com/read/2012/05/18/483/631710/redirect
http://arl.blog.ittelkom.ac.id/blog/2011/10/ultrasonografi-usg/
http://www.scribd.com/doc/24435510/ULTRASONOGRAFI
http://kesehatan.trolibelanja.com/?p=92