Anda di halaman 1dari 14

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kromosom memiliki peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan


suatu makhluk hidup, karena kromosom merupakan alat pengangkutan bagi gen
gen yang akan dipindahkan dari suatu sel induk ke sel anakannya, dari generasi
yang satu ke generasi yang lainnya. Pengamatan terhadap perilaku kromosom
sama pentingnya dengan mempelajari struktur kromosom. Perilaku atau aktivitas
kromosom dapat terlihat dalam siklus sel, termasuk didalamnya adalah
pembelahan sel (mitosis atau meiosis). Analisis kromosom, baik mitosis maupun
meiosis merupakan langkah awal yang dapat dilaksanakan untuk mempelajari
kromosom.
Tumbuhan pada masa awal perkembangan mengalami pertumbuhan sangat
banyak, tumbuhan mengalami pembelahan sel secara tidak langsung yang disebut
juga dengan mitosis (setjo,2004). Mitosis adalah pembelahan duplikasi dimana sel
memproduksi dirinya sendiri dengan jumlah kromosom sel induk. Mitosis
mempertahankan pasangan kromosom yang sama melalui pembelahan inti dari sel
somatis secara berturut turut. Peristiwa ini terjadi bersama-sama dengan
pembelahan sitoplasma dan bahan-bahan di luar inti sel dan memiliki peran
penting dalam pertumbuhan dan perkembangan hampir semua organisme.mitosis
memiliki beberapa tahapan meliputi profase metafase, anafase, dan telofase.

Terjadi pada ujung akar, yang mengalami pembelahan awal, mitosis terjadi dalam
sel somatik yang bersifat meristematik, yaitu sel-sel yang hidup terutama yang
sedang tumbuh (ujung akar dan ujung batang), mitosis pada tumbuhan terjadi
selama mulai dari 30 menit sampai beberapa jam dan merupakan bagian dari suatu
proses yang berputar dan terus menerus.
Oleh karena itu dapat di ketahui bahwa pentingnya untuk mempelajari
perilaku kromoson dalam pembelahan mitosis, maka perlu nya di adakan
pratikum mengenai perilaku kromosom dalam pembelahan mitosis.

B. Tujuan

Pratikan dapat mengetahui perilaku kromosom pada pembelahan mitosis.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Sebagian besar sel bereproduksi secara aseksual, yaitu tanpa terjadinya


pertukaran atau pemerolehan informasi hereditas baru. Sebagian besar sel yang
membentuk tubuh organisme eukarriota multiseluler juga bereproduksi secara
aseksual dalam suatu proses yang dikenal sebagai mitosis. Selama pembelahan
mitosis, sel akan tumbuh, menduplikasi genomnya, memisahkan kromosom yang
telah berduplikasi ke kutub-kutub sel yang berlawanan, dan membagi sitoplasma
sehingga terbentuklah sel anakan (William D. Stanfield dkk,2003)
Kromosom adalah suatu struktur makromolekul yang berisi DNA di mana
informasi genetik dalam sel disimpan. Kata kromosom berasal dari kata khroma
yang berarti warna dan soma yang berarti badan Kromosom terdiri atas dua
bagian, yaitu sentromer / kinekthor yang merupakan pusat kromosom berbentuk
bulat dan lengan kromosom yang mengandung kromonema & gen berjumlah dua
buah (sepasang). Sastrosumarjo (2006) menjelaskan bahwa kromosom merupakan
alat transportasi materi genetik (gen atau DNA) yang sebagian besar bersegregasi
menurut hukum Mendel, sedangkan Masitah (2008) menjelaskan bahwa
kromosom adalah susunan beraturan yang mengandung DNA yang berbentuk
seperti rantai panjang. Setiap kromosom dalam genom biasanya dapat dibedakan
satu dengan yang lainnya oleh beberapa kriteria, termasuk panjang relatif
kromosom, posisi suatu struktur yang disebut sentromer yang memberi kromosom
dalam dua tangan yang panjangnya berbeda-beda, kehadiran dan posisi bidang
(area) yang membesar yang disebut knot (tombol) atau kromomer. Selain itu,

adanya perpanjangan arus pada terminal dan material kromatin yang disebut
satelit, dan sebagainya (Suprihati et.al., 2007).
Mitosis adalah pembelahan sel yang terjadi secara tidak langsung. Hal ini
dikarenakan pada pembelahan sel secara mitosis terdapat adanya tahapan-tahapan
tertentu. Tahapan-tahapan (fase-fase) yang terdapat pada pembelahan mitosis ini
meliputi: profase, metafase, anafase, dan telofase. P sel paling banyak dijumpai
pada bagian akar yaitu ujung akar. Pada mitosis, bahan inti sel terbagi sedemikian
rupa sehingga dari satu sel dihasilkan dua buah sel anakan. Mitosis merupakan
alat untuk duplikasi teratur (dalam fase S) dan pemisahan (pada anafase)
kromosom. Biasanya, mitosis diikuti dengan pembelahan sel yang disebut dengan
sitokenesis dimana sel akan terpisah menjadi dua (Kimball, 1999).

III. METODE PRATIKUM

A. Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan adalah akar bawang merah, larutan 0,002 M


hidroxchinolin, larutan 45% CH3COOH, larutan HCL dan larutan sceto
orcein/carmin. Alat yang di pakai adalah kaca preparat, cover glass, beker glass,
penangas air, pembakar bunsen, mikroskop, dan jarum

B. Prosedur Kerja

1. Dipilih umbi bawang merah yang bagus dan sehat dan dikecambahkan di
air sampai muncul akar
2. Cuci akar bawang merah dengan air sampai bersih.
3. Potong ujung akar bawang merah sepanjang +- 1 cm dan di masukan ke
dalam larutan 0.002 M hydroxichinolin, simpan di ruang gelap dengan
suhu 20 C selama 1 jam
4. Di fiksasi ujung akar bawang merah dilakukan dengan digunakan larutan
45% CH3COOH selama +- 10 menit
5. Di meserasi bahan dengan campuran larutan HCL dan CH3COOH dengan
perbandingan 3 : 1 pada suhu 60 C selama +- 30 menit

6. Di ambil 1 mm bagian ujung akar bawang merah dan diletakkan di atas


gelas preparat
7. Dilakukan pewrnaan dengan aseti orceun atau aseto carmin (larutan
staining)
8. Ditutup dengan gelas penutup ( cover glass) dan hancutkan ujung akar
bawang merang dengan cara ditekan
9. Dilewatkan di atas anyla api bunsen
10. Di amati preparat di bawah mirkoskop
a. Di cari dan di amati fase fase dalam mitosis pada preparat yang di
buat
b. Dihitng fase manakah yang jumlah nya paling banyak
c. Di gambar fase gase yang aada pada preparat yang dibuat
d. Dicatat perbesarn yang di gunakan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

No.

Fase

Gambar
1
2

Profase

1
2

Metafase

1
2

Anafase

1
2

Telofase

Keterangan
1. kromatid mulai
bergabung
2. sentromer
3. membran sel
Jumlah kromosom :
16
Perbesaran 40x
1. kromatid pada
bidang
tengah/ekuator
2. sentromer
3. membran sel
Jumlah kromosom :
16
Perberasan 40x
1. kromatid mulai
menuju sisi nya
masing masing
2. sntromer
3. membran sel
Jumlah kromosom :
16
Perbesaran 40x
1. membran sel
mulai membelah
2. intisel sudah
membelah
Jumlah kromosom :
16
Perberasan : 40x

B. Pembahasan

Pada pratikum acara I dengan judul acara perilaku kromosom pada


pembelahan mitosis di lakukan pengamatan pada bagian tanaman bawang merah ,
yaitu pada akarnya pada bagian meristematis untuk melihat perilaku perilaku yang
terjadi pada kromosom saat melakukan pembelaha. Kromosom adalah suatu
struktur makromolekul yang berisi DNA di mana informasi genetik dalam sel
disimpan. Kata kromosom berasal dari kata khroma yang berarti warna dan soma
yang berarti badan Kromosom terdiri atas dua bagian, yaitu sentromer / kinekthor
yang merupakan pusat kromosom berbentuk bulat dan lengan kromosom yang
mengandung kromonema & gen berjumlah dua buah (sepasang). Sastrosumarjo
(2006) menjelaskan bahwa kromosom merupakan alat transportasi materi genetik
(gen atau DNA) yang sebagian besar bersegregasi menurut hukum Mendel,
sedangkan Masitah (2008) menjelaskan bahwa kromosom adalah susunan
beraturan yang mengandung DNA yang berbentuk seperti rantai panjang.
Setelah di lakukan pengamatan menggunakan mikroskop sebagai alat
pembantu untuk melihat sel yang sangat kecil. Di temukan bahwa banyak sekali
sel yang sedang aktif membelah. Pembelahan terjadi pada berbagai macam fase ,
yaitu : profase, metafase, anafase, telofase. Menurut () Proses mitosis ini terjadi
bersama dengan pembelahan sitoplasma dan bahan-bahan di luar inti sel. Pada
mitosis setiap induk yang diploid (2n) akan menghasilkan dua buah sel anakan
yang masing-masing tetap diploid serta memiliki sifat keturunan yang sama

dengan sel induknya. Proses terjadinya mitosis terbagi ke dalam 5 fase, yaitu
interfase, profase, metafase, anafase dan telofase.
1. Interfase
Inti sel Nampak keruh dan tampak benang- benang kromatin yang halus.
2. Profase
Benang-benang kromatin memendek dan menebal.Terbentuklah kromosam. Tiap
kromosom membelah dan memanjang membentuk kromatid, membrane inti mulai
menghilang
3. Metaphase
Kromosom- kromosom menempatkan diri di bidang tengah dari sel. Ciri utama
fase ini adalah terbentuknya gelendong pembelahan, gelendong pembelahan ini
dibentuk oleh mikrotubula.Gelendong ini membentuk kutub-kutub pembelahan
tempat sentromer mikrotubula bertumpu.
4. Anafase
Sentromer membelah dan kedua kromatid memisahkan diri dan bergerak menuju
kutub dari sel yang berlawanan. Tiap kromatid hasil pembelahan itu memiliki sifat
yang sama dengan sel induknya, sejak saat itu kromatid-kromatid tersebut
menjadi kromosom baru.
5. Telofase
Di tiap kutub sel terbentuk stel kromosom yang identik.Selaput gelendong inti
lenyap dan dinding inti terbentuk lagi. Kemudian plasma sel terbagi lagi menjadi
dua bagian, proses tersebut dikenal sebagai sitokinesis. Pada sel tumbuhan
sitokinesis ditandai dengan terbentuknya dinding pemisah di tengah- tengah sel.

Tanaman melakukan pembelahan sel bertujuan untuk regenerasi dan


penambahan jumlah sel yang nanti nya akan mengalam specialisasi menjadi
jaringan yang akan membantu pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan itu
sendiri. Selain itu pembelahan sel juga bertujuan untuk berkembang biak , karena
sel membelah menjadi 2 anakan bersifat diploid maupun haploid. Hubungan
antara pembelahan sel dengan genetika tumbuhan adalah , adanya pewarisan sifat
yang di lakukan oleh gen saat tumbuhan mengalami pembelahan sel.
Perlakuan pertama pada akar bawang merah yang sudah di potong adalah
dicuci akar tersebut sampai bersih, hal ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran
yang mungkin menempel pada saat pengamatan. Kemudian akar bawang merah
dipotong dan dimasukan kedalam larutan hydroxichinolin yang bertujuan untuk
melunakan potongan akar bawang merah tersebut. Kemudian dilakukan fikasi
pada ujung akar bawang merah digunakan larutan 45% CH3COOH bertujuan
untuk menghentikan aktifitas sel yang sedang berlangsung agar mempermudah
pengamatan. Selanjutnya dilakukan maserasi pada akar bawang merah digunakan
campuran

larutan HCL dengan CH3COOH, maserasi ini bertujuan untuk

mengisolasi potongan akar bawang merah terhadap suhu ruangan yang ada.
Selanjutny potongan akar bawang merah diletakan pada kaca preparat kaca yang
di gunakan untuk mengamati potongan akar bawang merah di bawah kaca
mirkoskop. Setalah itu dilakukan pewarnaan dengan aceto carmin, perwarnaan
bertujuan untuk memberikan warna (warna akar: putih) agar dapat mempermudah
pengamatan. Setlah selesai perwarnaan , kaca preparat ditutup dengan cover glass
(kaca penutup) dan ditekan ujung akar bawang merah. Dilewatkan di atas api

nyala bunsen agar warna dari aceto carmin cepat meresap dengan ujung akar
bawang merah. Setelah semua selesai di lakukan ujung akar bawang merah siap
diamati di bawah mirkoskop
Pada ujung akar bawang merah banyak sel yang mengalami aktivitas
dengan rentangan 5 menit sebelum dan sesudah pukul 24.00 WIB. (Margono,
1973), berdasarkan keterangan tersebut maka proses pemotongan akar bawang
merah (Allium cepa) dilakukan pada pukul 00.00. Terimakasih kepada asisten
yang sudah melalukan pemotongan bawang merah tersebut , yang memungkinkan
pratikan untuk melakukan pratikum sesusai dengan waktu yang di jadwalkan.
Setelah dilakukan pratikum, pada pengamatan ditemukan semua fase
mitosis pada ujung akar bawang merah, sesuai dengan literatur Profase adalah
fase dimana benang- benang kromatin memendek dan menebal, terbentuklah
kromosom. Gelendong mitotik mulai terbentuk, setiap kromosom terduplikasi
tampak sebagai kromatid identik yang tersambung pada sentromernya dan
sepanjang lengannya oleh kohesin (kohesi kromatid saudara) (Campbell,2010:
248). Hal yang sama terlihat pada pengamatan dibawah mikroskop terlihat banyak
garis-garis pendek di dalam inti sel yang letaknya tak beraturan. Sedangkan
metafase menurut literatur metaphase merupakan tahap mitosis yang paling lama,
sering kali berlangsung sekitar 20 menit. Kromosom kromosom menempatkan diri
di bidang tengah dari sel. Ciri utama fase ini adalah terbentuknya gelendong
pembelahan, gelendong pembelahan ini dibentuk oleh mikrotubula. Gelendong ini
membentuk kutub-kutb pembelahan tempat sentromer mikrotubula bertumpu. Hal
yang sama juga terlihat pada satu sel yang dalam intinya terlihat seperti bnyak

garis-garis yang saling bersilangan dengan tengah nya berwarna lebih tebal dan
berbentuk bulat (sentromer). Selanjutnya anafase menurut literatur anafase
merupakan tahap pembelahan yang paling singkat terjadi, biasanya hanya
beberapa menit (Campbell.2008: 249). Sentromer membelah dan kedua kromatid
memisahkan

diri

dan

bergerak

menuju

kutub

dari

sel

yang

berlawanan. Tiap kromatid hasil pembelahan itu memiliki sifat yang sama
dengan sel induknya, sejak saat itu kromatid-kromatid tersebut menjadi
kromosom baru. Terlihat pada ujung akar bawang merah yang diamati bahwa
garis-garis yang saling menyilang tersebut membelah menjadi dua dan berkumpul
pada ujung inti sel yang berlawanan. Pada tahap terakhir merupakan fase telofase
menurut literatur telofase merupakan tahap terakhir saat nukleus-nukleus anakan
terbentuk dan sitokinesis telah dimulai. Dengan ciri dimana di tiap kutub sel
terbentuk stel kromosom yang identik. Selaput gelendong inti lenyap dan
dinding inti terbentuk lagi. Kemudian plasma sel terbagi lagi menjadi dua
bagian, proses tersebut dikenal sebagai sitokinesis. Pada sel tumbuhan sitokinesis
ditandai dengan terbentuknya dinding pemisah di tengah- tengah sel
(Campbell.2010: 249). Pada fase ini terlihat dalam mikroskop inti sel sudah
membelah dan membran masih dalam proses membelah.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Diketahui perilaku kromosom pada fase-fase pembelahan mitosis pada akar


Allium cepa.
1.

Profase : sel masih nampak seperti inti sel masih utuh dan terletak
dibagian tengah sel

2.

Metafase : biasanya letak kromosom berada di tengah bidang ekuator

3.

Anafase : di mana terdapat celah sempit pada bagian tengah sel dimana
kromosom terletak di bagian kutub sel

4.

Telofase : dimana pada telofase sudah nampak jelas pembagian sel


menjadi dua dan terjadi pembelahan sitoplasma (sitokinesis).

B. Saran

1.

revisi menganai jurnal sementara di perjelas karna masih banyak yang


belum paham.

2.

menganai penanggung jawab acara kedepannya komunikasi harus


dipermudah.

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Reece. 2010. Biologi jilid 1 edisi kedelapan. Erlangga: Jakarta.


Kimball. 1999. Biologi. Erlangga: Jakarta.
Margono, Hadi. 1973. Pengaruh Colchicine terhadap pertumbuhan Memanjang
Akar Bawang Merah (Alium cepa). Ikip Malang : Malang
Sastrosumarjo, S. 2006. Panduan laboratorium, hal. 38 63. Dalam S.
Sastrosumarjo (Ed.) Sitogenetika Tanaman. IPB Press. Bogor.
Suprihati, 2007. Identifikasi karyotipe terung belanda (Solanum betaceum Cav.)
kultivar Brastagi Sumatera Utara. Jurnal Biologi Sumatera Utara. 2(1): 7
11.
Wiliam Stainsfield. 2007. Genetika Edisi Ke Empat. Jakarta : Erlangga.