Anda di halaman 1dari 2

Buchaechum atau Tari Kipas adalah salah satu tarian tradisional dari Korea yang paling terkenal,

biasanya dipentaskan oleh sekelompok wanita. Tarian ini adalah kreasi baru, yang diciptakan oleh penari
Kim Baek-Bong pada tahun 1954[1]. Para penari menari menggunakan kipas yang berhiaskan bunga
peony dan mengenakan hanbok yang berwarna mencolok.
Tarian ini sangat populer di mancanegara. Tarian ini sering ditampilkan dalam berbagai acara. Tarian ini
lebih banyak ditarikan oleh para wanita yang lemah gemulai dan membentuk ornamen yang indah.
Tarian ini merupakan jenis tarian klasik yang sering ditampilkan di istana dan dihadapan raja dengan
penari yang cantik. Pakaian dan kipas yang digunkan pada umumnya berwarna terang. Kipas yang
digunakan adalah kipas khusus yang bila digerakkan akan membentuk suatu ornamen seperti bunga.

Sejak demam Korea melanda Indonesia, semua hal berbau Korea pun ikut diikuti. Kita bisa
melihat dari menjamurnya produk-produk fashion Korea yang laris manis di Indonesia, belum
lagi meningkatnya jumlah kursus-kursus bahasa korea yang pesertanya juga bak kacang goreng.
Budaya-budaya korea pun banyak menjadi focus perhatian orang. Saya sebagai salah satu
penggemar Korea (namun tidak terlalu freak) menilai, Korea Selatan sangat bagus
mempromosikan budaya mereka ke dunia, khususnya lewat entertainment. Lewat K-Pop, fashion
dan film-film, Korea Selatan dengan pintar mengemas juga budaya-budaya mereka, sehingga
masyarakat dunia pun sadar dengan kebudayaan mereka. Satu langkah yang patut dicontoh
Indonesia.
Salah satu bukti bahwa kebudayaan Korea sudah mulai disadari oleh masyarakat dunia adalah
dengan dikenalnya salah satu tarian tradisional masyarakat Korea. Mereka suka menyebut Tari
Kipas Korea atau bahasa Koreanya Buchaechum.
Buchaechum merupakan tarian tradisional Korea dimana sekelompok wanita menari
menggunakan kipas yang berhiaskan bunga Peony dan menggunakan Hanbok (tarian tradisional
Korea) yang berwarna mencolok. (Wikipedia.com)
Di Indonesia sendiri, Buchaechum sering ditampilkan saat acara-acara yang berbau Korea dan
kebudayaannya. Contohnya saja, saat saya sengaja pergi ke salah satu event yang diadakan oleh
Korea Tourism Organization dan Pusat Kebudayaan Korea di salah satu Mall di Jakarta barubaru ini, tarian tersebut ditampilkan.

Buchaechum atau tari buchae (tari kipas) adalah tari kelompok yang merupakan salah satu tarian
tradisional Korea yang paling terkenal di mancanegara. Tarian ini dipertunjukkan oleh
sekelompok penari wanita yang memegang kipas berwarna-warni. Inti tarian ini adalah variasi
gerakan membuka, menutup, dan membentuk diterpa angin.
Tari ini terkenal karena mempersentasikan keindahan dan keangunan wanita Korea. Para
penarinya membentuk formasi dari kejadian-kejadian di alam seperti deburan ombak, rumpun
bunga, dan kupu-kupu yang berterbangan diterpa angin.
Awalnya, tari ini merupakan bagian dari ritual kuno individual. Ketika ritual itu sudah tidak ada
lagi, lahir tarian rakyat yang penuh kegembiraan, keanggunan, dan kejutan. Penonton akan
merasa seakan mereka berada ditaman bunga karena penarinya memakai beraneka ragam warna
dengan gerakan-gerakan yang beritme dan formasi kipas yang indah.

Kostum tari kipas biasanya jeogori (jaket panjang dengan kemeja yang diikat), mahkota bunga
tradisional, dan kipas yang biasanya berbulu di pinggirnya dan digambari bunga peoni. Kipas
tersebut selalu dibuka dan ditutup sebagai bagian dari tarian.