Anda di halaman 1dari 21

1

DEFINISI
Anemia sel sabit (penyakit sel sabit) adalah penyakit dari

darah yang disebabkan oleh hemoglobin (protein yang


mengangkut oksigen didalam sel-sel darah merah)
abnormal yang diwariskan. Hemoglobin abnormal
menyebabkan sel-sel darah merah yang terdistorsi (sabit).

ETIOLOGI
Hal-hal yang dapat menjadi penyebab anemia sel sabit

adalah : (Price A Sylvia, 1995, hal : 239)


1. Infeksi
2. Disfungsi jantung
3. Disfungsi paru
4. Anastesi umum
5. Dataran tinggi

GEJALA
Ciri-ciri utama dari anemia sel sabit termasuk:
a. Kelemahan Dan Anemia
b. Krisis-Krisis Nyeri
c. Dactylitis (Pembengkakan dan peradangan dari
d.
e.
f.
g.
h.
i.

tangan- tangan dan/atau kaki-kaki) dan arthritis


Infeksi-Infeksi Bakteri
Splenic Sequestration (penumpulan yang tibatiba dari darah dalam limpa) dan Kemacetn Hati
Luka Paru Dan Jantung
Borok-Borok Tungkai
Aseptic Necrosis Dan Bone Infarcts (Kematian
Dari Bagian-Bagian Tulang)
Kerusakan Mata
4

UJI LABORATORIUM DAN


DIAGNOSTIK
Pemeriksaan darah lengkap : retikulosit (jumlah darah

bervariasi dari 30% 50%), leukositos (khususnya


pada krisis vaso-oklusit) penurunan Hb/Ht dan total
SDM.
Pemeriksaan pewarnaan SDM : menunjukkan sabit
sebagian atau lengkap, sel bentuk bulan sabit.
Tes tabung turbiditas sabit : pemeriksaan rutin yang
menentukan adanya hemoglobin S, tetapi tidak
membedakan antara anemia sel sabit dan sifat yang
diwariskan (trait)
Elektroforesis hemoglobin : mengidentifikasi adanya
tipe hemoglobin abnormal dan membedakan antara
anemia sel sabit dan anemia sel trait.

Lanjutan
LED : meningkat
GDA : dapat menunjukkan penurunan PO2
Bilirubin serum : meningkat
LDH : meningkat
IVP : mungkin dilakukan untuk mengevaluasi

kerusakan ginjal
Radiografik tulang : mungkin menunjukkan
perubahan tulang
Rontgen : mungkin menunjukkan penipisan
tulang
(Doenges E.M, 2002, hal : 585).
6

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Adapun kemungkinan diagnosa keperawatan pada
klien anemia sel sabit baik aktual maupun

potensial adalah sebagai berikut :


a. Nyeri berhubungan dengan disoksigenasi
jaringan (Hb menurun).
b. Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan
penurunan fungsi / gangguan pada sum-sum
tulang.
c. Aktifitas intolerance berhubungan dengan
kelemahan otot.
7

Lanjutan
d. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan

dengan intack nutrisi inadekuat.


e. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan
menurunnya aliran darah ke jaringan.
f. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan
gangguan integritas kulit.
g. Kecemasan / kurang pengetahuan berhubungan
dengan
kurangnya
informasi
tentang
penyakitnya.

FOKUS INTERVENSI
Nyeri berhubungan dengan diogsigenasi jaringan (Hb menurun).
Tujuan : Tidak merasakan nyeri,
Tindakan keperawatan :
1. Kaji tingkat nyeri
Rasional : Dengan mengkaji tingkat nyeri dapat
mempermudah dalam menentukan intervensi selanjutnya.
2. Anjurkan klien teknik nafas dalam
Rasional : Dengan menarik nafas dalam memungkinkan
sirkulasi O2 ke jaringan terpenuhi.
3. Bantu klien dalam posisi yang nyaman
Rasional : Mengurangi ketegangan sehingga nyeri berkurang.
4.Kolaborasi pemberian penambah darah
Rasional : Membantu klien dalam menaikkan tekanan darah
dan proses penyembuhan.
9

Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan


fungsi / gangguan pada sum-sum tulang.
Tujuan : Perfusi jaringan adekuat
Tindakan keperawatan :
1. Ukur tanda-tanda vital
Rasional : Untuk mengetahui derajat / adekuatnya perfusi
jaringan dan menentukan intevensi selanjutnya.
2. Tinggikan kepala tempat tidur klien
Rasional : Meningkatkan ekspansi paru dan memaksimalkan
oksigenasi untuk kebutuhan seluler
3. Pertahankan suatu lingkungan yang nyaman.
Rasional : Vasekonstriksi menurunkan sirkulasi perifer dan
menghindari panas berlebihan penyebab vasodilatasi.
4. Anjurkan klien untuk menghentikan aktivitas bila terjadi
kelemahan.
Rasional : Stres kardiopulmonal dapat menyebabkan
kompensasi.

10

Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan


otot.
Tujuan : aktifitas toleransi, dengan kriteria : klien bisa
melakukan aktivitas sendiri.
Tindakan keperawatan :
1. Kaji tingkat aktifitas klien
Rasional : Untuk mengetahui aktivitas yang dilakukan
klien dan untuk menetukan intervensi selanjutnya.
2. Dekatkan alat-alat yang dibutuhkan klien
Rasional : Untuk membantu klien dalam memenuhi
kebutuhannya.

11

Lanjutan
3. Bantu pasien dalam melakukan latihan aktif dan pasif
Rasional : Untuk meningkatkan sirkulasi jaringan
4. Bantu pasien dalam memenuhi kebutuhan ADLnya
Rasional : Dengan bantuan perawat dan keluarga
klien dapat memenuhi kebutuhannya.
5. Berikan lingkungan tenang
Rasional : Mningkatkan istirahat untuk menurunkan
regangan jantung dan paru.

12

Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan


porsi makan tidak dihabiskan.
Tujuan : Nutrisi terpenuhi dengan kriteria : nafsu
makan meningkat, porsi makan dihabiskan.
Tindakan keperawatan :
1. Kaji riwayat nutrisi termasuk makanan yang disukai
Rasional : Mengidentifikasi efisiensi, menduga
kemungkinan intervensi.
2. Anjurkan klien makan sedikit-sedikit tapi sering dan
bervariasi
Rasional : Pemasukan makanan atau menambah
kekuatan dan diberikan sedikit-sedikit agar pasien
tidak merasa bosan.
13

Lanjutan
3. Beri HE tentang pentingnya makanan atau gizi
Rasional : Makanan yang bergizi dapat mempercepat
penyembuhan penyakitnya..
4. Timbang berat badan setiap hari.
Rasional : Mengawasi penurunan BB atau efektivitas
intervensi nutrisi.
5. Penatalaksanaan pemberian vitamin B1.
Rasional : Vitamin bisa menambah nafsu makan.
6. Konsul pada ahli gizi
Rasional : Membantu dalam membuat rencana diit
untuk memenuhi kebutuhan individu.
14

Integritas kulit berhubungan dengan menurunnya aliran


darah ke jaringan.
Tujuan : Mempertahankan integritas kulit dengan
kriteria : kulit segar, sirkulasi darah lancar
Tindakan keperawatan :
1. Kaji integritas kulit, catat pada perubahan turgor,
gangguan warna
Rasional : Kondisi kulit dipengaruhi oleh sirkulasi,
nutrisi dan imobilitas
2. Anjurkan permukaan kulit kering dan bersih
Rasional : Area lembab, terkontamiansi memberikan
media yang sangat baik untuk pertumbuhan organisme
patogenik
15

Lanjutan.
3. Ubah posisi secara periodik
Rasional : Meningkatkan sirkulasi ke semua area
kulit membatasi iskemia jaringan / mempengaruhi
hipoksia selular.
4. Tinggikan ekstremitas bawah bila duduk
Rasional : Meningkatkan aliran balik vena
menurunkan statis vena / pembentukan edema.

16

Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan gangguan


integritas kulit.
Tujuan : Mencegah / menurunkan resiko infeksi

Tindakan keperawatan
1. Berikan perawatan kulit
Rasional : Menurunkan resiko kerusakan kulit /

jaringan dan infeksi


2. Dorong perubahan posisi / ambulasi yang sering
Rasional : Meningkatkan ventilasi semua segmen
paru dan membantu mobilisasi sekresi
17

Lanjutan.
3. Tingkatkan masukan cairan adekuat
Rasional : Membantu dalam mengencerkan sekret
pernafasan untuk mempermudah pengeluaran dan
mencegah statis cairan tubuh
4. Pantau suhu, catat adanya menggigil dan takikardia.
Rasional : Adanya proses inflamasi / infeksi
membutuhkan evaluasi / pengobatan

18

Kecemasan / kurang pengetahuan berhubungan dengan


kurangnya informasi tentang penyakitnya.
Tujuan : Memahami tentang penyakitnya, mau menerima
keadaan penyakitnya, klien tidak bertanya tentang
penyakitnya
Tindakan keperawatan :
1. Berikan informasi tentang penyakitnya
Rasional : Memberikan dasar pengetahuan sehingga
pasien dapat membuat pilihan yang tepat, menurunkan
ansietas dan dapat meningkatkan kerjasama dalam
program terapi
2. Kaji pengetahuan pasien tentang penyakitnya
Rasional : Memberi pengetahuan berdasarkan pola
kemampuan klien untuk memilih informasi
19

Lanjutan..
3. Dorong mengkonsumsi sedikitnya 4 6 liter cairan
perhari
Rasional : Mencegah dehidrasi dan konsekuensi
hiperviskositas yang dapat membuat sabit / krisis.
4. Dorong latihan rentang gerak dan aktivitas fisik teratur
dengan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat.
Rasional : Mencegah demineralisasi tulang dan dapat
menurunkan resiko fraktur.

20

21

Anda mungkin juga menyukai