Anda di halaman 1dari 29

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Era modernisasi kini telah mewabah disemua sektor dan aspek kehidupan bangsa
Indonesia, baik kota maupun desa yang pada akhirnya akan berdampak terhadap perilaku
masyarakat Indonesia. Disadari atau tidak bahwasanya budaya barat secara perlahan-lahan
mulai menggerogoti perilaku masyarakat Indonesia yang rentan terhadap hal-hal baru.
Yang menjadi sasaran empuk dari budaya barat adalah remaja yang kondisi psikologisnya
masih labil dan mudah terpengaruh akan hal-hal baru. Ini terlihat dari pergaulan mereka
sehari-hari yang kian jauh dari perilaku positif.
Saat ini perilaku masyarakat Indonesia khususnya para remaja walaupun tidak
seluruhnya cenderung telah banyak mengarah pada budaya-budaya barat yang tidak sesuai
dengan norma, nilai, adat-istiadat dan hukum bahkan agama. Budaya tersebut tercermin
dengan menjadikan budaya barat sebagai sebuah kiblat dari kemajuan peradaban manusia.
Saat ini banyak generasi muda yang meniru pola kehidupan barat dengan berbagai gaya
dan perilakunya yang negatif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka mudah terkontaminasi
akan hal-hal yang baru sehingga melupakan budaya ketimuran yang masih kental akan
keagamaan yang dianutnya.
Maka dari itu, penulis tergelitik hatinya untuk mengembangkan permasalahan tersebut
ke dalam sebuah KTI (Karya Tulis Ilmiah). Dengan judul Pengaruh modernisasi dalam
bidang sosial budaya terhadap perilaku remaja siswa kelas XII IPA (XII IPA 1, 4 dan 5) di
SMA Negeri 6 Garut.
1.2 Rumusan Masalah
1

Penulis telah merumuskan beberapa masalah yang akan dibahas, diantaranya :


a. apa yang dimaksud dengan modernisasi ?
b. bagaimana pengaruh (positif dan negatif) modernisasi dalam bidang sosial budaya
terhadap perilaku remaja ?
c. bagaimana respon yang harus dilakukan untuk menanggapi modernisasi dalam
bidang sosial budaya ?
1.3 Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah dimaksudkan agar masalah yang dibahas menjadi lebih terarah
dan tepat sasaran. Pada karya tulis ini, masalah difokuskan pada pengaruh modernisasi
dalam bidang sosial budaya terhadap perilaku remaja siswa/siswi kelas XII IPA (XII IPA 1,
XII IPA 4 dan XII IPA 5) di SMA Negeri 6 Garut.
1.4 Variabel Penelitian
a. Variabel bebas
Variabel bebas dalam karya tulis ini adalah modernisasi.
b. Variabel terikat
Variabel terikat dalam karya tulis ini yaitu perilaku remaja.
1.5 Tujuan Penelitian
Dalam penulisan karya tulis ini, dilakukan sebuah penelitian yang bertujuan sebagai
berikut :
1. untuk mengetahui pengertian modernisasi
2. untuk mengetahui bagaimana pengaruh positif dan negatif modernisasi dalam
bidang sosial terhadap perilaku remaja
3. untuk mengetahui respon yang harus dilakukan untuk menanggapi modernisasi
dalam bidang sosial budaya.
1.6 Manfaat Penulisan
Manfaat dari penelitian ini adalah :
1. dengan mengetahui pentingnya pengaruh modernisasi terhadap perilaku remaja,
diharapkan penulis dapat mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. bagi siswa, penelitian ini diharapkan dapat membantu siswa untuk memilih dan
memilah hal-hal positif dari modernisasi.
3. bagi guru, penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan informasi
kepada guru dalam upaya membimbing siswa untuk lebih bijak menyikapi
modernisasi sehingga menjadi pribadi siswa yang baik.
4. bagi sekolah, hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi informasi, kritikan
dan saran yang membangun untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
2

1.7 Metode Penulisan


Metode yang digunakan oleh penulis dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini adalah
metode literature dan metode observasi, karena penulisan ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh modernisasi terhadap perilaku siswa yang diamati secara langsung :
a. menentukan sumber data
1. sumber data primer, yaitu sumber data yang berhubungan langsung dengan
pembahasan modernisasi, misalnya penyebaran angket
2. sumber data sekunder, yaitu sumber data yang menunjang pembahasan
modernisasi seperti buku-buku, artikel dan tulisan ilmiah lainnya.
b. teknik pengumpulan data
Untuk memperoleh data-data, maka digunakan teknik penelitian sebagai
berikut :
1. teknik observasi atau dengan cara mengamati langsung ke lapangan
2. penyebaran angket kepada beberapa siswa kelas XII di SMAN 6 Garut yang
menjadi sampel dalam penelitian ini
3. studi pustaka, yaitu dengan mengumpulkan data-data dari berbagai media
informasi yang berhubungan langsung dengan karya tulis ini.
1.8 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut.
LEMBAR PENGESAHAN
ABSTRAKSI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Pembatasan Masalah
1.4 Variabel Penelitian
1.5 Tujuan Penulisan
1.6 Manfaat Penulisan
1.7 Metode Penulisan
1.8 Sistematika Penulisan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Modernisasi
2.2 Syarat-syarat Modernisasi
2.3 Ciri-ciri Modernisasi
2.4 Pengertian Perilaku
2.5 Pengaruh negatif dan positif modernisasi dalam bidang sosial budaya terhadap
perilaku remaja
2.5.1 Dampak Positif
3

2.5.2 Dampak Negatif


2.6 Respon yang harus dilakukan untuk menanggapi modernisasi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
3.2 Objek Penelitian
3.3 Prosedur Penelitian
3.3.1 Metode Penelitian
3.3.2 Teknik Penelitian
3.3.3 Persiapan Penelitian
3.3.4 Pelaksanaan Penelitian
3.3.5 Cara Pengolahan Data
BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
4.1 Hasil Penelitian
4.2 Pembahasan
BAB V PENUTUP
5.1 Simpulan
5.2 Rekomendasi
DAFTAR PUSTAKA
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

Pengaruh Modernisasi dalam Bidang Sosial Budaya Terhadap Perilaku Remaja


Siswa-Siswi Kelas XII IPA (XII IPA 1, 4 dan 5) di SMAN 6 Garut
2.1 Pengertian Modernisasi
Kata modernisasi secara etimologi berasal dari kata modern, kata modern dalam
kamus umum bahasa Indonesia adalah: baru, terbaru, cara baru atau mutakhir, sikap dan
cara berpikir serta bertindak sesuai dengan tuntunan zaman, dapat juga diartikan maju.
Kata modern berasal dari bahasa Latin yakni Modernus yang dibentuk dari kata Modo
yang berarti cara dan Ernus menunjuk pada adanya periode waktu masa kini.
Modernisasi ialah proses pergeseran sikap dan mentalitas sebagai warga masyarakat
untuk bisa hidup sesuai dengan tuntutan hidup masa kini.
Pengertian modernisasi menurut beberapa ahli adalah:

1. Alex Inkeles : modernisasi adalah sikap-sikap tertentu yang menandai manusia dalam
setiap masyarakat modern
2. Astrid S.Susanto : modernisasi adalah proses pembangunan yang diberikan oleh
perubahan demi kemajuan
3. Oghburn dan Nimkoff : modernisasi tidak sama dengan reformasi yang menekankan
pada faktor faktor rehabilitasi. Modernisasi bersifat preventif dan konstruktif
4. Soerjono Soekanto : modernisasi adalah suatu bentuk perubahan sosial yang biasanya
merupakan perubahan sosial yang terarah (directed change) yang didasarkan pada suatu
perencanaan yang disebut sosial planning
5. J.W. Schoorl : modernisasi merupakan penggantian teknik produksi dari cara-cara
tradisional ke cara-cara yang tertampung dalam pengertian revolusi industri. Schoorl
merumuskan penerapan ilmu pengetahuan ilmiah yang ada kepada semua aktivitas
merupakan factor penting dalam modernisasi
Dalam masyarakat barat kata modernisasi mengandung arti pikiran, aliran, gerakan dan
usaha untuk mengubah paham-paham, adat-istiadat, institusi-institusi lama dan sebagainya
agar semua itu dapat disesuaikan dengan pendapat- pendapat dan keadaan-keadaan baru
yang ditimbulkan ilmu pengetahuan modern. Secara teoritis di kalangan sarjana Muslim
mengartikan modernisasi lebih cenderung kepada suatu cara pandang meminjam defenisi
Harun Nasution, modernisasi adalah mencakup pikiran, aliran, gerakan dan usaha untuk
merubah faham-faham, adat istiadat, institusi-institusi lama dan sebagainnya untuk
disesuaikan dengan suasana baru yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi.

2.2 Syarat-syarat Modernisasi

Proses modernisasi tidak serta merta terjadi dengan sendirinya. Modernisasi dapat
terjadi apabila ada syarat-syarat berikut ini.
1. Cara berpikir yang ilmiah yang melembaga dalam kelas penguasa maupun masyarakat.
2. Sistem administrasi negara yang baik, yang benar-benar mewujudkan birokrasi.
3. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur.
4. Penciptaan iklim yang menyenangkan dari masyarakat terhadap modernisasi dengan
cara penggunaan alat-alat komunikasi massa.
5. Tingkat organisasi yang tinggi, terutama disiplin diri.
6. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial.
2.3 Ciri-ciri Masyarakat Modern
Menurut Alex Inkeles terdapat 9 (Sembilan) cirri manusia modern yakni:
a Memiliki sikap hidup untuk menerima hal-hal baru dan terbuka untuk perubahan.
b

Memiliki keberanian untuk menyatakan pendapat atau opini mengenai lingkungannya

sendiri atau kejadian yang terjadi jauh di luar lingkungannya serta dapat bersikap
demokratis.
c Menghargai waktu dan lebih banyak berorientasi ke masa depan dari pada masa lalu.
d Memiliki perencanaan dan pengorganisasian.
e Percaya diri.
f Perhitungan.
g Menghargai harkat hidup manusia lain.
h Percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi.
i

Menjunjung tinggi suatu sikap di mana imbalan yang diterima seseorang harus sesuai

dengan prestasinya dalam masyarakat.

2.4 Pengertian Perilaku


6

Perilaku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia dan
dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan,persuasi, dan/atau genetika.
Perilaku seseorang dikelompokkan ke dalam perilaku wajar, perilaku dapat diterima,
perilaku aneh, dan perilaku menyimpang. Dalam sosiologi, perilaku dianggap sebagai
sesuatu yang tidak ditujukan kepada orang lain dan oleh karenanya merupakan suatu
tindakan sosial manusia yang sangat mendasar. Perilaku tidak boleh disalah artikan sebagai
perilaku sosial, yang merupakan suatu tindakan dengan tingkat lebih tinggi, karena
perilaku sosial adalah perilaku yang secara khusus ditujukan kepada orang lain.
Penerimaan terhadap perilaku seseorang diukur relatif terhadap norma sosial dan diatur
oleh berbagai kontrol sosial. Dalam kedokteran perilaku seseorang dan keluarganya
dipelajari untuk mengidentifikasi faktor penyebab, pencetus atau yang memperberat
timbulnya masalah kesehatan. Intervensi terhadap perilaku seringkali dilakukan dalam
rangka penatalaksanaan yang holistik dan komprehensif.
Dalam kehidupan masyarakat, semua tindakan manusia dibatasi oleh aturan (norma)
untuk berbuat dan berperilaku sesuai dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat.
Namun demikian di tengah kehidupan masyarakat kadang-kadang masih kita jumpai
tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan aturan (norma) yang berlaku pada masyarakat,
misalnya seorang siswa menyontek pada saat ulangan, berbohong, mencuri, dan
mengganggu siswa lain.

2.5 Pengaruh negatif dan positif modernisasi dalam bidang sosial budaya terhadap
perilaku remaja
2.5.1 Dampak Positif
Dampak positif modernisasi adalah sebagai berikut.
1. Perubahan Tata Nilai dan Sikap
7

Adanya modernisasi dalam zaman sekarang ini bisa dilihat dari cara berpikir
masyarakat yang irasional menjadi rasional.
2. Tingkat Kehidupan yang lebih Baik
Dibukanya industri atau industrialisasi berdasarkan teknologi yang sudah maju
menjadikan nilai dalam memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih,
dan juga merupakan salah satu usaha mengurangi pengangguran dan meningkatkan taraf
hidup masyarakat, hal ini juga dipengaruhi tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi yang
membantu perkembangan modernisasi.
3. Memperkuat Integrasi dalam Masyarakat
Seperti telah dibahas sebelumnya bahwa ciri manusia yang modern di antaranya
adalah memiliki sikap yang terbuka terhadap segala bentuk pengalaman dan perubahan.
Dengan adanya sikap ini tentunya akan memperlancar proses komunikasi dan interaksi
antarindividu dalam masyarakat. Proses interaksi yang lancar akan mempererat jalinan
hubungan antarwarga dan juga akan memupuk integrasi sehingga semakin kukuh.
4. Semakin dipercayanya kebudayaan Indonesia
Dengan adanya internet, kita bisa mengetahui kebudayaan-kebudayaan bangsa lain,
sehingga dapat dibandingkan ragam kebudayaan antarnegara, bahkan dapat terjadi adanya
akulturasi budaya yang akan semakin memperkaya kebudayaan bangsa. Dengan
memperbandingkan itu pula kalian dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan budaya
Indonesia bila dibandingkan dengan kebudayaan bangsa-bangsa lain.
5. Ragam kebudayaan dan kekayaan alam negara Indonesia lebih dikenal dunia
Dulu mungkin masyarakat Eropa hanya mengenal Bali sebagai objek wisata di
Indonesia. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi, masyarakat Eropa
mulai mengenal keindahan alam Danau Toba di Sumatra Utara, panorama Taman Laut
Bunaken di Sulawesi Utara, keaslian alam Perairan Raja Ampat di Papua, kelembutan tari
8

Bedoyo Ketawang dari Solo (Jawa Tengah), keanggunan tari Persembahan dari Sumatra
Barat, atau kemeriahan tari Perang dari suku Nias di Sumatra Utara.
2.5.2 Dampak Negatif
Dampak negatif modernisasi adalah sebagai berikut.

1. Kriminalitas
Tindakan kriminal atau kejahatan umumnya dilihat sebagai perbuatan yang
bertentangan dengan norma hukum dan norma agama yang berlaku di masyarakat.
Tindakan kejahatan ini biasanya menyebabkan pihak lain kehilangan harta benda, cacat
tubuh, bahkan kehilangan nyawa. Tindakan ini mencakup pula semua kegiatan yang dapat
mengganggu keamanan dan kestabilan negara, seperti korupsi, makar, subversi, dan
terorisme. Kriminalitas menurut Abdul Syani dapat ditinjau dari beberapa aspek,
1) Aspek Yuridis
Ditinjau dari aspek yuridis, kriminalitas adalah perbuatan seseorang yang melanggar
peraturan atau undangundang pidana dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan, serta
dijatuhi hukuman.
2) Aspek Sosial
Kriminalitas menurut aspek sosial diartikan sebagai seseorang yang mengalami
kegagalan dalam menyesuaikan diri atau berbuat menyimpang dari norma-norma yang
berlaku dengan sadar ataupun tidak sadar, sehingga perbuatannya tidak dapat dibenarkan
oleh masyarakat yang bersangkutan.
3) Aspek Ekonomi
Ditinjau dari aspek ekonomi, kriminalitas adalah perbuatan seseorang atau kelompok
yang dianggap merugikan orang lain dengan membebankan kepentingan ekonominya

kepada masyarakat sekelilingnya sehingga ia dianggap sebagai penghambat kebahagiaan


orang lain.
Apabila kita perhatikan, faktor-faktor penyebab kejahatan sangat kompleks. Sumber
kejahatan bukan hanya berasal dari dalam manusia sendiri, melainkan juga karena tekanan
dari luar. Oleh karena itu, sulit untuk menggali akar-akar yang melahir-kan kejahatan
tersebut.
Sejalan dengan pesatnya pembangunan di segala bidang kehidupan, kejahatan terus
berkembang, baik dari kuantitas, kualitas, maupun jenisnya. Kejahatan-kejahatan itu harus
terus dikikis habis atau paling tidak ditekan agar tidak meningkat. Upaya itu merupakan
tanggung jawab kita semua tanpa terkecuali. Tanpa keterlibatan semua lapisan masyarakat,
kejahatan sulit untuk dilenyapkan.
Beberapa perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai tindakan kriminal atau
kejahatan antara lain pembunuhan, pencurian, intimidasi (pengancaman), penyalahgunaan
obat-obatan terlarang, perampasan atau perampokan, pemalsuan, pelanggaran ekonomi,
penganiayaan seksual, korupsi, dan penculikan.
2. Kenakalan Remaja (Juvenille Delinquency)
Kenakalan remaja dirumuskan sebagai suatu kelainan tingkah laku, perbuatan, ataupun
tindakan remaja yang bersifat asosial bahkan antisosial yang melanggar normanorma
sosial, agama, serta ketentuan hukum yang berlaku dalam masyarakat. Remaja yang
dimaksudkan adalah mereka yang berusia di atas 12 tahun dan di bawah 18 tahun, serta
belum menikah.
Adapun penyebab kenakalan remaja dapat dibedakan atas sebab-sebab intern dan
ekstern.
1) Sebab-Sebab Intern

10

Beberapa penyebab kenakalan remaja yang berasal dari dalam diri individu di
antaranya adalah sebagai berikut.
a) Cacat keturunan yang bersifat biologis dan psikis.
b) Pembawaan yang negatif dan sukar untuk dikendalikan, serta mengarah ke perbuatan
yang nakal.
c) Pemenuhan kebutuhan pokok yang tidak seimbang dengan keinginan remaja, sehingga
menimbulkan konflik pada dirinya yang penyalurannya ke arah perbuatan yang nakal.
d) Lemahnya kemampuan pengawasan terhadap diri sendiri dan sikap menilai terhadap
keadaan sekitarnya.
e) Kurang mampu mengadakan penyesuaian dengan lingkungan-lingkungan yang baik,
sehingga mencari pelarian dan kepuasan dalam kelompok-kelompok remaja nakal.
f) Tidak mempunyai kegemaran yang sehat, sehingga canggung dalam bertingkah laku,
akibatnya mencari pelarian ke arah yang tidak baik.
2) Sebab-Sebab Ekstern
Sementara itu beberapa faktor di luar individu yang menyebabkan kenakalan remaja
adalah sebagai berikut.
a) Rasa cinta dan perhatian yang kurang dari orang tua dan guru.
b) Kegagalan pendidikan pada lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
c) Pengawasan yang kurang dari pihak-pihak yang terkait langsung dengan si anak.
d) Kurangnya penghargaan terhadap remaja oleh lingkungan keluarga, sekolah, dan
masyarakat.
e) Kurangnya sarana-sarana dan pengarahan bagi remaja dalam pemanfaatan waktu
senggang.
f) Cara-cara pendekatan yang tidak sesuai dengan perkembangan remaja yang dilakukan
oleh orang tua, guru, masyarakat, ataupun pemerintah.
11

g) Terbukanya kesempatan terhadap minat buruk remaja untuk berbuat nakal.

3. Kesenjangan Sosial
Secara khusus, kesenjangan sosial yang terjadi dalam masyarakat akibat dari adanya
modernisasi dan pembangunan dapat dilihat adanya berbagai fenomena yang terjadi di
masyarakat berikut ini.
1) Timbulnya kelompok-kelompok sosial tertentu, misalnya pengangguran, kelompok
asongan, pedagang kaki lima, dan lain sebagainya.
2) Adanya perbedaan kelas yang didasarkan pada tinggirendahnya pendidikan yang
ditempuh.
3) Terjadinya berbagai masalah sosial dalam keluarga, terutama antara orang tua dengan
anak-anaknya. Hal ini karena adanya perbedaan pola pikir dan adanya kecenderungan
bahwa anak-anak (generasi muda) lebih dapat menerima perubahan yang terjadi, jika
dibandingkan dengan orang tua (generasi tua) yang cenderung untuk mempertahankan
tradisi yang sudah ada.
4) Terjadi perubahan sosial budaya dalam masyarakat yang sulit untuk dihindarkan, kecuali
warga masyarakat itu sendiri harus dapat mengantisipasinya, seperti pengaruh pergaulan
bebas, minum-minuman keras, mode pakaian, gaya rambut, dan lain-lain.
4. Maraknya Seks Bebas
Sekarang ini banyak orang bilang kalau tidak punya pacar kurang gaul. Pikiran
seperti ini yang mengacu remaja untuk membudayakan tradisi pacaran. Saat ini pacaran
tidak lagi sekedar untuk mengenal lawan jenisnya tetapi sudah dijadikan cara untuk
memuaskan hawa nafsu. Tidak heran kalau pacaran adalah salah satu penyebab maraknya
seks bebas di kalangan remaja saat ini. Pacaran adalah tipe pergaulan yang tidak lagi
mengenal etika dan norma-norma agama serta budaya yang ada. Ini melenceng dari
12

pengertian pacaran yang sesungguhnya yaitu pacaran. Inilah yang menjerumuskan jutaan
remaja ke lubang seks di luar nikah.
Sebagian remaja tidak tahu efek yang ditimbulkan dari pacaran karena minimnya
informasi tentang pendidikan seks yang sesuai dengan norma dan agama, ditambah lagi
budaya berfikir remaja kurang sehat yang menganggap pacaran merupakan hal wajar dan
lumrah di masyarakat. Tapi, ada juga remaja yang mengerti dan tahu efek dari daya
pacaran negatif tetapi kurang peduli bahkan bersikap acuh tak acuh dengan akibat yang di
timbulkannya.
Maka dari itu tugas kita adalah memberikan edukasi dan penyuluhan tentang seks saat
ini sangat penting bagi remaja, agar mereka mampu berprilaku secara positif bahwa yang
mereka lakukan dengan pacaran itu salah sehingga tidak terjerumus ke lubang perziaan.
Edukasi ini juga harus dilakukan oleh orangtua, karena mereka yang lebih tahu tentang
gejala psikologis sang anak. Pada akhirnya mereka mampu mengimbangi arus pergaulan
dan modernisasi yang dihadapi.
5. Munculnya guncangan kebudayaan (cultural shock)
Guncangan budaya umumnya dialami oleh golongan tua yang terkejut karena melihat
adanya perubahan budaya yang dilakukan oleh para generasi muda. Cultural Shock dapat
diartikan sebagai ketidaksesuaian unsur-unsur yang saling berbeda sehingga menghasilkan
suatu pola yang tidak serasi fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan. Perubahan
unsur-unsur budaya seringkali ditanggapi oleh masyarakat dengan beragam. Bagi
masyarakat yang belum siap menerima perubahan-perubahan yang terjadi maka akan
timbul goncangan (shock) dalam kehidupan sosial dan budayanya yang mengakibatkan
seorang individu menjadi tertinggal atau frustasi. Kondisi demikian dapat menyebabkan
timbulnya suatu keadaan yang tidak seimbang dan tidak serasi dalam kehidupan. Contoh:
di era modernisasi ini unsur-unsur budaya asing seperti pola pergaulan hedonis (memuja
13

kemewahan), pola hidup konsumtif sudah menjadi pola pergaulan dan gaya hidup para
remaja kita. Bagi individu atau remaja yang tidak siap dan tidak dapat menyesuaikan pada
pola pergaulan tersebut, mereka akan menarik diri dari pergaulan atau bahkan ada yang
frustasi sehingga menimbulkan tindakan bunuh diri atau perilaku penyimpangan yang lain.
6.

Munculnya ketimpangan kebudayaan (cultural lag)


Kondisi ini terjadi manakala unsur-unsur kebudayaan tidak berkembang secara

bersamaan, salah satu unsur kebudayaan berkembang sangat cepat sedangkan unsur
lainnya mengalami ketertinggalan. Ketertinggalan yang terlihat mencolok adalah
ketertinggalan alam pikiran dibandingkan pesatnya perkembangan teknologi, kondisi ini
terutama terjadi pada masyarakat yang sedang berkembang seperti Indonesia. Untuk
mengejar ketertinggalan ini diperlukan penerapan sistem dan pola pendidikan yang
berdisiplin tinggi. Contoh: Akibat kenaikan harga BBM pemerintah mengkonversi bahan
bakar minyak menjadi gas dengan cara mensosialisasikan tabung gas ke masyarakat.
Namun berhubung sebagian masyarakat belum siap, terkait dengan kenyamanan dan
keamanan penggunaan tabung gas maka masyarakat kebayakan menolak konversi tersebut.
Kondisi demikian menunjukkan adanya ketertinggalan budaya (cultural lag) oleh sebagian
masyarakat terhadap perubahan budaya dan perkembangan kemajuan teknologi.

2.6 Respon yang harus dilakukan untuk menanggapi modernisasi dalam bidang
sosial budaya
Saat memasuki era milenium ketiga ini, tampaknya arus modernisasi tidak akan dapat
dihindari oleh negara-negara di dunia dalam berbagai aspek kehidupannya. Menolak dan
menghindari modernisasi sama artinya dengan mengucilkan diri dari masyarakat
internasional. Kondisi ini tentu akan menyulitkan negara tersebut dalam menjalin

14

hubungan dengan negara lain. Berbagai respon yang harus dilakukan untuk menanggapi
modernisasi dalam bidang sosial budaya adalah sebagai berikut.
1) Penerimaan secara terbuka (open minded)
Sikap ini merupakan langkah pertama dalam upaya menerima pengaruh modernisasi.
Sikap terbuka akan membuat kita lebih dinamis, tidak terbelenggu hal-hal lama yang
bersikap kolot, dan akan lebih mudah menerima perubahan dan kemajuan zaman.
2) Mengembangkan sikap antisipatif dan selektif
Sikap ini merupakan kelanjutan dari sikap terbuka. Setelah kita dapat membuka diri
dari hal-hal baru, langkah selanjutnya adalah kita harus memiliki kepekaan (antisipatif)
dalam menilai hal-hal yang akan atau sedang terjadi kaitannya dengan pengaruh
modernisasi. Sikap antisipatif dapat menunjukkan pengaruh yang timbul akibat adanya
arus modernisasi. Setelah kita mampu menilai pengaruh yang terjadi, maka kita harus
mampu memilih (selektif) pengaruh mana yang baik bagi kita dan pengaruh mana yang
tidak baik bagi kita.
3) Adaptif
Sikap ini merupakan kelanjutan dari sikap antisipatif dan selektif. Sikap adaptif
merupakan sikap mampu menyesuaikan diri terhadap hasil perkembangan modernisasi dan
globalisasi. Tentu saja penyesuaian diri yang dilakukan bersifat selektif, artinya memiliki
pengaruh positif bagi si pelaku.
4) Tidak meninggalkan unsur-unsur budaya asli
Seringkali kemajuan zaman mengubah perilaku manusia, mengaburkan kebudayaan
yang sudah ada, bahkan menghilangkannya sama sekali. Kondisi ini menyebabkan
seseorang/masyarakat kehilangan jati diri mereka, kondisi ini harus dapat dihindari.
Semaju apa pun dampak modernisasi yang kita lalui, kita tidak boleh meninggalkan unsur-

15

unsur budaya asli sebagai identitas diri. Jepang merupakan salah satu negara yang modern
dan maju, namun tetap mempertahankan identitas diri mereka sebagai masyarakat Jepang.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
16

3.1 Waktu dan tempat penelitian


Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 11 November 2012 sampai tanggal 5
Desember 2012. Bertempat di SMAN 6 Garut, tepatnya di Jl. Guntur Malati no.12
Tarogong Kidul, letak geografis lokasi sekolah berada pada kawasan dekat dengan
pemukiman masyarakat heterogen.
3.2 Objek Penelitian
Objek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XII IPA di SMAN 6 Garut, yaitu
kelas XII IPA 1, XII IPA 4 dan XII IPA 5.
3.3 Prosedur Penelitian
3.3.1

Metode Penelitian
Dalam penulisan karya tulis ini, penulis menggunakan Metode Deskriptif Analitis

yaitu metode yang menggambarkan peristiwa berdasarkan angka hasil pengamatan yang
diolah menjadi data, selanjutnya dianalisis sampai akhirnya menghasilkan kesimpulan.
3.3.2

Teknik Penulisan

Teknik penulisan yang digunakan dalam karya tulis ini antara lain.
1. Observasi
Pada observasi ini, penulis melakukan pendataan ke-3 kelas di SMA Negeri 6 Garut.
Adapun kelas tersebut yaitu kelas XII IPA 1, kelas XII IPA 4 dan kelas XII IPA 5.
2. Angket
Pada teknik angket ini, penulis mengajukan beberapa pertanyaan yang sesuai dengan
judul penulisan. Penulis menyebarkan angket kepada 50 responden yang berasal dari kelas
XII IPA 1, kelas XII IPA 4 dan kelas XII IPA 5.
3. Studi pustaka
17

Penulis melakukan penelitian dengan mencari sumber dari buku-buku maupun dari
media elektronik.
3.3.3

Persiapan Penelitian
Setiap penelitian perlu disiapkan dengan matang, teliti dan sistematis agar dalam

pelaksanaannya berjalan dengan lancar. Untuk melaksanakan penelitian ini ada dua macam
instrument penelitian, yaitu.
1. Angket
Angket merupakan teknik pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan
secara tertulis yang diberikan kepada responden.
2. Studi pustaka
Yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan cara mempelajari buku-buku sumber dan
bahan bacaan lainnya yang berhubungan dengan objek penelitian untuk memperoleh
pengetahuan secara teoritis yang ada hubungannya dengan Pengaruh modernisasi dalam
bidang sosial budaya terhadap perilaku remaja.
3.3.4 Pelaksanaan Penelitian
Pelaksanaan penelitian yaitu proses pengumpulan data dari responden yaitu dengan
menyebarkan angket sebanyak 50 lembar untuk siswa-siswi kelas XII IPA (XII IPA 1, 4
dan 5) di SMA Negeri 6 Garut.

3.3.5 Cara Pengolahan Data


Cara pengolahan data dalam penyebaran angket kepada responden adalah dengan
menghitung presentase dari setiap jawaban dan selanjutnya jawaban tersebut ditafsirkan.
Adapun langkah-langkah yang digunakan adalah sebagai berikut.
1. Mengecek Data
18

Setelah jawaban hasil angket terkumpul, kemudian dilakukan pengecekan tentang


kelengkapan jawaban responden.
2. Tabulasi Data
Tujuan tabulasi data adalah untuk memberi gambaran mengenai frekuensi tiap option
dalam tiap item pertanyaan dalam angket, sehingga terlihat jelas frekuensi jawaban dari
para responden.
3. Presentasi Data
Adapun rumus yang digunakan untuk mencari presentase adalah sebagai berikut.
P=F/N x 100%
P = Presentase
F = Frekuensi yang dicapai dari jumlah jawaban yang diperoleh melalui angket
N = Jumlah frekuensi responden

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3 Hasil Penelitian


Pengolahan data dari hasil angket
Pertanyaan no.1 : Apakah anda tahu apa itu modernisasi ?
19

Alternatif Jawaban
a. Ya
b. Tidak
Jumlah

Jawaban Responden
Frekuensi
Presentase
46
92%
4
8%
50
100%

Berdasarkan dari tabel di atas menunjukan bahwa sebagian besar responden 92%
mengetahui apa itu modernisasi.

Pertanyaan no.2 : Apakah modernisasi mengubah cara bergaul anda ?


Alternatif Jawaban
a. Ya
b. Tidak
Jumlah

Jawaban Responden
Frekuensi
Presentase
41
82%
9
18%
50
100%

Berdasarkan dari tabel di atas menunjukan bahwa sebagian besar responden 82%
mengubah cara bergaulnya
Pertanyaan no. 3 : Apakah anda sering bergaul dengan lawan jenis ?
Alternatif Jawaban
a. Ya
b. Tidak
Jumlah

Jawaban Responden
Frekuensi
Presentase
41
82%
9
16%
50
100%

Berdasarkan dari tabel di atas menunjukan bahwa sebagian besar responden 82%
sering bergaul dengan lawan jenis.

Pertanyaan no.4 : Apakah anda mempunyai pacar ?


Alternatif Jawaban
a. Ya
b. Tidak
Jumlah

Jawaban Responden
Frekuensi
Presentase
23
46%
27
54%
50
100%
20

Berdasarkan dari tabel di atas menunjukan bahwa sebagian besar responden 54% tidak
mempunyai pacar.

Pertanyaan no.5 : Apakah anda mempunyai handphone ?


Alternatif Jawaban
a. Ya
b. Tidak
Jumlah

Jawaban Responden
Frekuensi
Presentase
48
96%
2
4%
50
100%

Berdasrkan dari tabel di atas menunjukan bahwa sebagian besar responden 96%
mempunyai handphone.

Pertanyaan no.6 : Apakah handphone yang anda gunakan mempunyai aplikasi internet ?
Alternatif Jawaban
a. Ya
b. Tidak
Jumlah

Jawaban Responden
Frekuensi
Presentase
47
94%
3
6%
50
100%

Berdasarkan dari tabel di atas menunjukan bahwa sebagian besar responden 94%
menggunakan handphone yang mempunyai aplikasi internet.

21

Pertanyaan no.7 : Apakah anda suka mengikuti cara bergaul dan gaya hidup orang luar
negeri ?
Alternatif Jawaban
a. Ya
b. Tidak
Jumlah

Jawaban Responden
Frekuensi
Presentase
10
20%
40
80%
50
100%

Berdasarkan dari tabel di atas menunjukan bahwa sebagian besar responden 80% tidak
suka mengikuti cara bergaul dan gaya hidup orang luar negeri.

Pertanyaan no.8 : Apakah anda sering membeli produk-produk luar negeri ?


Alternatif Jawaban
a. Ya
b. Tidak
Jumlah

Jawaban Responden
Frekuensi
Presentase
13
26%
37
74%
50
100%

Berdasarkan dari tabel di atas menunjukan bahwa sebagian besar responden 74% tidak
sering membeli produk-produk luar negeri.

Pertanyaan no.9 : Menurut anda, apakah modernisasi bertentangan dengan nilai-nilai


agama dan budaya kita ?
Alternatif Jawaban
a. Ya
b. Tidak

Jawaban Responden
Frekuensi
Presentase
34
68%
16
32%
22

Jumlah

50

100%

Berdasarkan dari tabel di atas menunjukan bahwa sebagian besar responden 68%
beranggapan bahwa modernisasi bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya.
Alasan :
36 responden memberikan alasan
14 responden tidak memberikan alasan
Jawaban responden :
Responden 1 : Tidak semuanya modernisasi bertentangan dengan nilai-nilai agama
dan budaya. Ada dampak positif dan negatifnya.
Responden 2 : Karena banyak generasi muda yang berperilaku tidak sesuai dengan
syariat islam.
Responden 3 : Tidak semua modernisasi bertentangan dengan nilai-nilai agama dan
budaya.
Responden 4 : Karena modernisasi menyebabkan sebagian besar bangsa hampir
melupakan nilai-nilai agama dan budayanya sendiri sehingga moral bangsa akan
memburuk.
Responden 5 : Karena modernisasi terkadang tidak sesuai dengan agama.
Responden 6 : Banyak perlakuan yang tidak sesuai dengan agama.
Responden 7 : Karena banyak perlakuan yang tidak sesuai dengan agama.
Responden 8 : Ada beberapa gaya hidup modern yang bertentangan dengan agama
islam.
Responden 9 : Banyak perlakuan yang tidak sesuai dengan agama dan moral.
Responden 10 : Karena sebagian budaya asing sangat tidak senonoh dimata kita.
23

Responden 11 : Karena menyimpang dengan agama dan budaya.


Responden 12 : Bisa jadi, karena banyak orang lupa akan kewajibannya beribadah.
Reponden 13 : Karena tidak semua sebuah modernisasi itu adalah sebuah dosa atau
menentang sebuah nilai-nilai agama, tapi modernisasi juga adalah bagian dari
sebuah ilmu, dimana agama mewajibkan kita mencari ilmu.
Responden 14 : Tidak semua modernisasi berpengaruh dalam budaya dan
kehidupan beragama.
Responden 15 : Banyak sekarang banyak remaja yang lupa akan moral, orang-orang
lupa dengan rumahnya dan tempat asalnya. Sudah banyak tindak kriminalitas dan
penyalahan aturan (norma sosial). Akan lebih aman jika kemodernan dibarengi
dengan penguatan moral, etika terutama agama.
Responden 16 : Karena modernisasi ada yang positif/baik ada juga yang negatif.
Responden 17 : Karena dalam modernisasi banyak nilai-nilai yang bertentangan
dengan apa yang ada dalam ajaran agama kita.
Responden 18 : Karena dalam modernisasi banyak nilai-nilai yang bertentangan
dengan apa yang ada dalam ajaran agama kita. Contohnya baju yang tidak
menutupi aurat, sedangkan dalam islam kan dilarang memakai baju yang seperti
itu.
Responden 19 : Karena mengikuti cara hidup orang luar negeri yang bebas.
Responden 20 : Biasanya merasa lupa akan kewajiban kita terhadap keyakinan
kita.
Responden 21 : Karena modernisasi banyak dampak negatif dan bertentangan
dengan nilai-nilai agama dan budaya.
Responden 22 : Because ada segi positif dan negatifnya.
24

Responden 23 : Modernisasi menyebabkan semakin terkikisnya budaya Indonesia


dan mengikis moral agama. Banyak masyarakat Indonesia yang tergila-gila dengan
game online, media jejaring facebook dan twitter, bahkan yang terbaru blackberry
messenger.
Responden 24 : Karena mungkin banyak orang yang terobsesi dan melupakan nilai
agama dan budaya.
Responden 25 : Karena sekarang ini banyak sekali pergaulan-pergaulan yang
bertentangan dengan nilai agama dan budaya.
Responden 26 : No comment
Responden 27 : Selagi kita bisa membatasi diri tidak aka nada dampak negatif.
Responden 28 : Karena modernisasi menurut saya berupa kemajuan iptek.
Responden 29 : Karena tidak ada pengaruhnya.
Responden 30 : Karena itu menurut saya !
Responden 31 : Karena kebanyakan kebudayaan luar negeri merusak moral
bangsa.
Responden 32 : Disesuaikan dengan keadaan tanpa menghilangkan norma yang
berlaku.
Responden 33 : Karena bertentangan dengan nilai-nilai agama.
Responden 34 : Karena modernisasi sangat berpengaruh sekali.
Responden 35 : Iya, karena tidak sesuai.
Responden 36 : Iya, mungkin kebanyakan modernisasi tidak sesuai dengan nilainilai agama dan budaya kita.

25

Dari 36 responden yang memberikan alasan untuk pertanyaan no. 9, sebagian besar
responden memberikan alasan bahwa modernisasi bertentangan dengan nilai agama dan
budaya, karena sekarang ini banyak sekali pergaulan yang sangat bertentangan dengan
nilai agama dan budaya. Dan sebagian lagi memberikan alasan bahwa tidak semua
modernisasi itu bertentangan dengan nilai agama dan budaya

Pertanyaan no.10 : Apakah modernisasi menyebabkan anda melupakan budaya Indonesia


dan juga melupakan ajaran-ajaran agama anda ?
Alternatif Jawaban
a. Ya
b. Tidak
Jumlah

Jawaban Responden
Frekuensi
Presentase
4
8%
26
92%
50
100%

Berdasarkan dari tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden 92%
beranggapan bahwa modernisasi tidak menyebabkan dirinya melupakan budaya Indonesia
dan juga melupakan ajaran-ajaran agama.

4.4 Pembahasan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, yaitu melalui penyebaran angket,
sebagian besar siswa-siswi mengikuti perkembangan modernisasi. Banyak diantaranya
yang mengaku bahwa modernisasi telah merubah cara bergaulnya. Namun, banyak
diantaranya juga yang terpengaruh oleh salah satu dampak negatif dari modernisasi, yaitu
pacaran.

26

Maka dari itu, kita selaku remaja, generasi penerus bangsa, harus pandai memilah dan
memilih pengaruh mana yang baik dan pengaruh mana yang buruk dari modernisasi bagi
kehidupan kita. Jangan sampai karena modernisasi, kita melupakan dan meninggalkan
budaya-budaya asli Indonesia, bahkan sampai melupakan dan meninggalkan ajaran agama.
Kita harus memiliki sikap hidup untuk menerima hal-hal baru dan terbuka terhadap
perubahan, memiliki perencanaan ke depan dan memiliki kepekaan (antisipatif) dalam
menilai hal-hal yang akan atau sedang terjadi kaitannya dengan pengaruh modernisasi.

BAB IV
PENUTUP
3.1 Simpulan
Dengan adanya modernisasi di dunia ini, maka akan mempengaruhi perilaku anak
remaja masa kini. Tidak hanya dari dalam saja pengaruh itu datang, tetapi dari luarpun
lebih mempengaruhi. Kebanyakan pengaruh yang di ambil adalah perilaku negatif dari luar
yang di bawa ke negara ini. Sehingga menyebabkan moral anak remaja menjadi buruk.
27

Maka kita sebagai remaja harus bisa membedakan mana kegiatan positif dan negatif
agar kita bisa mendapat manfaat yang bisa menunjang masa depan. Jaman era modernisasi
sekarang ini banyak sekali hal yang menarik, sesuatu yang masih baru, maka kita pun
harus bisa memilih yang terbaik, jangan sampai terpengaruh hal negatif. Apabila sudah ada
yang terjerumus kedalam hal negatif cepatlah sadar diri karena masih banyak kesempatan
untuk merubah masa depan.
3.2 Rekomendasi
Karya tulis yang disusun oleh penulis ini direkomendasikan bagi setiap orang yang
ingin mengetahui tentang pengaruh modernisasi dalam bidang sosial budaya terhadap
perilaku remaja dan ingin agar para generasi muda lebih berhati-hati untuk memilih cara
bergaul atau gaya hidup yang sesuai dengan nilai-nilai agama dengan cara misalnya
menyebarkan informasi yang ada dalam karya tulis ini kepada orang lain atau mengadakan
semacam seminar tentang modernisasi.
Namun menyadari penulisan ini diajukan untuk memenuhi tugas akhir sebagai syarat
untuk mengikuti ujian nasional, maka penyusunan karya tulis ini direkomendasikan khusus
untuk para guru serta semua pihak sekolah. Semoga menjadi informasi yang sangat
bermanfaat bagi semua pihak sekolah.
DAFTAR PUSTAKA

http://ayuna.abatasa.com/post/detail/2590/pengertian-modernisasi.html
http://chi-lophe.blogspot.com/2008/05/definisi-modernisasi.html
http://luciferangel666.blogspot.com/2011/01/definisi-modernisasi.html
file:///G:/KTI/BSE
%20Perilaku_Masyarakat_dalam_Perubahan_Sosial_Budaya_di_Era_Global_9.2_
%28BAB_15%29.html
28

29