Anda di halaman 1dari 16

A.

LESI PRAGANAS / PRE MALIGNANT


1. Leukoplakia
2. Erythroplakia

Skenario 3

3. Submucous fibrosis
4. Oral Linchen Planus

: Skenario 2

5.. Actinic Keratosis


ACTINIC KERATOSIS
Definisi
Merupakan perubahan epitelial pada individu yang sensitif terhadap cahaya
matahari, dan telah mendapat paparan sinar matahari dalam jangka waktu
yang lama.
Etiologi
Terpapar sinar matahari yang kronis atau dalam jangka waktu yang lama,
workers outdoor.
Beberapa pasien yang telah menderita kelainan ini, berkembang menjadi
OSCC (oral cell squamous carcinoma).
Orang-orang yang sering beraktifitas diluar ruangan, sangat rentan terhadap
kelainan ini.
Clinical Feature

Plak berbentuk oval dengan diameter < 4mm tapi kadang bisa mencapai 2

cm, ditemukan di dahi, pipi, bibir bawah, telinga, dan bagian lateral leher.
Warnanya berfariasi mulai dari kuning kecoklatan sampai merah.
Lesi ini bila dipalpasi akan menunjukkan tekstur seperti kertas amplas.

Histopatologi
-

Kebanyakan

subtipemicroscopicnya

adalah

meclear

atypia.

Yaitu

meningkatnya rasio nuclear cytoplasmic dan proliferasi atypical sel sel


-

basal.
Secara umum dermis terdiri dari infiltrasi limfositik selsel inflamasi.
Perubahan elastotik dan basofilik dari kolagen dari serat elastik yang
berubah dan kolagen yang regenerasi terdapat pada area lesi ini.

Treatment
Lesi tunggal : cryotheraphy.
Cyroterapi
- Cryotherapy adalah penurunan suhu tubuh ataupun pemindahan panas
tubuh yang digunakan dalam terapi medis secar lokal ataupun genaral. The
"cryotherapy" istilah berasal dari Yunani cryo () makna nya dingin dan
terapi kata () maknanya menyebuhakn. Sudah ada sejak tahun
1880-tahun 1890-an
- Tujuannya adalah untuk mengurangi metabolisme sel, meningkatkan
kelangsungan hidup selular, mengurangi peradangan, mengurangi nyeri
dan kejang, meningkatkan vasokonstriksi, dan bila menggunakan suhu
ekstrim, untuk menghancurkan sel-sel yang tidak diinginkan dengan
mengkristalisasi sitosol. Penggunaan yang paling menonjol dari istilah ini
mengacu pada pengobatan bedah, khususnya yang dikenal sebagai
cryosurgery. terapi lain yang menggunakan istilah ini adalah ruang terapi
cryogenic dan terapi es pak.
- Cryosurgery adalah aplikasi sangat dingin untuk menghancurkan jaringan
abnormal atau sakit. Cryotherapy digunakan untuk mengobati sejumlah
penyakit dan gangguan, terutama kondisi kulit seperti kutil, tahi lalat, tag
kulit dan keratosis solar. nitrogen cair biasanya digunakan untuk
membekukan jaringan pada tingkat sel. Prosedur ini sering digunakan
karena keberhasilan dan tingkat rendah efek samping.
http://en.wikipedia.org/wiki/Cryotherapy
Konfluent : aplikasi 5-fluorouracil topikal.
Perawatan tambahan : curetasi dan bedah eksisi.

Gb. Actinic Keratosis

B. PROSES DARI PREMALIGNANT MENUJU MALIGNANT


Terdapat 3 hipotesis untuk menjelaskan perkembangan multiple primary oral
cancer :
a. Region dari mukosa oral terpapar oleh agen yang diduga sebagai etiologi
yang menyebabkan transformasi sel-sel epitel yang multiple
b. Kombinasi agen yang diduga sebagai etiologi menyebabkan transformasi
sel epitel oral
c. Tumor dapat memberikan efek paracrine ( sel tumor mempengaruhi sel
sehat yang ada disekelilingnya supaya menjadi ganas ) dan membuat
mukosa oral mudah sebagai tempat perkembangan kanker
Oral Premalignancies
-

Premalignansi oral dapat dideskripsikan sebagai lesi yang memiliki


potensi untuk mengalami pertumbuhan yang tak terkontrol dan
bertransformasi menjadi kanker. Manifestasi klinis yang paling umum
dari proses ini adalah leukoplakia yang terjadi karena proses biokimiawi
hyperkeratosis. Hiperkeratosis ini menimbulkan plak atau patch
berwarna putih yang tidak dapat digaruk dari permukaan mukosa. Lesi
lain yang berpotensi menuju keganasan adalah eritroplakia. Ada juga

lesi yang merupakan gabungan dari eritro dan leuko plakia.


Pada sebagian kasus, prediksi transformasi sel normal menjadi ganas
sering kali tidak akurat. Mungkin yang dapat dijadikan prediksi palin

tepat dari transformasi ini didasarkan oleh dysplasia epithelial yang


dapat dilihat di bawah mikroskop. Lesi yang tampak kemerahan boleh
jadi merupakan manifestasi dysplasia epithelial, atau bahkan karsinoma.
Adapun bentuk leukoplakia yang sering dikaitkan dengan keganasan
adalah proliferative veruccous leukoplakia, serta infeksi kronis jamur
Candida albicans.
Tanda Tanda Tumor Ganas dan Tumor Jinak
Tumor ganas rongga mulut berbeda dengan yang jinak, karena tumor ganas
bersifat menginvasi jaringan sekitar, berkembang sampai daerah endotel dan
dapat bermetastase kebagian tubuh lain. Tumor ganas rongga mulut tumbuh
sangat cepat, sehingga deteksi dini serta tindakan pencegahan sangat penting
untuk mengatasi tumor ganas ini.
Tanda-tanda tumor ganas :
1. Pertumbuhannya cepat, menyebar dan menekan sehingga menibulkan rasa
sakit, pada rongga mulut dapat berupa ulkus yang tidak sembuh2.
2. Biasanya diikuti gejala sistemik berupa penurunan berat badan yang cepat,
keringat malam, panas badan dan kelemahan.
Tumor ganas rongga mulut berbeda dengan yang jinak, karena tumor ganas
bersifat menginvasi jaringan sekitar, berkembang sampai daerah endotel dan
dapat bermetastase kebagian tubuh lain. Tumor ganas rongga mulut tumbuh
sangat cepat, sehingga deteksi dini serta tindakan pencegahan sangat penting
untuk mengatasi tumor ganas ini.
Tanda-tanda tumor jinak :
1. tumbuh lambat, tidak sakit
2. tidak

menimbulkan

gangguan

fungsi

pada

jaringan

sekitarnya,

pertumbuhannya terbatas biasanya berkapsel


3. tidak bermetastase pada organ lain.
Tumor jinak yang tumbuh di rongga mulut mempunyai karasteristik tumbuh
secara lambat, setelah mencapai ukuran tertentu menetap dan tidak berkembang
lagi. Tumor ini tumbuh mendesak sel-sel normal tetapi tidak menginvasi dan tidak

bermetastasis,

namun

lama

kelamaan

akan

bertambah

besar

sehingga

mengganggu fungsi bicara, pengunyahan dan pernafasan.


C. LESI GANAS / MALIGNANT
1.
2.
3.
4.
5.

Adenocarcinoma
Melanoma Malignant
Kapposis Sarcoma
Basal Sel Carcinoma
Carcinoma Sel Squamosa

1. ADENOCARCINOMA
Definisi
Setiap tumor yang timbul dari epitel ductus saliva didefinisikan sebagai
adenokarsinoma. Neoplasma kelompok ini telah dibagi menjadi entitas diskrit
berdasarkan struktur dan tingkah laku.Istilah adenokarsinoma sering digunakan
sebagai slogan yang mengacu pada lesi yang tidak memenuhi kriteria spesifik
untuk lesi lainnya (seperti polymorphous low-grade adenokarsinoma, karsinoma
epimyoepitelial, atau karsinoma ductus saliva).
Klarifikasi dari jenis adenokarsinoma dengan gambaran histologi harus
diperoleh untuk menentukan pengobatan yang tepat.
Klasifikasi
A. Basal Cell Adenocarcinoma
- Tumor kelenjar saliva yang jarang ditemui, berasal dari basal sel
-

adenoma
Merupakan kanker dekstruktif local yang bisa terjadi di kepala dan leher
Paparan sinar UV sering dihubungkan dengan factor etiologi
Gambaran lesi keratotik yang persisten ( papula indurasi ) yang dapat

berkembang dengan tepi yang rolled dan ulserasi


Bisa infiltrasi ke nervus
Local, rekuren dan jarang metastasis merupakan potensi yang dimiliki

oleh penyakit ini


Low-grade malignancy
Treatment menggunakan surgical treatment

B. Polymorphous Low Grade Adenocarcinoma

Neoplasma ini terjadi pada usia 50-70 tahun dengan rata-rata kasus

terjadi pada usia 59 tahun


tanpa predileksi angka kejadian pada pria maupun wanita.
Jenis adenokarsinoma ini meliputi 26 % dari seluruh angka kejadian
karsinoma pada kelenjar saliva dengan palatum serta kelenjar-kelenjar
saliva minor sebagai daerah yang paling sering mengalami keganasan

ini.
Secara klinis, polymorphous low-grade adenocarcinoma tampak seperti
pembengkakan nodular keras yang tidak terulserasi, terelevasi, dengan

konsistensi yang tidak lunak.


Ukuran lesi sangat bervariasi, namun umumnya memiliki diameter

sekitar 1-4 cm.


Perkembangan lesi menjadi keganasan membutuhkan waktu yang
cukup lamaberbulan-bulan hingga bertahun-tahunhingga diagnosis

keganasan dapat ditegakkan.


Neoplasma ini dapat menyebar hingga ke nervus, namun umumnya

symptom neurologis jarang dilaporkan.


Metastasis ke nodus limfe dilaporkan pada sekitar 10% pasien pada
saat diagnosis ditegakkan. Adapun metastasis yang jarang terjadi

adalah metastasis ke paru-paru.


Diagnosis berdasarkan pemeriksaan histopatologis

C. Adenocarcinoma Not Otherwise Specified


1. Semua keganasan yang berasal dari epithelium duktus saliva atau dalam
kelenjar saliva disebut adenocarcinoma
2. Lesi ini tidak dapat dikategorikan dalam klasifikasi tertentu karena
gambaran HPA nya tidak spesifik
Klinis
-

Pada dewasa / tua


Lokasi: lidah, dasar mulut dan mukosa lain
Klinis: tidak sakit, nodular, massa broad-based, dengan atau tanpa ulserasi

permukaan
8 % pasien mempunyai deposit metastasis pada neck nodes saat
didiagnosa

HPA:
- Pola granular (adenoid) dengan produksi mucus
- Kombinasi squamous cell carcinoma dan dibawahnya terdapat duktus
adenocarcinoma
- Komposisi tumor : nest, cord, dan solid zones sel-sel basal

DD
Klasifikasi keganasan pada kelenjar air liur
Malignant Salivary Gland Tumors
Mucoepidermoid carcinoma
Polymorphous low-grade adenocarcinoma
Adenoid cystic carcinoma
Clear cell carcinoma
Acinic cell carcinoma
Adenocarcinoma NOS
Rare, predominantly parotid tumors
Carcinoma ex-mixed tumor/malignant mixed tumor
Epimyoepithelial carcinoma
Salivary duct carcinoma
Basal cell adenocarcinoma
Oncocytic adenocarcinoma
Sebaceous adenocarcinoma
Squamous cell carcinoma
NOS, Not otherwise specified.
Malignant Salivary Gland Tumors: Biologic Classification
Low-Grade Malignancies
Mucoepidermoid carcinoma (low grade)

Polymorphous low-grade adenocarcinoma


Acinic cell carcinoma (low to intermediate grade)
Clear cell carcinoma
Basal cell adenocarcinoma
Intermediate-Grade Malignancies
Mucoepidermoid carcinoma (intermediate grade)
Epimyoepithelial carcinoma
Sebaceous adenocarcinoma
High-Grade Malignancies
Mucoepidermoid carcinoma (high grade)
Adenoid cystic carcinoma
Carcinoma ex-mixed tumor
Salivary duct carcinoma
Squamous cell carcinoma
Oncocytic adenocarcinoma
Treatment
-

Removal surgical dengan / tanpa terapi radiasi


Prognosis buruk 60 % pasien meninggal setelah didiagnosa (2 thn)

2. MELANOMA MALIGNANT
Definisi:

merupakan

neoplasma

ganas

yang

muncul

akibat

perkembangan

melanocytes yang tidak terkontrol, ditemukan pigmentasi sel pada lapisan

basal epidermis dan membrane mukosa


adalah suatu neoplasma yang berasal dari melanosit sel yang mengandung

pigmen melanin
Salah satu neoplasma manusia yang mengakibatkan kematian dan
merupakan 20% dari semua kanker kulit yang ada, dengan manifestasi
yang jarang di rongga mulut berupa lesi ulserasi yang terpigmentasi (juga
pernah ditemukan lesi non-pigmentasi).

Etiologi:

sinar matahari
genetic
traumatic
hormone: belum terbukti perkembangannya

Fase pertumbuhan melanoma:


1. Fase pertumbuhan radial
o Bisa singkat atau bisa berlangsung beberapa tahun, saat melanoma
menyebar ke tepi pada tingkat membrane basalis epidermis
2. Fase pertumbuhan vertikal
o Tempat potensi metastatic melanoma meningkat dramatis disertai
dengan penetrasi ke dalam derma dan kemudian jaringan subkutis
(dimana sel-sel ganas menyerang dermis dan mengembangkan
kemampuan untuk bermetastasis)
Clinical Feature
-

Malignansi melanosit,beberapa memiliki fase pertumbuhan radial tahunan


(in situ),sebelum fase pertumbuhan vertical, tetapi tipe invesiv hanya

memiliki fase pertumbuhan vertical.


Oral melanoma pertama kali tampak sebagai significant spot, terutama di

palatum dan gingival


Terjadi di mucosa maxilla, sebagai massa atau lesi datar yang bisa menjadi

ulser dan berdarah.


Sering pada orang dewasa

Diagnosis
-

Sifatnya agresif dan metastase awal dari tumor ini membuat diagnose
dan perawatan dini sangat penting setiap daerah berpigmen harus

diberi perhatian serius.


Diagnosis ditentukan oleh pemeriksaan histologis bahan biopsy.

Amalgam tattoo
nevus,

DD

kapposis sarcoma
melanotic macule
physiologic pigmentation

HPA
Lima macam bentuk / jenis histologist melanoma:
1.
2.
3.
4.
5.

Melanoma Superfisial (MS)


Melanoma Nodular (MS)
Lentigo Maligna Melanoma (LMM)
Acral Lentiginous Melanoma (ALM)
Mucosal Lentiginous Melanoma (MLMs)

Perawatan

Kebanyakan pasien tidak mengetahui akan bahaya metastase yang


disebabkan oleh melanoma pasien sering datang dengan keadaan yang
sudah parah prognosa buruk karena tidak segera dilakukan

perawatan sejak dini


Perawatannya adalah reseksi pembedahan radikal disertai pengangkatan
kelenjar limfe regional setelah dilakukan pemeriksaan klinik dan juga

pemeriksaan laboratorium berupa biopsy


Berdasarkan pemeriksaan histopatologi yang menyatakian lesi tersebut
sebagai melanoma maligna bedah radikal bedah reseksi radikal
efektif karena melanoma maligna terkenal dengan penyebaran

metastase secara limpatik yang sangat cepat


Radioterapi untuk melanoma maligna tahap III untuk mengurangi

metastase pada otak ; juga sebagai terapi lanjutan setelah pembedahan


Kemoterapi digunakan dengan kombinasi obat-obatan sitotoksik

Prognosa

Melanoma maligna rongga mulut umumnya lebih buruk dari melanoma


maligna yang di kulit karena kedalaman melanoma maligna yang sudah
lebar dan keterbatrasan letak anatomi di rongga mulut sehingga
pengambilan melanoma maligna susah untuk dilakukan

3. KAPPOSIS SARCOMA
Definisi

Menurut Kamus Kedokteran Gigi, Kaposi Sarkoma adalah penyakit neoplastik


dari system veskular yang ditandai dengan sejumlah nodul neoplastik coklat tua
atau merah dan mempunyai kecenderungan untuk menjadi luka
Etiologi
Kaposi sarkoma adalah proliferasi dari sel endotel, meskipun dermal atau
submucosal dendrocytes, makrofag, limfosit, (mungkin) sel mast juga memiliki
peran terjadinya lesi ini.
Human herpesvirus 8 (HHV8)
Kaposi sarkoma herpes virus (KSHV)
Clinical features
Gambaran klinis dari kaposi sarkoma : pada masa-masa awal, lesi tidak terlihat
jelas, datar, nodular, bisa single atau multifocal, warna mya merah kebiruan.
Kaposi sarcoma di deskripsikan pada region oral sebagai lesi pada palatum ,
ginggiva dan lidah

Pasien HIV AIDS dengan Kaposi Sarcoma mungkin juga

terkena penyakit lain, seperti : Candidiasis, Hairy Leuokoplakia, periodontal


disease, dan juga xerostomia.
Terdapat 3 pola klinis :
Etiologi
Geografi

Tipe klasik
HHV8
Mediterania

Prevalensi
Umur

Jarang
Laki-laki tua

Tempat

Kulit

Tipe endemik
HHV8
Africa
Endemik
Anak-anak

Prognosis
DD
Hemangioma
Eritoplakia

transplantasi
Jarang
dan Dewasa muda

dewasa
dan Kulit dan ekstrimitas

ekstremitas bawah
Penyebaran Lambat
tapi Jangka panjang
progresif
Baik

Tipe immunodeficiency
HHV8
AIDS
dan
pasien

Baik

Kulit,
internal
Agresif
Buruk

mukosa,

organ

Melanoma,
Pyogenic granuloma.
Treatment
Berbagai perawatan dilakukan, namun tidak ada yg benar-benar sukses.
Operasi berguna untuk lesi lokal. Radiasi dosis rendah dan intralesional
kemoterapi merupakan terapi tambahan. Untuk lesi yang besar dan multifocal
digunakan sistemik kemoterapi.

Gb. Kapposis Sarcoma

4. KARSINOMA SEL BASAL


Definisi
Karsinoma sel basal adalah suatu tumor kulit yang bersifat ganas, berasal dari
sel-sel basal epidermis dan apendiknya. Tumor ini berkembang lambat dan
tidak / jarang bermetastase.
Menurut Kamus Kedokteran Gigi
Basal cell carcinoma disebut juga Rodent Ulcer
Epidemiologi.
Sering dijumpai pada orang berkulit putih dan paparan sinar matahari yang
lama dan kuat.

Terjadi pada wanita dan laki-laki biasanya timbul setelah usia 40 tahun . sering
terkena pada dahi dan sudut bibir.
Etiologi.
Sampai saat ini belum diketahui pasti penyebabnya. Dari beberapa penelitian
menyatakan bahwa faktor predisposisi yang memegang peranan penting
perkembangan karsinoma sel basal.
Faktor predisposisi yang diduga sebagai penyebabnya yaitu :
faktor internal : umur , ras, genetic, dan jenis kelamin.
faktor eksternal : radiasi ultraviolet (UV B 290-320nm), radiasi ionisasi,bahanbahan karsinogenik, zat-zat kimia, hidrokarbon polisinik, trauma mekanis:
bekas vaksin, bekas luka bakar, iritasi kronis dll.
Gambaran klinis.
Terdiri dari satu atau beberapa nodul kecil seperti lilin. Serta lusen berbentuk
bundar dengan bagian tengah lesi cekung dan bisa mengalami ulser dan
pendarahan , sedangkan bagian tepi meninggi seperti mutiara yang
merupakan tanda klinis yang pada pinggiran tumor ini.
Lesi ini tidak menimbulkan rasa sakit.
Adanya ulkus menandakan suatu proses yang berlangsung berbulan-bulan
sampai bertahun-tahun dan ulkus ini secara perlahan-lahan dapat bertambah
besar.
Diagnosis.
Ditegakkan berdasarkan anamesis, pemeriksaan fisik (gejala klinis), dan
pemeriksaan histopatologis.
Diagnosis banding
karsinoma sel squamosa,
melanocyte
melanoma malignant.
Treatment
Eksisi local / topical chematherapy

5. CARCINOMA SEL SQUAMOSA


Secara Umum
Pada sebagaian besar kasus karsinoma sel squamosa pada wajah dan bibir
bawah terbentuk dari keratinocyles epidermal yang rusak karena sinar matahari
Neoplasma ini memiliki potensi signifkan untuk metastasis pada nodus limfatik
dan bagian luar.
Etiologi
Lesi pre kanker dapat menimbulkan carcinoma sel squamosa, antara lain :
- erythroplakia
- leukoplakia
Kondisi pre kanker antara lain :
- oral lichen planus
- actinic chelitis
- submucous fibrosis, dll.
Faktor predisposisi:
-

Tars, oils, arcenics, pajanan X-ray

Penyakit kulit terbakar scar

Discoid lupus erythematous

Penyakit kulit terbakar scar

Discoid lupus erythematous

Genetik. Kemampuan individu untuk mematabolisme karsinogen dan / atau

mereparasi DNA merupakan genotype.


Agen karsinoganik : aromatik amines
Agen potensial karsinogenik : tembakau, nitrosalamie
Prokarsinogen (karsinogen dapat diproduksi dalam metabolisme zat ini) :

asetaldehid.
Mikroba : candida, HPV
Radiasi actinic
Defek imun.

Clinical feature

Bervariasi mulai dari bercak eritematus yang kecil pada mukosa sampai
pada daerah ulserasi atau hyperplasia yang luas.

Sebagian besar karsinoma sel skuamosa terjadi pada mukosa yang secara
klinis normal, tetapi dapat didahului oleh leukoplakia atau eritroplakia.

Central ulcer dengan tepi indurasi (indurasi dikarenakan refleksi infiltrasi


tumor pada jaringan dibawahnya), menonjol, slightly, dan dikelilingi
erythema.

Lesi dapat tampak sebagai verrucous growth, papulla, atau plak.

Area wajah bibir bawah, daun telinga, dahi, infraorbital, dan region
nasal.

Diagnosis
-

Identifikasi riwayat kanker keluarga.


Lesi soliter lebih dari 3 minggu indikasi biopsi, dikhawatirkan keganasan.
Seluruh mukosa oral harus diperiksa : dikhawatirkan terjadi second

neoplasm atau keganasan sudah bermetastase.


Keganasan diukur dengan metode TNM, berdasarkan ukuran tumor, nodul

metastase dan distant metastase.


Tabel frekuenasi karsinoma pada daerah yang berbeda.

DD
-

Keratosis aktinik
Karsinoma sel basal
Kutaneus granuloma

HPA

Peningkatan ratio nuclear-cytoplasmic

Hyper chromatic nuclear

Keratinisasi cell individual

Atypical mitotic figure

Peningkatan mitotic rate

Treatment

Eksisi berdasarkan lokasi dan ukuran lesi

Karsinoma yang lebih besar diterapi dengan eksisi yang lebar dan luas
dengan rekonstruksi graft/terapi irradiasi.