Anda di halaman 1dari 23

Laporan Praktikum Mikrobiologi Pangan

PEMBUATAN MEDIA SDA


Di Susun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Mikrobiologi Pangan Yang Dibimbing Oleh
Ibu Retno Sasongkowati,S.Pd.,S.Si., M.Kes

DISUSUN OLEH :
SUSILA RUSDIANA DEWI

P 27835112015

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA


JURUSAN GIZI
TAHUN 2013

PEMBUATAN MEDIA SDA


A. Waktu praktikum

: Rabu, 25 September 2013

B. Tempat praktikum

: Laboratorium pangan

C. Bahan
:
- Media SDA (Sorbound Dextrose Agar) 200 ml sebanyak dua kali
Perhitungan :
-

= 13 gram tiap erlenmenyer

Chloramphenicol capsul 2/3 capsul tiap erlenmenyer


Aquadest

D. Alat
:
- Timbangan analitik
- Erlenmenyer 500 ml sebanyak 2 buah
- Kompor
- Sendok/pengaduk kaca
- Kapas, yang terlebih dahulu dibentuk sedemikian rupa hingga dapat menutup mulut
erlenmenyer
- Aluminium foil
- Gelas ukur 100 ml
E. Langkah kerja pembuatan media SDA :
1. Timbang media SDA sebanyak 13 gram (2x) pada timbangan analitik
2. Masukkan masing-masing ke dalam erlenmenyer 500 ml
3. Tambahkan aquadest 200 ml
4. Tambahkan 2/3 chloramphenicol capsul ke tiap erlenmenyer, aduk
5. Panaskan di atas kompor sampai media larut
6. Setelah larut, tutup dengan kapas dan lapisi dengan aluminium foil

PROSES STERILISASI
A. Waktu praktikum

: Rabu, 25 September 2013

B. Tempat praktikum

: Laboratorium pangan

C. Yang akan di sterilisasi :


- Media SDA yang telah dilarutkan
- Petridis
D. Alat
- Autoclav
- Kompor

E. Langkah sterilisasi
:
1. Untuk petridis, bungkus petridis dengan koran
2. Isi bagian dasar autoclav dengan aquadest
1. Masukkan media SDA dan petridis ke dalam panci autoclav
2. Tutup autoclav sambil pastikan selang udara yang terdapat pada tutup autoclav di
masukkan ke dalam lubang di panci autoclav, tutup dengan memutar pengunci (pada
tutup autoclav) secara sejajar
3. Nyalakan kompor, tunggu hingga suhu mencapai 121oC stabil selama 15 menit
4. Matikan autoclav, buka katup udara pada tutup autoclav secara perlahan
5. Setelah dingin, buka tutup pengunci autoclav dengan sejajar
6. Keluarkan media SDA dan petridis, dinginkan
7. Simpan media SDA di kulkas dan petridis di suhu ruang

PROSES PENCAIRAN MEDIA SDA

A. Waktu praktikum

: Jumat, 27 September 2013

B. Tempat praktikum

: Laboratorium Pangan

C. Bahan
:
media SDA yang telah steril
D. Alat
- Kompor
- Kasa kompor

E. Langkah pencairan media SDA :


1. Ambil media SDA dari kulkas
2. Panaskan di atas kompor hingga agar mencair
3. Setelah cair, turunkan, tunggu hingga suhu 40o C (hangat / nyaman bila di pegang
dengan tangan)
4. Media SDA siap digunakan

PROSES PENUANGAN MEDIA SDA KE DALAM PETRIDIS


A. Waktu praktikum

: Jumat, 27 September 2013

B. Tempat praktikum

: Laboratorium Biologi

C. Bahan
:
- Media SDA yang telah cair
- Desinfektan
- Alkohol
D. Alat
:
- Lampu spiritus/bunsen
- Petridis yang telah steril
E. Langkah penuangan media SDA :
1. Gunakan APD lengkap, semprot sarung tangan dengan alkohol
2. Bersihkan meja kerja dengan desinfektan yang telah diencerkan
3. Nyalakan lampu spiritus
4. Siapkan media SDA dan petridis yang telah steril
5. Buka bungkusan petridis, letakkan di dekat api spiritus
6. Buka tutup kapas pada erlenmenyer media SDA dengan menggunakan jari kelingking
tangan kanan, kemudian tangan kiri membuka petridis, lalu tuang media ke dalam
petridis, segera tutup petridis (lakukan dengan di dekatkan dengan api spiritus)
7. Tunggu hingga media SDA membeku
8. Bungkus kembali petridis tersebut dengan posisi terbalik, beri label
9. Simpan pada suhu ruang selama 2 hari untuk kemudian siap digunakan sebagai media
penumbuh jamur

Laporan Mikrobiologi Pangan

PEMERIKSAAN JAMUR KAPANG PADA ROTI


BERJAMUR
Di Susun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Mikrobiologi Pangan Yang Dibimbing Oleh
Ibu Retno Sasongkowati,S.Pd.,S.Si., M.Kes

DISUSUN OLEH :
SUSILA RUSDIANA DEWI

P 27835112015

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA


JURUSAN GIZI
TAHUN 2013

PROSES PENGAMATAN SECARA MAKROSKOPIS (sebelum ditanam di media SDA)


A. Waktu praktikum

: Senin, 30 September 2013

B. Tempat praktikum

: Laboratorium Biologi

C. Bahan
:
- Sampel roti berjamur
D. Alat
- Kamera

E. Langkah pengamatan makroskopis sampel sebelum ditanam di media SDA :


1. Amati koloni jamur yang terdapat pada bahan uji, lakukan pengamatan meliputi :
a. Morfologi koloni : seperti beludru (velvety), seperti wool (wooly), seperti kapas
(fluffy), katun (cotton), seperti tepung (powdery).
b. Pembentukan pigmen : hitam, merah, kuning, hijau, abu-abu, biru, dll
2. Abadikan pengamatan di atas melalui gambar (difoto).
HASIL PENGAMATAN :
1.
2.
3.
4.

Bahan uji
: roti berjamur
Morfologi koloni
: seperti tepung (powdery)
Pembentukan pigmen : putih
Hasil pengamatan melaui gambar/foto :

PROSES PENANAMAN JAMUR SAMPEL KE MEDIA SDA YANG SUDAH STERIL


A. Waktu praktikum

: Senin, 30 September 2013

B. Tempat praktikum

: Laboratorium Biologi

C. Bahan :
- Media SDA (Sorbound Dextrose Agar) yang sudah dituang di petridis (steril)
- Sampel roti yang berjamur
- Desinfektan
- Alkohol
D. Alat :
1. Inokulum kait
2. Lampu spiritus/bunsen
E. Langkah kerja penanaman sampel :
1. Gunakan APD lengkap, semprot sarung tangan dengan alkohol
2. Bersihkan meja kerja dengan desinfektan yang telah diencerkan
3. Nyalakan lampu spiritus
4. Siapkan media dan sampel
5. Buka bungkusan media SDA, dekatkan api spiritus
6. Panaskan inokulum kait pada lampu spiritus hingga berwarna merah, tunggu dingin
beberapa detik
7. Cukitlah jamur yang menempel pada roti
8. Buka segera media SDA yang berada dalam petridis sambil di dekatkan api spiritus
9. Tancapkan cukitan jamur tadi ke media, lakukan di 4 titik
10. Segera tutup kembali petridis, beri label
11. Bungkus kembali petridis, simpan pada suhu ruang selama 4 hari untuk siap diamati

PROSES PENGAMATAN SECARA MAKROSKOPIS (setelah ditanam di media SDA)


A. Waktu praktikum

: Jumat, 04 Oktober 2013

B. Tempat praktikum

: Laboratorium Biologi

C. Bahan
:
Jamur kapang yang telah ditanam di media SDA
D. Alat
- Kamera

E. Langkah pengamatan makroskopis setelah ditanam di media SDA :


1. Amati koloni jamur yang terdapat pada bahan uji, lakukan pengamatan meliputi :
a. Morfologi koloni : seperti beludru (velvety), seperti wool (wooly), seperti kapas (fluffy),
katun (cotton), seperti tepung (powdery).
b. Pembentukan pigmen : hitam, merah, kuning, hijau, abu-abu, biru, dll
2. Abadikan pengamatan di atas melalui gambar (difoto).
HASIL PENGAMATAN :
5.
6.
7.
8.

Bahan uji
: roti berjamur
Morfologi koloni
: seperti tepung (powdery)
Pembentukan pigmen : hijau & hitam
Hasil pengamatan melaui gambar/foto :

Bagian depan

Bagian belakang

PROSES PENGAMATAN SECARA MIKROSKOPIS


A. Waktu praktikum

: Jumat, 04 Oktober 2013

B. Tempat praktikum

: Laboratorium Biologi

C. Alat dan bahan


:
1. Kapang roti berjamur
2. Pewarna / cat LCB (Lacto Phenol Cotton Blue)
3. Inokulum kait
4. Scalpel/pisau bedah/besturimes
5. Lampu spiritus/bunsen
6. Objeck glass
7. Cover glass

D. Langkah pengamatan
:
1. Teteskan satu sampai dua tetes cat pada objeck glass yang bersih, kering, bebas lemak.
2. Untuk hifa tegak (aeria hifa) gunakan inokulum kait, ambil beberapa potong hifa dan
letakkan pada tetesan tersebut.
3. Untuk hifa vegetatif (di dalam substrat) gunakan scalpel, cukitlah media pada koloni
jamur secara radial, letakkan pada tetesan cat tersebut.
4. Panaskan obyek dengan nyala api kecil, sampai timbul gelembung keci-kecil dan
berfungsi sebagai :
a. Membunuh objeck/jamur
b. Mencairkan agar
c. Mengusir gelembung udara yang terjerat oleh objeck
5. Amati objeck glass dengan obyektif 10x di mikroskop
6. Untuk mempertegas badan buah jamur (fruiting bodies) gunakan lensa obyektif 45x
HASIL PENGAMATAN SECARA MIKROSKOPIS
WARN
A
Hitam

HIFA
Septae

BADAN
BUAH
Sterigma/
phialida

SEL
GENERATIF
Mikrokonidia

SEL
VEGETATIF
-

FOTO

KESIMPULAN
ASPERGILLUS
NIGER

Hijau

Septae

Sterigma/
Phialida

mikrokonidia

ASPERGILLUS
FUMIGATUS

PROSES DESTRUKSI
A. Waktu praktikum

: Jumat, 04 Oktober 2013

B. Tempat praktikum

: Laboratorium Pangan

C. Bahan
- Aquadest

D. Alat
- Kompor
- Autoclav

E. Langkah kerja destruksi


:
1. Bungkus kembali petridis yang telah ditumbuhi jamur kapang dengan koran
2. Isi bagian dasar autoclav dengan aquadest
3. Masukkan petridis ke dalam panci autoclav
4. Tutup autoclav sambil pastikan selang udara yang terdapat pada tutup autoclav di
masukkan ke dalam lubang di panci autoclav, tutup dengan memutar pengunci (pada
tutup autoclav) secara sejajar
5. Nyalakan kompor, tunggu hingga suhu mencapai 121oC stabil selama 15 menit
6. Matikan autoclav, buka katup udara pada tutup autoclav secara perlahan
7. Setelah dingin, buka tutup pengunci autoclav dengan sejajar
8. Keluarkan petridis, cuci dengan air mengalir dan sabun
9. Keringkan petridis, lalu simpan kembali
F. Untuk pembersihan objek glass dan cover glass
1. Rendam objek glass dan cover glass dalam desinfektan yang telah diencerkan
2. Cuci dengan air mengalir dan sabun
3. Keringkan, lalu simpan kembali

Laporan Mikrobiologi Pangan

PEMERIKSAAN KHAMIR PADA URINE DAN


KEPUTIHAN
Di Susun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Mikrobiologi Pangan Yang Dibimbing Oleh
Ibu Retno Sasongkowati,S.Pd.,S.Si., M.Kes

DISUSUN OLEH :
SUSILA RUSDIANA DEWI P 27835112015

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA


JURUSAN GIZI
TAHUN 2013

PROSES PERSIAPAN SAMPEL URINE


A. Waktu praktikum

: Senin, 07 Oktober 2013

B. Tempat praktikum

: Laboratorium Mikrobiologi

C. Bahan
- Urine Mahasiswa

D. Alat
:
- Wadah untuk urine
- Tabung sentifugas
- Sentrifugas
- Pipet volume
E. Langkah pengambilan sampel :
1. Ambil sampel urine, masukkan dalam wadah urine
2. Tuang ke dalam tabung sentrifus, sentrifus dengan kecepatan 3000 rpm selama 10 menit
3. Buang cairannya dengan pipet volume sedikit demi sedikit, sisakan endapannya
4. Endapan siap ditanam di media SDA

PROSES PENGAMBILAN DAN PENANAMAN SAMPEL LENDIR KEPUTIHAN


A. Waktu praktikum

: Senin, 07 Oktober 2013

B. Tempat praktikum

: Laboratorium Biologi

C. Bahan
:
- Lendir keputihan mahasiswa
- Media SDA steril (sisa dari praktikum penanaman kapang)
D. Alat
:
- Cutton swab steril
E. Langkah-langkah pengambilan sampel lendir keputihan :
1. Ambil lendir keputihan dengan menggunakan cutton swab steril
2. Tanam di media SDA dengan cara menzig-zag
3. Segera tutup petridis
4. Bungkus kembali petridis, simpan pada suhu ruang selama 4 hari untuk siap diamati

PROSES PENANAMAN SAMPEL URINE KE MEDIA SDA YANG SUDAH STERIL


A. Waktu praktikum

: Senin, 07 Oktober 2013

B. Tempat praktikum

: Laboratorium Biologi

C. Bahan
:
- Endapan urine
- Media SDA steril (sisa dari praktikum penanaman kapang)
- Desinfektan
- Alkohol
D. Alat
:
- Cutton swab steril
- Lampu spiritus/bunsen
E. Langkah-langkah penanaman sampel urine ke media SDA :
1. Gunakan APD lengkap, semprot sarung tangan dengan alkohol
2. Bersihkan meja kerja dengan desinfektan yang telah diencerkan
3. Nyalakan lampu spiritus
4. Siapkan media dan sampel
5. Buka bungkusan media SDA, dekatkan api spiritus
6. Ambil sedikit endapan urine dengan cutton swab steril
7. Buka segera media SDA yang berada dalam petridis sambil di dekatkan api spiritus
8. Goreskan secara zig-zag ke media SDA
9. Segera tutup kembali petridis, beri label
10. Bungkus kembali petridis, simpan pada suhu ruang selama 4 hari untuk siap diamati

PROSES PENGAMATAN MAKROSKOPIS SAMPEL YANG SUDAH DITANAM DI MEDIA SDA


A. Waktu praktikum

: Jumat, 11 Oktober 2013

B. Tempat praktikum

: Laboratorium Biologi

C. Bahan
:
Sampel urine dan lendir keputihan yang telah ditanam di media SDA
D. Alat
- Kamera

E. Langkah pengamatan makroskopis setelah ditanam di media SDA :


1. Amati koloni jamur yang terdapat pada bahan uji, lakukan pengamatan meliputi :
a. Morfologi koloni : seperti beludru (velvety), seperti wool (wooly), seperti kapas
(fluffy), katun (cotton), seperti tepung (powdery).
b. Pembentukan pigmen : hitam, merah, kuning, hijau, abu-abu, biru, dll
2. Abadikan pengamatan di atas melalui gambar (difoto).
HASIL PENGAMATAN : lendir keputihan
a.
b.
c.
d.

Bahan uji
Morfologi koloni
Pembentukan pigmen
Bau

: lendir keputihan
: menimbul
: putih kekuningan
: seperti ragi

Hasil pengamatan melaui gambar/foto :

HASIL PENGAMATAN : urine


a.
b.
c.
d.

Bahan uji
Morfologi koloni
Pembentukan pigmen
Bau

:urine
: tidak tumbuh
: tidak ada
: tidak ada

PROSES PENGAMATAN MIKROSKOPIS LENDIR KEPUTIHAN


A. Waktu praktikum

: Jumat, 11 Oktober 2013

B. Tempat praktikum

: Laboratorium Biologi

C. Alat dan bahan

Khamir lendir keputihan


Pewarna / cat LCB (Lacto Phenol Cotton Blue)
Inokulum kait
Scalpel/pisau bedah/besturimes
Lampu spiritus/bunsen
Objeck glass
Cover glass

D. Langkah pengamatan
:
1. Teteskan satu sampai dua tetes cat pada objeck glass yang bersih, kering, bebas lemak.
2. Untuk hifa tegak (aeria hifa) gunakan inokulum kait, ambil beberapa potong hifa dan
letakkan pada tetesan tersebut.
3. Untuk hifa vegetatif (di dalam substrat) gunakan scalpel, cukitlah media pada koloni
jamur secara radial, letakkan pada tetesan cat tersebut.
4. Panaskan obyek dengan nyala api kecil, sampai timbul gelembung keci-kecil dan
berfungsi sebagai :
a) Membunuh objeck/jamur
b) Mencairkan agar
c) Mengusir gelembung udara yang terjerat oleh objeck
5. Amati objeck glass dengan obyektif 10x di mikroskop
6. Untuk mempertegas badan buah jamur (fruiting bodies) gunakan lensa obyektif 45x

HASIL PENGAMATAN SECARA MIKROSKOPIS


WARN
A
Putih
kekuni
ngan

HIFA
-

BADAN
BUAH
-

SEL
GENERATIF
Blastospora

SEL
VEGETATIF
-

FOTO

KESIMPULAN
Candida
albicans

Dengan pembesaran 10 x 40 pada mikroskop

PROSES DESTRUKSI
A. Waktu praktikum

: Jumat, 11 Oktober 2013

B. Tempat praktikum

: Laboratorium Pangan

C. Bahan
:
- Petridis yang sudah ditumbuhi khamir candida albicans
- Aquadest
D. Alat
- Kompor
- Autoclav

E. Langkah kerja destruksi


:
1. Bungkus kembali petridis yang telah ditumbuhi jamur khamir dengan koran
2. Isi bagian dasar autoclav dengan aquadest
3. Masukkan petridis ke dalam panci autoclav
4. Tutup autoclav sambil pastikan selang udara yang terdapat pada tutup autoclav di
masukkan ke dalam lubang di panci autoclav, tutup dengan memutar pengunci (pada
tutup autoclav) secara sejajar
5. Nyalakan kompor, tunggu hingga suhu mencapai 121oC stabil selama 15 menit
6. Matikan autoclav, buka katup udara pada tutup autoclav secara perlahan
7. Setelah dingin, buka tutup pengunci autoclav dengan sejajar
8. Keluarkan petridis, cuci dengan air mengalir dan sabun
9. Keringkan petridis, lalu simpan kembali
F. Untuk pembersihan objek glass dan cover glass
1. Rendam objek glass dan cover glass dalam desinfektan yang telah diencerkan
2. Cuci dengan air mengalir dan sabun
3. Keringkan, lalu simpan kembali

No. Nama badan buah


SPORANGIUM

Foto

STERIGMA
PENICILLUS

MURIFORM

RENIFORM

No. Sel vegetatif


Rhizoid

Anther hifa

Foto

No. Sel generatif


1.
Blastospora

Foto

Mikroskop

Bagian-bagian dari mikroskop


cahaya:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

lensa okuler
lensa objektif
lensa objektif yang lain
pengatur fokus kasar
pengatur fokus secara halus
papan letak
objek/sampel/preparat yang
dilihat
7. sumber cahaya
8. kondensor cahaya
9. penjepit sampel

fungsi :
1. Lensa okuler, yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk
membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif
2. Lensa objektif, lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini membentuk
bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk
menentukan perbesaran lensa objektif.
3. Pengatur fokus kasar berfungsi untuk untuk menggerakkan papan preparat ke atas dan ke
bawah dengan pergeseran besar.
4. Pengatur fokus halus digunakan untuk menggerakkan (menjauhkan/mendekatkan) lensa
obyektif terhadap preparat secara pelan/halus
5. Papan preparat berfungsi untuk meletakkan sampel yang akan diamati dengan mikroskop
6. Sumber cahaya dapat berasal dari listrik berfungsi untuk memantulkan cahaya agar objek
dapat terlihat oleh lensa okuler dan obyektif
7. Kondensor, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat
putar dan di naik turunkan.
8. Penjepit sampel berfungsi untuk menjapit objek glass yang sudah berisi sampel
9. Diafragma, di mikroskop yang menggunakan cermin terdapat diafragma yang berfungsi
mengatur jumlah cahaya yang masuk ke objek melalui lubang-lubang yang bermacammacam ukurannya.