Anda di halaman 1dari 7

Pemilihan hewan uji

Menggunakan mencit dengan umur kurang lebih 2


bulan dengan berat 20-30 gram dan menggunakan
larva udang dengan metode BTS (brine shrimp lethality
test)
Literatur Pemilihan hewan uji
digunakan mencit atau tikus karena murah,mudah
didapat,dan mudah di tangani. Sebaiknya dilakukan
pada kedua jenis kelamin,juga pada hewan dewasa,
dan masih muda karena mungkin keretanannya
berbeda.

Pemilihan dosis
Dosis didapatkan dari dosis efektif,penelitian
sebelumnya,uji pendahuluan, dan patokan dosis terapi
yang dikonversikan dari tikus ke mencit.
Rata-rata digunakan 4-5 perlakuan dosis.

Literatur
Dosis : digunakan empat dosis atau lebih dengan harapan
bahwa sekurang kurangnya tiga diantaranya akan
berada dalam rentang dosis yang dikehendaki, dan rasio
dosis antara 1,2-2 antara dosis yang berurutan

Pengamatan
Dilakukan selama 24 jam dan dilakukan
pengamatan bertahap dengan dosis
tunggal setiap 2 jam pertama , 3 jam
pertama , 4 jam pertama. Pada larva
udang dilakukan pengamatan dengan
dosis tunggal selama 24 jam.
Pengamatan dilakukan pada perubahan
fisik,organ tubuh seperti
hati,ginjal,diamati mati atau tidak.

Literatur
Pengamatan dan pemeriksaan :
Jangka waktu pemeriksaan harus cukup panjang
biasanya 7-14 hari tetapi dapat lebih lama
Autopsi kasar dilakukan pada hewan yang mati
dan hewan yang hidup terutama hewan yang
tampak sakit pada akhir percobaan
Pemeriksaan histopatologik organ tubuh dan
jaringan tertentu

Hasil
Hasil yang didapat dari
beberapa uji ketoksikan
akut rata-rata menunjukkan
hasil praktis tidak toksik
pada hewan mencit
sedangkan pada larva
udang di dapatkan hasil
berpotensi toksik.

terimakasih

Referensi :
Frank,2006,Toksikologi Dasar,UI press,Jakarta.