Anda di halaman 1dari 2

TUGAS ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR

NAMA

: NI PUTU VIDIA TIARA TIMUR

KELAS

:B

NIM

: 1009005016

PENJELASAN PERBEDAAN MANUSIA SEBAGAI MAHLUK INDIVIDU


DAN MANUSIA SEBAGAI MAHLUK SOSIAL
1. Manusia sebagai Makhluk Individu
Dalam bahasa Latin individu berasal dari kata individium yang berarti yang tak
terbagi, sehingga merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu
kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas.
Manusia sebagai makhluk individu merupakan kesatuan dari unsur jasmani dan
rohani. Manusia dinyatakan sebagai mahluk individu ketika unsur-unsur tersebut bersatu.
Kemampuan untuk memikul tanggung jawab sendiri merupakan ciri dari adanya
individualitas pada diri manusia.
Setiap manusia memilki ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang percis sama di
dunia ini walaupun manusia tersebut kembar identik. Kita dapat membedakan setiap manusia
dengan melihat :
1. Perbedaan fisik: usia, tingkat dan berat badan, jenis kelamin, pendengaran, penglihatan,
kemampuan bertindak.
2. Perbedaan sosial: status ekonomi,agama, hubungan keluarga, suku.
3. Perbedaan kepribadian: watak, minat dan sikap.
4. Perbedaan kecakapan atau kepandaian.

Manusia sebagai mahluk individu juga merupakan perpaduan antara faktor fenotip
dan genotip. Dimana faktor genotip merupakan faktor yang didapat sejak lahir dan
merupakan faktor keturunan yang dapat dilihat secara fisik. Sedangkan, faktor fenotip
merupakan faktor yang didapat dari lingkungan dapat berupa lingkungan fisik dan
lingkungan sosial. Faktor fenotip ini sangat berperan dalam pembentukan karakter atau
kepribadian seseorang.
2. Manusia sebagai Makhluk Sosial
Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Menurut
kodratnya manusia adalah mahluk sosial atau mahluk yang bermasyarakat. Manusia selalu
hidup bersama manusia lainnya dengan membentuk kelompok kelompok sosial. Manusia
tidak dapat mencapai apa yang diinginkan tanpa bantuan dari orang lain. Tidak pernah ada
manusia yang mampu menjalani kehidupan ini tanpa bantuan orang lain.
Hakekat manusia sebagai makhluk sosial memiliki dorongan untuk berinteraksi
dengan manusia lain, perilaku manusia akan selalu terkait dengan manusia lain. Perilaku
manusia ini akan membentuk hukum, tunduk terhadap norma di masyarakat, ingin
mendapatkan respon yang baik dari manusia lain serta bekerjasama dalam kelompok yang
lebih besar. Kerjasama sosial merupakan syarat untuk kehidupan yang baik dalam
masyarakat yang saling membutuhkan. Kesadaran manusia untuk berinteraksi dengan
manusia lain, kesadaran bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri, penghargaan dan
keinginan mendapat respon yang baik dari orang lain merupakan tanda bahwa manusia
merupakan mahluk sosial.