Anda di halaman 1dari 12

Sampling Audit dan Sampling

dalam Pengujian Pengendalian

Benny Suhendra
Denny Novi Satria
Yuda Ditio Rahmadi

PENDAHULUAN
Auditor

dibenarkan
menerima
beberapa
ketidakpastian jika biaya dan waktu yang
diperlukan untuk melakukan pengujian data
100%, dalam pertimbangannya, lebih besar dari
konsekuensi kemungkinan kesalahan pemberian
pendapat auditor dari data audit terhadap data
sampel. Karena pemeriksaan akuntan dibatasi
oleh biaya, misalnya bagi akuntan publik biaya
akuntan tidak boleh melebihi audit fee yang
mereka terima dari klien. Sampel dapat
membantu mereka dengan adanya metode
pemeriksaan tanpa harus melakukan 100%
pemeriksaan, tetapi dengan hasil yang dapat

A. Sampling Audit
Sampling audit adalah penerapan prosedur audit

terhadap kurang dari seratus persen unsur dalam


suatu dalam saldo akun atau kelompok transaksi
dengan tujuan untuk menilai beberapa karakteristik
saldo akun atau kelompok transaksi tersebut.
IAI melalui Standar Professional Akuntan Publik Seksi
350 mendefinisikan sampling sebagai berikut:
Sampling adalah pemeriksaan atas pos-pos dalam
laporan keuangan yang besarnya kurang dari seratus
persen. Dengan kata lain, pemeriksaan secara
sampling adalah pemeriksaan atas sebagian populasi
pos-pos laporan keuangan yang diperiksa dan
menggunakan karakteristik dari sebagian populasi
tersebut
untuk
membuat
kesimpulan
yang
menyeluruh mengenai populasi yang sedang
diperiksa itu.

Risiko Sampling

Dalam PSA 26, Auditor harus menerapkan pertimbangan


profesional dalam menentukan risiko sampling. Dalam
menyelenggarakan pengujian substantif atas rincian, auditor
memperhatikan dua aspek dari risiko sampling:
1. Risiko keliru menerima (risk of incorrect acceptance)
2. Risiko keliru menolak (risk of incorrect rejection)
Auditor juga memperhatikan dua aspek risiko sampling
dalam menyelenggarakan pengujian pengendalian jika ia
menggunakan sampling:
1. Risiko penentuan tingkat risiko pengendalian yang terlalu
rendah (risk of assessingcontrol risk too low)
2. Risiko penentuan tingkat risiko pengendalian yang terlalu
tinggi (risk of assessing control risk too high)

Sampling statistik-

sampling nonstatistik
dan pemilihan sampel
probabilistik-sampel
nonprobabilistik
Dalam sampel nonstatistik
(non statistical sampling),
auditor tidak
mengkuatifikasikan resiko
sampling. Auditor memilih
item sampel yang diyakini
akan memberikan
informasi yang paling
bermanfaat, dalam situasi
tertentu, dan mencapai
kesimpulan mengenai
populasi atas dasar
pertimbangan, karena itu

Pemilihan sampel
probabilistik (probabilistic
sample selection), auditor
memilih secara acak itemitem sehingga item
populasi memiliki
probabilitas yang sama
untuk dimasukkan dalam
sampel.
Pemilihan sampel non
probabitistik (non
probabilistic sample
selection), auditor memilih
item sampel dengan
menggunakan
pertimbangan
profesionalnya dan bukan
metode probabilistik

Pengambilan Sampel Nonstatistik

Ada 14 langkah yang perlu dilakukan dalam


pengambilan sampel audit untuk menguji
pengendalian dan pengujian perincian saldo.
Langkah-langkah itu dilakukan secara paralel dan
digunakan dalam pengujian pengendalian dan
pengujian substantifatas transaksi, meskipun
tujuannya berbeda.
Secara garis besar,langkah ini meliputi 3 langkah pokok
seperti pada Langkah pengambilan sampel audit
untuk Pengujian pengendalian dan pengujuan
Perincian Saldo, yaitu :
1. Merencanakan sample
2. Memilih sample
3. Mengevaluasi hasil

Sampling Audit statistik

Metode sampling statistik yang paling sering digunakan


untuk pengujian pengendalian dan pengujian
substantif atas transaksi adalah sampling atribut
(attribute sampling).auditor mendasarkan kesimpulan
statistiknya pada ditribusi sampling. Ditribusi sampling
adalah distribusi frekuensi hasil semua sampel
berukuran khusus yang dapat diperoleh dari populasi
yang memiliki beberapa karakteristik tertentu. Tahaptahap sampling atribut:
1. Merencanakan sample
2. Memilih sample dan melaksanakan prosedur audit
3. Mengevaluasi hasil

B. Sampling dalam Pengujian


Pengendalian
Pengujian Pengendalian

adalah prosedur audit yang


digunakan untuk menentukan b.
efektifitas kebijakan dan
operasi pengendalian interen
atau prosedur pengendalian
yang diterapkan untuk
menilai control risk (resiko
pengendalian). Pengujian
tersebut meliputi jenis
c.
prosedur audit; meminta
keterangan dari personil
klien, menguji dokumen,
arsip, dan laporan,
mengamati aktivitas yang
terkait dengan pengendalian, d.
dan melaksanakan kembali
prosedur klien.
Dalam perencanaan sampel

dengan tujuan pengujian


pengendalian.
Tingkat penyimpangan
maksimum dari
pengendalian yang
ditetapkan yang akan
mendukung tingkat risiko
pengendalian yang
direncanakan.
Tingkat risiko yang dapat
diterima auditor atas
penentuan risiko
pengendalian yang terlalu
rendah.
Karakteristik populasi,
yaitu, unsur yang
membentuk saldo akun
atau kelompok transaksi
yang menjadi fokus

KASUS
Southaest Shoe Distributor Inc.
Southest Shoe Distributor (SSD) adalah bisnis yang

didirikan 10 tahun lalu ole Stewart Green dan Paul


Williams. SSD membeli dan menjual label dan merek
sepatu pria, wanita, dan anak-anak kepada 123 toko ritel
yang terletak di masyarakat kecil dan menengah. SSD
mempunyai gudang yang terletak di Atlanta, Georgia.
Penjualan bersih tahun lalu adalah $7,311,214 dan
penjualan pada umumnya tinggi di kuartal kedua dan
keempat tahun kalender.

SSD diharuskan untuk mengaudit laporan


keuangannya untuk memenuhi keperluan perjanjian
pinjamannya. Manager audit, Susan Mansfield, meninjau
control lingkungan, kebijakan penilaian resiko dan
penilaiannya bagus akan hal tersebut. Susan memutuskan
untuk tidak mendokumentasikan ataupun melaksanakan
uji kendali yang berhubungan dengan sales returns and
allowances dan write-offs akun pelanggan selama hal
tersebut tidak material. Susan menentukan jumlah
toleransi salah saji untuk revenue cycle adalah $40,000

Staf auditor, Bill Zander, menilai inherent risk yang

terkait dengan sales, cash receipts, dan account


receivable dan menyiapkan bagian inherent risk dari
matrix resiko audit. Dokumen dan pencatatan yang
digunakan mengenai sales transactions adalah
Customer Order, Sales Invoice, Bill of Lading, Monthly
Customer Statement, Standardized Price File,
Standardized Chart of Accounts, Sales Register,
Account Receivable Msater File, dan General Ledger.

Documen dan pencatatan yang digunakan


mengenai cash receipt transaction adalah Customer
Check, Sales Invoice (Remittance advice), Deposit
Slip, Cash Receipt Summary, Bank Statement,
Standardized Chart of Accounts, Cash Receipts

Yang dibutuhkan :

Selesaikan step 3 audit program R 1-3 dengan


cara memilih pengujian audt spesifik dari dua
kasus SSD sebelumnya!
2. Lakukan penilaian perencanaan pengendalian
dan resiko deteksi dengan cara menyelesaikan
step 4 audit program!
1.

TERIMA KASIH