Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGAMATAN CACING
Diajukan untuk memenuhi tugas Laporan Praktikum Mata Kuliah IDK V (Mikrobiologi)

Disusun oleh :
Dwi yuniar
Fitri Jeni Triani
Khalid munawwar Puadi
Wisnu Yogo Pratomo

S1 - 2A
SEKOLAT TINGGI ILMU KEPERAWATAN
PPNI JAWA BARAT
2013

PENGAMATAN CACING

A; Tujuan

Setelah mengamati beberpa jenis tekur cacing dan cacing dewasa yang telah
disediakan di preparat, mahasiswa diharapkan mampu membedakan morfologi, struktur,
hospes, telur dan cacing dari sebagian cacing yang diamati
B; Alat dan bahan
1; Mikroskop
2; Alat tulis
3; Minyak imersi
4; Telur Ascaris lumbricoides dewasa (cacing gelang/cacing perut) ,
5; Preparat Cacing dewasa Ascaris lumbricoides jantan dan betina
6; Preparat Telur Trichuris trichiura (cacing cambuk) ,
7; Preparat Cacing dewasa Trichuris trichiura jantan betina
8; Preparat Telur Enterobius vermicularis (cacing kremi),
9; Preparat Cacing dewasa Enterobius vermicularis (cacing kremi),
10; Preparat Telur cacing Trematoda hati (Fasciola heptica)
11; Preparat Cacing dewasa Trematoda hati (Fasciola heptica)
12; Preparat Telur cacing Kelas Cestoda (Taenia saginata)
13; Preparat Proglotid Taenia saginata

Waktu Praktikum
Hari, Tanggal : Jumat, 29 November 2013 jam 08.00-11.30
Jumat, 06 Desember 2013 jam 08.00-11.30
Tempat

C; Landasan teori
1; Helmintologi

: Laboratorium STIKep PPNI Jawa Barat

Helmintologi adalah ilmu yang mempelajari parasit yang berupa cacing.


Berdasarkan taksonomi, helmint dibagi menjadi:
a; Nemathelminthes (cacing gilik) (nema = benang)

Nemahelminthes meliputi 1.200 spesies, yang meliputi beberapa habitat


dimulai dari laut, air tawar dan tanah dan sebagian besar bersifat parasit pada
tumbuhan dan hewan. Stadium dewasa cacing yang termasuk Nemathelminthes
(kelas Nematoda) berbentuk bulat memanjang dan pada potongan transversal
tampak rongga badan dan alat-alat. Cacing ini mempunyai alat kelamin terpisah.
Dalam Parasitologi Kedokteran diadakan pembagian nematoda menjadi
nematoda usus yang hidup dirongga usus dan nematode jaringan yang hidup di
jaringa berbagai alat tubuh.
b; Platyhelminthes (cacing pipih).
Plathyhelmintes meliputi 2000 spesies, dengan mempunyai badan pipih,
tidak mempunyai rongga bamorfologidan dan biasanya bersifat hemafrodit.
Platyhelmithes dibagi menjadi kelas trematoda (cacing daun) dan kelas cestoda
(cacing pita). Cacing trematoda berbentuk daun, badannya tidak bersegmen,
mempunyai alat pencernaan. Cacing testoda mempunyai badan yang berbentuk
pita dan terdiri dari skoleks, leher dan badan (strobila) yang bersegmen
(proglitid); makanan diserap melalui kulit (kutikulum) badan.
2; Klasifikasi
a; Fasciola hepatica
Hospes cacing ini adalah kambing dan sapi. Kadang parasit dapat
ditemukan pada manusia. Penyakit yang ditimbulkan disebut fascioliasis.
Cacing dewasa berbentuk pipih seperti daun, besarnya kira-kira 30 x 13
mm. Pada bagian anterior berbentuk seperti kerucut dan pada puncak kerucut
terdapat batil isap mulut yang besarnya kira-kira 1 mm, sedangkan pada bagian
dasar kerucut terdapat batil isap perut yang besarnya kira kira 1,6 mm. Saluran
pencernaan bercabang-cabang sampai ke ujung distal sekum. Testis dan kelenjar
vitelin juga bercabang-cabang.
Telur cacing ini berukuran 140 x 90 mikron dikeluarkan melalui saluran
empedu kedalam tinja dalam keadaan belum matang. Telur menjadi matang
dalam air setelah 9 15 hari dan berisi mirasidium. Telur kemudian menetas dan
mirasidium keluar dan mencari keong air. Serkaria keluar dari keong air dan
berenang mencari hospes perantara II, yaitu tumbuh-tumbuhan air dan pada
permukaan tumbuhan air dibentuk metaserkaria. Bila ditelan, metaserkaria

menetasa dalam lambung binatang yang memakan tumbuhan air tersebut dan
larva nya masuk ke saluran empedu dan menjadi dewasa. Infeksi terjadi dengan
makan tumbuhan air yang mengandung metaserkari.
b; Trichuris trichiura
Morfologi : bagian depan halus seperti benang 3/5 dari seluruh tubuh
(terdapat esofhagus yang sempit). Bagian belakang tebal berbentuk seperti
gagang cambuk sekitar 2/5 panjang badan. Jantan berukuran 30-45 mm dan
betina 35-50 mm. Ujung ekor betina bulat, jantan mempunyai posterior
melengkung dan spikula tunggal. Menghasilkan telur sekitar 3000-10.000 per
hari. Telur berbentuk seperti guci mempunyai dua kutub, kkulit luar berwarna
kekuning-kuningan kulit dalam transparan. Pertumbuhan embrio terjadi di alam
bebas. Setelah 2-4 minggu telur ini mengandung larva yang infektif.
Bila telur infektif tertelan dinding telur pecah dan keluarlah larva yang aktif
menembus vili usus, berdiam 3-10 hari dekat kripta lieberkuhn. Saat dewasa
turun ke sekum.
c; Ascaris lumbricoides
1; MorfologiTelur
Telur Ascaris lumbricoides/ cacing gelang memiliki ciri-ciri :
a; ukuran telur tergantung kesuburan (makanan) dalam usus hospes
b; telur keluar bersama tinja dalam keadaan belum matang
c; ada tiga bentuk telur yang mungkin ditemukan dalam tinja, yaitu: telur

dibuahi, telur dekortikasi, telur yang tidak dibuahi


d; terdapat satu jenis telur yang bersifat infektif dan ditemukan di dalam
tanah, yaitu telur berembrio Dalam lingkungan yang sesuai telur yang
dibuahi bisa menjadi telur berembrio di dalam tanah dalam jangka
waktu 3 minggu, telur berembrio merupakan bentuk infektif yang
mampu bertahan sampai 1 tahun di dalam tanah.
2; Morfologi Cacing Dewasa
a; Nematoda usus terbesar , berwarna putih kuning kemerahan
b; Badan panjang silindris, kedua ujung lancip, lapisan luar dilapisi oleh
kutikula yang melintang
c; Mulut memiliki tiga bibir (1 dorsal dan 2 lateroventral), bibir dorsal
memiliki papil peraba, di bagian dalam memiliki gigi kitin yang kecil.

d; Cacing jantan ukuran lebih kecil dan lebih pendek dari pada cacing
betina ( 15-30 cm x 3-5 mm)
e; Bagian posterior cacing jantan melengkung kearah ventral
f; Cacing betina berukuran 22-35 cm x 3-6 mm
d; Enterobius vermicularis (cacing keremi)

Cacinng betina dewasa berukuran 10-12 mm, mempunyai ekor yang


runcing seperti jarum penggerak. Cacing jantan berukuran 2-6 mm dan
mempunyai ekoor yang melengkung. Mulut diliputi 3 bibir yang dapat ditarik
ulur. Bagian depan terdapat pelebaran kutikula seperti sayap atau alae. Jantan
mempunyai spikula yunggal yang jarang kelihatan. Vulva terdapat didaerah
anatara 1/3 dan 2/3 badan depan telurnya berukuran 55-30 . Tumbuh di
uterus berbentuk lonjong tidak simetris dan berdinding 4 lapis. Satu sisi rata
sedangkan yang lain dinding nya cembung.
e; Ancylostoma duodenale dan Necator americanus
Cacing dewasa berukuran kecil silindris berbentuk gelendong dan berwarna
putih kelabu. Bila sudah menghisap darah cacing segar berwarna kemerahan.
Betina berukuran (9-13) x (0,35-60) mm. Jantan berukuran (5-11) x (0,3-0,45)
mm. Relatif mempunyai kutikula yang tebal. Jantan pada ujungnya mempunyai
bursa kopulatrik seperti jati yang berguna sebagai alat pemegang pada saat
kopulasi, badan betina ujung yang runcing.
Telur mempunyai selapis kulit hialin yang tipis transparan. Telur segar
mengandung 2-8 sel. Ancylostoma duodenale bertelur 20.000 butir, Necator
americanus 10.000 butir.
f; Taenia saginata
Taenia saginata adalah salah satu cacing pita yang berukuran besar dan
panjang terdiri atas kepala yang disebut skoleks, leher dan strobila yang
merupakan rangkaian ruas-ruas proglotid, sebanyak 1000 2000 buah. Panjang
cacing 4 12 meter atau lebih. Skoleks hanya berukuran 1 2 milimeter,
mempunyai empat batil isap dengan otot-otot yang kuat tanpa kait-kait. Bentuk
leher sempit, beruas tidak jelas dan didalamnya tidak terlihat struktur tertentu.
Strobila terdiri atas rangkaian proglotid yang belum dewasa (imatur), proglotid
yang dewasa (matur) dan proglotid yang mengandung telur atau disebut gravid.
Memiliki Proglotid dengan Jumlah segmen mencapai 2000. Segmen matur

panjangnya 3-4 kali lebarnya. Segmen gravida paling ujung panjangnya 2 cm dan
lebarnya 0,5 cm. Cacing ini juga mempunyai lubang genital berada didekat ujung
posterior. Uterus pada segmen gravida berupa batang memanjang ditengah
segmen, bercabang lateral 15-30 di setiap sisi yang memenuhi ruang segmen.
Morfologi telur cacing Taenia saginata yaitu berbentuk bulat, memiliki
ukuran 30-40 m. Kulit sangat tebal, halus, dengan garis-garis silang. warna kulit
kuning gelap-coklat. isi terang abu-abu. Berisi masa bulat bergranula yang
diliputi dengan membran yang halus, dengan tiga pasang kait berbentuk lanset
yang membias, kadang-kadang telur berada mengambang didalam kantung yang
transparan.

D; Cara kerja

1) Amati preparat awetan pada mikroskop dengan pembesaran 10 x


2) Di amati morfologi cacing dan telur cacing, bedakan antara cacing jatan dan betina
3) Gambar hasil pengamatan pada jurna
l
E; Hasil Pengamatan

F; Kesmipulan

Helmint dibagi menjadi:


a; Nemathelminthes (cacing gilik) (nema = benang)
b; Platyhelminthes (cacing pipih).

Klasifikasi cacing :
a; Fasciola hepatica (cacing hati)
b; Trichuris trichiura (cacing cambuk)

c; Ascaris lumbricoides (cacing gelang)


d; Enterobius vermicularis (cacing keremi)
e; Ancylostoma duodenale dan Necator americanus (cacing tambang)
f;

Taenia saginata(cacing pita)

Daftar pustaka
Irianto Knes. 2009. Parasitologi Berbagai Penyakit Yang Mempengaruhi Kesehatan
Manusia. Bandung: CV. Yrama Widya
http://dwirusmita.blogspot.com/2012/10/parasitologi-taenia-sp.html
http://iddamahfiroh.blogspot.com/2013/04/laporan-praktikumcacing.html