Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

FARMASI RUMAH SAKIT


Dosen Pengampu Mata Kuliah :
Nurul Chusna, S.Farm.,M.Sc.,Apt

PERBEDAAN RUMAH SAKIT UMUM PEMERINTAH


DAN RUMAH SAKIT UMUM SWASTA

Disusun :

FITRI RAHMAWATI
12.71.13719

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALANGKARAYA


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI DIII FARMASI
2014/2015
i

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas rahmatNya kami dapat menyelesaikan penulisan makalah ini, dengan judul Perbedaan
Rumah Sakit Umum Pemerintah dan Rumah Sakit Umum Swasta.
Kami ucapkan terima kasih pula bapak Nurul Chusna, S.Farm.,M.Sc.,Apt
selaku dosen pengampu matakuliah Farmasi Rumah Sakit dan kepada semua
pihak yang terlibat dalam penulisan makalah ini.
Kami menyadari penulisan makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu dengan segala kerendahan hati, kami membuka diri bila ada koreksikoreksi dan krtikan-kritikan konstruktif dari pembaca makalah ini.
Mudah-mudahan Allah SWT, selalu menjaga dan membimbing dalam setiap
langkah kita, sehingga dalam kehidupan kita sehari-hari tidak terlepas dari rahmat
dan hidayah Allah SWT. Akhirnya, semoga makalah ini bisa turut andil dalam
mencerdaskan generasi muda bangsa. Amin.

Palangka Raya, September 2014


Penyusun,

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Rumusan Masalah

C. Batasan Masalah

D. Tujuan Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Rumah Sakit

B. Visi dan Misi Rumah Sakit

C. Tugas Rumah Sakit

D. Fungsi Rumah Sakit

Swasta

G. Perbedaan Rumah Sakit Umum

E. Klasifikasi

Rumah

Pemerintah
F. Klasifikasi Rumah

Pemerintah

dan

Sakit
Sakit

Rumah

Umum
Umum

Sakit

Umum Swasta

BAB III PENUTUP

10

A. Kesimpulan

10

B. Saran

10

DAFTAR PUSTAKA

ii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Rumah sakit adalah suatu badan usaha yang menyediakan dan
memberikan jasa pelayanan medis jangka pendek dan jangka panjang
yang terdiri atas tindakan observasi, diagnostik, terapeutik dan rehabilitative
untuk orang-orang yang menderita sakit, terluka dan untuk yang melahirkan
(World Health Organization).
Rumah sakit merupakan
dimanfaatkan

untuk

sarana upaya kesehatan serta dapat

pendidikan

tenaga

kesehetan

dan

penelitian

(Permenkes No.159b/1988).
Berdasarkan Pasal 29 ayat (1) huruf f dalam UU No. 44 Tahun 2009
tentang Rumah Sakit. Rumah Sakit sebenarnya memiliki fungsi sosial yaitu
antara

lain

dengan

memberikan

fasilitas

pelayanan

pasien

tidak

mampu/miskin, pelayanan gawat darurat tanpa uang muka, ambulan gratis,


pelayanan korban bencana dan kejadian luar biasa, atau bakti sosial bagi
misi kemanusiaan. Pelanggaran terhadap kewajiban tersebut bisa berakibat
dijatuhkannya sanksi kepada Rumah Sakit tersebut, termasuk sanksi
pencabutan izin.
Pengelompokan terhadap rumah sakit dilihat dari banyak sudut
pandang, Dirjen Yan. Medik Depkes RI (Pelayanan Medik Departemen
Kesehatan Republik Indonesia) pada tehun 1993, mengelompokan rumah
sakit berdasarkan

dua sudut pandang yaitu berdasarkan jenis dan

pengelolanya, dan dalam makalah ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang
perbedaan antara Rumah Sakit Umum Pemerintah dan Rumah Sakit
Umum Swasta.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan rumah sakit?
2. Apa yang dimaksud dengan Rumah Sakit Umum Pemerintah?
3. Apa yang dimaksud dengan Rumah Saikt Umum Swasta?
4. Apa saja perbedaan antara Rumah Sakit Umum Pemerintah dan Rumah
Sakit Umum Swasta?
C. Batasan Masalah
1

1. Menjelaskan apa yang dimaksud dengan rumah sakit secara umum.


2. Menjelaskan apa yang dimaksud dengan rumah sakit umum pemerintah
dan rumah sakit umum swasta.
3. Menjelaskan fungsi dan tujuan rumah sakit.
4. Memberikan gambaran apa saja yang membedakan antara rumah sakit
umum pemerintah dan rumah sakit umum swasta.
D. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui fungsi
dan tujuan serta perbedaan Rumah Sakit Umum Pemerintah dan Rumah
Sakit Umum Swasta dengan berpedoman kepada Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 983/Menkes/SK/XI/1992 dan
Keputusan

Menteri

Kesehatan

806b/Menkes/SK/XII/1987.

Republik

Indonesia

Nomor:

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Rumah Sakit
Berbagai definisi rumah sakit terdapat dalam beberapa pustaka. Ada
yang memberi definisi berdasarkan bentuk fisik, ada yang berdasarkan sifat
kuantitatif dari pelayanannya, dan ada pula yang berdasarkan maksud atau
misinya. Definisi yang umum digunakan ada beberapa, yakni :
Rumah sakit adalah suatu organisasi yang kompleks, menggunakan
gabungan alat ilmiah khusus dan rumit, dan difungsikan oleh berbagai
kesatuan personel terlatih dan terdidik dalam menghadapi dan menangani
masalah medik modern, yang semuanya terikat bersama-sama dalam
maksud yang sama, untuk pemulihan dan pemeliharaan kesehatan yang
baik (Siregar dan Amalia, 2004).
Rumah sakit adalah salah satu dari sarana kesehatan tempat
menyelenggarakan upaya kesehatan. Upaya kesehatan adalah setiap
kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, bertujuan untuk
mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Upaya
kesehatan

diselenggarakan

peningkatan

kesehatan

dengan

(promotif),

pendekatan

pencegahan

pemeliharaan,

penyakit

(preventif),

penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif),


yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan
(Siregar dan Amalia, 2004).
Di Indonesia, rumah sakit merupakan rujukan pelayanan kesehatan
untuk

pusat

kesehatan

masyarakat

(Puskesmas),

terutama

upaya

penyembuhan dan pemulihan, sebab rumah sakit mempunyai fungsi utama


menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan dan
pemulihan bagi penderita, yang berarti bahwa pelayanan rumah sakit untuk
penderita rawat jalan dan rawat inap hanya bersifat spesialistik atau
subspesialistik, sedang pelayanan yang bersifat non spesialistik atau
pelayanan dasar harus dilakukan di Puskesmas. Hal tersebut diperjelas
3

dalam keputusan menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor :


983/Menkes/SK/XI/1992, tentang pedoman organisasi Rumah Sakit Umum
yang menyebutkan bahwa tugas rumah sakit mengutamakan upaya
penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu
dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya
rujukan (Siregar dan Amalia, 2004).
B. Visi dan Misi Rumah Sakit
1. Pengembangan Visi
Visi merupakan kekuatan memandu rumah sakit untuk mencapai
status masa depan rumah sakit, seperti lingkup dan posisi pasar,
keuntungan, efikasi, penerimaan masyarakat, reputasi, mutu produk dan
atau pelayanan, dan keterampilan tenaga kerja. Visi rumah sakit
merupakan pernyataan tetap (permanen) untuk mengemunikasikan sifat
dari keberadaan rumah sakit, berkenanaan dengan maksud lingkup
usaha/ kegiatan dan kepemimpinan kompetitif; memberikan kerangka
kerja yang mengatur hubungan antara rumah sakit dan stakeholders
utamanya; dan untuk menyatakan tujuan luas dari unjuk kerja rumah
sakit (Siregar dan Amalia, 2004).
2. Pengembangan Misi
Misi merupakan suatu pernyataan singkat dan jelas tentang alas an
keberadaan rumah sakit, maksud, atau fungsi yang diinginkan untuk
memenuhi pengharapan dan kepuasan konsumen dan metode utama
untuk memenuhi maksud

tersebut. Pernyataan misi memberikan

suasana untuk memformulasi berbagai jenis kegiatan tertentu dari


semua upaya yang dilakukan rumah sakit dan strategi yang digunakan
rumah sakit beroperasi (Siregar dan Amalia, 2004).
Misi itu menentukan arena persaingan

rumah

sakit

dan

menetapkan cara sumber dialokasikan oleh rumah sakit dan menetapkan


pola umum pertumbuhan dan arah masa depan (Siregar dan Amalia,
2004).
C. Tugas Rumah Sakit

Pada umumnya tugas rumah sakit ialah menyediakan keperluan untuk


pemeliharaan dan pemulihan kesehatan. Menurut Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 983/Menkes/SK/XI/1992, tugas
rumah sakit umum adalah melaksanakan upaya kesahatan secara
berdayaguna dan berhasilguna mengutamakan upaya penyembuhan dan
pemeliharaan yang dihasilkan secara serasi dan terpadu dengan upaya
meningkatkatkan dan mencegah serta melaksanakan rujukan (Siregar dan
Amalia, 2004).
D. Fungsi Rumah Sakit
Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009
tentang rumah sakit, tugas rumah sakit adalah memberikan pelayanan
kesehatan perorangan secara paripurna. Sedangkan fungsi rumah sakit
adalah sebagai berikut:
1. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan
sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit.
2. Pemeliharaan

dan

peningkatan

kesehatan perorangan

melalui

pelayanan kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga


sesuai kebutuhan medis.
3. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia
dalam rangka peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan
kesehatan.
4. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan
teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan

pelayanan

kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang


kesehatan.
E. Klasifikasi Rumah Sakit Umum Pemerintah
Rumah sakit umum biasanya merupakan fasilitas yang mudah ditemui
di suatu negara, dengan kapasitas rawat inap sangat besar untuk
perawatan intensif ataupun jangka panjang. Rumah sakit jenis ini juga
dilengkapi

dengan

fasilitas

bedah,
5

bedah

plastik,

ruang

bersalin,

laboratorium, dan sebagainya. Tetapi kelengkapan fasilitas ini bisa saja


bervariasi sesuai kemampuan penyelenggaranya.Rumah sakit yang sangat
besar sering disebut Medical Center (pusat kesehatan), biasanya melayani
seluruh pengobatan modern. Sebagian besar rumah sakit di Indonesia juga
membuka pelayanan kesehatan tanpa menginap (rawat jalan) bagi
masyarakat umum (klinik). Biasanya terdapat beberapa klinik/poliklinik di
dalam suatu rumah sakit.
Rumah sakit umum pemerintah adalah rumah sakit umum milik
pemerintah, baik pusat maupun daerah, Departemen Pertahanan dan
Keamanan, maupun Badan Usaha Milik Negara. Rumah sakit umum
pemerintah dapat dibedakan berdasarkan unsur pelayanan, ketenagaan,
fisik dan peralatan menjadi empat kelas yaitu rumah sakit umum Kelas A, B,
C, dan D :
1. Rumah Sakit Umum kelas A adalah rumah sakit umum yang mempunyai
fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik luas dan
subspesialistik

luas.

Contoh

RSUP

Dr.

Sardjito,

RSU

Cipto

Mangunkusumo, RSUD Dr. Soetomo, RSU Adam Malik dan RSU Dr.
Wahidin.
2. Rumah Sakit Umum kelas B adalah rumah sakit umum yang mempunyai
fasilitas dan kemampuan pelayanan medik sekurang-kurangnya 11
spesialistik dan subspesialistik terbatas. Rumah saikt tipe B dibedakan
menjadi 2 jenis berdasarkan fungsinya sebagai tempat pendidikan
tenaga medis yaitu Rumah Sakit Umum pendidikan dan Rumah Sakit
Umum non pendidikan.
3. Rumah Sakit Umum kelas C adalah rumah sakit umum yang mempunyai
fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik dasar.
4. Rumah Sakit Umum kelas D adalah rumah sakit umum yang mempunyai
fasilitas dan kemampuan pelayanan medik dasar (Siregar dan Amalia,
2004).
F. Klasifikas Rumah Sakit Umum Swasta
6

Beberapa ketentuan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik


Indonesia Nomor: 806b/Menkes/SK/XII/1987, tentang Klasifikasi Rumah
Sakit Umum Swasta, yaitu :
1. Klasifikasi rumah sakit adalah pengelompokan rumah sakit berdasarkan
pembedaan bertingkat dan kemampuan pelayanannya.
2. Rumah

Sakit Umum Swasta

adalah rumah

sakit umum yang

diselenggarakan oleh pihak swasta.


3. Klasifikasi rumah sakit umum swasta adalah :
a. Rumah Sakit Umum Swasta Pratama, yang memberikan pelayanan
medik bersifat umum.
b. Rumah Sakit Umum Swasta Madya, yang memberikan pelayanan
medik bersifat umum dan spesialistik dalam 4 (empat) cabang.
c. Rumah Sakit Umum Swasta Utama, yang memberikan pelayanan
medik bersifat umum, spesialistik dan subspealistik (Siregar dan
Amalia, 2004).
G. Perbedaan Rumah Sakit Umum Pemerintah dan Rumah Sakit Umum
Swasta
Rumah Sakit Umum Pemerintah dan Rumah Sakit Umum Swasta
memiliki beberapa perbedaan, yaitu sebagai berikut :
1. Berdasarkan Kepemilikan (ownesrship)
- Rumah Sakit Umum Pemerintah

: Milik

pemerintah,

maupun

daerah,

Pertahanan

dan

baik

pusat

Departemen
Keamanan

(Rumah Sakit Militer), maupun


Badan Usaha Milik Negara.
- Rumah Sakit Umum Swasta

: Merupakan

rumah

sakit

yang

dikelola oleh masyarakat, dan


dibagi menjadi (1) Rumah sakit
hak milik; dan (2) Rumah sakit
nirlaba.
7

2. Visi dan Misi


- Rumah Sakit Umum Pemerintah

: Sesuai

dengan

konsep

yang

diberikan oleh pemerintah, dan


sesuai dengan aturan yang telah
dikeluarkan.
- Rumah Sakit Umum Swasta

: Sesuai dengan konsep hak milik,


atau

organisasi

lembaga

keagamaan,

swadaya

masyarakat,

dan lain-lain.
3. Sumber Dana
- Rumah Sakit Umum Pemerintah

: Dana

Anggaran

Belanja

Negara

Anggaran

Pendapatan
(APBN)

Pendapatan

dan

Belanja

Daerah (APBD)
- Rumah Sakit Umum Swasta

: Dana mandiri/ modal pribadi dan


donatur terkait.

4. Sistem Pengelolaan Manajemen


- Rumah Sakit Umum Pemerintah

: Sudah terkonsep dari pemerintah


dan pihak rumah sakit hanya
menjalankan

sesuai

dengan

aturan yang ada.


- Rumah Sakit Umum Swasta

: Lebih

kepada

konsep

pengembangan

karena

lebih

mengutamakan kualitas sehingga


masyarakat merasa nyaman dan
percaya kepada pelayanan rumah
sakit.
5. Biaya Administrasi
- Rumah Sakit Umum Pemerintah

: Lebih

murah,

karena

langsung oleh pemerintah

dikelola

- Rumah Sakit Umum Swasta

: Lebih

mahal,

bersumber
untuk

karena

dari

dana

mandiri

memperoleh

laba

sewajarnya

saja,

digunakan

dan

sebagai

akan
modal

peningkatan

sarana

perluasan

dan

penyempurnaan

mutu

pelayanan

kepentingan penderita.

dana

fisik,
untuk

BAB III
PENUTUP
A.

Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas dapat disimpulkan
bahwa :
1. Rumah sakit adalah suatu organisasi yang kompleks, menggunakan
gabungan alat ilmiah khusus dan rumit, dan difungsikan oleh berbagai
kesatuan personel terlatih dan terdidik dalam menghadapi dan
menangani masalah medik modern, yang semuanya terikat bersamasama dalam maksud yang sama, untuk pemulihan dan pemeliharaan
kesehatan yang baik.
2. Rumah Sakit Umum Pemerintah adalah rumah sakit umum milik
pemerintah, baik pusat maupun daerah, Departemen Pertahanan dan
Keamanan, maupun Badan Usaha Milik Negara.
3. Rumah Sakit Umum Swasta adalah rumah sakit yang kepemilikan
dimiliki oleh pribadi atau berafiliasi organisasi keagamaan yang pada
umumnya beroperasi bukan untuk maksud memperoleh laba, tetapi
nirlaba.
4. Perbedaan antara Rumah Sakit Umum Pemerintah dan Rumah Sakit
Umum Swasta dapat dilihat berdasarkan; Kepemilikan (ownesrship),
Visi Misi, Sumber Dana, Sistem Pengelolaan Manajemen, dan Biaya
Administrasi.

B.

Saran
Dilihat dari sisi perbedaan sistem pengelolaan manajemen Rumah
Sakit Umum Pemerintah hendaknya senantiasa meningkatkan kualitas
pelayanan. Sedangkan untuk Rumah Sakit Umum Swasta senantiasa
berinovasi dan lebih meningkatkan jaringan donatur sehingga biaya
administrasi akan lebih murah.

DAFTAR PUSTAKA
10

Departemen Kesehatan RI, Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor:


983/Menkes/SK/XI/1992 tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit Umum.
Departemen Kesehatan RI, Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor:
806b/Menkes/SK/XII/1987 tentang Klasifikasi Rumah Sakit Umum Swasta.
Siregar, Charles J.P dan Amalia, Lia. 2004. Farmasi Rumah Sakit Teori &
Penerapan. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Undang-Undang RI Nomor 44 tahun 2009 Pasal 29 ayat (1) huruf f tentang
Rumah Sakit.

11