Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

MEDAN ELEKTROMAGNETIK
MUATAN DAN MEDAN ELEKTROMAGENTIK SERTA HUKUM GAUSS

Disusun Oleh:
1.

Fajar Ginanjar

21060110083001

2.

Nur Indah Arifani

21060110083010

3.

Aziz Nurrochma W

21060110083011

4.

Rahmahani Setiawati

21060110083012

5.

Azizatun Ni'mah

21060110083018

6.

Tety Nurmiarsih

21060110083028

7.

Wahyu Adi Prasetiyo

21060110083039

PSD III TEKNIK ELEKTRO


UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
2010

MUATAN DAN MEDAN LISTRIK

Medan magnet, dalam ilmu Fisika, adalah suatu medan yang dibentuk dengan
menggerakan muatan listrik (arus listrik) yang menyebabkan munculnya gaya di muatan
listrik yang bergerak lainnya. (Putaran mekanika kuantum dari satu partikel membentuk
medan magnet dan putaran itu dipengaruhi oleh dirinya sendiri seperti arus listrik; inilah yang
menyebabkan medan magnet dari ferromagnet "permanen"). Sebuah medan magnet adalah
medan vektor: yaitu berhubungan dengan setiap titik dalam ruang vektor yang dapat berubah
menurut waktu. Arah dari medan ini adalah seimbang dengan arah jarum kompas yang
diletakkan di dalam medan tersebut.
Hasil kerja Maxwell telah banyak menyatukan listrik statis dengan kemagnetan, yang
menghasilkan sekumpulan empat persamaan mengenai kedua medan tersebut. Namun,
berdasarkan rumus Maxwell, masih terdapat dua medan yang berbeda yang menjelaskan
gejala yang berbeda. Einsteinlah yang berhasil menunjukkannya dengan relativitas khusus,
bahwa medan listrik dan medan magnet adalah dua aspek dari hal yang sama (tensor tingkat
2), dan seorang pengamat bisa merasakan gaya magnet di mana seorang pengamat bergerak
hanya merasakan gaya elektrostatik. Jadi, dengan menggunakan relativitas khusus, gaya
magnet adalah wujud gaya elektrostatik dari muatan listrik yang bergerak, dan bisa
diprakirakan dari pengetahuan tentang gaya elektrostatik dan gerakan muatan tersebut (relatif
terhadap seorang pengamat).

Arus mengalir melalui sepotong kawat membentuk suatu medan magnet (M) disekeliling
kawat. Medan tersebut terorientasi menurut aturan tangan kanan.

Medan magnet dapat dihasilkan untuk medan permanent atau arus konstan DC,
karena medan magnet yang disebabkan oleh arus konstan mempunyai kaidah-kaidah. Hukum
pertama yang digunakan untuk hubungan antara medan magnet dan arus adalah Hukum BiotSavart yang menyatakan bahwa diferensial meda magnet,dH, adalah diferensial arus I
sepanjang dI, secara lengkap didefininsikan bahwa medan magnet berbanding terbalik
dengan kuadrat jarak serta tergantung pada media yang mengelilinginya dengan arah vektor
searah hasil perkalian silang antar I dl dan arah radial ,
secara matematisnya:

dH=

A/ m

arah merupakan vektor satuan dengan arah R dan R adalah arah dari elemen arus ke titik
dimana dH akan dihitung.
Elemen arus tidak boleh terputus, sehingga integral pengaruh magnet yang akan
dihitung harus dilakukan terhadap lintasan tertutup bisa pada titik tak terhingga. Bentuk
integral hukum Biot-Savart menjadi:
H=

Arah intensitas medan magnet adalah sesuai azas tangan kanan, dimana jari-jari tangan yang
digenggamkan menunjukkan arah medan magnet dan ibu jari arah tangan kanan
menunjukkan arah arus.
Hasil percobaan Jean-Baptiste Biot & Felix Savart adalah sebagai berikut:

dB adalah medan magnetik yang diproduksi oleh potongan kecil kawat

ds adalah vektor panjang dari potongan kecil kawat yang searah dengan arah arus

r adalah vektor posisi dari potongan kawat ke titik dimana medan magnetik ingin diukur

I adalah arus dalam kawat

adalah sudut antara ds & r

Gaya magnetik dari suatu loop arus melingkar dapat ditinjau dari suatu loop kawat
melingkar dengan jari-jari R yang terletak pada bidang-yz dan membawa arus I. Medan
magnetik di titik aksial P yang terletak pada jarak x dari titik pusat cincin dapat ditentukan.
Kuat medan magnet di suatu titik di sekitar kawat berarus listrik disebut induksi magnet (B).
Besar Induksi maget (B) oleh Biot dan Savart dinyatakan :

Berbanding lurus dengan arus listrik (I)

Berbanding lurus dengan panjang elemen kawat penghantar ()

Berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara titik itu ke elemen kawat penghantar

Berbanding lurus dengan sinus sudut antara arah arus dan garis penghubung titik itu ke
elemen kawat penghantar
Pada Gambar 1(a), B menunjukkan kerapatan fluks dari medan magnet asal. Adanya

konduktor yang mengaliri arus menimbulkan medan magnet baru. Medan asal dan medan
yang menggabungkan konduktor untuk menghasilkan medan baru ditunjukkan pada Gambar
1(b). Medan yang dihasilkan berubah di sekitar konduktor, kerapatan fluks yang dihasilkan
menjadi besar di satu sisi dan kecil di sisi lainnya sehingga menimbulkan adanya gaya
elektromagnetik

dengan

arah

seperti

yang

ditunjukkan

pada

gambar.

Gambar 1a, 1b dan 1c.


Pada kondisi peningkatan kerapatan fluks di satu sisi sama nilainya dengan penurunan
di sisi lainnya, besarnya gaya elektromagnetik diperoleh melalui Persamaan 2.
Ketika arah arus dan arah medan magnet dibalik, arah gaya yang bekerja pada konduktor juga
berubah. Namun, jika arah arus dan medan magnet diubah, arah gaya yang dihasilkan tidak
berubah. Gambar 1(c) menunjukkan pengaruh perubahan pengubahan arus ketika arah medan
diubah.

Jelas

bahwa

pada

kondisi

tersebut

arah

gaya

berubah.

Gambar 2. atraksi dan repulsi.


Hukum Biot Savart dapat diterapkan untuk mengukur gaya antara dua arus yang
mengalir pada konduktor. Gambar 2 menunjukkan arus paralel pada konduktor l dipisahkan
oleh jarak D dan berada pada permeabilitas . Kedua arus disebut dengan I1 dan I2. pada
Gambar 2(a), kedua arus mengalir dengan arah yang sama sementara pada Gambar 2(b) arus
tersebut mengalir dengan arah yang berbeda. Medan magnet yang dihasilkan juga
ditunjukkan. Jelas bahwa ketika konduktor mengaliri arus dengan arah yang sama, ada gaya
tarik antara keduanya sementara bila arus yang mengalirinya berbeda arah terdapat gaya tolak
diantara keduanya.
Nilai kerapatan fluks pada konduktor yang mengaliri arus I2 terhadap I sebesar:

Gayaelektromagnetik :

newton

Medan Magnet di Sekitar Kawat Lurus


Medan Magnet di Sekitar Kawat Lurus Besarnya medan Magnet disekitar kawat lurus
panjang berarus listrik. Dipengaruhi oleh besarnya kuat arus listrik dan jarak titik tinjauan
terhadap kawat. Semakin besar kuat arus semakin besar kuat medan magnetnya, semakin jauh
jaraknya terhadap kawat semakin kecil kuat medan magnetnya.
Berdasarkan perumusan matematik oleh Biot-Savart maka besarnya kuat medan
magnet disekitar kawat berarus listrik dirumuskan dengan :

B = Medan magnet dalam tesla ( T )

o = permeabilitas ruang hampa =

I = Kuat arus listrik dalam ampere ( A )

a = jarak titik P dari kawat dalam meter (m)

Medan Magnet di Sekitar Kawat Melingkar


Besar dan arah medan magnet disumbu kawat melingkar berarus listrik dapat
ditentukan dengan rumus :

Keterangan:

BP = Induksi magnet di P pada sumbu kawat melingkar


dalam tesla ( T)

I = kuat arus pada kawat dalam ampere ( A )

a = jari-jari kawat melingkar dalam meter ( m )

r = jarak P ke lingkaran kawat dalam meter ( m )

= sudut antara sumbu kawat dan garis hubung P ke titik pada lingkaran kawat
dalam derajad ()

x = jarak titik P ke pusat lingkaran dalam mater ( m )

dimana
Besarnya medan magnet di pusat kawat melingkar dapat dihitung

B = Medan magnet dalam tesla ( T )

o = permeabilitas ruang hampa = 4 . 10 -7 Wb/amp. m

= Kuat arus listrik dalam ampere ( A )

= jarak titik P dari kawat dalam meter (m)


= jari-jari lingkaran yang dibuat

Arah ditentukan dengan kaidah tangan kanan. Sebuah kawat melingkar berada pada
sebuah bidang mendatar dengan dialiri arus listrik Apabila kawat melingkar tersebut dialiri
arus listrik dengan arah tertentu maka disumbu pusat lingkaran akan muncul medan magnet
dengan arah tertentu. Arah medan magnet ini ditentukan dengan kaidah tangan kanan.
Dengan aturannya adalah apabila tangan kanan kita menggenggam maka arah ibu jari
menunjukkan arah medan magnet sedangkan keempat jari yang lain menunjukkan arah arus
listrik

Medan Magnet di Sekitar Kawat Melingkar

Besar dan arah medan magnet disumbu kawat melingkar berarus listrik dapat ditentukan
dengan rumus :

Keterangan:

BP = Induksi magnet di P pada sumbu kawat melingkar dalam tesla ( T)

I = kuat arus pada kawat dalam ampere ( A )

a = jari-jari kawat melingkar dalam meter ( m )

r = jarak P ke lingkaran kawat dalam meter ( m )

= sudut antara sumbu kawat dan garis hubung P ke titik pada lingkaran kawat dalam
derajad ()

x = jarak titik P ke pusat lingkaran dalam mater ( m )

dimana
Besarnya medan magnet di pusat kawat melingkar dapat dihitung

B = Medan magnet dalam tesla ( T )

o = permeabilitas ruang hampa = 4 . 10 -7 Wb/amp. m

= Kuat arus listrik dalam ampere ( A )

= jarak titik P dari kawat dalam meter (m)


= jari-jari lingkaran yang dibuat

Arah ditentukan dengan kaidah tangan kanan. Sebuah kawat melingkar berada pada
sebuah bidang mendatar dengan dialiri arus listrik
Apabila kawat melingkar tersebut dialiri arus listrik dengan arah tertentu maka disumbu pusat
lingkaran akan muncul medan magnet dengan arah tertentu. Arah medan magnet ini
ditentukan dengan kaidah tangan kanan. Dengan aturannya adalah apabila tangan kanan kita
menggenggam maka arah ibu jari menunjukkan arah medan magnet sedangkan keempat jari
yang lain menunjukkan arah arus listrik

Hukum Ampere
Penghantar

yang dilingkupi medan magnet dalam lintasan tertutup akan

mengakibatkan arus I yang mengalir ada penghantar tersebut.

Persamaan di atas merupakan hukum Ampere yang digunakan untuk menghitung


intensitas medan magnet H dalam lintasan tertutup yang tejadi akibat arus I yang mengalir
pada konduktor tertentu, sebagaimana pada Hukum Gauss untuk medan listrik pada kerapatan
garis-garis gaya akibat muatan titik.

Medan magnet H untuk arus I yang mengalir pada konduktor dengan panjang tak
hingga dengan lintasan lingkaran tetap adalah

,untuk H konstan maka


H. 2.. r = I

H=r

Seperti pada kerapatn garis gaya D yang hanya tergantung dari besarnya muatan yang
mengakibatkan garis gaya dan tidak tergantung pada medianya dan intensitas medan listrik E
adalah tergantung pada media maka kerapatan fluks magnetic B juga hanya tergantung pada
medianya sedangkan intensitas medan magnet H adalah tergantung pada media, maka:

B=H=

Dimana

= . r adalah permeabilitas media


= permeabilitas ruang hampa= 4 x
r= permeabilitas relative media terhadap ruang hampa

Media non magnetic mempunyai permeabilitas relative mendekati satu, sementara media
magnetic ( besi, ferromagnetic, dsb) memiliki permeabilitas lebih dari satu.

Teorema Stokes
Teorema Stokes berbunyi integral garis suat vector sepanjang suatu lengkungan C
tertutup sama dengan integral komponen normal curlnya sepanjang permukaan yang dibatasi
oleh lengkungan tersebut. Persamaan Teorema Stokes dapat dirumuskan:

Dari persamaan hokum Ampere dan Teorema Stokes dapat diperoleh:


(

Salah satu cara memperumum teorema Stokes ini di R4 adalah menggunakan prinsip
induksi. Misalkan adalah benda dimensi dua di R4, maka mereka dapat diparameterisasi
dengan menggunakan dua variabel. Misalkan

(u,v) (u,v),y(u,v),z(u,v),t(u,v) (

Merupakan parameterisasi tersebut,dengan (u,v) koordinat di

dan (x,y,z,t) koordinat di

kemudian, dicari integral garis

(
(

)
)

(
(

)
)

dengan adalah lengkungan yang merupakan batas dari . Dengan mensubstitusikan


parameter di atas, maka integral garis menjadi

( (

dimana
F(u,v) = P(x(u,v),y(u,v),z(u,v),t(u,y))

+ Q(x(u,v),y(u,v),z(u,v),t(u,y))

R(x(u,v),y(u,v),z(u,v),t(u,y))

+ S(x(u,v),y(u,v),z(u,v),t(u,y))

G(u,v) = P(x(u,v),y(u,v),z(u,v),t(u,y))

+ Q(x(u,v),y(u,v),z(u,v),t(u,y))

R(x(u,v),y(u,v),z(u,v),t(u,y))

+ S(x(u,v),y(u,v),z(u,v),t(u,y))

dan

serta merupakan batas dari himpunan .

HUKUM GAUSS

Hukum Gauss adalah sebuah alternatif untuk menjelaskan bagaimana muatan listrik
dan medan listrik berperilaku. Satah satu konsekuensi dari hukum ini adalah bahwa muatan
statik pada konduktor terdapat pada permukaan konduktor itu, bukan di bagian dalamnya.
Seringkali, ada dua cara, yaitu cara yang mudah dan cara yang sukar untuk melakukan sebuah
pekerjaan; cara mudah itu melibatkan tak lebih daripada penggunaan alat-alat yang tepat.
Dalam fisika, sebuah alat penting untuk menyederhanakan soal adalah penggunaan sifat-sifat
simetri dari sistem. Banyak sistem fisika mempunyai simetri; contohnya, sebuah silinder
tidak kelihatan berbeda setelah dirotasikan mengelilingi sumbunya, dan sebuah bola logam
bermuatan kelihatan sama saja setelah diputarkan terhadap sembarang sumbu yang melalui
pusatnya.
Hukum Gauss adalah bagian dari kunci penggunaan pertimbangan simetri untuk
menyederhanakan perhitungan medan-listrik. Misalnya, medan distribusi muatan garis lurus
atau distribusi muatan lembar bidang, yang diturunkan dengan menggunakan beberapa
integrasi yang sangat rumit, dapat diperoleh dalam beberapa baris dengan bantuan hukum
Gauss. Sebagai tambahan untuk membuat perhitungan tertentu lebih mudah, hukum Gauss
akan memberikan juga kepada kita pandangan ke dalam (insight) mengenai bagaimana
muatan listrik mendistribusikan dirinya pada benda penghantaf (konduktor).
Berikut ini diterangkan tentang apa sebenarnya hukum Gauss itu. Jika ada suatu
distribusi muatan yang umum, kita mengelilinginya dengan sebuah permukaan khayal yang
mencakup muatan itu. Kemudian memperhatikan medan listrik di berbagai titik pada
permukaan khayal ini.
Hukum Gauss adalah sebuah hubungan antara medan di semua titik pada permukaan
dengan muatan total yang tercakup di dalam permukaan itu. Hal ini mungkin kedengarannya
menyerupai sebuah cara yang cenderung tidak langsung untuk menyatakan sesuatu, tetapi
terbukti akan merupakan sebuah hubungan yang sangat berguna. Selain kegunaannya sebagai
alat perhitungan Hukum Gauss akan membantu untuk mendapatkan penglihatan (insight)
yang lebih dalam mengenai medan listrik.

Hukum Gauss itu sendiri berbunyi:


Fluks total yang melalui sebuah permukaan tertutup sama dengan sebuah konstanta kali
muatan total yang tercakup.
Hukum Gauss adalah
0 E =q
dengan E adalahflux medan listrik melalui permukaan tertutup khayal yang dapat dibuat
dalam medan ini. Muatan q di atas adalah muatan yang ada di dalam permukaan Gauss saja;
muatan di luar tidak ikut memberi kontribusi terbentuknya flux dan tidak diperhitungkan
dalam penerapan persamaan di atas.

0
Aplikasi Hukum Gauss adalah sebagai berikut:

Muatan Pada Konduktor Listrik/Logam


a) Muatan pada konduktor padat berada di permukaan luarnya.
b) Jika tidak ada muatan dalam rongga konduktor, muatan netto pada permukaan rongga itu
NOL.
c) Jika ada muatan +q, maka muatan netto pada permukaan rongga itu q.

Muatan Pada Konduktor Listrik/Logam

Bila muatan yang berlebih ditempatkan pada sebuah konduktor dan berada dalam
keadaan diam, maka muatan berlebih itu seluruhnya terdapat pada permukaan, dan besarnya
E = 0 di setiap tempat dalam material konduktor tersebut.
Dengan menggunakan hukum Gauss, dalam beberapa kasus dengan memanfaatkan
sifat simetri, bisa dijabarkan persamaan-persamaan penting. Diantaranya adalah:
1. Muatan pada Konduktor
a) Kelebihan muatan pada konduktor yang terisolasi (dalam ekuilibrium)
seluruhnya akan berada di luar permukaan. Medan di luar muatan sferis (bola)

b) Medan listrik di luar sebarang distribusi muatan sferis akan selalu mengarah
radial dan dengan magnitude dengan q adalah muatan total.
E=

2. Medan di dalam muatan sferis


Medan listrik di dalam sebarang distribusi muatan sferis selalu mengarah
radial dan dengan magnitude
E=
dengan q adalah bagian dari q yang tercakup dalam bola dengan radius r dengan
pusat sumbu di pusat simetri.
3. Medan di dalam muatan sferis homogen
Medan listrik di dalam muatan sferis homogen selalu mengarah radial dan
dengan magnitude
E=
4. Medan akibat muatan garis tak hingga
Medan listrik akibat muatan garis tak hingga selalu mengarah tegak lurus ke
garis itu dan dengan magnitude
E=

5. Medan akibat muatan bidang tak hingga


Medan listrik akibat muatan bidang tak hingga selalu mengarah tegak lurus
bidang itu dan dengan magnitude
E=
6. Medan di dekat konduktor bermuatan
Medan listrik di dekat konduktor bermuatan, yang muatannya dalam kondisi
ekuilibrium, selalu mengarah tegak lurus permukaan dan dengan besar
E=