Anda di halaman 1dari 10

MINI CEX HIDUNG

RHINITIS ALERGI

Diajukan kepada :
Dr. Bambang S, Sp.THT

Disusun oleh :
Gamal Hariansyah
1310221076

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA
BAGIAN ILMU KESEHATAN THT
RST TINGKAT II Dr. SOEDJONO MAGELANG
2014
LEMBAR PENGESAHAN
1

Lembar Pengesahan

MINI CEX HIDUNG


RHINITIS ALERGI

Diajukan untuk memenuhi syarat


Mengikuti kepaniteraan klinik
Di bagian Ilmu Kesehatan THT RST Dr.Seodjono Magelang

Telah disetujui dan dipresentasikan


Pada tanggal

Juli 2014

Disusun oleh :
Gamal Hariansyah
1310221076

Dosen Pembimbing

dr. Bambang S, Sp.THT

BAB I
STATUS PASIEN

I.1

I.2

IDENDITAS PASIEN
Nama

: Sdr. R

Umur

: 17 tahun

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Agama

: Islam

Alamat

: Jalan Madura No.4 PA III, Magelang

Pekerjaan

: Pelajar

Status Pernikahan

: Belum menikah

SUBJEKTIF (Anamnesis)
Keluhan Utama
Hidung sering tersumbat
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke poli THT RST dr.Soedjono Magelang dengan keluhan
hidung sering tersumbat baik kanan maupun kiri. Keluhan sudah sering
dirasakan sejak kecil. Keluhan dirasakan makin memberat sampai saat ini.
Tidak terdapat gangguan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Hidung
tersumbat dirasakan apabila pasien terpapar banyak debu dan semakin
memberat dengan udara dingin seperti saat bangun tidur yang hampir selalu
merasa hidung tersumbat hingga bersin-bersin >5 hampir setiap hari. Keluar
cairan berwarna putih bening agak banyak dari kedua lubang hidung.
Keluhan sedikit berkurang dengan menggunakan masker. Selain itu, pasien
terkadang seperti merasa nyeri pada hidung, kepala terasa pusing, mata

sering terasa gatal dan berair. Pasien tidak pernah menggunakan obat
semprot/ tetes hidung.
Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat alergi

: debu

Riwayat penyakit lain

: asma (-)

Riwayat operasi

: (-)

Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat penyakit serupa

:(-)

Riwayat alergi

: (+) debu (ibu pasien)

Riwayat penyakit lain

: asma (-)

Riwayat Sosial Ekonomi


Kesan ekonomi cukup. Pasien berobat sebagai pasien bpjs.

I.3

OBJEKTIF (Pemeriksaan Fisik)


Status Generalis
Keadaan Umum

: Baik

Kesadaran

: Compos Mentis

Status Gizi

: Baik

Vital Sign

TD

120/80 mmHg

Nadi

84x/menit

RR

20x/menit

36,6OC

Status Lokalis THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan)


Kepala dan Leher
Kepala

Mesocephale

Wajah

Simetris, allergic shiner (-), allergic salute (-), allergic


crease (-), facies adenoid (-)

Mulut

Sianosis (-),

Gigi geligi :

Normal

Lidah

Normal, kotor (-), tremor (-), geographic tongue (-)

Leher

Pembesaran kelenjar limfe (-)

Pemeriksaan Telinga
Dextra
Auricula

Pre auricular

Retro auricular

Mastoid

CAE

Membran timpani

Sinistra

Bentuk normal

Bentuk normal

nyeri tarik (-)

nyeri tarik (-)

nyeri tragus (-)

nyeri tragus (-)

Bengkak (-)

Bengkak (-)

nyeri tekan (-)

nyeri tekan (-)

fistula (-)

fistula (-)

Bengkak (-)

Bengkak (-)

Nyeri tekan (-)

Nyeri tekan (-)

Bengkak (-)

Bengkak (-),

Nyeri tekan (-)

Nyeri tekan (-)

Serumen (-)

Serumen (-)

hiperemis (-)

hiperemis (-)

Sekret (-)

Sekret (-)

Intak

Intak

putih mengkilat

putih mengkilat

refleks cahaya (+)

refleks cahaya (+)

Pemeriksaan Hidung
Hidung Luar
Dextra

Sinistra

Tidak tampak deformitas

Tidak tampak deformitas

Eritem (-), bengkak (-)

Eritem (-), bengkak (-)

(-)

(-)

(-)

(-)

(-)

(-)

(-)

(-)

Normal

Normal

Inspeksi
Bentuk
Tanda Inflamasi
Palpasi
Krepitasi
Nyeri tekan hidung
Nyeri tekan sinus
Nyeri ketuk sinus
Rhinoskopi anerior
Vestibulum nasi
Septum deviasi (-)
Septum
(+) serosa bening

(+) serosa bening

Edema (+)

Edema (+)

Basah (+)

Basah (+)

Pucat (+)

Pucat (+)

Hipertrofi (+)

Hipertrofi (+)

Hipertrofi (+)

Hipertrofi (+)

Hiperemis (-)

Hiperemis (-)

Sekret
Mukosa

Konka Nasi Media

Konka Nasi Inferior

Hipertrofi (+)

Hipertrofi (+)

Hiperemis (-)
(-)

Hiperemis (-)
(-)

(-)

(-)

(-)

(-)

Massa
Tumor
Perdarahan

Pemeriksaan Tenggorokan
Orofaring
- Mukosa
- Dinding Faring
Cobblestone appereance

Hiperemis (-), rata


granular (-)
(-)
Hiperemis (-), Ulkus (-)

Palatum Mole
Simetris (+), Hiperemis (-)
Arcus Faring
Bentuk normal, di tengah, hiperemis (-)
Uvula
Tonsil
- Ukuran
- Warna
- Permukaan
- Kripte
- Detritus
- Perlekatan
Lidah

Dextra
T1
Hiperemis (-)

Sinistra
T1
Hiperemis (-)

Rata
Rata
Melebar (-)
Melebar (-)
(-)
(-)
(+)
(+)
Geographic tongue (-)

I.4

Ringkasan
1.

Anamnesis
Hidung tersumbat
Rhinore encer dan jernih (+)
Hidung terasa nyeri (+)
Kepala pusing (+)
Mata berair (+)
Riwayat alergi debu (+), memberat dengan udara dingin (+)
Riwayat alergi debu pada ibu penderita (+)

2.

Pemeriksaan Fisik
Hidung luar terlihat normal
Rhinoskopi anterior:
o Konka media dan inferior nasalis dextra et sinistra hipertrofi (+)
o Sekret serosa
o Mukosa pucat (+), edema (+), basah (+), hipertrofi (+)
Tanda khas :
o Allergic shiner (-),
o Allergic salute (-),
o Allergic crease (-),
o Facies adenoid (-)
o Cobblestone appereance (-)
o Geographic tongue (-)

I.5. Diagnosis banding


Rhinitis alergi
Rhinitis vasomotor

I.6. Diagnosis sementara


Rhinitis alergi

I.7. Usulan Pemeriksaan penunjang

Invitro
o Hitung eosinofil
o IgE total
o Sitologi hidung
o IgE spesifik dengan RAST atau ELISA

Invivo
o SET (Skin End Point Titration)
o IPDFT (Intracutaneus Provocative Dillituional Food Test)
o Challenge test

I.8. Terapi
1. Avoidance dengan menghindari faktor-faktor penyebab alergi
2. Medikamentosa

AH2 Cetirizine 1x 10mg/hari

Dekongestan topikal efedrin 3-4x 50 mg

Kortikosteroid topikal Triamcinolone acetonide nasal spray 220 mcg/hari (2


semprotan tiap lubang hidung sehari)

Kortikosteroid oral deksametason 8-16 mg/hari terbagi dalan 2 dosis yaitu


2-1-0

Ipratropium bromida 3-4 x 0,4-2 ml/hari (3-4 x 2 semprot)

Paracetamol 3x 500mg selama 3 hari

Nonmedikamentosa
Operatif

Konkotomi parsial (pemotongan sebagian konka inferior)


Konkoplasti
I.9. Edukasi

Memberikan penjelasan kepada pasien bahwa penyakitnya ini disebabkan


karena alergi, yang salah satu alergen penyebabnya pada pasien adalah debu.
Sehingga diusahakan untuk menghindari alergen penyebab tersebut. Salah
satu caranya adalah dengan sering menggunakan masker.

Jangan menggunakan karpet di rumah

Sering melakukan pencucian sprei dan bantal dan sebaiknya dihindari


penggunaan dengan bahan kapuk

Jendela rumah sebaiknya di buka

Pasien juga akan merasakan jantungnya berdebar-debar

Minum obat secara teratur sesuai petunjuk dokter

Meningkatkan kondisi badan dengan asupan gizi yang cukup, olaraga


serta istirahat yang cukup

Menjelaskan kepada pasien akan kambuh jika faktor pencetusnya tidak


dihindari.

I.10. Prognosa
Qou ad vitam

: dubia ad bonam

Qou ad sanam

: dubia ad bonam

Quo ad functionam

: dubia ad malam

10