Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

PERGURUAN TINGGI

MAKALAH PERGURUAN TINGGI Kelompok 8 : 1. Aghilia Khodijah 2. Anazatul Naim 3. Arindra Setyo S.
MAKALAH PERGURUAN TINGGI Kelompok 8 : 1. Aghilia Khodijah 2. Anazatul Naim 3. Arindra Setyo S.

Kelompok 8 :

1. Aghilia Khodijah

2. Anazatul Naim

3. Arindra Setyo S.

4. Athi’ Firliya R.

(140211600046)

(140211605474)

(140211600526)

(140211606343)

Offering : BB

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA, DAN DAERAH

NOVEMBER 2014

A. Pengertian Perguruan Tinggi

Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen. Perguruan tinggi dibedakan menjadi 2 :

Perguruan tinggi negeri yakni, perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah.

perguruan tinggi swasta yakni perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pihak swasta.

B. Landasan Hukum

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi

2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi

3. Undang-Undang N0. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Bab V pasal 16 ayat (1) dan ayat (2)

4. Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi

C. Landasan Filosofis

1. Pancasila sebagai sumber dari segala gagasan mengenai wujud bangsa manusia dan masyarakat yang dianggap baik, sumber dari segala sumber nilai yang menjadi pangkal serta bermuara dari setiap keputusan dan tindakan dalam pendidikan dengan kata lain, Pancasila sebagai sumber sistem nilai dalam pendidikan.

2. UUD 1945 untuk mewujudkan terselenggaranya pendidikan nasional.

D. Landasan Historis

1. 3 Juli 1920 berdiri sekolah tinggi pertama Hindia Belanda, Technische Hoogeschool (Sekolah Tinggi Teknik), yang dikenal dengan singkatan namanya THS didirikan di Bandung.

3.

16 Agustus 1927 berdiri Geneeskundige Hoogeschool (GHS atau Sekolah Tinggi Kedokteran) yang merupakan institusi pendidikan tinggi ketiga yang dibuka di Jakarta.

E. Bentuk-Bentuk Perguruan Tinggi

1. Universitas : Suatu institusi pendidikan tinggi dan penelitian, yang memberikan gelar akademik dalam berbagai bidang. Sebuah universitas menyediakan pendidikan sarjana dan pascasarjana. Kata universitas berasal dari bahasa Latin universitas magistrorum et scholarium, yang berarti "komunitas guru dan akademisi". Contoh : Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Malang

2. Institut : menyelenggarakan program pendidikan akademik dan/atau profesional dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian yang sejenis. Contoh : Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Institut Pertanian Bogor

3. Sekolah Tinggi : menyelenggarakan program pendidikan akademik dan/atau profesional dalam lingkup satu disiplin ilmu tertentu. Contoh : Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, Sekolah Tinggi Manajemen Industri, STAIN Kediri

4. Politeknik : menyelenggarakan program pendidikan profesional dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus. Contoh : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Politeknik Kesehatan Jakarta, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.

5. Akademi : menyelenggarakan program pendidikan profesional dalam satu cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian tertentu. Contoh : Akademi Kimia Analis, Akademi Meteorologi dan Geofisika, Akademi Angkatan Laut.

6. Akademi Komunitas : Akademi Komunitas merupakan Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi setingkat diploma satu dan/ atau diploma dua dalam satu atau beberapa cabang Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi tertentu yang berbasis keunggulan lokal atau untuk memenuhi kebutuhan khusus. Contoh : Akademi Komunitas Rembang, Akademi Komunitas Madiun.

Universitas Ne geri Malang

Universitas Negeri Mala ng (UM), merupakan

perguruan tinggi negeri yang

Blitar, Jawa Timur, Indo nesia. Universitas ini

didirikan pada tanggal 1 8 Oktober 1954 yang

Malang dan merupakan

salah satu IKIP tertua di Indo nesia. Rektor UM saat ini dijabat oleh Prof. Dr. H. A.H. Rofiuddin, M.Pd.

sebelumnya bernama IKIP

terletak di Malang dan

M.Pd. sebelumnya bernama IKIP terletak di Malang dan Keterangan : Cikal bakal Universit as Negeri Malang
M.Pd. sebelumnya bernama IKIP terletak di Malang dan Keterangan : Cikal bakal Universit as Negeri Malang
M.Pd. sebelumnya bernama IKIP terletak di Malang dan Keterangan : Cikal bakal Universit as Negeri Malang

Keterangan :

Cikal bakal Universit as Negeri Malang adalah Perguruan Tingg i Pendidikan Guru (PTPG) di Malang yang dire smikan oleh Menteri Pendidikan, Pengajara n, dan Kebudayaan

18 Oktober 1954

Republik Indonesia, Prof.

berdasarkan SK No. 38742/K ab tanggal 1 September 1954. Bersamaan de ngan itu pula, Prof.

Sutan Adam Bachtiar ditugas kan sebagai Rektor PTPG Malang.

Mr.

Mohammad

Yamin,

pada

tanggal

Pada tanggal 10 Nov ember 1954, didirikan suatu universitas ba ru di Jawa Timur,

(Unair) yang terletak di Surabaya. Sebag ai konsekuensinya,

berdasarkan PP No. 71/1958, PTPG secara formal berubah status menjadi Fakultas Keguruan

yaitu Universitas Airlangga

dan Ilmu Pendidikan (FKIP)

Unair. Pada tahun 1958, atas jasa Wali Ko ta Malang saat itu,

Sarjono, lembaga ini mendapatkan sebidang tanah untuk membangun kompleks kampus yang terletak di Jalan Semarang 5, Malang.

Tahun 1963 dikeluarkan sebuah kebijakan untuk menyatukan beberapa FKIP dan

Institut Pendidikan Guru di Madiun menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang. Pada tanggal 3 Januari 1963, terbit Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan No. 35/1964 yang menetapkan bahwa IKIP Malang memiliki cabang di:

Surabaya, berasal dari cabang FKIP Universitas Airlangga;

Madiun, berasal dari Cabang FKIP Universitas Airlangga;

Singaraja, berasal dari FKIP Universitas Udayana;

Kupang dan Ende, berasal dari FKIP Universitas Nusa Cendana.

Mulai tanggal 1 Mei 1963 diresmikan menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang dengan Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 55 Tahun 1963 tanggal 22 Mei 1963. Dan terhitung mulai tanggal 4 Agustus 1999 menjadi Universitas Negeri Malang dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 93 Tahun 1999 tanggal 4 Agustus 1999 sampai sekarang.

Lokasi Kampus

1999 tanggal 4 Agustus 1999 sampai sekarang. Lokasi Kampus Kampus I (Kampus Induk) di Jl. Semarang
1999 tanggal 4 Agustus 1999 sampai sekarang. Lokasi Kampus Kampus I (Kampus Induk) di Jl. Semarang

Kampus I (Kampus Induk) di Jl. Semarang 5 Malang

Kampus II di Jl. Ki Ageng Gribig 45 Kedungkandang Malang

Kampus III di Jl. Ir. Sukarno 3 Blitar (bekas SPG Blitar) Universitas Negeri Malang memiliki

Kampus III di Jl. Ir. Sukarno 3 Blitar (bekas SPG Blitar)

Universitas Negeri Malang memiliki 3 lokasi kampus yang terpisah karena pada saat itu di Indonesia ada perubahan pendidikan. SPG (Sekolah Pendidikan Guru) dan SGO (Sekolah Guru Olahraga) ditutup. SPG ada di mana-mana salah satunya di Malang dan Blitar. Guru-guru SPG tersebut bergabung dan menjadi dosen di UM. Karena itu Lokasi SPG Malang dan Blitar berubah menjadi kampus II dan kampus III UM.

Visi dan Misi

Visi Menjadi perguruan tinggi unggul dan menjadi rujukan dalam penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi.

Misi

Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran di perguruan tinggi yang berpusat pada peserta didik menggunakan pendekatan pembelajaran yang efektif dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi.

Menyelenggarakan penelitian dalam ilmu kependidikan ilmu pengetahuan teknologi ilmu sosial budaya seni dan/atau olahraga yang temuannya bermanfaat bagi pengembangan ilmu dan kesejahteraan masyarakat.

Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu kependidikan ilmu pengetahuan teknologi ilmu sosial budaya seni dan/atau olahraga.

Menyelenggarakan tatapamong perguruan tinggi yang otonom akuntabel dan transparan yang menjamin peningkatan kualitas berkelanjutan.

Tujuan

1. Menghasilkan lulusan yang cerdas religius berakhlak mulia mandiri dan mampu berkembang secara profesional.

2. Menghasilkan kinerja institusi yang efektif dan efisien untuk menjamin pertumbuhan kualitas pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yang berkelanjutan.

3. Menghasilkan karya ilmiah dan karya kreatif yang unggul dan menjadi rujukan dalam ilmu kependidikan ilmu pengetahuan teknologi ilmu sosial budaya seni dan/atau olahraga.

4. Menghasilkan karya pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu kependidikan ilmu pengetahuan teknologi ilmu sosial budaya seni dan/atau olahraga untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri produktif dan sejahtera.

Struktur Organisasi

yang mandiri produktif dan sejahtera. Struktur Organisasi Keterangan : Universitas Negeri Malang merupakan perguruan

Keterangan :

Universitas Negeri Malang merupakan perguruan tinggi negeri sehingga berada di bawah naungan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta dibina oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Universitas Negeri Malang dipimpin oleh seorang Rektor yang bertugas memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta membina pendidik, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan hubungannya dengan lingkungan. Dalam melaksanakan tugasnya Rektor dibantu oleh Wakil Rektor I (Bidang Akademik),

Wakil Rektor II (Bidang Umum dan Keuangan), Wakil Rektor III (Bidang Kemahasiswaan), dan Wakil Rektor IV (Bidang Perencanaan, Sistem Informasi, Komunikasi, dan Kerjasama).

Senat universitas adalah badan normatif yang merupakan perwakilan tertinggi lembaga-lembaga dan dosen yang beranggotakan Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga, Profesor, dan dua orang dosen anggota Senat Fakultas yang bukan Profesor dari tiap-tiap fakultas. Fungsinya adalah memberikan pertimbangan dan pengawasan dalam merumuskan norma dalam merumuskan norma dan kebijakan yang berkaitan dengan aktivitas akademik dan pengembangan universitas.

Tugas Rektor dan bawahannya dipantau oleh Dewan Pengawas dan Dewan Pertimbangan. Di sini Rektor memberikan perintah pada beberapa lembaga. Di antaranya Satuan Pengawasan Internal, Biro, UPT (Unit Pelaksana Teknis), Lembaga, Pascasarjana, dan Fakultas. Satuan Pengawasan Internal sendiri merupakan badan yang memberikan pengawasan terhadap Biro (pengelolaan administrasi UM), Pusat Bisnis, dan Lembaga. Di UM terdapat dua biro yakni BAKPIK (Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, Informasi, dan Kerjasama) serta BUK (Biro Umum dan Keuangan). BAKPIK bertugas melaksanakan pemberian layanan di bidang akademik, kemahasiswaan, perencanaan, informasi, kerjasama, dan alumni. Sedangkan BUK bertugas melaksanakan urusan keuangan, kepegawaian, barang milik negara, ketatausahaan, kerumahtanggaan, dan ketatalaksanaan.

UPT (Unit Pelaksana Teknis) merupakan unsur-unsur organisasi yang berfungsi menunjang pelaksanaan kegiatan akademik di antaranya, Perpustakaan, Pusat Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK), Pusat Pengembangan Laboratorium Pendidikan (P2LP), Pusat Pengkajian Pancasila (P2 Pancasila), dan Satuan Penjaminan Mutu (SPM). Lembaga- lembaga yang terdapat di UM yakni, LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) bertugas melaksanakan, mengkoordinasi, memantau, dan menilai pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Yang kedua adalah Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) bertugas melaksanakan, mengkoordinasi, memantau, dan mengevaluasi kegiatan pengembangan pendidikan dan pembelajaran.

Pelaksanaan kegiatan akademik UM bertumpu pada 8 fakultas yang menyelenggarakan program Diploma dan Sarjana yakni, Fakultas Sastra (FS), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Fakultas Pendidikan

Psikologi (FPPsi), Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), dan Pendidikan Magister dan Doktor yang diselenggarakan oleh Pascasarjana.

Program Sarjana Lulusan UM

1. TEQIP (Teacher Quality Improvement Program)

Merupakan salah satu model pemberdayaan guru melalui pembelajaran bermakna dengan pola lesson study atau proses peningkatan profesionalisme guru secara terus menerus. Program ini telah dibangun sejak 2010 dan sampai saat ini telah berhasil meningkatkan kualitas lebih dari 24 ribu guru di Indonesia. Pada tahun 2013 lalu sebanyak 176 guru mengikuti program ini. TEQIP 2013 menjangkau 12 propinsi dan 22 kabupaten kota di Indonesia. Universitas Negeri Malang sebagai penyelenggara juga menggandeng sejumlah perguruan tinggi mitra untuk membantu mengawasi pelaksanaan TEQIP di daerah. Program TEQIP ini dimulai dengan peserta mengikuti pelatihan, selanjutnya peserta kembali ke daerah asalnya untuk mempraktikkan di lapangan. Ada enam perguruan tinggi mitra yang dilibatkan dalam program ini, yaitu Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Universitas Negeri Manado, Universitas Muhammadiyah Sorong, Universitas Negeri Medan, Universitas Nusa Cendana Kupang. Kegiatan ini dilakukan oleh Universitas Negeri Malang (UM) dan bekerjasama dengan PT. Pertamina (Persero).

2. SM3T (Sarjana Mengajar di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal)

Program ini diadakan oleh LP3 dan diperuntukkan bagi mahasiswa yang baru lulus sarjana. Cara pendaftarannya dilakukan secara online dan akan ditentukan lolos tidaknya oleh pusat di Jakarta.

Sumber Informasi :

1. Ibu Nur Laily S.Pd (Bu Lely) - KASUBAG Pendidikan Fakultas Sastra

2. Katalog Universitas Negeri Malang Edisi 2014