Anda di halaman 1dari 3

2.

BAGAIMANA PERSYARATAN PELAPORAN DAPAT MEMENGARUHI PERILAKU


AKUNTANSI
Perkembangan organisasi bisnis saat ini penuh dengan persyaratan untuk
melaporkan informasi kepada pihak lain tentang siapa atau apa, bagaimana menjalankan
organisasi, dan untuk siapa harus bertanggungjawab. Hal ini pada umumnya disebut sebagai
persyaratan pelaporan, meskipun beberapa diantaranya mungkin tidak dapat dipaksakan.
Intisari dari proses akuntansi adalah komunikasi atas informasi yang implikasi keuangan atau
manajemen. Kaena pengumpulan atau pelaporan informasi mengkonsumsi sumber daya,
biasanya hal tersebut tidak dilakukan secara sukarela kecuali pembuat informasi yakin bahwa
hal ini akan memmengaruhi penerima untuk berperilaku sebagaimana yang diinginkan oleh
pelapor/pembuat.
Persyaratan pelaporan dapat memmengaruhi perilaku dalam beberapa cara,
diantaranya adalah :
a. Antisipasi Penggunaan Informasi
Persyaratan pelaporan kemungkinan besar akan memengaruhi perilaku pembuat
ketika informasi yang dilaporkan merupakan deskripsi mengenai perilaku pembuat itu
sendiri, atau untuk mana pembuat tersebut akan bertanggung jawab. Semakin informasi
yang dilaporkan mencerminkan sesuatu yang dapat dikendalikan oleh pembuat, maka
akan semakin besar kemungkinan bahwa perilaku pembuat akan dimodifikasi. Pembuat
dapat merasa cukup pasti bahwa perubahan dalam perilaku akan mengarah pada
perubahan yang diinginkan dalam informasi yang dilaporkan.
Pengirim menggunakan persyaratan pelaporan itu sendiri, bersama-sama dengan
informasi lainnya, untuk mengantisipasi bagaimana penerima akan bereaksi terhadap
informasi yang dilaporkan. Karena orang pada umumnya bereaksi dengan cara-cara yang
mereka yakin akan mengarah pada hasil yang mereka inginkan, pengirim informasi
tersebut

mencoba

untuk

menyimpulkan

bagaimana

penerima

informasi

akan

menggunakan dan bereaksi terhadap informasi yang disediakan.


Dalam konteks manajemen, pengirim seringkali dianggap bertanggung jawab
untuk mengendalikan hal-hal yang juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor lain yang tidak
dapat dikendalikan oleh sipengirim.

b. Prediksi Pengirim Mengenai Pengguna Informasi


Kadang kala penerima menyatakan secara jelas bagaimana mereka menginginkan
pembuat laporan berperilaku, meskipun sulit untuk dicapai secara simultan seperti : laba
jangka pendek yang tinggi, pertumbuhan jangka panjang, atau citra publik yang baik.
Apabila pembuat laporan bertanggung jawab kepada penerima maka ia akan berperilaku
dalam cara-cara yang menyenangkan mengenai apa yang harus dilaporkan, mengenai
tindakan dan hasil yang manakah yang penting bagi penerima. Namun, ketika orang tidak
merasa pasti mengenai bagaimana informasi tersebut akan digunakan, maka pembuat
laporan memiliki pekerjaan sulit untuk meprediksi kapan dan bagaimana informasi
tersebut akan digunakan. Kemungkinan besar akan mendasarkan pada prediksi sesuai
dalam situasi yang serupa dalam pengalamannya atau bagaimana mereka akan
menggunakannya jika berada pada penerima informasi tersebut.
Jika setiap orang selalu jelas dan jujur mengenai bagaimana mereka akan
menggunakan informasi yang dilaporkan, maka akan terdapat lebih sedikit masalah,
tetapi masih tetap ada kemungkinan bahwa informasi tersebut akan kemudian digunakan
dalam cara-cara yang tidak dimaksudkan ketika pertama kali informasi tersebut diminta.
c.

Insentif/Sanksi
Kekuatan dan sifat dari kekuasaan penerima terhadap pengirim adalah penentu
yang penting mengenai seberapa besar kemungkinan bahwa si pengirim akan mengubah
perilakunya. Semakin besar potensi yang ada bagi si penerima, untuk memberikan
penghargaan atau sanksi kepada si pengirim, semakin hati-hati si pengirim akan bertindak
dalam memastikan bahwa informasi yang dilaporkan dapat diterima oleh si penerima.

d. Penentuan waktu
Waktu adalah faktor penting dalam menentukan apakah persyaratan pelaporan akan
menyebabkan perubahan dalam perilaku pembuat laporan atau tidak. Supaya persyaratan
pelaporan dapat menyebabkan perubahan perilakunya, ia harus mengetahui persyaratan
tersebut sebelum ia bertindak. Sehingga, jika persyaratan pelaporan yang sebelumnya
dikenakan setelah perilaku yang dilaporkan, maka akan dapat diketahui pada pembuatan
laporan berikutnya.

e. Strategi Respons Interaktif


Ketika suatu persyaratan pelaporan baru dikenakan, strategi yang paling murah
adalah untuk terus berperilaku seperti biasa, melaporkan sejujurnya perilaku tersebut, dan
menunggu respon dari penerima. Jika tidak ada respon, maka strategi tersebut dapat
diteruskan. Umpan balik negatif dari penerima yang mengindikasikan bahwa perilaku
yang dilaporkan tidak diinginkan, memperbaiki estimasi pengirim mengenai perilaku apa
yang diinginkan oleh penerima dan bagaimana ia akan merespon.
f.

Pengaruh Perhatian
Suatu persyaratan pelaporan dapat menyebabkan pembuat mengubah perilakunya.
Hal itu kemungkinan informasi memiliki suatu cara untuk mengarahkan perhatian pada
bidang-bidang yang berkaitan dengannya, yang dapat mengarah pada perbahan perilaku.
Dampak mengarahkan perhatian dapat dianggap sebagai dampak dari pencatatan dan
bukannya dampak dari pelaporan informasi karena dampak tersebut timbul dari
kepentingan pengirim itu sendiri dan tidak bergantung pada informassi yang dilaporkan
kepada siapapun. Tetapi, dampak tersebut dipertimbangkan karena dapat terjadi sebagai
respon terhadap persyaratan pelaporan dari luar, meskipun hal tersebut juga dapat terjadi
tanpa adanya persyaratan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Ikhsan, Arfan, dan Muhammad Ishak. 2010. Akuntansi Keperilakuan Edisi 2. Jakarta : Salemba
Empat
http://handikadwipratama.blogspot.com/2012/12/aspek-keperilakuan-pada-persyaratan.html.
Diakses pada tanggal 25 Oktober 2014.
http://irma-yuni.blogspot.com/2012/06/aspek-keperilakuan-pada-persyaratan.html. Diakses pada
tanggal 25 Oktober 2014.
http://muhajirin-eka.blogspot.com/2012/02/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html.
Diakses pada tanggal 25 Oktober 2014.