Anda di halaman 1dari 21

SYOK

A12.1
Keperawatan Gawat Darurat
Nama Anggota:

Analiya Dewi

Dewa Ayu

Hani Indira

Ismi Rofiqoh

Ita Rosita

Lidya agustin

DEFINISI SYOK
Syok adalah kondisi yang mengancam jiwa yang
ditandai dengan ketidakadekuatan aliran
darah ke jaringan sel tubuh, karena rusaknya
salah satu komponen adekuat yang dapat
berlangsung secara cepat atau lambat
tergantung dari penyebabnya

TAHAPAN ATAU FASE SYOK


Fase Kompensatori
Dalam fase ini erat hubungan dengan curah
jantung yang adekuat. Dibawah ini yang
mempengaruhi keadekuatan curah jantung:
Tekanan darah normal
terjadi peningkatan frekuensi jantung
Peningkatan kontraktilitas jantung
Syok pada fase ini dapat disebut fight or
flight
1.

Pada fase ini darah hanya dialirkan pada organ


tubuh penting seperti otak dan jantung, dan
darah dialihkan menjauh dari organ tubuh
yang tidak penting, seperti kulit, paru-paru,
ginjal dan saluran cerna yang dapat
mengakibatkan kulit teraba dingin,kusam,
bising usus hipoaktif, haluaran urin menurun,
dll

PENATALAKSANAAN MEDIS

Mengidentifikasi penyebab syok


Penggantian cairan dan penggunaan medikasi
harus dilakukan untuk mempertahankan
tekanan darah yang adekuat dan memulihkan
serta mempertahankan perfusi jaringan yang
adekuat

PENATALAKSANAAN
KEPERAWATAN
1.

2.

3.

Mengkaji pasien yang mengalami syok untuk


mengenali tanda-tanda klinis halus
Memantau perubahan dalam tingkat
kesadaran kulit,haluaran urin, TTV, dan
pemeriksaan hasil laboratorium, karena pada
fase ini kadar natrium serum dan glukosa
darah meningkat dalam respon pelepasan
ADH dan Katekolamin
Memantau status hemodinamik memberikan
cairan dan medikasi yang telah diresepkan

2. Fase Progresif
Pada fase ini tekanan arteri rerata (MAP) turun
dibawah normal, tekanan sistolik < 90 80
mmHg, ada 2 peristiwa yang menjelaskan
syok pada fase ini:
- Jantung yang bekerja keras menjadi iskemik
yang mengarah pada gagal jantung
- Fungsi otoregulasi mikrosirkulasi gagal
berespon yang mengakibatkan peningkatan
permiabilitas kapiler

DAMPAK SISTEMIK
paru-paru
Pada tahap ini paru-paru mulai terganggu,
dengan ditandai dengan nafas cepat, dalam,
terdengar krekels, penurunan aliran darah
pulmonari, penurunan O2, peningkatan CO2
di arteri. Hal ini dapat menyebabkan edema
pulmonari, biasanya disebut dengan penyakit
(ARDS), syok paru atau edema pulmonari
nonkardiogenik
1.

2. Jantung
Menyebabkan disritmia dan iskemik karena
kurangnya pasokan darah frekuensi jantung
cepat >150 x/menit, mengeluh nyeri dada.
3. Otak
Gangguan aliran darah ke otak mengakibatkan
status mental buruk bisa kehilangan
kesadaran

4. Ginjal
Jika MAP turun <75mmHg dapat mengakibatkan
gagal ginjal akut, haluaran urin biasanya
menurun mencapai 20ml/jam
5. Hepar
Merusak sel-sel hepar untuk melakukan fungsi
metabolik pasien menjadi lebih rentan
terhadap infeksi karena hati tidak mampu
memetabolisme obat-obat dan produk sampah
metabolik seperti amonia dan asam laktat

6. Traktus gastrointestinal
Dapat menyebabkan ulsrasi akibat stress pada
lambung sehingga pasien berisiko terhadap
perdarahan gastrointestinal sehingga terjadi
kerusakan perfusi yang menyebabkan
pelepasan toksin yang memasuki aliran darah
melalui limfe. Selain menyebabkan infeksi,
toksin ini dapat menyebabkan depresi
jantung,vasodilatasi, mengganggu sel-sel
yang sehat

7. Sistem hematologik
Penurunan aliran darah, asidosis metabolik dan
hipoksemia akan menyebabkan koagulasi
intravaskular diseminata (DIC)

Penatalaksanaan medis

Penggunaan cairan intravena yang sesuai


Mendukung kerja pemompaan jantung
Memperbaiki kompetensi sistem vaskular
Memberi dukungan nutrisi dan penggunaan
bloker-H seperti ranitidin untuk mengurangi
pendarahan pada gastrointestinal.

Penatalaksanaan Keperawatan

Melakukan pemantauan yang ketat terhadap


hemodinamik, EKG, gas-gas darah arteri,
kadar elektrolit serum, perubahan fisik dan
mental
Bekerja sama dengan tim kesehatan lain
dalam meningkatkan kesadaran
Memastikan keselamatan dan kenyamanan
pasien dan memastikan semua prosedur telah
dilakukan dg benar.

3. Fase Ireversibel
Syok dimana kerusakan organ sudah parah
sehingga pasien tidak berespon dan tidak
mampu bertahan. Kegagalan organ multiple
telah terjadi dan kematian mengancam.

PENATALAKSANAAN MEDIS

Penggunaan obat dalam fase ini tidak


menimbulkan respon apapun. Saat ini peneliti
mulai melakukan penelitian terhadap obatobatan yang mungkin bisa memberikan
respon pada pasien dalam fase ini

Penatalaksanaan keperawatan

Memantau pasien
Mencegah komplikasi berlanjut
Melindungi pasien dari cedera
Memberi kenyamanan

KONSEP KEPERAWATAN
A. Pengkajian
Data-data yang dapat ditemukan pada saat pengkajian
meliputi :
Gelisah, ansietas, tekanan darah menurun
Tekanan darah sistolik < 90 mmHg (hipotensi)
Tekanan ventrikel kiri
peningkatan tekanan akhir diast
olik ventrikel kiri, peningkatan tekanan atrium kiri,
peningkatan tekanan baji arteri pulmonal (PCWP)
Curah jantung 2,2 l/mnt, penurunan fraksi ejeksi, penurunan
indeks jantung
Peningkatan tekanan vena sentral 1600 dyne/dtk/cm-5
Peningkatan tekanan pengisian ventrikel kanan adanya di
stensi vena jugularis, peningkatan CVP (tekanan > 15 cm
H2O, refleks hepatojugular meningkat
Takikardia nadi radialis halus, nadi perifer tidak ada atau
berkurang

Terdengar bunyi gallop S3, S4 atau murmur


Distress pernafasan takipnea, ortopnea, hipoksia
Perubahan tingkat kesadaran apatis, letargi,
semicoma, coma
Perubahan kulit pucat, dingin, lembab, sianosis
Perubahan suhu tubuh subnormal, meningkat
Sangat kehausan
Mual, muntah
Status ginjal haluaran urine di bawah 20 ml/ja
m, kreatinin serum meningkat, nitrogen urea
serum meningkat
Perubahan EKG perubahan iskemi, disritmia,
fibrilasi ventrikel
Kenyamanan nyeri dada, nyeri abdominal

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Perubahan

perfusi jaringan (serebral, kardi


opulmonal, perifer) berhubungan dengan
penurunan curah jantung.
Penurunan curah jantung berhubungan
dengan faktor mekanis (preload, afterload dan
kontraktilitas miokard)
Kerusakan pertukaran gas berhubungan de
ngan peningkatan permeabilitas kapiler
pulmonal
Ansietas / takut berhubungan dengan
ancaman biologis yang aktual atau potensial