Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Salep adalah sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan
digunakan sebagai obat luar. ( FI III Hal 33 ). Salep adalah sediaan
setengah padat yang ditujukan untuk pemakaian topical pada kulit atau
selaput lendir. (FI IV ). Aturan Umum Pembuatan Salep adalah :
1. Bagian bagian yang dapat larut dalam sejumlah campuran lemak
yamg diperuntukkan bilamana perlu dilarutkan dengan pemanasan di
dalamnya.
2. Zat-zat yang mudah larut dalam air kecuali ditentukan lain ,bila banyak
nya air yang dipergunakan untuk pelarutan dapat dipungut oleh jumlah
campuran lemak yang telah ditentukan, mula-mula dilarutkan dalam
air; banyaknya air yang dipergunakan mula-mula dikurangi dari jumlah
yang telah ditentukan dari campuran lemak.
3. Zat-zat yang dalam lemak dan dalam air atau kurang cukup dapat larut
harus sebelumnya dijadikan serbuk, dan diayak melalui dasar ayakan
B40. Pada pembuatan unguenta ini zat yang padat sebelumnya
dicampur

rata

dengan

lemak,

yang

beratnya

sama

atau

setengahnya,bilamana perlu sebelumnya dilelehkan dan kemudian


sejumlah sisa lemaknya telah atau tidak dilelehkan ditambahkan
sebagian demi sebagian.
4. Apabila unguenta dibuat dengan perlelehan, maka campurannya harus
diaduk sampai dingin.
Berdasarkan Komposisi Dasar Salep Dapat Digolongkan Sebagai Berikut:
1.

Dasar salep hidrokarbon,yaitu terdiri dari antara lain:

Vaselin putih,Vaselin kuning

2.

Campuran Vaselin dengan malam putih, malam kuning

Parafin encer, Parafin padat

Minyak tumbuh-tumbuhan

Dasar salep serap,yaitu dapat menyerap air terdiri antara lain:


Adeps lanae
Unguentum Simplex Campuran 30 bagian malam kuning dan 70
bagian minyak wijen
Hydrophilic petrolatum 86 Vaselin Alba,8 Cera Alba,3 Stearyl
alcohol, dan 3 kolesterol. (IMO,hal 52-53)
Umumnya kelarutan obat dalam minyak lemak lebih besar daripada

dalam vaselin. Champora, Mentholum, Phenolum, Thymolum dan


Guayacolum lebih mudah dilarutkan dengan cara digerus dalam mortir
dengan minyak lemak. Bila dasar salep mengandung vaselin, maka zatzat tersebut digerus halus dan tambahkan sebagian (+ sama banyak)
Vaselin sampai homogen, baru ditambahkan sisa vaselin dan bagian
dasar salep yang lain. Champora dapat dihaluskan dengan tambahan
Spiritus fortior atau eter secukupnya sampai larut setelah itu ditambahkan
dasar salep sedikit demi sedikit, diaduk sampai spiritus fortiornya
menguap. Bila zat-zat tersebut bersama-sama dalam salep, lebih mudah
dicampur dan digerus dulu biar meleleh baru ditambahkan dasar salep
sedikit demi sedikit. (IMO,hal 55).
Sedangkan zat-zat yang mudah larut dalam air yaitu bila masa salep
mengandung air dan obatnya dapat larut dalam air yang tersedia maka
obatnya dilarutkan dulu dalam sebagian dulu dalam air dan dicampur
dengan bagian dasar salep yang dapat menyerap air, setelah seluruh obat
dalam air terserap, baru ditambahkan bagian-bagian lain dasar salep,
digerus dan diaduk hingga homogen. Dasar salep yang dapat menyerap
air antara lain ialah Adeps lanae, Unguentum Simplex, hydrophilic

ointment. Dan dasar salep yang sudah mengandung air antara lain
Lanoline (25% air), Unguentum Leniens (25%), Unguentum Cetylicum
hydrosum (40%). (IMO, hal 57)
Zat-Zat Yang Kurang Larut Atau Tidak Larut Dalam Dasar Salep yakni
zat-zat ini diserbukkan dulu dengan derajat halus serbuk pengayak
no.100. setelah itu serbuk dicampur baik-baik dengan sama berat masa
salep, atau dengan salah satu bahan dasar salep. Bila perlu bahan dasar
salep tersebut dilelehkan terlebih dahulu, setelah itu sisa bahan-bahan
yang lainditambahkan sedikit demi sedikit sambil digerus dan diaduk
hingga

homogen.

Untuk

pencegahan

pengkristalan

pada

waktu

pendinginan, seperti Cera flava, Cera alba, Cetylalcoholum dan


Paraffinum solidum tidak tersisa dari dasar salep yang cair atau lunak.
(IMO,hal 59). Bahan yang ditambahkan terakhir pada suatu massa salep
yakni balsem-balsem dan minyak atsiri, balsam merupakan campuran dari
damar dan minyak atsiri, jika digerus terlalu lama akan keluar damarnya
sedangkan minyak atsirinya akan menguap.(Ilmu Resep Teori,hal 48)
Kualitas Salep Yang Baik Adalah
1.

Stabil, selama dipakai harus bebas dari inkompatibilitas, tidak


terpengaruh oleh suhu dan kelembaban kamar.

2.

Lunak,semua zat yang ada dalam salep harus dalam keadaan


halus, dan seluruh produk harus lunak dan homogen.

3.

Mudah dipakai atau mudah dioleskan.

4.

Dasar salep yang cocok.

5.

Dapat terdistribusi merat (Ilmu Resep Teori, hal 42)

I.2 Tujuan Membuat Salep


Tujuan dari penyusunan tugas ini adalah mahasiswa dapat
merancang dan membuat formulasi sediaan non solid dengan baik sesuai
dengan persyaratan standar.

DAFTAR PUSTAKA
Anief, M. 1987. Ilmu Meracik Obat. Yogyakarta: UGM Press
Anonim.Farmakope Indonesia ed III.DEPKES RI:Jakarta
Anonim.Farmakope Indonesia ed IV.DEPKES RI:Jakarta
Anonim.Ilmu Resep dan Teori.DEPKES RI