Anda di halaman 1dari 30

MAKALAH

PENYAKIT AKIBAT GANGGUAN HORMON DALAM TUBUH MANUSIA

K U E M S L E I A H S I Y K A
K
U
E
M
S
L
E
I
A
H
S
I
Y
K
A
E
I
G
D
T
T
N
Z
I
A
G
A
S
A
N
N
I
T
H
A
L
O
K
E
S

OLEH :

NAMA

: META CANDRA ZULKARNAIN

NIM

: 1402087

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) SYEDZA SAINTIKA PADANG

2014

A. Latar Belakang

Sehabis

BAB I

PENDAHULUAN

berolahraga,

tenggorokan

kita

akan

terasa

kering

dan

kehausan. Ini terjadi karena tubuh banyak mengeluarkan keringat, sehingga air

dalam tubuh juga banyak yang keluar. Keadaan demikian membuat tubuh

segera mengeluarkan zat yang menghentikan pengeluaran cairan tersebut. Zat

yang dimaksud dinamakan hormon. Apabila kita minum air, segera hormon

yang dikeluarkan tubuh tersebut akan berhenti.

Hormon merupakan senyawa kimia, berupa protein yang mempunyai

fungsi untuk memacu atau menggiatkan proses metabolisme tubuh. Dengan

adanya hormon dalam tubuh maka organ akan berfungsi menjadi lebih baik.

Untuk dapat melakukan kegiatan dan dapat memberikan reaksi terhadap

perubahan-perubahan eksternal maupun internal diperlukan adanya koordinasi

yang tepat di antara kegiatan organ- organ tubuh. Dalam hal ini sistem

endokrin

merupakan

suatu

sistem

yang

dapat

menjaga

berlangsungnnya

integrasi kegiatan organ tubuh. Hormon yang dihasilkan oleh sistem endokrin

ini memegang peranan yang sangat penting.

B. TUJUAN:

1.Untuk mengetahui fungsi dan peran hormon dalam pertumbuhan dan

perkembangan dalam tubuh manusia.

2.Untuk mempelajari seluk beluk proses kerja hormon pada manusia.

1

3. Untuk mengetahui penyakit akibat gangguan hormon pada manusia.

4.Untuk

biokimia.

memenuhi

C. Manfaat Penulisan

salahsatu

syarat

dalam

mengikuti

perkuliahan

Dapat dijadikan sebagai referensi dalam penyusunan karya tulis dan

skripsi selanjutnya yang membahas tentang sistem hormon dan gangguan

penyakit akibat hormon pada tubuh manusia.

2

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Sistem Hormon Manusia

Asal kata hormon dari bahasa Yunani yakni hormaen yang berarti

menggerakkan.Menurut

para

ahli

Hormon

merupakan

suatu

zat

yang

dihasilkan oleh suatu bagian dalam tubuh. Organ yang berperan dalam sekresi

hormon dinamakan kelenjar endokrin. Disebut demikian karena hormon yang

disekresikan diedarkan ke seluruh tubuh oleh darah dan tanpa melewati

saluran

khusus.

Di

pihak

lain,

terdapat

pula

kelenjar

eksokrin

yang

mengedarkan hasil sekresinya melalui saluran khusus.

Walaupun jumlah yang diperlukan sedikit, namun keberadaan hormon

dalam tubuh sangatlah penting. Ini dapat diketahui dari fungsinya yang

berperan antara lain dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh,

proses reproduksi, metabolisme zat, dan lain sebagainya.

Hormon akan dikeluarkan oleh kelenjar endokrin bila ada rangsangan

(stimulus). Hormon tersebut akan diangkut oleh darah menuju kelenjar yang

sesuai. Akibatnya, bagian tubuh tertentu yang sesuai akan meresponnya.

Sebagai contoh, hormone insulin disekresikan pankreas saat ada rangsangan

gula darah yang tinggi, hormon adrenalin disekresikan medula adrenal oleh

stimulasi saraf simpatik, dan lain-lain.

Kelenjar dalam tubuh manusia dibedakan menjadi 2 bagian yaitu :

3

1.

Kelenjar eksokrin yaitu kelenjar yang mempunyai saluran khusus dalam

penyaluran hasil sekretnya/getahnya.

Contoh : kelenjar-kelenjar pencernaan.

2. Kelenjar endokrin yaitu kelenjar yang tidak mempunyai saluran khusus

dalam penyaluran hasil sekretnya/getahnya.

Contoh : kelenjar hipofisis, thyroid, thymus dll.

Kelenjar endokrin disebut juga kelenjar buntu karena hormon yang

dihasilkan tidak dialirkankan melalui suatu saluran tetapi langsung masuk

kedalam pembuluh darah. Hormon dari kelenjar endokrin mengikuti peredaran

darah ke seluruh tubuh hingga mencapai organ organ tertentu. Meskipun

semua hormone mengadakan kontak dengan semua jaringan dalam tubuh,

namun hanya sel / jaringan yang mengandung reseptor yang spesifik terhadap

hormon tertentu yang terpengaruh hormon tersebut.

Hormonologi yaitu ilmu yang mempelajari mengenai seluk beluk

hormon. Pada makhluk hidup, khususnya manusia hormon dihasilkan oleh

kelenjar yang tersebar dalam tubuh. Cara kerja hormon di dalam tubuh tidak

dapat diketahui secara cepat perubahannya, akan tetapi memerlukan waktu

yang lama. Tidak seperti sistem saraf yang cara kerjanya dengan cepat dapat

dilihat perubahannya. Hal ini karena hormon yang dihasilkan akan langsung

diedarkan oleh darah melalui pembuluh darah, sehingga memerlukan waktu

yang panjang.

B. Ciri -ciri dan Fungsi Hormon

Hormon mempunyai ciri ciri sebagai berikut :

4

Diproduksi dan disekresikan ke dalam darah oleh sel kelenjar endokrin

dalam jumlah sangat kecil

Diangkut oleh darah menuju ke sel/jaringan target

Mengadakan interaksi dengan reseptor khusus yang terdapat dalam sel

target

Mempunyai pengaruh mengaktifkan enzim khusus

Mempunyai pengaruh tidak hanya terhadap satu sel target, tetapi dapat

juga mempengaruhi beberapa sel target yang berlainan.

Fungsi Hormon adalah:

1. Memacu pertumbuhan dan metabolisme tubuh.

2. Memacu reproduksi.

3. Mengatur keseimbangan cairan tubuh/homeostasis.

4. Mengatur tingkah laku.

C. Kelenjar-kelenjar Hormon

Dilihat dari aktivitasnya, kelenjar endokrin dapat dibedakan menjadi :

Kelenjar yang bekerja sepanjang hayat, misalnya hormon yang memegang

peranan pada proses metabolisme.

Kelenjar yang bekerjanya mulai saat tertentu, misalnya hormon kelamin.

Kelenjar yang bekerja hanya sampai saat tertentu saja, misalnya kelenjar

timus

5

Dilihat dari aspek dan macam lokasinya, kelenjar endokrin dapat

dibedakan menjadi :

No.

Kelenjar endokrin

Lokasi

1

Kelenjar hipofisis

Terletak pada dasar otak besar, pada lekukan tulang selatursika di bagian tulang baji

2

Kelenjar tiroid

Terletak di daerah leher

3

Kelenjar paratiroid

Terletak di dekat kelenjar tiroid

4

Kelenjar pankreas

Terletak di dekat ventrikulus (perut besar)

5

Kelenjar adrenal

Terletak di bagian atas ginjal

6

Ovarium

Terletak di daerah abdomen (perut)

7

Testis

Terletak di buah zakar dalam skrotum

Di dalam tubuh manusia ada beberapa jenis kelenjar endokrin, yakni

kelenjar hipofisis, tiroid, paratiroid, timus, pankreas, adrenal, ovarium, testis,

dan kelenjar pencernaan. Simak dan pahami uraian berikut.

1. Kelenjar PINEAL

Hormon melatonin : warna/pigmen kulit melanin. Hormon ini dapat

juga mengatur rasa kantuk pada diri seseorang. Pada remaja hormon

ini dihasilkan lebih banyak bila dibandingkan dengan orang dewasa.

Hormon vasotocin (Mammalia) : mirip fungsinya dengan vasopresin

dan oksitosin.

2. Kelenjar Hipofi sis (Pituitari)

Kelenjar hipofi sis terletak pada dasar otak dan di bawah kendali

hipotalamus. Di dalam tubuh, ukurannya lebih kurang sebesar kacang

ercis. Kelenjar ini seringkali disebut pula sebagai master of gland, sebab

hormone yang dihasilkan dapat memengaruhi fungsi endokrin yang lain.

6

Berdasarkan strukturnya, kelenjar hipofi sis terdiri atas tiga bagian,

yaitu bagian depan (lobus anterior), bagian tengah (intermediet), dan

bagian belakang (posterior). Bagian tengahnya hanya dimiliki oleh bayi,

sementara pada orang dewasa telah hilang atau tinggal sisanya saja. Oleh

karena itu, pada orang dewasa, kelenjar hipofi sis hanya tersusundua

bagian saja yakni bagian depan dan bagian belakang. Berikut dibahas dua

bagian kelenjar hipofi sis tersebut.

a. Kelenjar Hipofisis Anterior

Kelenjar hipofisis anterior berkembang dari lipatan langit-

langit mulut yang tubuh ke arah otak. Lipatan tersebut akhirnya

kehilangan persambung an dengan saluran pencernaan. Bagian depan

kelenjar

hiposifis

ini

menghasilkan

banyak

hormon.

Selain

itu,

berpengaruh juga terhadap berbagai macam organ.

Di dalam tubuh, berbagai hormon yang disekresikan kelenjar

hipofi sis anterior ini hanya digunakan dengan jumlah tertentu saja.

Apabila

terlalu

berlebihan

atau

justru

kekurangan

dapat

memberikandampak

yang

tidak

baik

bagi

tubuh.

Misalnya

saja,

kelebihan

hormone

somatotrof

(hormon

pertumbuhan)

dapat

menyebabkan pertumbuhan raksasa (gigantisme). Selanjutnya, bila

kelebihan tersebut terjadi pada waktu dewasa dapat menyebabkan

pertumbuhan yang tidak seimbang (akromegali), seperti tulang muka,

jari-jari tangan, dan kaki yang membesar. Sebaliknya, bila sekresi

7

hormon

pertumbuhan

kurang,

akibatnya

adalah

pertumbuhan

terhambat atau kekerdilan (kretinisme).

 

1)

FSH

(folikel

stimulating

hormone),

berfungsi

merangsang

pematangan folikel de Graaf tempat sel telur berada.

 

2)

LH (lutenizing hormone), yaitu hormon yang berperan dalam

pematangan sel gonad pada wanita.

3)

ACTH

(adrenocorticotropic

hormone),

yaitu

hormon

yang

berperan

merangsang

kelenjar

adrenal

untuk

mengeluarkan

hormon tertentu.

4)

TSH (tyroid stimulating hormone), merangsang kelenjar tiroid

mengeluarkan hormon tiroksin.

5)

Prolaktin, hormon ini mengaktivasi air susu pada ibu yang sedang

menyusui.

6)

GH

(growth

hormone),

merangsang

pertumbuhan

tulang

dan

bagian tubuh lainnya dan berperan membantu penyerapan nutrisi

tubuh.

7)

Endorfin, merupakan hormon yang berfungsi sebagai penghilang

rasa sakit. Beberapa narkotika menghasilkan efek yang sama

dengan endorfin.

b. Kelenjar Hipofi sis Posterior

Kelenjar hipofi sis posterior merupakan hasil dari perluasan

otak. Tepatnya berasal dari perkembangan tonjolan hipotalamus ke

arah bawah, ke arah lipatan mulut yang membentuk bagian anterior

8

hipofisis.

Hormon

yang

dihasilkan

kelenjar

ini

ada

tiga,

yakni

vasopressin, (Antidiuretic hormone = ADH), pretesin, dan oksitosin.

Vasopresin dan pretesin berfungsi mengurangi jumlah air yang hilang

dari ginjal saat keluar sebagai urine. Selain itu, kedua hormon tersebut

berfungsi

menaikkan

tekanan

darah

dengan

mengecilkan

arteriol.

Sementara,

oksitosin

berperan

dalam

membantu

proses

kelahiran

dengan kontraksi uterus. Oksitosin juga membantu sekresi susu dari

payudara ibu.

1)

ADH (antidiuretic hormone), mengontrol keseimbangan cairan

tubuh melalui mekanisme pengeluaran urine.

2)

Oxytocin, merupakan hormon yang berperan dalam kontraksi otot

rahim pada saat seorang wanita melahirkan.

3. Kelenjar Tiroid (Kelenjar Gondok)

Kelenjar

tiroid

merupakan

kelenjar

yang

terletak

pada

leher,

tepatnya pada laring. Kelenjar ini terdiri atas dua lobus yakni sebelah

kanan dan kiri laring. Beratnya sekitar 25 g dan kaya akan darah. Hormon

terpenting

yang disekresikan kelenjar tiroid

adalah tiroksin. Hormon

tiroksin terbentuk dari asam amino yang mengandung yodium. Bagi tubuh,

hormon ini berpengaruh dalam proses metabolisme sel. Selain itu, hormon

tersebut juga memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan diferensiasi

jaringan tubuh.

Beberapa penyakit manusia ada yang disebabkan oleh kelenjar

tiroid. Kondisi kelebihan hormon tiroid (hipertiroid) dapat menimbulkan

9

gejala

hipermetabolisme

(morbus

basedowi),

dengan

tanda-tanda

meningkatnya detak jantung sehingga muncul gugup, napas cepat dan

tidak teratur, mulut menganga, dan mata melebar. Sementara itu, apabila

seseorang

sebelum

dewasa

kekurangan

hormon

tiroid

(hipotiroid),

tubuhnya

dapat

mengalami

kretinisme

(kerdil).

Kretenisme

ditandai

dengan fi sik dan mental penderita yang tumbuh tidak normal.

Pada

orang

dewasa,

kondisi

hipotiroid

dapat

menyebabkan

miksedema. Gejala penyakit ini, adalah laju metabolisme rendah, berat

badan

bertambah,

bentuk

badan

menjadi

besar,

kulit

kasar,

dan

rambutmudah rontok. Selain penyakit-penyakit tersebut, seseorang juga

dapat

mengalami

pembengkakan

kelenjar

tiroid

karena

kekurangan

makanan yang mengandung yodium. Penyakit pembengkakan demikian

dinamakan gondok.

Macam hormon yang dihasilkan :

1. Hormon Tiroksin (T4) dan Triiodotironin (T3),

Hormon ini berfungsi :

a. Mengatur metabolisme karbohidrat.

b. Memengaruhi perkembangan mental.

c. Memengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan diferensiasi sel.

d. Memengaruhi kegiatan sistem saraf.

10

2.

Hormon Calsitonin.

Hormon ini berfungsi :

a. Menurunkan kadar Ca (Calsium) darah.

b. Mengatur absorpsi Calcium oleh tulang.

4. Kelenjar Paratiroid (Anak Gondok)

Kelenjar paratiroid terdiri atas empat struktur kecil yang terdapat

pada permukaan kelenjar tiroid. Hormon yang disekresikan kelenjar ini

disebut

parathormon

(PTH).

Hormon

parathormon

berperan

dalam

pengaturan pemakaian ion kalsium (Ca2+) dan fosfat (PO43+) pada

jaringan.

Manusia jarang mengalami hipoparathormon (kondisi kekurangan

hormon parathormon). Kalaupun mengalaminya, seseorang dapat kejang

otot atau tetani. Sedangkan hiperparathormon (kondisi kelebihan hormon

parathormon) dapat menimbulkan berba gai gejala seperti tulang menjadi

rapuh, lemah, dan berbentuk abnormal. Selain itu, kadar ion Ca2+ yang

berlebihan dalam darah dapat masuk ke air seni dan mengendap bersama

ion fosfat. Endapan ini dapat membentuk batu ginjal sehingga menyumbat

saluran air seni.

Hormon yang dihasilkan Hormon PTH (Parathormon).

Fungsi hormon Parathormon:

1. Mengatur metabolisme Ca 2+ (Calcium) dan PO4 3+ (phosphat).

2. Mengendalikan pembentukan tulang.

11

5.

Kelenjar Timus

Kelenjar timus merupakan kelenjar hasil penimbunan hormon

somatotrof atau hormon pertumbuhan. Pada orang dewasa, kelenjar ini

tidak digunakan kembali.

Hormon ini berfungsi :

1. Mengatur proses pertumbuhan.

2. Kekebalan tubuh/imunitas setelah kelahiran.

3. Memacu

pertumbuhan

dan

pematangan

menghasilkan Lymphocyte cell/T Cell.

sel

Limfosit

yang

Bila kekurangan atau kelebihan, gejalanya hampir mirip dengan

hormon tiroksin.

6. Kelenjar Adrenal (Anak Ginjal)

Kelenjar

adrenal

(glandula

adrenal)

pada

manusia

berbentuk

sepasang struktur kecil yang terletak di ujung anterior ginjal dan kaya akan

darah. Masing-masing struktur kelenjar ini memiliki dua bagian, yakni

bagian luar (korteks) dan bagian dalam (medula).

BAGIAN KORTEX

1. Hormon Cortison atau antiadison

Berfungsi

sebagai

anti

formasi karbohidrat.

peradangan

dan

membantu

pembentukan

Hiposekresi : Bila kekurangan hormon ini akan menyebabkan penyakit

Adison

Gejalanya :

12

a. Kulit memerah/timbulnya ruam pada kulit.

b. Dapat menimbulkan kematian.

c. Tekanan darah rendah.

d. Nafsu makan hilang.

e. Pengendapan pigmen melanin yang banyak.

2. Hormon Glukokortikoid

Berfungsi : merangsang kenaikan jumlah kadar gula darah.

Hipersekresi : Bila penghasilan hormon ini berlebihan akan dapat

menyebabkan Cushing syndrome

3. Hormon Cortisol

Berfungsi :

a. Memacu metabolisme karbohidrat.

b. Meningkatkan respon imunitas tubuh.

Hipersekresi : Bila terjadi kenaikan dalam penghasilan hormon ini

akan dapat menyebabkan cushing syndrome.

4. Hormon Aldosterone

Berfungsi :

a. Mengatur keseimbangan mineral dan air dalam ren.

b. Membuang kelebihan Kalium.

5. Hormon Corticosterone

Berfungsi :

a. Mempengaruhi metabolisme karbohidrat, protein dan lipid.

b. Meningkatkan respon imunitas tubuh.

13

6.

Hormon Mineralokortikoid

7. Berfungsi :

a. Mengatur keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh.

b. Merangsang reabsorbsi Na+ dan Cl- dalam tubulus ginjal.

Hiposekresi : Bila kekurangan hormon ini akan menyebabkan penyakit

Adison.

BAGIAN MEDULLA

1. Hormon Adrenalin/Epinefrin

Hormon ini secara umum berfungsi :

a. Memicu reaksi terhadap tekanan dan kecepatan gerak tubuh.

b. Memicu reaksi terhadap efek lingkungan, seperti suara yang

tinggi, intensitas cahaya dll.

Secara khusus hormon ini berfungsi :

a. Memacu aktivitas cor/jantung.

b. Menaikkan tekanan darah.

c. Mengerutkan otot polos pada arteri.

d. Mengendurkan otot polos bronchioles

e. Mempercepat glikolisis.

f. Pengeluaran keringat dingin.

g. Rasa keterkejutan/shock.

h. Mengatur metabolisme glukosa saat stress.

i. Memengaruhi otak yang akan mengakibatkan :

i. Indera perasa menjadi kebal terhadap rasa sakit.

14

ii.

Kemampuan berfikir dan ingatan meningkat.

iii. Pulmo akan menyerap oksigen lebih banyak.

iv. Banyak menghasilkan sumber energy dari proses glikolisis.

j. Mencegah efek penuaan dini.

k. Melindungi dari penyakit Alzheimer, penyakit jantung, kanker

payudara, kanker ovarium dan osteoporosis.

Hiposekresi

:

Bila

terjadi

kekurangan

penghassilan

hormon

adrenalin/epinefrin akan menyebabkan penyakit Adison. Gejalanya

dapat dilihat pada hiposekresi Hormon Mineralokortikoid dan

Hormon Cortison.

2. Hormon Androgen

Berfungsi :

Menentukan

sifat

kelamin

sekunder

pada

pria

dan

wanita.

Hipersekresi : Bila terjadi kelebihan hormon ini akan menyebabkan

penyakit

Cushing

Syndrome/sindrom

Cushing

serta

penyakit

kelainan ciri kelamin sekunder pada laki-laki dan perempuan

Gejala Cushing syndrome :

a. Membulatnya wajah/muka.

b. Obesitas.

c. Penimbunan lemak di daerah leher.

d. Pengecilan pada daerah lengan dan kaki.

e. Terhentinya atau terganggunya periode menstruasi.

f. Penurunan daya sexualitas.

15

g. Kenaikan tekanan darah dan kadar gula darah.

h. Melemahnya atau rapuhnya tulang.

i. Masalah rambut pada wanita.

Penyakit manusia yang disebabkan oleh kurangnya sekresi hormon

ini adalah penyakit Addison. Gejala yang timbul pada penderita penyakit

ini

antara

lain

tekanan

darah

rendah,

kelemahan

otot,

gangguan

pencernaan, peningkatan retensi kalium dalam cairan tubuh dan sel, kulit

kecoklatan, dan nafsu makan hilang. Penderitanya dapat diobati dengan

pemberian hormon kortin melalui mulut atau intramuskular.

7. Kelenjar Ventriculus

Dihasilkan Hormon Gastrin. Hormon ini berfungsi :

1. Memacu pengeluaran sekret/getah lambung.

2. Membantu dalam proses pencernaan.

8. Kelenjar Usus

1. Hormon Sekretin

Berfungsi memacu sekresi getah usus dan pankreas.

2. Hormon Kolesistokinin

Berfungsi memacu sekresi getah empedu dan pankreas.

9. Kelenjar Pankreas

Kelenjar prankeas dinamakan juga kelenjar Langerhans atau pulau

Langerhans. Pulau Langerhans merupakan sekelompok kecil yang tersebar

di seluruh pankreas. Sel-sel pulau Langerhans tak terkait dengan saluran

pembawa getah pankreas yang menuju duodenum. Namun, sel-sel kelenjar

16

ini

sangat

kaya

akan

pembuluh

darah.

Di

dalam

otot

glukosa

dimetabolisasi dan disimpan dalam bentuk cadangan.Di sel hati, insulin

mempercepat

proses

pembentukan

glikogen

(glikogenesis)

dan

pembentukan lemak (lipogenesis).Kadar glukosa yang tinggi dalam darah

merupakan rangsangan untuk mensekresikan insulin. Sebaliknya glukogen

bekerja secara berlawanan terhadap insulin.

Peningkatan glukosa darah diatas titik pasang (sekitar 90mg/100ml

pada manusia) merangsang pankreas

untuk mensekresi

insulin,

yang

memicu sel sel targetnya untuk mengambil kelebihan glukosa dari darah.

Ketika kelebihan itu telah dikeluarkan atau ketika konsentrasi glukosa

turun dibawah titik pasang, maka pancreas akan merespons dengan cara

mensekresikan glukagon, yang mempengaruhi hati untuk menaikkan kadar

glukosa darah.

Hormon Insulin

Bersifat antagonis dengan hormon adrenalin. Hormon ini berfungsi :

a. Mengatur kadar glukosa dalam darah.

b. Membantu pengubahan glukosa menjadi glikogen dalam hepar dan

otot.

Hiposekresi : Bila kekurangan dalam penghasilan hormon ini akan

menyebabkan penyakit diabetes mellitus/penyakit kencing manis.

Gejala penyakit diabetes mellitus :

a. Kenaikan jumlah gula dalam darah.

b. Badan menjadi lems.

17

c. Sering merasa haus/banyak minum.

d. Banyak melakukan urinasi (pembuangan urine).

e. Energy berkurang.

Hormon Glukagon

Hormon ini mempunyai sifat kerja yang sinergis dengan hormon

adrenalin. Hormon ini berfungsi :

a. Meningkatkan kadar gula dalam darah.

b. Mengubah glikogen menjadi glukosa dalam peristiwa glikolisis.

10. Kelenjar Kelamin

Kelenjar kelamin disebut pula dengan gonad. Meskipun fungsi utamanya

adalah

memproduksi

sel-sel

kelamin,

namun

kelenjar

kelamin

juga

memproduksi hormon. Kelenjar kelamin laki-laki terdapat pada testis,

sementara kelenjar kelamin perempuan berada pada ovarium.

a.

Sel Testis

Menghasilkan

Hormon

Androgen,

Ex

:

Hormon

Testosteron,

merupakan

satu

spermatozoa.

hormon

yang terpenting dalam

Fungsi Hormon Testosteron :

Mengatur ciri kelamin sekunder.

pembentukan

sel

Mempertahankan proses spermatogenesis.

18

b. Sel Ovarium

Menghasilkan 3 hormon penting dalam seorang wanita :

Hormon Estrogen

Hormon ini berfungsi untuk : memperlihatkan ciri-ciri kelamin

sekunder wanita.

Hormon Progesteron

Hormon ini berfungsi :

Mempersiapkan masa kehamilan dengan menebalkan dinding

uterus.

Menjaga kelenjar susu dalam menghasilkan air susu.

c. Hormon Relaksin

Hormon

ini

berfungsi

kontraksi otot.

11. Kelenjar Pencernaan

untuk

membantu

proses

persalinan

dalam

Kelenjar pencernaan merupakan kelenjar yang terdapat pada sa

luran pencernaan. Misalnya saja kelenjar pada lambung dan usus. Pada

lambung, kelenjar mensekresikan hormon gastrin, yaitu hormone yang

berperan dalam sekresi getah lambung. Sementara hormone sekretin dan

hormon kolsistokinin disekresikan oleh kelenjar pada usus. Ma sing-

masing fungsi hormon ini adalah merangsang sekresi getah pankreas dan

getah empedu.

Selain kelenjar endokrin, terdapat juga kelenjar eksokrin yang

menyekresikan zat kimia. Perbedaannya terletak pada tempat kerja cairan

19

kimia yang dihasilkannya. Kelenjar eksokrin disekresikan ke luar tubuh,

seperti keringat dan enzim di mulut. Adapun hormon yang dihasilkan oleh

kelenjar endokrin diedarkan di dalam tubuh oleh sistem peredaran darah.

Hormon bekerja secara efektif jika dalam jumlah yang sesuai, jika jumlah

hormon yang disekresikan berlebih atau kurang, akan timbul kelainan-

kelainan pada tubuh. Hormon dan sistem saraf bersama-sama mengatur

regulasi tubuh, yaitu sebagai berikut.

kesetimbangan

Mengatur

cairan

tubuh

dalam

proses

homeostatis

(nutrisi, metabolisme, kesetimbangan garam dan air, kesetimbangan

gula hingga ekskresi)

Bereaksi terhadap rangsang dari luar tubuh

Berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan

Pengaturan dan penyimpanan energi

Meskipun

sama-sama

berperan

dalam

sistem

regulasi,

tetapi

terdapat

perbedaan

sistem

kerja

pada

hormon

dan

saraf.

Perbedaan

tersebut terletak pada jeda waktu yang diperlukan oleh kedua sistem dalam

menanggapi rangsang atau stimulus. Seperti halnya saraf, hormon bekerja

dengan sangat spesifik. Sel target atau organ target yang akan dituju harus

dilengkapi dengan sebuah reseptor yang dikenal oleh hormon, jika tidak

dikenali, hormon tidak akan bereaksi. Beberapa bagian dalam tubuh

tempat diproduksinya hormon disebut kelenjar endokrin.

20

D.

Hubungan Sistem Hormon dan Sistem Saraf

Hormon bekerja atas perintah dari sistem saraf. Sistem yang mengatur

kerjasama antara saraf dan hormon terdapat pada daerah hipotalamus. Daerah

hipotalamus sering disebut daerah kendali saraf endokrin (neuroendocrine

control).

Hormon

berfungsi

dalam

mengatur

homeostasis,

metabolisme,

reproduksi dan tingkah laku. Homeostasis adalah pengaturan secara otomatis

dalam

tubuh

agar

kelangsungan

hidup

dapat

dipertahankan.

Contohnya

pengendalian tekanan darah, kadar gula dalam darah, dan kerja jantung.

Berikut ini adalah hubungan sistem hormon dengan sistem saraf yang

digambarkan dalam bentuk skema atau bagan :

Releasing Factor/Faktor pembebas

Adalah faktor yang memperbaiki situasi atau kondisi tubuh, sehingga

kondisi tubuh menjadi lebih baik. Faktor tersebut adalah hormon-hormon

yang mencegah terjadinya kondisi tubuh tersebut.

No.

Aspek

Sistem hormon

 

Sistem saraf

pembeda

 
 

1 Aksi

Bersifat lambat

Bersifat cepat/segera

 

2 Pengaturan

Jangka panjang, misalnya pertumbuhan dan perkembangan

Jangka pendek, misalnya denyut jantung dan kontraksi otot

 

3 Sekresi

Hormon

neurotransmitter

 

4 Komunikasi

Komunikasi

antar

neuron

Komunikasi

melalui

melalui synapsis

sistem sirkulasi

Inhibitor Factor/Faktor penghambat

Adalah faktor yang terus mendukung situasi atau kondisi tubuh, sehingga

kondisi tubuh menjadi tidak baik/memperburuk kondisi tubuh. Faktor

21

tersebut adalah hormon-hormon yang mendukung terjadinya kondisi tubuh

tersebut.

Perbedaan sistem hormon dan sistem saraf

E. Kelainan-kelainan Akibat Kelebihan/Kekurangan Hormon

No.

Kelenjar

Hormon yang

Gangguan /

Ciri - ciri

dihasilkan

kelainan

1

Hipofisis

Kekurangan

Dwarfisme

Penderita tampak bertubuh pendek (hanya sekitar satu meter atau bahkan kurang) tapi tetap memiliki proporsi tubuh yang normal

hormon

(hiposekresi)

hormon

pertumbuhan(gr

owth hormone)

   

Kelebihan

Gigantisme

Terjadi pada masa kanak kanak,dimana terjadi pertumbuhan berlebihan bahkan dapat sampai mencapai 8 kaki

hormon

(giantism)

(hipersekresi)ho

rmon

pertumbuhan

(growth

 

hormone)

     

Akromegali

Terjadi pada saat dewasa, penderita mengalami pembesaran tulang rahang dan wajah. Kulit bertambah tebal, diikuti gangguan akibat penekanan saraf oleh massa tulang yang bertambah

2.

Tiroid

Hipersekresi

Grave’s

Penderita ini mengalami metabolisme yang amat meningkat; penderita cenderung bertambah

hormone

disease/

tiroksin

morbus

(Hipertiroidisme

basedow

)

kurus walaupun disaat yang sama penderita memiliki nafsu makan yang meningkat . Keringat berlebihan, denyut nadi yang cepat, tidak tahan panas dan kelemahan badan. Dapat juga ditemukan penonjolan bola mata (exophtalmus)

22

 

Hiposekresi

Kretinisme

Terjadi pada masa kanak kanak, cirinya penderita tidak dapat mencapai pertumbuhan fisik dan mental yang normal

hormon tiroid

(Kerdil)

(Hipotiroidisme)

   

Mix

Terjadi pada orang dewasa, cirinya laju metabolisme rendah, berat

Oedema

(Miksedema

)

badan berlebihan, bentuk badan menjadi kasar, dan rambut rontok

3 Paratiroid

Hipersekresi

Hiperparath

Kelainan pada tulang seperti tulang rapuh, bentuk abnormal dan mudah patah. Kelebihan kalsium yang diekskresikan dalam air seni bersama ion fosfat dapat menyebabkan batu ginjal

hormon

ormon

paratiroid

 

Hiposekresi

Hipoparatho

Terjadi gejala kekejangan otot (tetani)

hormon

rmon

paratiroid

 

4 Pankreas

Hiposekresi

Diabetes

Penyakit ini sepenuhnya bergantung dengan insulin, penyakit ini sering didapatkan pada anak-anak atau dewasa muda. Pengobatan dengan mengganti insulin sesuai dengan jumlah yang diperlukan

hormon insulin

tipe I

   

Diabetes

pada penyakit ini insulin diproduksi dalam jumlah memadai tetapi terdapat gangguan dalam kualitas dan mekanisme kerjanya. Faktor resiko penyakit ini seperti riwayat keluarga dengan Diabetes Mellitus dan obesitas

tipe 2

5 Korteks

Hipersekresi

Cushing’s

penderita mengalami peningkatan tekanan darah, gula darah akibat pengeluaran hormon kortisol yang berlebihan.

Adrenal

hormon kelenjar

syndrome

adrenal

 

23

   

Hiposekresi

Addison’s

Gejala berupa

hormon kelenjar

adrenal

disease

Hipoglikemia (kadar gula dalam darah menurun),

·

 

Gangguan pembentukan glukosa oleh jaring (glukoneogenesis)

·

·

Penurunan kadar

glikogen di liver yang

menjadi cadangan glukosa dalam tubuh

·

Gangguan akibat

kekurangan aldosteron seperti pengeluaran natrium dan cairan yang berlebihan di ginjal.

· Dehidrasi,

· Penurunan tekanan darah

Shock yang dapat menimbulkan kematian, terutama bila tidak ditangani secara cepat.

·

6

Kelenjar

Hiposekresi

-

dapat mengakibatkan gangguan terutama dalam proses reproduksi manusia.

gonad

hormon kelenjar

gonad

24

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Hormon adalah

zat

kimia

dihasilkan

oleh

kelenjar

endokrin.

dalam

bentuk

senyawa

organic

yang

Hormon

mengatur

aktivitas

seperti

:

metabolisme, reproduksi, pertumbuhan, dan perkembangan.

Hormon

pertumbuhan

dan

mengatur

aktivitas

seperti

metabolisme,

perkembangan.

Pengaruh

hormon

dapat

reproduksi,

terjadi

dalam

beberapa detik, hari, minggu, bulan, dan bahkan beberapa tahun. Kelenjar

endokrin disebut juga kelenjar buntu karena hormon yang dihasilkan tidak

dialirkankan melalui suatu saluran tetapi langsung masuk kedalam pembuluh

darah. Hormon dari kelenjar endokrin mengikuti peredaran darah ke seluruh

tubuh hingga mencapai organ organ tertentu. Meskipun semua hormone

mengadakan kontak dengan semua jaringan dalam tubuh, namun hanya sel /

jaringan yang mengandung reseptor yang spesifik terhadap hormon tertentu

yang terpengaruh hormon tersebut.

Kelenjar dalam tubuh manusia dibedakan menjadi 2 bagian yaitu :

Kelenjar eksokrin yaitu kelenjar yang mempunyai saluran khusus dalam

penyaluran hasil sekretnya/getahnya.

Contoh : kelenjar-kelenjar pencernaan.

Kelenjar endokrin yaitu kelenjar yang tidak mempunyai saluran khusus

dalam penyaluran hasil sekretnya/getahnya.

Contoh : kelenjar hipofisis, thyroid, thymus dll.

25

Di dalam tubuh manusia ada beberapa jenis kelenjar endokrin, yakni

kelenjar hipofisis, tiroid, paratiroid, timus, pankreas, adrenal, ovarium, testis,

dan kelenjar pencernaan.

B. Saran

Penyasunan

makalah

ini

sesungguhnya

masih

memiliki

banyak

kekurangan

dalam

hal

materi

pembahasannya.

Oleh

sebab

itu

kami

mengharapkan kepada para pembaca untuk dapat memberikan kritik dan saran

kepada kami tentang penyusunan makalah ini demi lebih meningkatkan

kualitas manusia di tengah kemajuan peradaban dan kesejahteraan umat

manusia.

26

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad. 2003. Kamus Lengkap Kedokteran Edisi Revisi. Gita Media Press, Surabaya. h. 14, 80.

Amien, M. Et al. 1995. Biologi 2 untuk Sekolah Menengah Umum Kelas 2. Penerbit Balai Pustaka, Jakarta. h. 230 232.

Encyclopaedia

Britannica

2008

Ultimate

Reference

Suite,

Chicago.

Furqonita, D. 2007. Seri IPA BIOLOGI SMP Kelas IX. Quadra-Penerbit Yudhistira, Jakarta.h. 65-66, 68.

Kadaryanto et al. 2006. Biologi 2. Penerbit Yudhistira, Jakarta. h. 56 58, 60 -

61.

Karmana, O. dan Anwar, A. 1987. Penuntun Pelajaran BIOLOGI Untuk SMA Kelas IIA2 Semester 3 dan 4. Penerbit Ganeca Exact, Bandung. h. 305

308.

Lawrence, E. 1991. Hendersdon’s Dictionary of Biological Terms Tenth Edition. Longman Scientific & Technical. Longman Group (FE) Ltd. England. h. 16, 114, 158, 175, 246, 306, 320, 406 408. Microsoft Encarta Reference Library 2009.

Pratiwi, D.A. et al. 2000. Buku Penuntun Biologi untuk SMU kelas 2. Penerbit Erlangga, Jakarta Indonesia. h. 212 215.

Prawirohartono,S. dan Hadisumarto, S. 1999. Sains Biologi-2b,Untuk SMU Kelas 2 Tengah Tahun Kedua Sesuai Kurikulum 1994. Penerbit Bumi Aksara, Jakarta. h. 115 116, 120.

Prawirohartono, S. dan

SLTP

Kurikulum 1994 Semester 1 dan Semester 2. Penerbit Bumi Aksara.

2003.

Kuncorowati.

Biologi

Untuk

Kelas

2

Jakarta. 156, 158.

Tim IPA SMP/MTs. 2007. Ilmu Pengetahuan Alam 3. 15-18. Galaxy Puspa Mega, Jakarta. 14.

WEBSITE:

http://en.wikipedia.org/wiki/Pituitary_gland

http://en.wikipedia.org/wiki/Anterior_pituitary

http://en.wikipedia.org/wiki/Posterior_pituitary

http://en.wikipedia.org/wiki/Thyroid

27

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. karena atas berkah,

rahmat, dan karunia-Nya penyusunan makalah Biokimia dengan pembahasan “

SISTEM HORMON ” dapat kami selesaikan.

Dengan

disusunnya

makalah

ini

diharapkan

para

siswa

dapat

lebih

mendalami

tentang

hormone-hormon

makhluk

hidup

secara

terbuka.

Kami

menyadari

bahwa

makalah

ini

masih

memiliki

kekurangan,

namun

usaha

maksimal telah kami lakukan. Oleh sebab itu, kepada semua pihak sangat

diharapkan kritik, saran, dan petunjuk untuk penyempurnaan makalah ini.

Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua untuk

saat ini dan di masa yang akan dating dan dapat menjadi khazanah ilmiah serta

referensi demi kemajuan dan bertambahnya ilmu kita terhadap Biokimia.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Penyusun

Meta Candra Zulkarnain

i

28

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

i

DAFTAR ISI

ii

BAB I PENDAHULUAN

1

A. Latar Belakang

1

B. Rumusan Masalah

1

C. Manfaat Penulisan

2

BAB II PEMBAHASAN

3

A. Sistem Hormon Manusia

3

B. Ciri-ciri dan Fungsi Hormon

4

C. Kelenjar-kelenjar Hormon

5

D. Hubungan Sistem Hormon dan Sistem Saraf

21

E. Kelainan-kelainan Akibat Kelebihan/Kekurangan Hormon

22

BAB III PENUTUP

25

A. Kesimpulan

25

B. Saran

26

DAFTAR PUSTAKA

29

ii