Anda di halaman 1dari 12

EKONOMI MANAJERIAL

TEORI ESTIMASI BIAYA

Disusun Oleh:
115130370
115130218
115110403
115120280
115120289
115110327

KELOMPOK VIII
Melvin Zefanya
Kevin
Tito To
Glem A
Nathaniel L
Defree

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS TARUMANAGARA
OKTOBER 2014

TEORI ESTIMASI BIAYA


Karakteristik Biaya
Salah satu hal penting dalam analisis biaya adalah pernedaan antara biaya eksplisit
dan implisit.Biaya eksplisit (explicit cost)berarti pengeluaran actual perusahaan
untuk memperkerjakan tenaga kerja,menyewa atau membeli input yang dibutuhkan
dalam produksi.Termasuk didalamnya adalah upah tenaga kerja,harga sewa
modal,perlengkapan,gedung dan harga pembelian bahan mentah serta barang
setengah jadi. Biaya implisit (implisit cost )berarti nilai input yang dimiliki dan
digunakan oleh perusahaan dalam aktivitas produksinya sendiri.Meskipun
perusahan tidak mengeluarkan sejumlah biaya actual tertentu dalam menggunakan
input tersebut, input-input itu tidaklah gratis,karena perusahaan dapat menjual atau
menyewakan input yang dimiliki kepada perusahaan lain.Biaya implisit meliputi
gaji tertinggi yang dapat diperoleh oleh si pengusaha apabila bekerja ditempat
alternative terbaiknya(misalkan mengelola perusahaan lain),dan pendapatan
tertinggi yang dapat diperoleh perusahaan dari mengivenstasikan modalnya dalam
alternative lain yang paling menguntungkan atau menyewakan tanah dan bangunan
yang dimiliki kepada penawar tertinggi (dibandingkan dengan menggunakan
sendiri)
Dalam ilmu ekonomi,baik biaya eksplisit maupun implisit harus
dipertimbangkan.Artinya ,dalam mengukur biaya produksi,perusahaan harus
memasukkan biaya alternative atau biaya oportunitas (alternative or opportunity
cost)seluruh input,baik yang dimiliki atau dibeli perusahaan.Alasannya bahwa
perusahaan tidak menahan input yang disewa jika input tersebut dibayar dengan
harga yang lebih rendah dari harga yang dibayar oleh perusahaan lain.Biaya
ekonomis (economic cst)seperti ini harus dibedakan dari biaya akuntasi
(accounting cost) yang hanya mengacu pada pengeluaran actual perusahaan atau
biaya eksplisit, yang digunakan untuk membeli atau menyewa input.Biaya akuntasi
atau biaya historis penting untuk laporan keunganan perusahaan dan untuk
pajak.Bagi tujuan pengambilan keputusan manajerial (yang merupakan perhatian
utama dalam hal ini)biaya ekonomis atau biaya opportunitas adalah konsep biaya
relevan yang harus diggunakan.
*Penting
Dalam Analisis Biaya harus dibedakan antara biaya eksplisit dengan biaya
implisit. Biaya Eksplisit (explicit cost) yaitu pengeluaran aktual perusahaan
untuk memperkerjakan tenaga kerja, menyewa atau membeli input yang

dibutuhkan dalam produksi., sebagai contohnya : upah tenaga kerja, harga


sewa modal, perlengkapan, gedung, dan harga pembelian bahan mentah serta
barang setengah jadi. Biaya Implisit (implicit cost) yaitu nilai input yang
dimiliki dan digunakan oleh perusahaan dalam aktivitas produksinya sendiri.
Dalam ilmu ekonomi masih ada konsep biaya seperti : biaya alternatif atau
oportunitas (alternative or opportunity cost) ; biaya ekonomis (economic cost)
; biaya akuntansi (accounting cost); biaya relevan (relevant cost); biaya
tambahan (incremental cost) dan biaya terbenam (sunk cost).

Fungsi Jangka Pendek


Kita akan membedakan antara biaya tetap(fixed cost) dengan biaya variable
(variable cost) dan menurunkan fungsi biaya total dan biaya perunit dari suatu
perusahaan

Fungsi Biaya Total dan Biaya perunit jangka pendek.


Biaya tetap total (TFC) adalah kewajiban total perusahaan per periode waktu untuk
seluruh input tetap,Biaya ini meliputi pembayaran bunga terhadap modal yang
dipinjam,pengeluaran sewa terhadap pabrik yang disewa dan perlengkapan(atau
depresiasi yang diasosiasikan dengan lamanya waktu pemilikan pabrik dan
perlengkapan).
Biaya Variabel Total (TVC),disisi lain adalah kewajiban total perusahaan per
periode waktu untuk seluruh input variable yang digunakan.
Biaya Total (TC) sama dengan biaya tetap total (TFC) ditambah dengan biaya
variable total(TVC)
Fungsi Biaya Total :
Total Cost = TC = f(Q)
Total Fixed Cost = TFC
Total Variable Cost = TVC

TC = TFC + TVC

Biaya perunit Jangka Pendek ;


Average Total Cost = ATC = TC/Q
Average Fixed Cost = AFC = TFC/Q
Average Variable Cost = AVC = TVC/Q
Marginal Cost = TC/Q = TVC/Q

ATC = AFC + AVC

Contoh :

Q
0
1
2
3
4
5

TFC
$60
60
60
60
60
60

TVC
$0
20
30
45
80
135

TC
$60
80
90
105
140
195

AFC
$60
30
20
15
12

AVC
$20
15
15
20
27

ATC
$80
45
35
35
39

MC
$20
10
15
35
55

Kurva Biaya Total dan Biaya per unit Jangka Pendek :


Average Variable Cost :

AVC = TVC/Q = w/APL

Marginal Cost: TC/Q = TVC/Q = w/MPL

Kurva Biaya Jangka Panjang :


Long-Run Total Cost = LTC = f(Q)
Long-Run Average Cost = LAC = LTC/Q
Long-Run Marginal Cost = LMC = LTC/Q

Penurunan kurva biaya total, rata-rata dan marjinal dalam jangka panja

Hubungan antara Kurva Biaya Rata-rata Jangka Pendek dan Jangka


Panjang :

Kemungkinan Bentuk Kurva LAC (Long Average Cost) :

Kurva Pembelajaran (Learning Curve) menunjukan penurunan dalam biaya


input rata-rata dalam produksi serta peningkatan output total secara kumulatif
sepanjang waktu, sebagai contohnya : perusahaan membutuhkan 1.000 jam
untuk merakit pesawat terbang yang ke 100 tetapi untuk yang ke 200 hanya
diperlukan 700 jam, ini disebabkan oleh para manajer dan pekerja lebih efisien
seiring dengan adanya pengalaman dalam berproduksi. Gambarnya seperti
dibawah ini :
Learning Curves
Average Cost of Unit Q = C = aQb
Estimation Form: log C = log a + b Log Q

Minimisasi Biaya secara Internasional Skala ekonomis yang baru :


Perdagangan Internasional dalam input sumber input asing merupakan
persyaratan untuk tetap kompetitif.
Skala ekonomis internasional baru harus terus menerus melakukan
eksplorasi sumber-sumber input yang murah dan produksi di luar negeri
untuk tetap kompetitif.
Imigrasi tenaga kerja terdidik pelarian tenaga ahli

Manajemen Logistik atau Penawaran Berantai :


Penggabungan di tingkat korporat atas fungsi
Pembelian (Purchasing)
Transportasi (Transportation)
Pergudangan (Warehousing)
Distribusi (Distribution)
Pelayanan Konsumen (Customer Services)
Sumber keunggulan kompetitif (Source of competitive advantage)
Alasan untuk pertumbuhan logistik :
Peningkatan dalam teknologi komputer
Penurunan biaya dalam pemecahan logistik
Pertumbuhan penggunaan manajemen persediaan Justin time
Pembelian input dan penjualan produk lebih rumit dan terintergrasi tertutup.
Globalisasi untuk produksi dan distribusi
Kenaikan kompleksitas dari aliran input dan output.

Analisis Biaya-Volume Laba (cost-volume-profit or breakeven analysis) :


Total Revenue = TR = (P)(Q)
Total Cost = TC = TFC + (AVC)(Q)
Breakeven Volume TR = TC
(P)(Q) = TFC + (AVC)(Q)
QBEP = TFC/(P - AVC)
Diketahui data sebagai berikut :
P = 40
TFC = 200
AVC = 5
QBEP = 40

Gambar dari data diatas adalah :

Operating Leverage mengacu pada rasio biaya tetap total dengan biaya
variabel total pada perusahaan. Semakin tinggi rasio ini, semakin tinggi
leverage suatu perusahaan.
Operating Leverage = TFC/TVC

Degree of Operating Leverage = DOL

DOL

%
Q ( P AVC )

% Q Q ( P AVC ) TFC

Operating Leverage, BEP dan Variabilitas Laba :

Estimasi Empiris fungsi biaya : Bentuk fungsi biaya jangka pendek

Theoretical Form

Linear Approximation

Estimasi empiris kurva biaya Jangka Panjang :


Cross-Sectional Regression Analysis
Engineering Method (tehnik rekayasa)
Survival Technique (tehnik survival)
Actual LAC versus empirically estimated LAC